Bisnis
( 689 )Kimia Farma Perluas Bisnis Klinik Kecantikan
Perseroan Terbatas (PT) Kimia Farma (Persero) Tbk terus melakukan ekspansi usaha. Kali ini BUMN farmasi itu memperluas bisnis klinik kecantikan. Mereka kini memiliki klinik kecantikan bernama Marcks’ Venus Aesthetic Clinic (MVC).
Konsep dari Marcks’ Venus Aesthetic Clinic ini adalah merawat kecantikan kulit dan tubuh pria dan wanita masyarakat Indonesia dengan menekankan aspek kesehatan di semua treatment dan skincare-nya. Manajemen Kimia Farma mengklaim MVC didukung oleh dermatologis dan dokter profesional.
Secretary Kimia Farma Ganti Winarno Putro dalam keterangan resminya, Kamis (5/11), mengklaim dalam kondisi pandemi MVC menerapkan standar keamanan ketat untuk mencegah Covid-19. Seperti physical distancing melalui online booking appointment yang bertujuan dapat mengatur jadwal kedatangan, sehingga tidak terjadi penumpukan pelanggan di klinik.
Kimia Farma memastikan MVC tak hanya menjangkau pelanggan di Jakarta, Bandung, dan Bogor saja. Masyarakat di luar wilayah itu bisa tetap menikmati layanan MVC melalui layanan konsultasi online dan delivery skincare yang bisa dilakukan melalui daring.
Bisnis Ikan Cupang Hias Layak Menjadi Usaha Alternatif
Bisnis ikan cupang layak menjadi usaha alternatif di tengah pandemi Covid 19 untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Dede salah satu warga Perdagangan yang menekuni bisnis ikan cupang hias, saat ditemul di Tempat usahanya di Perdagangan Kacamatan Bandar, Kamis (5/11) mengatakan, semenjak berbisnis ikan cupang hias, pendapatannya semakin meningkat. Dalam seminggu dirinya menjual ikan cupang hias dari berbagai jenis sebanyak 15 ekor dengan harga per ekornya Rp 100 ribu.
Adapun koleksi ikan hias yang dipelihara dan dibisniskan adalah ikan cupang jenis plakat yang belakangan ini tenar seperti hellboy, blue rim, multi colour, ikan cupang siam sisir dan ada beberapa lainnya.
Hatta pengusaha ikan hias di Jalan Sandang Pangan Perdagangan mengatakan, pembeli ikan hias di tempatnya semakin meningkat. Adapun harga ikan cupang hias di tempat usahanya bervariasi yakni mulai dari Rp 70 ribu sampul Rp 250 ribu per ekorya." Harga sesuai jenisnya,” ujarnya.
Sentimen Kendaraan Listrik, Demam Saham Emiten Nikel Potensial Berlanjut
#APK
Demam saham itu lantaran harga komoditas tersebut berada dalam tren bullish dan prospek gencarnya penetrasi kendaraan listrik secara global, mengingat logam dasar itu merupakan bahan baku utama baterai kendaran listrik. Berdasarkan data Bloomberg harga nikel di bursa London telah menguasai hingga 9,42% sepanjang tahun berjalan 2020. Nikel sempat ditutup di level US$16.203 per ton pada medio Oktober 2020.
Adapun, saham yang di serbu investor antara lain, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang berhasil menguat 33,93% sepanjang tahun 2020 dan teraprestasi hingga 56,25% dalam 3 bulan perdagangan terakhir. Selain itu, saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) juga menguat 17,31% sepanjang tahun berjalan 2020 dan naik 24,49% dalam 3 bulan perdagangan terakhir.
Analis RHB Sekuritas Ghibran Al Imran mengatakan bahwa minat investor yang tinggi terhadap saham-saham nikel dapat bertahan untuk jangka waktu yang panjang apalagi jika harga nikel dapat bertahan di posisinya saat ini. Adapun, di antara saham nikel lainnya Ghibran cenderung berpihak terhadap INCO mengingat fokus utama bisnis emiten itu di nikel, sedangkan ANTM memiliki lini bisnis emas yang berisiko turun pada tahun depan seiring dengan pemulihan ekonomi.
