Bisnis
( 689 )Kerupuk Rumahan Masuk Ritel Modern
Usaha kerupuk rumahan mulai bangkit. Kerupuk olahannya ini menyasar segmen penjualan di ritel-ritel modern seperti Indomaret, Transmart, Hypermart, Alfamart dan Lotte Mart baik di Kalsel maupun Kalteng.
Produk kerupuk ini dibikin beberapa level, dari level 10 paling pedas sekali hingga level 5, level 4 dan level 3 yang sedikit pedasnya, sesuai dengan cita rasa masyarakat. Harganya per peces Rp 15 ribu hingga Rp 15.500 dengan berat 80 gram dan tahan enam bulan bila disimpan di ruang AC dan tidak ber AC selama empat bulan.
Cupang Black Avatar Paling Dicari
Mengisi waktu luang dan hobi mulai dari tanaman hias hingga bisnis ikan hias. Di antaranya dirasakan salah satu pedagang cupang di Jalan Veteran, Banjarmasin,Cuncun. la mengaku jualannya laris manis di tingkat grosiran dan pembeli akan menjual kembali sebagai bisnis.
“Ada aneka jenis ikan cupang mulai dari jenis Black Samurai, Black Mamba, hingga sederet varian lainnya. Black Avatar yang paling banyak dicari orang. Dari harga Rp 250 ribu,” ujar Cuncun, Sabtu (21/11).
Selain itu, ada pula yang banyak dicari saat ini yakni ikan cupang. Ia mengaku stok ikan cupang belum banyak namun dari segi kualitas cukup baik dan mulai diburu para kolektor. Ikan cupang dibanderol Rp 40 ribu- Rp 100 ribu per ikan.
Jenis ikan lainnya yakni ada pula ikan koi, jenis ikan predator yakni louhan yang mencapai Rp 400 ribu perekor. Konsumen yang menginginkan langsung satu set dengan aquarium juga bisa membelinya dipatok mulai Rp 1 juta.
Masyarakat Bisa Berbisnis Pom Bensin Mini dengan Modal Rp 80 Juta
Jika anda berminat SPBU Pertashop atau pom bensin mini modal awal yang dibutuhkan ini mulai dari Rp 80 juta. SPBU Pertashop ini biaya investasinya akan dilakukan oleh Pertamina, mitra hanya harus mengeluarkan biaya untuk kebutuhan operasional.
Untuk skema pertama (DODO), mitra perlu menyiapkan modal Rp 250 juta untuk investasi awal dan biaya operasional. Lalu, bila memilih skema kedua atau CODO, mitra cukup mengeluarkan kocek sekitar Rp 80 juta.
Pertashop memiliki tiga kategori yakni Gold, Platinum dan Diamond. Bila memilih kategori Gold ini, mitra akan mendapat tangki penyimpanan berkapasitas 3 KL upper ground dengan omzet rekomendasi sebesar 400 liter per harinya. Jenis Platinum, dilengkapi tangki berkapasitas 10 KL dengan omzet rekomendasi sebesar 1.000 liter per harinya. Jenis Diamond memiliki tangki timbun 10 KL, dengan omzet rekomendasi sebesar 3.000 liter per hari.
Ketiga-tiga jenis SPBU Pertashop tersebut dapat menjual produk-produk Pertamina mulai dari Pertamax, Dexlite, LPG non-subsidi, hingga pelumas.
Google Pay Buka Rekening
Alphabet Inc kembali meluncurkan aplikasi pembyarannya dengan beragam fitur anyar. Seperti promosi berbayar, melakukan transaksi dengan kelompok, serta dapat memberikan analisis dan diskon di sejumlah merchant. Yang istimewa, aplikasi anyar ini bakal memberikan fasilitas pembukaan rekening bank.
Mengutip Reuters, Kamis (19/11), Citigroup meneken kerja sama tersebut. Selain itu sekitar 10 bank lain yang akan menyusul meneken kerjasama. Atas fitur-fitur anyar tersebut, Google akan mendapatkan komisi.
