;
Tags

Keuangan

( 1023 )

Restrukturisasi Melandai, Risiko Kredit Ikut Turun

HR1 17 Jan 2023 Kontan

Sejumlah bank menekan rasio kredit berisiko atau pembiayaan yang masuk pantauan di 2022 lalu. Alhasil, loan at risk (LaR) di bank-bank tersebut menurun. LaR PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), misalnya, turun cukup signifikan dari 27% di 2021 menjadi di kisaran 23% pada 2022. Direktur Risk Management Bank BTN Setiyo Wibowo menyatakan, dampaknya bagi bank khususnya dampak pada perbaikan yield dan net interest margin (NIM). Perbaikan proses perkreditan telah berjalan dengan baik dan akan terus diperbaiki dengan teknologi digital. Di samping itu, tutur Setiyo, program restrukturisasi Covid-19 yang terus berkurang hingga bisa meningkatkan asset sales. Portfolio kredit berkualitas rendah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga menurun 12,63% menjadi Rp 116 triliun per November 2022 dari posisi Desember 2021 Rp 147 triliun atau 17,75%. Artinya, ada perbaikan sekitar Rp 31 triliun. SVP Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan berpendapat, prediksi resesi global akan berdampak pada kenaikan LAR perbankan. "Walau kenaikan tidak signifikan. Karena ekonomi kita sebenarnya masih terus mengalami pertumbuhan, mungkin kenaikan 1%-2% untuk LAR di 2023," kata Trioksa.

Vonis Bentjok & Heru : Bayar Uang Pengganti Rp 34,7 T

HR1 13 Jan 2023 Kontan (H)

Setelah melalui berbagai persidangan, kasus korupsi pengelolaan dana PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) memasuki babak akhir. Sebagai pamungkas, pengadilan menjatuhkan vonis Benny Tjokrosaputro. Dalam sidang pembacaan putusan, Bentjok divonis dengan pidana nihil dan uang pengganti. “Menjatuhkan pidana tambahan Rp 5,73 triliun dengan penghitungan barang bukti sebanyak 1.069 bidang tanah dan bangunan dirampas oleh negara sebagai uang pengganti,” tandas Ketua Majelis Hakim Ignatius Eko Purwanto dalam sidang putusan, Kamis (12/1). Sementara dalam kasus Asuransi Jiwasraya, Heru mendapat vonis penjara seumur hidup dan uang pengganti Rp 10,72 triliun. Sedangkan Benny Tjokro di kasus Jiwasraya Rp 6,07 triliun. Jadi dari dua kasus itu, Hery dan Benny Tjokro harus membayar uang sebesar Rp 34,7 triliun. Jumlah itu sudah mendekati kerugian dari kedua kasus itu.  Di Asabri, kerugian negara mencapai Rp 22,7 triliun dan Jiwasraya sebesar Rp 16,8 triliun. Alhasil total kerugian negara  Rp 39,5 triliun. Dalam kasus ini, Bentjok  berperan mengatur transaksi saham dan reksadana dalam portofolio milik Asabri. Aksi ini, Benny lakukan bersama terdakwa lain Heru Hidayat. Seluruh kegiatan investasi Asabri pada kurun waktu 2012-2019 ini dikendalikan keduanya.