Dalam kesempatan terpisah, Direktur PT Anugrah Mega Investama Hans Kwee mengatakan bahwa saham sektor komoditas akan menjadi saham pilihan investor pada tahun depan seiring dengan pemulihan ekonomi.
ATPM Bidik Sektor Logistik
Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Ernando Emily mengatakan pihaknya sebagai salah satu agen tunggal pemegang merek (ATPM) Isuzu mencoba membidik sektor logistik. “Isuzu meningkatkan produktivitas unit kendaraan yang digunakan oleh pelaku usaha, termasuk sektor logistic,” kata Ernando, Rabu (4/11).
Alhasil, pangsa pasar Isuzu meningkat mulai Juni 2020, dari 25,7 persen naik menjadi 28,6 persen pada Juli 2020. Tapi sedikit melemah pada Agustus 2020 menjadi 25,1 persen, kemudian meningkat menjadi 26,3 persen pada September 2020.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil wholesales di Indonesia berangsur membaik pada Juni, yakni 12.623 lalu Juli 25.283, Agustus naik lagi menjadi 37.277, dan September yang tertinggi selama pandemi Covid-19 dengan 48.554 unit.
Sebelumnya, data Kementerian Keuangan menyebutkan selama pandemic transaksi pembelian lewat e-commerce meningkat 18,1 persen menjadi 98,3 juta transaksi dengan total nilai transaksinya meningkat 9,9 persen menjadi Rp 20,7 triliun.
Indonesia akan memasuki ASEAN Connectivity pada 2025, nantinya tidak hanya orang tapi juga barang yang terhubung. Dampaknya, akan terjadi penurunan biaya lebih dari 6 persen dari seluruh proses dari hulu sampai hilir.
Bisnis e-Commerce Tumbuh Pesat
Terbatasnya ruang gerak masyarakat selama pandemi Covid-19, mengakibatkan banyak orang memenuhi kebutuhannya dengan melakukan transaksi secara digital melalui platform e-commerce. Pada semester 1-2020 terjadi kenaikan transaksi e-commerce sebanyak dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2019.
“Pertumbuhan e-commerce sangat pesat tumbuh dan pada awal masuk ke Indonesia, sempat diragukan konsumen, seiring perjalanan waktu kepercayaan terhadap e-commerce terus membaik,” kata Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi saat jadi narasumber pada acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2020 secara virtual, Rabu (21/10).
Tak heran, lanjut Inarno, Indonesia kini merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan e-commerce terbesar dunia. “Pasar Indonesia akan terus meningkat dengan bertambahnya jumlah pengusaha, pelaku UMKM, start up dan perubahan pelaku konsumen Indonesia dari belanja fisik ke online,” terangnya.
William Tanuwijaya, Founder Tokopedia, salah satu marketplace besar di Indonesia tak menampik adanya kenaikan transaksi digital dilakukan masyarakat selama masa pandemi. Transaksi digital menggunakan platform e-Commerce pun dinilai sangat membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). “Perusahaan di tingkat desa misalnya, bisa menjadi perusahaan nasional karena tak ada nya lagi keterbatasan akses pasar,” kata William.
Ikan Cupang Mulai Diburu Kolektor
Bisnis ikan hias di Kota Seribu Sungai dan sekitarnya saat ini mulai menggeliat. Banyak permintaan hingga meningkatnya omzet penjualan pemilik toko ikan hias. Satu di antaranya Ridho, warga Jalan HKSN Banjarmasin yang menjual berbagai ikan hias air tawar, akuarium, perlengkapan, aksesoris, dan pakan ikan.
Selain itu, ada pula yang banyak dicari saat ini yakni ikan cupang atau ikan aduan. Ia mengaku stok ikan cupang belum banyak, namun dari segi kualitas baik dan mulai diburu para kolektor. Ikan cupang dibanderol Rp 40.000-100.000 per ekor.