Dengan fitur-fitur tersebut, Google Pay kini dapat bersaing dengan platform-platform serupa dari India. Di negeri ini, pembayaran digital via gawai sudah sangat lumrah. Hal tersebut juga sekaligus memperkuat jangkauan Google di bisnis finansial.
Telkomsel Investasi di Gojek Rp 2,16 Triliun
Gojek dan Telkomsel berkolaborasi guna memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Hal ini ditandai dengan investasi Telkomsel di Gojek, platform on-demand dan pembayaran terdepan di Asia Tenggara. Nilai investasi Telkomsel di Gojek sebesar USD 150 juta atau sekitar Rp 2,16 triliun.
Andre Soelistyo, Co-CEO Gojek Group mengatakan, kerja sama ini akan menjangkau ratusan juta masyarakat Indonesia, termasuk konsumen, mitra driver dan mitra UMKM supaya ikut andil menikmati manfaat dari ekonomi digital.
“Ekonomi digital di Indonesia didorong oleh perkembangan perangkat seluler (mobile-first market), sehingga bila pemain terdepan di industri teknologi dan telekomunikasi berkolaborasi memanfaatkan sumber daya yang ada, ekonomi digital Indonesia bisa lebih terakselerasi ke tahapan yang lebih tinggi (leap frog),” ungkap Andre dalam keterangan tertulis kemarin (17/11).
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, kolaborasi antara Telkomsel dan Gojek berawal dari visi yang sama dari kedua belah pihak. “Kami sangat bangga berkesempatan untuk berkolaborasi dengan platform kebanggaan anak bangsa yang terus memberikan dampak positif bagi jutaan rakyat Indonesia, pada setiap aspek kehidupan sehari-hari,” kata Setyanto.
Banjir Sepeda Impor, ‘Kereta Angin’ Lokal Kian Tergerus
Badan Pusat Statistik (BPS) mendata pertumbuhan volume impor terbesar terjadi pada kuartal II/2020 atau melesat 69,58% secara tahunan menjadi 8.05 juta kilogram. Sementara itu, pertumbuhan nilai impor terbesar terjadi pada kuartal III/2020 atau melonjak 54,24% secara tahunan menjadi US$39,3 juta.
Menurut Ketua Umum AIIPI, Rudiyono, permintaan sepeda di dalam negeri memang melonjak sepanjang 2020 dan diperkirakan berlanjut pada 2021. Namun, imbuhnya, tren maraknya sepeda impor di dalam negeri juga akan berlanjut pada tahun depan.
Adapun, Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) mendata sepeda impor yang akan masuk ke dalam negeri adalah sepeda murah di rentang harga Rp1 juta-Rp2 juta dan menengah di kisara Rp2,5 juta-Rp5juta.
Sekretaris Jendral Asosiasi Pengusaha Sepeda dan Mainan Eko Wibowo sebelumnya mengatakan permintaan sepeda yang tinggi tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga seluruh dunia. Sayangnya, produsen sepeda lokal belum mampu memenuhi permintaan yang ada, mengingat masih terbatasnya kapasitas pabrikan.
Kemenperin dan AIPI sepakat bahwa permintaan sepeda hingga akhir tahun akan mencapai 8 juta unit, naik 14% dari realisasi 2019 sekitar 7 juta unit. Sementara itu, Direktur Jendral Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin Taufik Bawazier mengatakan pihaknya akan berusaha untuk meningkatkan pangsa sepeda lokal pada 2021.
Di sisi lain, Taufik menilai penerbitan Permendag No. 68/2020 merupakan langkah yang baik karena dapat menyeleksi laju sepeda impor.
#APK
Pengiriman Ekspres Selama Covid-19, Harbolnas Bangkitkan Jasa Kurir
Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) Mohamad Periadi mengatakan momentum Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) bakal membawa angin segar bagi pengiriman paket selama pandemi Covid-19. Menurutnya, Harbolnas akan menutup pemasukan yang hilang dari lini bisnis pengiriman kurir antar-perusahaan akibat terdampak kebijakan pembatasan sosial berskala besar.
