;
Tags

Bisnis

( 689 )

Ceruk Bisnis Buku di Masa Pandemi Covid-19

Sajili 25 Feb 2021 Kompas

Pembatasan aktivitas masyarakat akibat wabah korona membuat sebagian orang tidak leluasa melakukan kegiatan, seperti mengunjungi toko buku untuk membeli bacaan. Riset World Reading Habits 2020 yang dilakukan Global English Editing menujukkan kegiatan membaca masyarakat dunia naik 35 persen pada masa pandemi.

Terdapat 1,51 miliar kunjungan situs yang menjual buku dan bahan bacaan secara daring pada Maret 2020. Jumlah kunjungan tersebut naik 16 persen jika dibandingkan dengan Januari 2020, saat sebelum lockdown diberlakukan.

Kondisi ini membuat sekitar 1,3 miliar anak sekolah mengikuti pembelajaran jarak jauh dengan lebih banyak mengandalkan buku-buku pelajaran untuk menambah materi setelah mendengarkan pengajaran daring dari guru. Tidak heran jika dua dari 10 buku terlaris di Amazon adalah buku pelajaran anak-anak untuk bekal menjalani belajar dari rumah.

Penurunan bisnis paling besar dari penjualan di toko buku yaitu turun sebesar 8,7 persen. Ini terjadi akibat pemberlakuan karantina yang membuat aktivitas toko buku dan kunjungan publik terhenti. Turunnya pendapatan toko buku juga terjadi di China dengan penurunan penjualan sebesar 33,8 persen.

Pasar buku di Indonesia juga mengalami kondisi yang sama. Survei yang dilakukan Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) menyebutkan sebagian besar penerbit mengalami penurunan penjualan. Terdapat 58,2 persen penerbit yang mengalami penurunan omset melebihi 50 persen. Sebanyak 29,6 persen penerbit lainnya mengalami penurunan penjualan antara 31- 50 persen.

 


Bonsai Tetap Eksis di Masa Pandemi

Sajili 22 Feb 2021 Surya

Bisnis bonsai justru tetap eksis bahkan penjual pohon unik ini bisa meraup omset puluhan hingga ratusan juta rupiah dalam sehari.

Dalam pameran dan kontes bonsai di Sun City Biz Arteri Porong ini, ada puluhan stan dan ratusan tanaman bonsai yang dijual dan dipamerkan. Harganya bervariasi, mulai Rp 500.000 untuk pohon bakalan, sampai ada 500 juta untuk bonsai kelas utama.

Tanaman bonsai yang sudah kelas bintang, harganya bisa mencapai miliaran rupiah. Menurut Wardoyo, bisnis bakalan tanaman bonsai saat ini cukup menjanjikan. Jenis tanaman yang paling dicari penggemar, jakni Serut, Santigi, Cemara, pohon Asem, Sancang Komengdan Hokiantea. Yang paling laku dan banyak dicari, bonsai Santigi.


Kalbe dan Genexine Jalin Perjanjian Lisensi US$ 1,1 Miliar

Ayutyas 19 Feb 2021 Investor Daily, 19 Februari 2021

Jakarta - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) melalui anak usahanya, PT Kalbe Genexine Biologics (KGBio), menandatangani perjanjian lisensi dengan Genexine (Korea Selatan) untuk mengembangkan dan melakukan komersialisasi obat imuno-onkologi GX-I7 atau Efineptakin Alpha. Perjanjian lisensi ini mencapai US$ 1,1 miliar. Nilai keseluruhan lisensi tersebut termasuk upfront payment US$ 27 juta, uji klinik, registrasi, komersialisasi, serta royalti sebesar 10% terhadap pendapatan penjualan. Lisensi akan dibayarkan bertahap sesuai milestone, setelah produk mencapai penjualan yang ditargetkan.

Melalui lisensi ini, akan terbangun kolaborasi antara KGBio dengan banyak mitra global. Alhasil, KGBio bisa berkembang ke level berikutnya, untuk menjadi perusahaan bioteknologi terkemuka di Asia Tenggara. Kesepakatan dengan lisensi KGBio telah membuktikan produk GX-I7 memiliki nilai yang tinggi. 

KGBio telah mendapat persetujuan pelaksanakan uji klinik dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM). GX-I7 adalah satu-satunya long-acting interleukin-7 dalam pengembangan di dunia yang dapat meningkatkan jumlah limfosit absolut. KGBio tercatat mendappatkan lisensi long-acting erythropoietin GX-E4 atau Efepoetin alfa dari Genexine untuk terapi anemia, dan saat ini sedang melakukan uji klinis fase 3 di Australia, Taiwan, dan Asia Tenggara.

(Oleh - IDS)

Indofood CBP Rampungkan Akuisisi Indofood Fritolay

Ayutyas 18 Feb 2021 Investor Daily, 18 Februari 2021

JAKARTA — PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menuntaskan pembelian seluruh saham PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) yang dimiliki Fritolay Netherlands BV, afiliasi dari PepsiCo Inc. 