PROSPEK ASET KEUANGAN : SURAT UTANG UNGGULI SAHAM

HR1 11 Jan 2023 Bisnis Indonesia

Tren dana keluar asing selama 2 tahun terakhir di pasar surat utang diperkirakan berakhir dan menggeser saham sebagai aset keuangan berperforma prima pada 2023. Pasar saham menutup tahun 2022 dengan dana asing sebesar Rp60 triliun, sedangkan pasar surat utang kehilangan dana asing sebesar Rp129,16 triliun. Namun, pada 2023 cerita menjadi berbeda. Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto mengemukakan pasar obligasi Indonesia cenderung memiliki daya tahan kuat pada 2022, terlepas dari tren kenaikan suku bunga agresif. Hal ini tecermin dari pertumbuhan pasar obligasi sebesar 3,5% secara tahunan.Pada 2023, Handy mengatakan pasar obligasi memiliki prospek positif karena tekanan dari risiko inflasi telah bergeser ke potensi perlambatan ekonomi dunia. Dalam hal perekonomian terkontraksi, Handy mengatakan investasi pada obligasi cenderung menunjukkan kinerja positif dengan asumsi imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) acuan tenor 10 tahun mencapai 6,8% pada 2023. “Return investasi obligasi bisa mencapai 25% dalam dua tahun ke depan yang berasal dari pendapatan bunga dan capital gainnya. Kalau ternyata IHSG bisa tumbuh di atas itu, tentunya IHSG lebih bagus. Namun, jika tidak, obligasi lebih baik,” katanya.Ekspektasi inflasi pada 2023 bakal lebih rendah karena puncaknya telah tecapai yakni 5,51% secara tahunan pada Desember 2022.

OJK Memproses Merger Chubb Life dan Cigna

HR1 11 Jan 2023 Kontan

Tentakel bisnis Chubb Life Indonesia semakin meluas. Itu sejalan dengan rencana PT Chubb Life Insurance Indonesia untuk melakukan penggabungan usaha dengan PT Asuransi Cigna. Rencana tersebut bakal terlaksana selangkah lagi. Chubb Life tinggal menunggu persetujuan merger dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) I OJK, Bambang W. Budiawan menjelaskan, terkait persetujuan merger tersebut. Sedang berproses, ujarnya singkat kepada KONTAN, Selasa (10/1). Dalam hal ini, Chubb Life Indonesia akan menjadi entitas yang menerima penggabungan. Sebagai akibat dari penggabungan, Asuransi Cigna akan berakhir demi hukum, tanpa harus didahului dengan likuidasi.

Bunga Kredit Meningkat, Beban Hidup Makin Berat

HR1 11 Jan 2023 Kontan (H)

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyentil bankir. Kata bendahara negara itu, di tengah tingginya tren kenaikan suku bunga, masyarakat semakin terbebani karena bunga cicilan semakin meningkat dan mahal. Menkeu bilang, jika bicara suku bunga atau interest rate naik, "Anda menari-nari di atas penderitaan semua orang," tandas Ani, panggilan karibnya di acara CEO Banking Forum, Senin (9/1). Jika bicara data, Menkeu tak salah. Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memang sudah naik di semua segmen sejak Juli tahun 2022, ketika Bank Indonesia pertama kali menggerek bunga acuan. Rata-rata SBDK kredit korporasi naik dari 7,9% di Juli 2022 menjadi 8,06% di Oktober 2022. Lalu, kredit ritel naik dari 8,95% menjadi 9,09%, kredit mikro terkerek dari 10,46% menjadi 10,5%. kredit pemilikan rumah (KPR) dari 8,57% menjadi 8,66%. Kredit non-KPR merangkak 9,43% menjadi 9,54%. Tapi, bunga kredit riil bisa lebih tinggi dari itu. Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut saat ini inflasi mulai terkendali. Ia ingin bunga kredit tidak naik berlebihan. Alasan BI menaikkan suku bunga acuan untuk mengendalikan inflasi dan mendorong kenaikan imbal hasil surat berharga negara. Agar dana asing kembali masuk ke Tanah Air sehingga rupiah menguat. “Kami pastikan likuiditas lebih dari memadai,” ujar Perry belum lama ini.

Kerjasama Investasi, LPEI Gandeng Mexim Malaysia

HR1 10 Jan 2023 Kontan

Guna meningkatkan kerja sama bidang investasi dan keuangan lintas negara, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menandatangani Nota Kesepahaman dengan The Export-Import Bank of Malaysia (Mexim). Kerja sama ini untuk meningkatkan kapasitas kedua pihak. Sehingga Indonesia dan Malaysia untuk membuka akses pasar yang lebih luas. Kedua negara ini juga akan bekerjasama untuk membuka pasar dengan negara-negara lain.

