;
Tags

Bisnis

( 689 )

Harga Elektronik Tersundur Kenaikan Bahan Baku & PPN

HR1 24 Mar 2022 Kontan

Masyarakat bakal terkena pukulan ganda dari kenaikan harga barang konsumsi. Di saat PPN 11% berlaku pada April nanti, konsumen juga bersiap menghadapi kenaikan harga berbagai produk manufaktur seperti TV, AC, kulkas, sepeda hingga mobil. Kenaikan harga barang elektronik tak terelakkan lantaran harga bahan baku di pasar global melonjak. Harga komoditas industrial seperti aluminium menguat 60,65% (yoy) ke US$ 3.605 per ton, Rabu (23/3). Komoditas lainnya juga naik signifikan, seperti tembaga, seng, timah hingga nikel. Pelaku industri pendingin refrigerator terdampak kenaikan harga komoditas tersebut. Pasalnya, tembaga dan aluminium adalah bahan baku utama pembuatan komponen seperti kompresor, evaporator dan kondensor. Ketiga komponen ini dipakai untuk produk pendingin refrigerator seperti AC, kulkas, water dispenser dan chest freezer.

Produsen kabel ikut kelimpungan di tengah kenaikan harga tembaga dan aluminium. Mereka tak bisa sembarangan mengerek harga jual. Di saat yang sama, aspek keselamatan sangat penting bagi produk kabel. "Kalau spesifikasi kabel diturunkan karena harga bahan baku yang mahal, maka akan bahaya," ungkap Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Kabel Listrik Indonesia (Apkabel), Noval Jamalullail.

SiCepat Ekspres Masih Agendakan IPO di Bursa Saham

HR1 17 Mar 2022 Kontan

SiCepat Ekspres berharap rencana penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) dapat segera dilakukan, sesuai dengan rencana bisnis yang disiapkan perusahaan. Chief Corporate Communication Officer SiCepat Ekspres, Wiwin Dewi Herawati mengemukakan, wacana masuk bursa saham tetap masuk dalam rencana bisnis perusahaan. "Soal IPO SiCepat, kami berdoa jadi, namun tidak bisa memastikan kapan tepatnya akan menggelar IPO," ujar dia, Rabu (16/3). Adapun investor yang mendanai SiCepat Ekspres antara lain Falcon House Partners, Kejora Capital, DEG (the German Development Finance Institution), Asia Based Insurer, MDI Ventures (by Telkom Indonesia), Indies Capital, Pavilion Capital (Temasek Holdings Subsidiary), Tri Hill dan Daiwa Securities. Dengan suntikan pendanaan tersebut, pihaknya akan melakukan investasi lebih lanjut dalam memperluas layanan logistik dan infrastrukturnya



HERO Siap Menambah Gerai Baru

HR1 16 Mar 2022 Kontan

Manajemen salah satu perusahaan ritel di Tanah Air, PT Hero Supermarket Tbk (HERO), menyiapkan sejumlah agenda dan ekspansi bisnis tahun ini. Emiten yang bergerak di sektor ritel tersebut berencana menambah gerai di sepanjang tahun 2022. Head of Corporate and Consumer Affairs PT Hero Supermarket Tbk Diky Risbianto mengatakan, HERO Group optimistis dengan kehati-hatian bahwa kondisi perdagangan akan membaik pada tahun ini, seiring peningkatan kinerja selama paruh kedua tahun lalu. Pada November tahun lalu HERO Group melalui gerai IKEA telah membuka toko pertamanya di luar Jawa melalui konversi gerai Giant di Bali. Menyusul perubahan pendekatan strategis HERO Group, merek Giant di Indonesia telah resmi berhenti beroperasi pada Juli 2021. Namun yang pasti, HERO akan menambah gerai di sepanjang 2022 sebagai bagian dari optimalisasi dana belanja modal dan investasi tahun depan. "Namun, harus tetap melihat likuiditasnya karena penurunan penjualan juga akan berdampak pada likuiditas," tutur dia.


