Bisnis
( 689 )Enam Bioskop Sudah Buka
Setelah delapan bulan ditutup karena pandemi virus corona atau Covid-19, akhirnya sejumlah bioskop di Kota Makassar kembali dibuka mulai Rabu (2/12) kemarin. Tiga bioskop yang buka atas rekomendasi langsung Pemkot Makassar diantaranya Nipah XXI, Panakkukang 21 dan Studio XXI.
Menambah jumlah bioskop yang kembali melakukan kegiatan operasional. Pada Sabtu (21/11) lalu, tiga bioskop terlebih dahulu buka, yakni Panakukkang XXI, TSM XXI, dan M'tos XXI. Sehingga, total sudah enam di Makassar yang telah dibuka.
Pendapatan Zoom Diproyeksikan Melesat 330% di Kuartal IV - 2020
Salah satu penyedia layanan konferensi video yang meraup untung besar di kala pandemi adalah Zoom Video Communications Inc. Perusahaan ini memproyeksikan pendapatan pada kuartal IV yang akan berakhir pada Januari 2021 akan mencapai US$ 811 juta. Sedangkan rata-rata prediksi analisis hanya US$ 719 juta.
Proyeksi perusahaan itu meningkat 330% year on year (yoy), turun tipis dibanding pertumbuhan dua kuartal sebelumnya. Proyeksi penurunan pertumbuhan pendapatan itu dibanding dengan kuartal-kuartal sebelumnya memicu kekhawatiran investor, ledakan pengguna Zoom akibat pandemi mungkin akan segera berakhir. Walhasil harga saham perusahaan itu anjlok 5% pada perdagangan saham Senin (30/11).
Sepanjang tahun ini, saham Zoom telah melonjak tujuh kali lipat. Ini membuat sejumlah analis menilai harga saham Zoom sudah kemahalan. Perusahaan ini melaporkan margin kotor sebesar 68% pada kuartal III tahun fiskal 2019/2020, turun dari 72,3% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan margin disebabkan biaya layanan cloud publik untuk mendukung pengguna gratis.
Gurih Bisnis Grup Salim
Ditengah situasi yang cukup
menantang pada masa pandemi Covid-19, sejumlah emiten Grup Salim mampu
memperlihatkan ketangguhan yang ditopang oleh lini bisnis konsumer dan
perkebunan. Aksi korporasi dan harga komoditas yang membaik menjadi katalis
positif dari kinerja emiten yang bergerak di kedua sektor ini. Bisnis mencatat,
PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dan anak usahanya, PT Indofood CBP Sukses
Makmur Tbk. (ICBP) kompak membukukan laba bersih masing-masing Rp3,75 triliun
dan Rp3,96 triliun. Angka tersebut naik 6,28% dan 1,99% dibandingkan dengan
laba bersih pada periode yang sama pada tahun lalu. Hasil itu berbanding lurus
dengan pendapatan dari kedua entitas sektor konsumer itu yang juga naik. INDF
mencetak pendapatan senilai Rp58,76 triliun atau naik 1,71% dan ICBP sen
Direktur Utama dan CEO Indofood Anthoni Salim menyatakan kinerja perusahaan yang stabil tidak lepas dari model bisnis kuat yang dibangun oleh perseroan. Di sisi lain, ICBP pun kian melebarkan sayapnya setelah menyelesaikan akuisisi Pinehill Company Limited (PCL) pada Agustus 2020. Untuk diketahui, Grup Pinehill bergerak di bidang industri pembuatan mie instan di Arab Saudi, Nigeria, Turki, Mesir, Kenya, Maroko dan Serbia, dengan menggunakan merek Indomie berdasarkan perjanjian lisensi dengan PT Indofood Sukses Makmur Tbk, induk perusahaan ICBP.
Kinerja LSIP ini mampu mengimbangi raihan emiten sejenis dari Grup Astra, PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) yang turut mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 423,95%. Kenaikan harga produk sawit menjadi katalis positif bagi kinerja saham perseroan.
Pusat Belanja yang Siap Dijual Kian Bertambah
Bisnis pusat perbelanjaan tertekan, secara total nilai kerugian yang diderita para pengelola pusat belanja sudah menembus triliunan rupiah.