Berdasarkan keterangan tertulis, Rabu (17/6), Indofood CBP membeli sebesar 49% dari total seluruh saham yang telah diterbitkan IFL dengan nilai transaksi Rp 494 miliar yang akan didanai oleh kas internal perseroan. 

Dengan dilakukannya transaksi tersebut, IFL akan mengakhiri perjanjian lisensi dengan PepsiCo Inc setelah IFL menuntaskan semua proses persiapan penghentian produksi dan penjualan produk merk milik PepsiCo. Aksi korporasi tersebut harus diselesaikan dalam waktu 6 bulan sejak dilakukann transaksi.

Pembelian saham tersebut membuat kepemilikan saham perseroan dalam IFL bertambah dari semula 15% menjadi 99,99% dari total seluruh saham yang diterbitkan IFL. Adapun aksi ini bukan merupakan transaksi material dan bukan transaksi afiliasi sesuai POJK nomor 17/POJK.17/2020 dan nomor 42/ POJK.42/2020. 

Di sisi lain, kinerja keuangan Indofood CBP Sukses Makmur pada tahun ini dinilai akan terdongkrak seiring dengan tuntasnya akuisisi Pinehill Company dan peningkatan penjualan mi instan. Perseroan juga bakal mendapatkan dukungan dari membaiknya perekonomian nasional.

Tim riset Sinarmas Sekuritas menyebutkan bahwa akuisisi Pinehill Company akan mendorong kinerja keuangan Indofood CBP. Akuisisi Pinehill Company berpotensi menaikkan margin keuntungan penjualan Indofood CBP dan beban biaya menjadi lebih rendah. Namun, akuisisi tersebut berimbas terhadap peningkatan beban bunga, karena sebagian pendanaan akuisisi bersumber dari pinjaman.

Meski demikian, Indofood CBP diprediksi bakal melanjutkan pertumbuhan tahun ini. Hal tersebut juga akan ditopang oleh sifat defensif produk yang dipasarkan perseroan. Per tumbuhan juga bakal didorong oleh upaya pemerintah untuk memperkuat daya beli masyarakat

(oleh - HR1)


Tahun Perubahan Digital yang Menentukan

Sajili 11 Feb 2021 Kompas

Tahun 2021 diprediksi menjadi tahun perubahan digital yang besar dan cepat bagi industri media setelah pandemi Covid-19 menjadi badai penyempurna disrupsi digital. Tidak ada pilihan lagi untuk bertahan selain melakukan transformasi digital, baik bermigrasi penuh ke versi digital maupun dengan membuat dan mengembangkan versi digital.

Platform digital global telah merambah ke bisnis media, menguasai pasar iklan hingga mendominasi distribusi konten. Secara global, 56 persen belanja iklan dikuasai Google, Facebook, dan Amazone. Di Indonesia, Google dan Facebook menguasai 75-80 persen total belanja iklan nasional, dan sisanya diperebutkan lebih dari 1.000 perusahaan media.

Survei Reuters Institute pun menyebutkan, 76 persen jajaran pimpinan perusahaan media di 43 negara yang disurvei pada akhir tahun 2020 mengatakan, pandemi ini telah mempercepat rencana mereka untuk melakukan transisi digital. Mayoritas pimpinan perusahaan media, 73 persen dari 234 responden, optimistis akan prospek perusahaan.

Meski tahun 2021 ini akan menjadi tahun perubahan digital yang besar dan cepat serta menentukan keberlangsungan hidup industri media, anggota Dewan Pers Agus Sudibyo meyakini, pertumbuhan media digital ini bukan “sunset” bagi media cetak. Pengalaman di sejumlah negara, dengan strategi yang tepat, media cetak akan tetap tumbuh.


Bisnis Startup, Pendanaan Makin Marak

Ayutyas 11 Feb 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, Jakarta - Pendanaan modal ventura ke perusahaan rintisan diproyeksikan makin marak pada tahun ini kendati pandemi Covid-19 belum berakhir. Modal ventura tidak sekedar mencari startup yang memiliki potensi bisnis yang bagus, tetapi juga perusahaan yang spesifik dan memiliki terobosan. Modal ventura akan mengincar startup yang berada di area pengembangan (development) di level early stage dan bisnis yang sedang tumbuh (growth) di late stage.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri modal ventura berhasil menyalurkan pembiayaan dan investasi ke startup senilai Rp 13,44 triliun sepanjang 2020. Nilai itu tumbuh 5,69% dibandingkan 2019 senilai Rp 12,72 triliun. Dana tersebut disalurkan oleh 61 modal ventura yang tercatat di OJK dengan jumlah pelaku yang bertambah dibandingkan 2019 sebanyak 60 entitas.

(Oleh - IDS)

Lini Bisnis Baru IMB Group

Sajili 08 Feb 2021 Tribun Timur

Tak hanya fokus pada bisnis utamanya yakni properti, IMB Group melebarkan sayap bisnisnya ke bidang lain, yakni membuka klinik kecantikan GAYA Aesthetic & Slimming Clinic yang beralamat di Ji Andi Mappanyukki No 48.

