;

Pusat Belanja yang Siap Dijual Kian Bertambah

Ekonomi Ayu Dewi 01 Dec 2020 Kontan
Pusat Belanja yang Siap Dijual Kian Bertambah

Bisnis pusat perbelanjaan tertekan, secara total nilai kerugian yang diderita para pengelola pusat belanja sudah menembus triliunan rupiah.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menyatakan, tekanan efek pandemi Covid-19 itu pula yang turut memicu sejumlah pemilik pusat belanja untuk menjual aset mereka. Penyebab pengelola mal berencana menjual asetnya tidak serta merta akibat pandemi korona. Hal ini mayoritas karena akumulasi kinerja yang tidak baik sejak tahun sebelumnya. Pengelola sudah tidak memiliki daya tahan lagi, jelas Alphonzus.

Sedangkan tingkat okupansi pusat belanja diproyeksikan menurun di kisaran 10%-20% menjadi 70%-80%. Banyak penyewa baru menunda pembukaan toko atau membatalkan sama sekali rencana buka toko di mal karena melihat kondisi ke depan.

Wakil Direktur Utama PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) Jeffri Tanudjaja mengakui okupansi mal belum pulih. Saat ini, keterisian penyewa di mal kelolaan MKPI masih di level 97%. “Sebelum pandemi, tingkat keterisian mal di kisaran 99%,” kata dia kepada KONTAN, kemarin.


Download Aplikasi Labirin :