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menyatakan, tekanan efek pandemi Covid-19 itu pula yang turut memicu sejumlah pemilik pusat belanja untuk menjual aset mereka. Penyebab pengelola mal berencana menjual asetnya tidak serta merta akibat pandemi korona. Hal ini mayoritas karena akumulasi kinerja yang tidak baik sejak tahun sebelumnya. Pengelola sudah tidak memiliki daya tahan lagi, jelas Alphonzus.
Sedangkan tingkat okupansi pusat belanja diproyeksikan menurun di kisaran 10%-20% menjadi 70%-80%. Banyak penyewa baru menunda pembukaan toko atau membatalkan sama sekali rencana buka toko di mal karena melihat kondisi ke depan.
Wakil Direktur Utama PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) Jeffri Tanudjaja mengakui okupansi mal belum pulih. Saat ini, keterisian penyewa di mal kelolaan MKPI masih di level 97%. “Sebelum pandemi, tingkat keterisian mal di kisaran 99%,” kata dia kepada KONTAN, kemarin.
Fuso Berkibar di Tengah Pandemi
Per Oktober 2020, pasar
kendaraan komersial ambles 50% menjadi 39.062
unit, dibandingkan periode
sama tahun lalu 77.662 unit.
Ini dipicu pandemi Covid-19, yang merontokkan
aktivitas bisnis, daya beli
masyarakat, serta pembatasan mobilitas secara ketat
pada kuartal II-2020.
Sementara itu, penjualan
Fuso pada periode sama
mencapai 19.007 unit, turun 44% dari 33.802 unit.
Alhasil, pangsa pasar Fuso
meningkat menjadi 48,7%
dari sebelumnya 43,5%.
Kini, Presiden Direktur Baru PT Krama Yudha Tiga Berlian Naoya Takai, telah mendapatkan izin dari pemerintah
Indonesia untuk datang
dan bertugas di Jakarta di
masa pandemi ini. Ada dua
hal penting yang menurutnya menjadi gaya kepemimpinannya, yaitu komunikasi
dan motivasi.
Di bawah komando pria yang akrab di sapa Rocky ini, KTB melakukan banyak penyesuaian untuk
menjalankan bisnis. Kini,
semua aktivitas sebagian
besar dilakukan secara
virtual seperti virtual customer gathering.
Dalam pandangan Rocky,
Indonesia adalah salah satu
pasar besar Fuso, yang
berpengalaman selama 30
tahun di bisnis otomotif
dunia. Ini akan membawa
KTB ke pertumbuhan berkelanjutan di pasar yang
menantang.
Omzet Jualan Tanaman Hias Bisa Tembus Miliaran Sebulan
Permintaan masyarakat terhadap tanaman hias meningkat drastis, bahkan hingga 10 kali lipat. Salah satu penjual tanaman hias yang mencetak omzet besar di tengah pandemi ialah Rico Rusdiansyah, pemilik toko @Titikhijau. Penjualan tertingginya ada di bulan Mei 2020, di mana ia sempat merasakan omzet per bulannya tembus hingga Rp 1 miliar.
Omzet itu merupakan akumulasi penjualan tanaman di dalam negeri, dan juga yang diekspor ke berbagai negara seperti Amerika Serikat (AS), negara-negara di benua Eropa, lalu ke Hong Kong, Korea Selatan (Korsel), dan sebagainya.
Adapun jenis tanaman hias yang marak dicari mulai dari monstera, philodendron, anthurium, syngonium, dan sebagainya. Selain para penjual tanaman hias, penjual pot pun turut kena rezeki 'nomplok' di tengah pandemi.
Pakuwon Akuisisi Dua Pusat Belanja
Di tengah kelesuan bisnis ritel, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mengambil alih dua pusat belanja milik PT Delta Merlin Dunia Properti. Dua mal tersebut masing-masing berlokasi di Yogyakarta dan Solo.
Presiden Direktur PT Pakuwon Jati Tbk, Stefanus Ridwan, tak menyangkal kabar tersebut. “Iya benar”, ungkap dia kepada KONTAN, kemarin (29/11). Dua pusat belanja yang dijual Delta Merlin kepada Pakuwon Jati bernama Hartono Lifestyle Mall Jogja dan Hartono Lifestyle Mall Solo.