Peresmian klinik dilakukan pada Sabtu (6/2) lalu. Komisaris Utama IMB Group, Andi Idris Manggabarani mengatakan, dengan diresmikannya klinik ini, pihaknya ingin memenuhi kebutuhan wanita masa kini, yang ingin memiliki penampilan sempurna. Selain itu peresmian unit bisnis baru IMB Group merupakan upaya menyediakan peluang bisnis, sekaligus lapangan pekerjaan.

 


Kalla Beton Catat Pertumbuhan Bisnis di HUT ke-25

Sajili 26 Jan 2021 Tribun Timur

Chief Operation Officer Kalla Beton, Syam'un Saebe mengatakan di Hut ke-25 ini, pihaknya mampu mengukir sejumlah prestasi. Anak perusahaan Kalla Group ini menuai pertumbuhan positif dengan pendapatan meningkat dua persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Beberapa peningkatan performa di berbagai sektor yang akan dilakukan diantaranya penambahan armada untuk pelayanan ready mix dan peningkatan kapasitas produksi bata ringan. Kemudian peningkatan produksi dan penjualan di sektor precast seperti paving blok dan variannya seperti cansteen, topiuskup yang merupakan produk unggulan Kalla Beton dalam beberapa tahun belakangan ini.

Fokus Bisnis MTDL, Cuan Di Lini Distribusi Gim

Ayutyas 25 Jan 2021 Bisnis Indonesia

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), emiten teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di bidang solusi digital dan distribusi perangkat lunak/keras, kian getol memfokuskan strategi pengembangan bisnisnya di segmen olahraga elektronik (e-sports) dan gim. Direktur Keuangan Metrodata Randy Kartadinata menjelaskan industri olahraga elektronik dan gim menjadi salah satu sektor yang paling bergairah pada masa pandemi Covid-19. Untuk itu, melalui anak usahanya PT Synnex Metrodata Indonesia (SMI), MTDL berencana memperlebar sayap bisnisnya dengan menjadi distributor resmi produk Razer Gaming Gear & Peripherals dari Razer. 

Randy menyebutkan penjualan untuk lini gim perusahaan pada 2020 diperkirakan tumbuh lebih dari 20% dari 2019 yang mencapai lebih dari Rp1 Triliun. Dia memproyeksi pertumbuhan pendapatan dan laba bersih perseroan dari lini gim pada 2021 bisa menembus masing-masing 8% dan 10% secara year on year (yoy). Bahkan, lanjutnya, lini gim diyakini berkontribusi optimal terhadap pertumbuhan lini bisnis distribusi MTDL seiring dengan kian pesatnya geliat pasar gim daring.

Di sisi lain, langkah MTDL untuk melebarkan sayap di sektor olahraga elektronik dan gim dinilai tepat untuk saat ini. Pasalnya, menurut ekonom Indef Nailul Huda, gim daring merupakan salah satu industri digital yang ditaksir dapat berkembang pesat tahun ini. Menurut laporan terbaru Newzoo, pada 2020, pasar gim global tumbuh 19,6% menjadi US$174,9 miliar secara yoy. Nilai industri ini diprediksi tumbuh hingga US$2217,9 miliar pada 2023. Ketua Asosiasi Game Indonesia Cipto Adiguna menyatakan pandemi secara umum menaikkan performa bisnis gim pada 2020. Berdasarkan proyeksi App Annie, total belanja mobile gamer pada 2021 berpeluang naik 20% menjadi US$120 miliar. Sementara itu, total belanja di aplikasi mobile pada 2020 mencapai US$143 miliar. 

(Oleh - HR1)

Bisnis Rokok Elektrik Berkembang di RI Risikonya Lebih Rendah dari Rokok Biasa

Sajili 25 Jan 2021 Sinar Indonesia Baru

Pengetahuan mengenai produk hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL), seperti rokok elektrik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin, di Indonesia saat ini masih terbilang rendah.

Risiko kesehatan yang ditimbulkan produk HPTL, seperti rokok elektrik, 90 persen lebih rendah dibandingkan rokok karena terdapat perbedaan pada proses penggunaannya. Hal itu dikarenakan produk ini tidak melalui proses pembakaran.

Dengan demikian, produk HPTL dapat menjadi solusi yang paling realistis untuk mengurangi risiko kesehatan yang diakibatkan oleh rokok. Namun, 47 persen responden Indonesia masih menghubungkan penggunaan rokok elektrik dengan masalah pernafasan. “Untuk itu, edukasi produk HPTL kepada masyarakat menjadi penting,” sambungnya.

Kepala Bidang Pengawasan Produk Hasil Pertanian, Aneka Ragam Kewirausahaan, Kementerian Perdagangan, Amirudin Sagala. Berdasarkan riset Kementerian Perdagangan, pengguna HPTL, khususnya rokok elektrik, saat ini sudah mencapai 2,2 juta. Adapun jumlah outlet penjual mencapai 5 ribu.