Nasabah Tolak Tim Likuidasi Wanaartha

HR1 09 Jan 2023 Kontan

Proses penyelesaian kewajiban PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life) memasuki babak baru. Jika tidak ada aral melintang, perusahaan asuransi ini bakal melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (9/1) ini. Presiden Direktur Asuransi Jiwa Wanaartha Life, Adi Yulistanto, mengatakan, agenda RUPSLB akan membahas mengenai pembubaran badan hukum perseroan sekaligus pembentukan tim likuidasi. "Mereka diharapkan hadir, seperti para pemegang saham, Dewan Komisaris, dan Direksi," kata Adi, Minggu (8/1). Saat manajemen Wanaartha Life sedang mempersiapkan RUPSLB, pemegang saham justru mengeluarkan keputusan sirkuler yang mengungkapkan bahwa tim likuidator sudah terbentuk. Dalam keputusan tersebut, tim likuidasi Wanaartha terdiri dari Harvardy M. Iqbal dan Sherly. Perwakilan Aliansi Korban Wanaartha Life Christian menduga, tim likuidasi pimpinan Harvady M Iqbal dibentuk hanya untuk mengakomodasi kepentingan sang pemilik, pasangan suami Manfred Armin Pietruschka dan Evelina Larasati Fadil Pietruschka.

Menyiapkan Strategi Keuangan di Tahun Penuh Tantangan

KT3 09 Jan 2023 Kompas

Setelah melewatkan pergantian tahun, Minggu (1/1) pagi, Ari (31) yang mendapat jatah libur kantor, tetap berkutat di depan komputer jinjing. Karyawan bank swasta di Jakarta itu membuka catatan keuangan dan investasinya sepanjang 2022. Ia merasa, awal tahun adalah momentum paling tepat mengevaluasi kondisi keuangan dan capaian investasinya setahun lalu. Hasil analisisnya, dia belum cukup disiplin menjaga arus kas. Dia mencatat, ada beberapa bulan neraca keuangannya defisit. Pangkal persoalannya tak lain rangsangan diskon dan promo berbagai barang di situs belanja daring. Sementara dari kinerja instrumen investasinya, Ari malah merugi. Ini lantaran dia terlalu banyak menaruh investasinya di pasar modal. IHSG sepanjang 2022 memang tumbuh 4,08 %. Namun, harga saham emiten yang dia beli tidak bertumbuh, bahkan turun. ”Secara keseluruhan keuangan saya di 2022 berkurang,” ujarnya, Dari berbagai indikator itu, Ari belajar, di tahun penuh ketidakpastian seperti 2023, ia harus bisa menahan gairah belanja dan menghindari berinvestasi secara agresif. Dirinya semestinya berinvestasi di instrumen yang berisiko rendah. Ari merasa perlu berhati-hati. ”

Sempat mengalami PHK pada pertengahan 2022, Okta (24), karyawan perusahaan e-dagang di Jakarta, merasa harus mulai merapikan perencanaan keuangannya. Setelah perusahaannya melakukan efisiensi, Okta harus hidup dari pesangon. Kendati masih hidup di rumah orangtua dan kini sudah kembali diterima kerja di perusahaan lain, ia merasa perlu lebih berhati-hati mengelola keuangan. Berbekal informasi perencanaan keuangan untuk pemula di media sosial dan siniar, Okta menyambut 2023 dengan semangat menata keuangannya lebih baik. Perencana keuangan Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini Sutikno, mengatakan, menghadapi tahun ketidakpastian, masyarakat perlu meramu strategi yang tepat dalam mengelola keuangan dan investasi dengan menjaga likuiditas atau arus kas. Dalam kondisi ketidakpastian, masyarakat perlu menyiapkan dana darurat. Idealnya 3-12 kali lipat dari pengeluaran rutin bulanan. Selain itu, ia menyarankan untuk melengkapi diri dengan membeli asuransi agar kita memiliki proteksi keuangan ketika ada berbagai peristiwa yang mungkin akan menguras tabungan, seperti sakit atau kecelakaan. (Yoga)