Feriadi yang juga Direktur Utama PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menyatakan belum bisa menyampaikan persentase lonjakan pengiriman selama momen Harbolnas 11.11. Alasannya, data peningkatan pengiriman barang dimiliki perusahaan kurir atau pelantar dagang-el yang melaksanakan promosi Harbolnas. Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP Asperindo Trian Yuserma menambahkan ada beberapa perusahaan jasa kurir terdampak pandemi Covid-19 walaupun ada Harbolnas.
Chief Marketing Officer PT Sicepat Ekspres Wiwin Dewi Herawati menuturkan Sicepat mengintegrasikan teknologi informasi (TI) dengan pelantar dagang-el selama Harbolnas 11.11. Salah satu produk andalannya adalah Halu atau Harga Mulai Rp5.000 yang sangat membantu untuk mendongkrak kenaikan bisnis sekaligus membantu menggerakan perekonomian selama pandemi.
CEO J&T Express Robin Lo menuturkan perusahaannya mempersiapkan beberapa bulan sebelum Harbolnas 11.11 berlangsung, mulai dari penambahan armada, SDM, hingga perlengkapan lainnya. Untuk layanan baru, dia meluncurkan J&T Eco yang memberikan tarif terjangkau. Layanan ini baru tersedia di marketplace Shopee dan pengiriman di area Jabodetabek.
Pemain utama jasa pengiriman ekspres JNE juga tidak mau ketinggalan. VP of Marketing JNE Eri Palgunadi menyatakan perusahaannya memberikan promosi gratis ongkos kirim pada Harbolnas 11.11. Eri juga menambahkan JNE menyiapkan dua langkah utama agar tetap beroperasi pada masa pandemi Covid-19.
CEO Anteraja Suryanto Tjoeng menuturkan, menghadapi Harbolnas, Anteraja menyiapkan promosi menarik bagi pelanggan, serta memberikan layanan penjemputan barang dari pengirim tanpa batas minimal. Saat ini, Anteraja menargetkan segmen B-to-B di samping memperluas jaringan kerja sama dengan e-commerce dan terus melakukan pembukaan layanan di kota-kota baru dan penguatan kurir Anteraja.
#APK
Konglomerasi Kakap Ekspansi Bisnis Jalan Tol
Bisnis jalan tol membetot perusahaan konglomerasi Indonesia untuk merangsek bisnis ini. Kabar terbaru PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT United Tractors Tbk (Grup Astra) masuk bisnis infrastruktur dan jalan tol.
Awal pekan ini (10/11), Gudang Garam mengumumkan kehadiran cucu usahanya, PT Surya Kertaagung Toll, yang berdiri 6 November 2020. Surya Kertaagung akan masuk bisnis infrastruktur, termasuk jalan tol. Hanya belum jelas proyek jalan tol yang diincar.
United Tractors selangkah lebih maju. Anak usaha Grup Astra ini mengajukan inisiatif untuk membangun dua ruas jalan tol, yakni ruas Bogor-Serpong via Parung sepanjang 31,1 kilometer (km) dan ruas Sentul Selatan-Karawang Barat sepanjang 61,5 km. Dua proyek tol ini akan menelan investasi masing-masing Rp 8,95 triliun dan 15,37 triliun.
Bagi Grup Astra, bisnis jalan tol bukan hal baru. Astra menggeluti bisnis jalan bebas hambatan lewat Astra Infra. Hingga saat ini, mereka telah mengelola enam ruas jalan tol. “Kami punya enam jalan tol dan semua sudah beroperasi. Jadi, total kilometer tol Astra Infra 350 km,” ujar Group CEO Astra Infra Djap Tet Fa, kemakami rin.