Pebisnis ikan hias lainnya, Akhmad Zikri Suhairi saat ini membudidayakan dua jenis ikan hias yaitu guppy dan cupang. la memilih dua jenis itu berdasarkan pada mínat pembeli saat ini. “Ikan-ikan hias itu dijual dengan harga terjangkau, mulai dari ribuan hingga puluhan ribu rupiah,” ujarnya.
Jalan Terjal Pemulihan Ekonomi Nasional
Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan akan kembali ke zona positif pada tahun depan. Adapun pertumbuhan ekonomi global secara keseluruhan diprediksi bakal tumbuh di kisaran 5,2 persen. Asesmen tersebut lebih rendah dibanding proyeksi sebelumnya, yakni sebesar 5,4 persen.
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani mengatakan tingkat ketidakpastian yang masih tinggi menjadikan proyeksi pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen belum sepenuhnya realistis. Proyeksi pemulihan ekonomi berpotensi semakin rendah bila pandemi semakin tidak terkontrol atau angka penyebaran justru semakin tinggi.
Shinta menuturkan keberhasilan pemerintah dalam merealisasikan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja juga termasuk sebagai faktor yang diperhitungkan. Kepala Ekonom PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2021 hanya akan mencapai 3,8 persen secara tahunan.
Meski demikian, Adrian mengatakan terdapat beberapa sektor ekonomi yang berpeluang pulih lebih cepat atau mencatatkan kinerja positif, di antaranya bisnis packaging berbahan plastik, e-commerce, gadget atau gaming console, telekomunikasi, bisnis pengantaran, alat kesehatan, dan digital banking.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah akan terus bekerja keras untuk memulihkan perekonomian nasional dengan mengombinasikan pelbagai kebijakan fiskal dan moneter.
Di Bawah Ancaman Resesi Panjang
Kepala Ekonom PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean mengatakan pelemahan aktivitas ekonomi berpotensi akan berlanjut hingga triwulan pertama tahun depan. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan terakhir tahun ini pun diperkirakan masih akan berada di zona negatif, yaitu terkontraksi sebesar minus 2,3 persen.
Adrian mengatakan kecenderungan kenaikan aktivitas penduduk masih terkonsentrasi oleh mobilitas intra-kota. Aktivitas konsumsi domestik, indikator angka deflasi yang terus terjadi di triwulan ketiga, meningkatnya angka kemiskinan, dan terus turunnya nilai impor barang konsumsi menguatkan kesimpulan bahwa kontraksi dalam konsumsi rumah tangga masih cukup dalam.
Dinamika di pasar pembiayaan juga menunjukkan pelemahan. Pertumbuhan kredit bank masih bergerak turun dan mencapai titik terendah, yaitu hanya 0,1 persen pada September 2020.
Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede berujar bahwa salah satu penyebab pemulihan ekonomi yang masih lambat adalah angka kasus Covid-19 yang masih tinggi beberapa waktu terakhir dan adanya penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Ibu Kota Jakarta pada awal September.
Untuk mendorong pertumbuhan, pemerintah harus mengoptimalkan belanja, khususnya realisasi penyerapan dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk pembiayaan korporasi serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Apalagi anggaran program PEN untuk mendukung sisi produksi atau suplai masih rendah jika dibanding realisasi anggaran untuk sisi konsumsi, seperti bantuan sosial.
IMF memprediksi kontraksi pertumbuhan ekonomi bakal lebih dalam, yakni sebesar -1,5 persen.
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani berujar, pada triwulan keempat, pelaku usaha di berbagai sektor berharap terjadi peningkatan konsumsi musiman menjelang akhir tahun, baik dari domestik maupun pasar global.
Pembentukan Holding Industri Baterai Masuk Tahap Akhir
Direktur Utama PT Mining and Industry Indonesia (MIND ID) Orias Petrus Moedak mengatakan holding Indonesia Battery dengan investasi US$ 12 miliar itu akan rampung sebelum akhir tahun ini.