Mengukur Pasar Keuangan 2023

HR1 06 Jan 2023 Bisnis Indonesia

Awan gelap perekonomian global telah digantung oleh berbagai institusi ekonomi global di awal 2023. Kekhawatiran resesi, tingkat suku bunga kebijakan bank sentral yang berada di tingkat tinggi serta pemulihan sektor manufaktur yang lebih lambat dari perkiraan menjadi hal yang mesti ditembus. Akibatnya, volatilitas tersebut menjadi hal yang dikhawatirkan turut menggelantung di langit perekonomian dan pasar keuangan Indonesia.Namun, pemulihan ekonomi Indonesia yang didorong oleh trade surplus mencapai US$50,68 miliar hingga November 2022 diharapkan berlanjut pada tahun ini. Hal itu seiring dengan risiko defisit neraca pembayaran yang berkurang menjadi hanya US$1,3 miliar pada kuartal III/2022, begitu juga dengan posisi pinjaman luar negeri yang turun US$20,4 miliar hingga kuartal III/2022 secara year-to-date (YtD). Di sisi lain, dorongan menjaga stabilitas melalui ruang interest rate differential yang menarik antara Fed Rate dan BI7DRRR ataupun antara yield SBN dan yieldUS Treasury menjadi hal yang telah meningkatkan cost of fund domestik ke tingkat yang lebih tinggi. Meskipun demikian, perlu dicermati bahwa peningkatan yield SBN 10 tahun sebesar 54,2 bps (YtD hingga 26 Desember 2022) lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan yield US treasury 10 year sebesar 223,7 bps ataupun juga lebih rendah dibanding kenaikan Bi7DRRR yang mencapai 200,0 bps.

Disamping itu, terlepas dari prokontra UU P2SK yang merupakan omnibus law sektor keuangan, dimasukkannya kebijakan burden sharing sebagai kebijakan contra-cyclical bagi Bank Indonesia di saat krisis turut diharapkan mampu menjaga stabilitas pasar keuangan di tengah berbagai kemungkinkan skenario perekonomian saat ini dan masa mendatang. Disisi lain, UU P2SK yang turut mengatur lima hal yang sangat krusial bagi reformasi sektor keuangan lainnya, yakni (1) penguatan kelembagaan otoritas sektor keuangan dengan tetap memperhatikan indepedensi; (2) penguatan tata kelola dan peningkatan kepercayaan publik; (3) mendorong akumulasi dana jangka panjang sektor keuangan untuk kesejahteraan dan dukungan pembiayaan pembangunan yang berkesinambungan; (4) perlindungan konsumen; dan (5) literasi, inklusi dan inovasi sektor keuangan.

Kerugian Rp 106 Triliun Berbuah Tuntutan 20 Tahun

HR1 05 Jan 2023 Kontan (H)

Apes benar nasib korban kasus Koperasi Simpan Pinjam Indosurya (KSP Indosurya). Bayangkan, dengan kerugian jumbo Rp 106 triliun, dana 23.000 korban KSP Indosurya terancam tak bisa kembali. Aset sitaan aparat hukum sulit bisa memenuhi dana para korban KSP Indosurya itu. Sidang lanjutan kasus KSP Indosurya Rabu (4/1) di Pengadilan Negeri Jakarta Barat mengungkap fakta mengenaskan. Hingga saat ini, mereka hanya berhasil menyita aset terdakwa Rp 2,4 triliun dan 30 unit kendaraan roda empat. Mencoret rasa keadilan, sidang yang mengagendakan pembacaan tuntutan terhadap Henry Surya, terdakwa kasus KSP Indosurya juga mengungkap tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) ke Henry Surya adalah pidana penjara 20 tahun serta denda Rp 200 miliar subsider 1 tahun kurungan. Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi ke KONTAN menduga, aset yang disita untuk pemulihan dana korban adalah sebagai restitusi atau ganti rugi. "Ini seperti yang diperjuangkan LPSK," kata Edwin. Edwin juga membeberkan, ada 488 korban KSP Indosurya telah melapor ke LPSK. "Nilai kerugian korban kewajaran Rp 1,3 triliun," ujar dia. Donal Fariz, pengacara dari Visi Law Office yang menerima kuasa dari 906 korban KSP Indosurya mengestimasi kerugian senilai Rp 1,8 triliun.