Berdasarkan informasi yang diperoleh KONTAN, Delta Merlin telah melayangkan surat kepada para penyewa di kedua pusat belanja itu. Intinya, Delta Merlin menyebutkan bahwa kepemilikan dan pengelolaan Hartono Lifestyle Mall Jogja dan Hartono Lifestyle Mall Solo secara resmi telah beralih dari PT Delta Merlin Dunia Properti kepada PT Pakuwon Permai, anak usaha PWON.
Sumber KONTAN yang terlibat dalam transaksi tersebut menyebutkan, ada dua mal dan satu hotel milik Delta Merlin yang dijual kepada Grup Pakuwon. Hartono Mall Solo, Hartono Mall Yogyakarta, dan Marriott Yogyakarta, bisik sumber tersebut kepada KONTAN, Minggu (29/11).
Grup Djarum, Jawara Konglomerasi Finansial Swasta
Grup Djarum melalui Bank Central Asia (BCA), grup ini menyiapkan agenda korporasi untuk dua bank yang tahun lalu dibeli Bank Royal Indonesia dan Bank Rabobank Indonesia. Bank Royal bertransformasi sebagai Bank Digital BCA. Sementara Rabobank digabung dengan Bank BCA Syariah.
Mantan bohir BCA, Grup Salim menyiapkan ekspansi. Melalui Bank Ina Perdana Tbk (BINA) grup ini juga berencana menggenjot kinerja.
Direktur Utama Bank Ina Daniel Budirahayu mengungkap tahun depan pihaknya bakal fokus menggarap ekosistem Salim Group, “Kami akan fokus menggarap ekosistem Salim baik funding maupun lending,” katanya.
Berdasarkan aset, Grup Djarum adalah jawara konglomerasi keuangan. Ini tak lepas dari aset BCA yang sudah melewati Rp 1.000 triliun. Total jenderal, berdasarkan hitungan KONTAN, aset Grup Djarum di industri keuangan sekitar Rp 1.022 triliun. Menyusul CT Corp dengan total aset sekitar Rp 151 triliun. Lalu Sinar Mas dan Astra di kisaran Rp 90 triliun.
Inovasi Bisnis di Masa Pandemi
Pelaku UMKM, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Banjarmasin Utara dan KPP Pratama Banjarmasin Selatan bekerja sama dengan Dinas UKM dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin menyelenggarakan Business Development Service dengan tema Inovasi Bisnis di Masa Pandemi, di Garden Pool Cafe Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Kamis (26/11).
Kepala Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan KPP Pratama Banjarmasin Utara, Isman Sutarno menjelaskan, sebanyak 50 UMKM berhadir secara langsung dalam kegiatan ini.
Sampai dengan Oktober 2020, penerimaan pajak di KPP Banjarmasin Utara terealisasi sebesar 77 persen atau senilai kurang lebih Rp 400 miliar. Pihaknya yakin pada akhir tahun nanti mampu terealisasi di atas 90 persen.
2 Tower Amega Sisa 17 Persen
Marketing Manager Amega Crown Residence, OngJou Hok, mengatakan saat ini progres pembangunan proyek ini telah selesal 100 persen.
“Semua fasilitas umum juga telah tersedia dan kami sudah mulai serah terima, saat ini hanya sisa 17 persen dari sekitar 1.136 unit di dua tower,” jelas OngJou Hok, Kamis (26/11) di kawasan Anwar Hamzah, Tambak Oso, Sidoarjo.
Ong menambahkan, sektor properti akan terus membaik, dengan seriusnya usaha pemerintah dalam penanganan pandemik Covid 19, yang menyiapkan vaksin corona dalam waktu dekat. “Pada saat itulah harga properti akan kembali pulih, makanya saat inilah waktunya para investor membelanjakan uangnya ke properti,” ungkap Ong.
Pilihan Editor
-
Kayuhan Ekonomi Sepeda di Yogyakarta
11 Dec 2021 -
Konglomerasi Menguasai Asuransi Umum
04 Oct 2021 -
Ribbit Capital Danai Bank Jago
05 Oct 2021 -
PPATK : Transaksi Narkoba Tembus Rp 120 Triliun
30 Sep 2021