Konglomerasi yang juga getol menggarap jalan tol adalah Grup Salim, melalui PT Nusantara Infrastructure Tbk (META). Nusantara Infrastructure telah menyelesaikan pembangunan jalan tol layang A.P. Pettarani, Makassar (Jalan Tol Ujung Pandang Seksi 3) sepanjang 4,3 km. Soal jadwal operasional, META menunggu arahan pemerintah.
Ada pula Grup Sinarmas melalui Sinarmas Land yang membenamkan investasinya di proyek jalan tol Serpong-Balaraja (Serbaraja) sepanjang 39,8 kilometer. Untuk menggarap jalan tol tersebut, Sinarmas Land menggandeng Kompas Gramedia dan Grup Astra dengan membentuk konsorsium PT Trans Bumi Serbaraja.
Pendatang baru lainnya adalah Gama Group milik pengusaha Martua Sitorus. Gama Group siap membangun jalan tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo. Gama Group memimpin konsorsium yang beranggotakan Jasa Marga dan Adhi Karya.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) Kris Ade Sudiyono menyebutkan pihaknya menyambut baik kehadiran investor baru di jalan tol. Ini membuktikan bahwa bisnis infrastruktur adalah bisnis yang tahan banting dan menarik untuk penanaman modal.
Jiwasraya Lepas Citos, Raih Rp 2,2 Triliun
PT Asuransi Jiwasraya (Persero) secara bertahap melepas aset pusat perbelanjaan Cilandak Town Square (Citos) di Jakarta Selatan dan memperoleh dana segar untuk membayar klaim dan biaya operasional. Saat dihubungi Kompas, Selasa (10/11/2020).
Direktur Keuangan Jiwasraya Farid Azhar Nasution menjelaskan, perusahaan menjual Citos Rp 2,2 triliun. Hingga kini perusahaan mengantongi Rp 2,1 triliun dari penjualan itu. Sisa pembayaran sebesar Rp 100 miliar akan dilunasi pada 2022.
“Penjualan aset jadi salah satu sumber dana bagi Jiwasraya dalam menjalankan operasional, termasuk pembayaran klaim bagi para pensiunan pemegang polis anuitas,” ujarnya. Pembelinya adalah konsorsium perusahaan BUMN, terdiri dari Wijaya Karya, Adhi Karya, dan Waskita Karya. Ada pula Bahana Pembina Usaha Indonesia yang kini bernama Indonesia Financial Group.
Investasi Deras ke Bisnis Uang Elektronik
Perusahaan uang elektronik masih terus mendapatkan pendanaan dari investor.Yang terbaru, LinkAja. Perusahaan ini mengumumkan baru saja mendapatkan pendanaan sejumlah investor yang dipimpin oleh Grab.
Haryati Lawidjaja, Direktur Utama LinkAja menjelaskan, LinkAja meyakini, kerja sama strategis yang didukung oleh investasi dan kekuatan teknologi Grab ini akan memperkuat layanan perusahaan tersebut. Terutama dalam menghadirkan solusi memberikan akses ke keuangan dan ekonomi bagi masyarakat Indonesia.
Langkah Grab ini memang semakin menguatkan perusahan transportasi online tersebut di bisnis pembayaran. Sebelumnya Grab juga membenamkan investasi di Ovo. “Kolaborasi LinkAja dan ekosistem digital kami yang di dalamnya termasuk Ovo dan Tokopedia memungkinkan kami menyediakan beragam layanan cashless bagi masyarakat Indonesia,” tutur Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia.
Ovo juga menganggap pendanaan Grab ke Link Aja merupakan bagian dari penguatan ekosistem “Kebutuhan pasar saat ini masih sangat besar dan belum berhasil dijawab oleh pelaku transaksi pembayaran yang ada,” ujar Head of Corporate Communication OVO Harumi Supit.
Pilihan Editor
-
Rem Laju Utang, Sejumlah Strategi Disiapkan
30 Sep 2021 -
Kebocoran Data Seolah Dibiarkan Terus Terjadi
04 Sep 2021