Dua perusahaan asing, yaitu Contemporary Amperex Technology Co, Ltd (CATL) dari Cina dan LG Chem Ltd asal Korea, masuk proyek pengembangan baterai lewat skema joint venture. Ada tiga opsi lokasi pabrik, yaitu Sulawesi Tenggara, Halmahera, dan Papua. Pembangunan pabrik rampung dalam tiga tahun ke depan.
Dalam produksi baterai tersebut, Orias mengatakan salah satu bahan baku yang tidak tersedia di dalam negeri adalah litium, sehingga perlu diimpor.
Orias berharap industri baterai berjalan beriringan dengan pengembangan kendaraan listrik. Apabila permintaan di dalam negeri tidak besar, Orias mengatakan ada opsi ekspor untuk memenuhi pasokan global. Selain untuk kendaraan listrik, produk Indonesia Battery bisa digunakan untuk energi di pulau kecil dan daerah wisata.
Senior Vice President Corporate Secretary Antam, Kunto Hendrapawoko, mengatakan perusahaan akan mengambil peran dalam penambangan serta pengolahan nikel sulfat dan sedang menyusun studi kelayakan, termasuk menjajaki calon mitra strategis dari dalam negeri maupun luar negeri.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, mengatakan holding tersebut akan menguatkan posisi perseroan sebagai penyedia energi. Selain masuk bagian holding baterai, Fajriyah mengatakan Pertamina ikut dalam joint venture di masing-masing proses bisnis.
Analis dari Mirae Asset Sekuritas, Hariyanto Wijaya, mengatakan rencana pemerintah untuk membangun holding Indonesia Battery sebagai produsen baterai kendaraan listrik memberikan sentimen positif pada pasar modal. Hal tersebut sempat membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,8 persen dalam penutupan perdagangan pada Selasa lalu.
Putar Otak Menahan Defisit
Pemerintah memastikan kenaikan jumlah utang tetap terkendali, sehingga tak mengganggu target defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini. Terlebih, tahun ini pemerintah telah melebarkan rentang defisit anggaran dari sebelumnya maksimal 3 persen menjadi 6,34 persen.
Deputi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Perekonomian, Iskandar Simorangkir, mengatakan pemerintah mengupayakan perbaikan di semua lini, dari daya beli untuk mendorong konsumsi masyarakat hingga iklim investasi untuk mendorong dunia usaha.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Febrio Kacaribu menyebutkan kinerja perpajakan bakal terus didorong agar selaras dengan pertumbuhan ekonomi nominal. Namun upaya menggenjot penerimaan pajak pada tahun ini dan tahun depan diproyeksi masih akan berat. Kinerja perpajakan menjadi krusial karena terdapat efek domino yang mengintai bila performanya tak sesuai dengan harapan.
Berdasarkan realisasi APBN hingga Agustus 2020, penerimaan pajak baru mencapai 56,5 persen atau Rp 676,9 triliun dari target tahun ini sebesar Rp 1.198,8 triliun. Penerimaan pajak terkontraksi 15,6 persen. Penurunan penerimaan pajak itu disumbang oleh anjloknya pajak penghasilan (PPh) minyak dan gas bumi hingga 45 persen, sedangkan pajak nonmigas terkontraksi 14,1 persen.
Kepala Pusat Kebijakan APBN Badan Kebijakan Fiskal, Ubaidi Socheh, mengungkapkan dampak langsung dari peningkatan defisit anggaran adalah peningkatan rasio utang Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2020 menjadi 37,6 persen.
Pilihan Editor
-
John Riady: Jangan Khawatir Bubble Start-up
06 Sep 2021 -
Kebocoran Data Seolah Dibiarkan Terus Terjadi
04 Sep 2021 -
Perusahaan Rokok Besar Menikmati Insentif Cukai
04 Sep 2021









