;

Menyiapkan Strategi Keuangan di Tahun Penuh Tantangan

Ekonomi Yoga 09 Jan 2023 Kompas
Menyiapkan Strategi Keuangan di Tahun Penuh Tantangan

Setelah melewatkan pergantian tahun, Minggu (1/1) pagi, Ari (31) yang mendapat jatah libur kantor, tetap berkutat di depan komputer jinjing. Karyawan bank swasta di Jakarta itu membuka catatan keuangan dan investasinya sepanjang 2022. Ia merasa, awal tahun adalah momentum paling tepat mengevaluasi kondisi keuangan dan capaian investasinya setahun lalu. Hasil analisisnya, dia belum cukup disiplin menjaga arus kas. Dia mencatat, ada beberapa bulan neraca keuangannya defisit. Pangkal persoalannya tak lain rangsangan diskon dan promo berbagai barang di situs belanja daring. Sementara dari kinerja instrumen investasinya, Ari malah merugi. Ini lantaran dia terlalu banyak menaruh investasinya di pasar modal. IHSG sepanjang 2022 memang tumbuh 4,08 %. Namun, harga saham emiten yang dia beli tidak bertumbuh, bahkan turun. ”Secara keseluruhan keuangan saya di 2022 berkurang,” ujarnya, Dari berbagai indikator itu, Ari belajar, di tahun penuh ketidakpastian seperti 2023, ia harus bisa menahan gairah belanja dan menghindari berinvestasi secara agresif. Dirinya semestinya berinvestasi di instrumen yang berisiko rendah. Ari merasa perlu berhati-hati. ”

Sempat mengalami PHK pada pertengahan 2022, Okta (24), karyawan perusahaan e-dagang di Jakarta, merasa harus mulai merapikan perencanaan keuangannya. Setelah perusahaannya melakukan efisiensi, Okta harus hidup dari pesangon. Kendati masih hidup di rumah orangtua dan kini sudah kembali diterima kerja di perusahaan lain, ia merasa perlu lebih berhati-hati mengelola keuangan. Berbekal informasi perencanaan keuangan untuk pemula di media sosial dan siniar, Okta menyambut 2023 dengan semangat menata keuangannya lebih baik. Perencana keuangan Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini Sutikno, mengatakan, menghadapi tahun ketidakpastian, masyarakat perlu meramu strategi yang tepat dalam mengelola keuangan dan investasi dengan menjaga likuiditas atau arus kas. Dalam kondisi ketidakpastian, masyarakat perlu menyiapkan dana darurat. Idealnya 3-12 kali lipat dari pengeluaran rutin bulanan. Selain itu, ia menyarankan untuk melengkapi diri dengan membeli asuransi agar kita memiliki proteksi keuangan ketika ada berbagai peristiwa yang mungkin akan menguras tabungan, seperti sakit atau kecelakaan. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :