;
Tags

Bisnis

( 689 )

Kinerja 2020, Mark Dynamics Raup Laba Bersih Rp144,19 Miliar

Ayutyas 01 Apr 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, Medan - Produsen cetakan sarung tangan kesehatan berbasis porselen PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. (MARK) membukukan laba bersih sepanjang 2020 sebesar RP 144,19 miliar atau tumbuh  63,85% dibandingkan dengan periode sebelumnya Rp 88,00 miliar. Kenaikan laba bersih dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup masyarakat akkibat pandemi Covid-19. Capaiann laba bersih itu juga didukung oleh penetrasi pasar baru perseroan dalam menerapkan strategi efisiensi dan meningkatkan kualitas produk cetakan sarung tangan. 

Pelanggan MARK adalah pemain utama produsen sarung tangan di pasar internasional, yakni Hartalega, Top Gloves, Kossan, dan Sri Tang. Pandemi Covid-19 membuat MARK berhasil melebarkan sayapnya sampai China dan mendapatkan kepercayaan dari korporasi  besar di negara tirai bambu ini, seperti Intco, Zhong Hong Pu Lin, dan Bluesail. Adapun, Malaysia adalah negara tujuan ekspor produk MARK dengan pangsa pasar yang paling besar yaitu 67%, disusul Thailand, China, dan Vietnam. Sepanjang 2020, MARK menjadi tujuan utama produsen sarung tangan dunia. Hal ini mendorong peningkatan average selling price (ASP) sekitar 15%.   

(Oleh - IDS)

K/L akan Diwajibkan Beli Produk Indonesia

Ayutyas 24 Mar 2021 Investor Daily, 25 Maret 2021

Jakarta - Pemerintah akan mewajibkan kementrian dan lembaga (K/L) dari pusat hingga daerah membeli produk dalam negeri. Di sisi lain, kalangan pengusaha meminta pemerintah juga meningkatkan dan memperluas insentif untuk mendorong swasta memperbesar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), selain mempertegas sanksi bagi pelanggar ketentuan. Insentif untuk peningkatan TKDN jangan hanya fokus pada produk otomotif dan elektronik, namun juga barang-barang lain apalagi yang menjadi unggulan daerah. Selain itu, perlu disertai dengan gerakan buying Indonesia mulai dari kementrian sampai kabupaten, sehingga menjadi gerakan besar yang mampu mempercepat pemulihan ekonomi.

Menteri Perindustrian akan terus meningkatkan implementasi TKDN, Pelaksanaan aturan TKDN masih tidak optimal hingga kini. Hal itu antara lain dikarenakan kurangnya sanksi yang tegas. Pemecatan pejabat Pertamina oleh Presiden karena masih mengimpor pipa padahal bisa dibuat di Indonesia atau tidak mengikuti regulasi penggunaan TKDN, adalah salah satu upaya pemerintah dalam mempertegas sanksi. 

(Oleh - IDS)

Perkuat Bisnis Aplikasi, Mahaka Media Bentuk Dua JV

Ayutyas 24 Mar 2021 Investor Daily, 24 Maret 2021

Jakarta - PT Mahaka Media Tbk (ABBA) membentuk dua perusahaan patungan (joint venture/JV) dalam memperkuat bisnis aplikasinya. Salah satu JV berbasiskan komunitas muslim dan satu lagi lebih kepada konten audio dan video. Mahaka Media akan melakukan pengembangan terhadap bisnis aplikasi dan berfokus pada dua segmen. Untuk menggolkan rencana pengembangan komunitas muslim, perseroan telah membentuk JV atas nama PT Khazanah Alwahda Kreatif. Mahaka Media menguasai porsi terkecil yakni hanya 20%, sisanya 40% masing-masing oleh PT Trinugraha Thohir dan PT Kreasi Karya Bangsa. Sedangkan, Pembentukan JV untuk konten dan audio saat ini masih dalam persiapan. 

Pembentukan JV ini tidak menelan investasi yang terlalu besar, yakni hanya Rp 800 juta. Pasalnya, perseroan telah memiliki konsep dan hanya diturunkan dalam bentuk platform digital. Sementara, Kontribusi aplikasi ini terhadap kinerja perseroan tahun ini. Perseroan memasang target kinerja keuangan akan positif di tahun 2021. Sedangkan untuk tahun lalu, meski laporan keuangan belum dirilis, namun diklaim laba bersih dapat terjaga di tengah penurunan pendapatan perseroan. 

(Oleh - IDS)

Setiap Panen Langsung Terjual

Sajili 23 Mar 2021 Surya

Ketua KWT Siti Nurul Ida Susanti mengungkapkan tiga bulan sejak membudidayakan bibit pohon yang dibeli dari Gresik tersebut, anggota KWT memanen daun-daun pohon tersebut untuk dijadikan teh.

Tak hanya daun dan buahnya, Siti dan anggota KWT juga mulai membudidayakan pohon tin dalam bentuk stek batang. “Laris juga kami jual satu batang Rp 35 ribu, jadi kami memang fokus membudidayakan pohon tin secara maksimal karena potensi ekonominya yang besar, “ ujarnya.

Potensi ekonomi pohon tin juga seiring dengan manfaatnya sebagai terapi menstabil kolesterol. Para anggota KWT juga turut mengonsumsi teh daun tin setiap panen.

Fathiyah Amieni, pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) sekaligus pembina KWT Kedurus Asri mengungkapkan, “Buah tin sebenarnya sudah banyak, tetapi cara penjualannya yang berbeda. Dan KWT ini punya pasar sendiri dibandingkan petani pohon tin di Sidoarjo dan Gresik,” pungkasnya.


Keluarga Tanoesoedibjo Ambil Alih Zebra

Ayutyas 19 Mar 2021 Investor Daily, 19 Maret 2021

Jakarta - PT Trinity Healthcare (THC) resmi mengakuisisi PT Infiniti Wahana (IW), pemilik 51% saham PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA), perusahaan yang bergerak di bidang transportasi. Setelah akuisisi, Rudy Tanoesoedibjo, kakak kandung Hary Tanoesoedibjo, diberi kuasa untuk melakukan tindakan operasional dalam mengembangkan bisnis Zebra Nusantara. Pada 26 Februari 2021, THC telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBB) dengan IW selaku pemegang saham pengendali Zebra Nusantara. Diketahui bahwa IW mempunyai saham Zebra Nusantara sebanyak 665.186.134 saham, yang terdiri atas 3.400 saham seri A dengan nilai nominal sebesar Rp 100 per saham. 

Pengambilalihan ini dimaksudkan untuk mengembangkan bisnis perseroan dengan membangun sinergi bersama unit-unit usaha THC lainnya guna mencapai kemajuan perusahaan yang menjanjikan. Zebra Nusantara dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang transportasi taksi dan jasa serupa lainnya. Selain mengoperasikan taksi di area Surabaya, perusahaan ini juga menyewakan jasa limusin di area kota tersebut. Perusahaan tersebut melantai di papan pengembangan. Sebelum pengambilalihan saham oleh THC, pemegang saham Zebra Nusantara adalah IW sebesar 77,7% dan masyarakat 22,3%.

(Oleh - IDS)

Bisnis Plastik Kian Marak

Sajili 18 Mar 2021 Kompas

Maraknya bisnis plastik dunia itu membawa dampak signifikan penambahan limbah serta pencemaran lingkungan, termasuk di Indonesia sebagai salah satu importir sampah plastik terbesar dunia. Indonesia termasuk dalam 10 besar negara pengimpor plastik terbanyak, yaitu impor barang manufaktur plastik setengah jadi (peringkat ke-4), tekstil sintetis (peringkat ke-6), limbah plastik (peringkat ke-10), dan plastik aditif (peringkat ke-10).

Badan Pusat Statistik mencatat, volume impor sampah plastik Indonesia mencapai titik tertinggi pada 2018, yakni 320.452 ton atau senilai 102,4 juta dollar AS. Jumlah itu lebih dari dua kali lipat angka impor limbah plastik tahun 2017, yaitu 128.951 ton. Sementara total impor limbah plastik Indonesia pada Januari-Desember 2020 senilai 63 juta dollar AS dengan volume impor sebesar 181.718 ton.Sementara Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Didi Sumedi menuturkan, pemerintah sudah mulai menerapkan kebijakan pembatasan impor limbah plastik. Salah satunya, membuat daftar eksportir tertentu yang memungkinkan re-ekspor barang yang tidak diinginkan atau dibutuhkan.

Usaha Aquascape di Banjarbaru Makin Ramai

Sajili 15 Mar 2021 Banjarmasin Post

Usaha penjualan akuarium untuk ikan atau Aquascape juga makin diminati. Hal ini seiring dengan kecintaan terhadap ikan hias di Banjarbaru semakin meninggi. Menurut Zikri, Aquascaper Banjarbaru, salah satu anggota komunitas Aquascaper saat ini, total ada sebanyak 20 komunitas Aquascaper yang ikut pameran di Q Mall Banjarbaru.  Selain pameran Aquascape juga ada pameran reptil dari komunitas repitil dan juga ada ikan hias yang dijual.

Capital Gain Samara Suites Tembus 100%

Ayutyas 10 Mar 2021 Investor Daily, 10 Maret 2021

Jakarta - Samara Suites mencatat kenaikan harga (capital grain) lebih dari 100% terhitung dari Juni 2016 hingga Maret 2021. Menara apartemen besutan Synthesis Development itu berkapasitas 292 unit. Kini, harga Samara Suites bercokol di level Rp 55 juta per meter persegi (m2). Ketika diperkenalkan ke publik, Juni 2016, apartemen ini dibanderol Rp 26 juta per m2. Synthesis Development menyatakan, untuk pendapatan pasif dari sewa unit, imbal hasil (yield) unit apartemen ini berkisar 7-12% per tahun.

Samara Suites merupakan bagian dari proyek mixed use Synthesis Square, Jakarta Selatan yang mencakup dua menara perkantoran dan satu menara apartemen. Keberadaan perkantoran dinilai bisa menjadi captive market untuk apartemen sewa. Selain itu, potensi sewa Samara Suites juga bakal terdongkrak dengan rampungnya pusat training BRI se-Indonesia yang terletak di sebelah Synthesis Square. Perkantoran dan hunian yang terkoneksi dengan public transportation memiliki nilai sewa dan tingkat okupansi yang tetap baik, meski di tengah pandemi Covid-19. Misalnya, perkantoran yang dekat dengan stasiun MRT atau halte Transjakarta, tetap saja memiliki okupansi yang baik.

(Oleh - IDS)

Usaha Bengkel Las di Medan Tetap Lancar di Masa Covid -19

Sajili 09 Mar 2021 Sinar Indonesia Baru

Bisnis jasa las di Medan terbilang masih tetap lancar dan aman di masa pandemi Covid-19 ini, misalnya untuk kerja pembuatan jerejak, terali bangunan, rak-rak bunga hingga pengelasan kendaraan di bengkel-bengkel otomotif.

Praktisi bisnis ekspedisi muatan kapal laut (EMKL) Jeffri Pinem Sin, menyebutkan prospek yang membuat bisnis jasa pengelasan ini bertahan bahkan relatif berkembang adalah karena merupakan kebutuhan primer dan rutin bagi para pebisnis jasa konstruksi, transportasi, industri dan properti, plus sektor terkait lainnya.

Order lainnya adalah jasa las untuk perbaikan mesin atau mekanik kendaraan sebagai pesanan para pengusaha atau pemilik kendaraan pribadi atau angkutan umum. Jasa penyambungan besi-besi cor atau pilar konstruksi sebagai pesanan para kontraktor jasa konstruksi, perbaikan atau modifikasi mesin oleh kalangan usaha industri dan lainnya.

 


Pandemi Covid-19, Investor Hotel Mendominasi Bali

Ayutyas 02 Mar 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, Denpasar - Sektor hotel dan restoran paling diminati oleh investor untuk menanamkan modalnya di Bali selama 2020. Meskipun pariwisata terdampak pandemi, porsi investasi sektor tersebut mencapai 52% pada penanaman modal asing dan 45% pada penanaman modal dalam negeri. Pulau Dewata masih menarik bagi investor dikarenakan investor dinilai masih optimistis terhadap pertumbuhan sektor pariwisata di Bali di tengah pandemi Covid-19. 

Investor masih memiliki kepercayaan bahwa pariwisata Bali bisa bangkit kembali. Investor juga mungkin belum berani untuk mengalihkan investasi ke sektor lainnya seperti pertanian maupun ekonomi kreatif. Apalagi, investasi pada hotel dan restoran pada masa pandemi dinilai menguntungkan karena harga penjualan properti di sektor tersebut menawarkan harga yang lebih rendah dibandingkan kondisi normal.

Bali masih memiliki potensi besar untuk mendapatkan investasi sektor hotel dan restoran meskipun kondisi pandemi Covid-19 masih berlanjut. Investasi merupakan keputusan jangka panjang sehingga kondisi pandemi yang terjadi saat ini tidak menjadi satu-satunya acuan keputusan investor. Hasil investasi akan nampak pada satu hingga dua tahun ke depan sehingga jika investor tetap melakukan investasi saat ini, akan digunakan sebagai langkah menyongsong kondisi pariwisata pada 2024-2025 mendatang. Apalagi, investor lebih untung jika melakukan investasi di tengah perekonomian yang terdampak pandemi Covid-19. Pasalnya, biaya yang dikeluarkan cenderung lebih rendah dibandingkan dengan kondisi normal

(Oleh - IDS)