Perbankan Swasta Siap Mengejar Target Bisnis 2022

HR1 16 Mar 2022 Kontan

Sejumlah bank swasta optimistis bisnis tahun ini akan terus tumbuh. Proyeksi itu sejalan dengan realisasi kinerja tahun lalu yang masih bisa mencetak laba lumayan meski masih di tengah pandemi. Bank Permata misalnya berhasil mengantongi laba bersih Rp 1,23 triliun pada 2021. Nilai itu meningkat 70,13% year on year (yoy) dibandingkan Rp 723,68 miliar. Direktur Utama PermataBank, Chalit Tayjasanant mengatakan, pertumbuhan kredit disokong dari segmen korporasi yang naik 12% yoy dan kredit pemilikan rumah (KPR) meningkat 22% yoy pada tahun 2021. 

Bank Mega berhasil membukukan laba bersih Rp 4,01 triliun pada akhir tahun 2021 atau tumbuh 33,23% yoy. Kenaikan laba diperoleh dari pendapatan bunga bersih yang naik 23,70% yoy menjadi Rp 4,84 triliun. Direktur Kredit Bank Mega, Madi D. Lazuardi optimistis kredit akan tumbuh 11,6% yoy atau setara Rp 7,1 triliun di 2022. "Strategi pertumbuhan kredit dititikberatkan pada segmen korporasi," ujar Madi. Adapun Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA), Jahja Setiatmadja menargetkan, pertumbuhan kredit konservatif sekitar 6%-8% sambil melihat perkembangan ekonomi terkini.


Bisnis Properti Dihantui Kenaikan Harga Baja & Besi

HR1 15 Mar 2022 Kontan

Perang Rusia dan Ukraina juga menekan rantai pasok konstruksi global. Konflik di Eropa Timur itu mengerek harga bahan baku besi dan baja. Alhasil, tekanan ke sektor konstruksi dan properti semakin bertambah, setelah harga komoditas energi meningkat sekaligus memukul daya beli. Rusia merupakan eksportir baja keempat terbesar di dunia. Selama ini Rusia memasok baja ke lebih dari 150 negara. Industri konstruksi saat ini menyumbang lebih dari 50% permintaan baja dunia. Tahun 2021, Indonesia mengimpor 486.149 ton ingot besi baja (bahan baku baja) dari Rusia senilai US$ 326,63 juta. Mengacu data BPS, angka itu di posisi ketiga setelah impor dari India dan Oman. Para pebisnis properti juga mengakui, perang Rusia dan Ukraina memantik ketidakpastian. Real Estate Indonesia (REI) mengemukakan, potensi kenaikan harga besi dan baja di pasar global akan memukul bisnis konstruksi dan properti di dalam negeri. 

Wakil Ketua Umum DPP REI Raymond Arfandy mengatakan, tak hanya besi dan baja, keadaan ini berpotensi menaikkan harga komponen konstruksi lainnya. Ketua Apindo Bidang Properti dan Kawasan Ekonomi, Sanny Iskandar mengungkapkan, jika kenaikan harga tidak diantisipasi lebih jauh maka memberatkan sektor properti dan kawasan industri. Menurut dia, pemerintah perlu memberikan kemudahan, salah satunya mendorong peningkatan volume produksi dalam negeri. Head of Industry and Regional Research Bank Mandiri Dendi Ramdani menilai, kenaikan harga baja dan semen bisa mengerek harga properti. Hal ini menyebabkan sebagian konsumen menimbang ulang membeli properti.


Mewaspadai Menjamurnya Bisnis Kecantikan

KT3 13 Mar 2022 Kompas

Besarnya potensi pasar industri kecantikan (kosmetik, perawatan kulit/skincare, perawatan tubuh, dll) membuat usaha di bidang ini tumbuh subur. Sayangnya, masih ada pemain ilegal yang mencoba peruntungan mendapatkan cuan dari ”manisnya” bisnis ini. Skincare Korea Selatan (K-Beauty) laris manis dicari konsumen Tanah Air segala kalangan. Pada 2020, Indonesia peringkat dua negara dengan popularitas K-Beauty tertinggi, yang mendorong produsen lokal berinovasi membuat produk dengan keunggulan seperti produk asal Korsel. Prospek mendatangkan cuan membuat industri kecantikan menjamur, apalagi mudah mendapat sertifikat Esthetician dari Formula Botanica, London, Inggris. Untuk menjadi peracik formula skincare (formulator) bisa dilakukan secara daring dengan biaya  Rp 30 juta hanya dalam satu tahun. Kekayaan alam Indonesia memudahkan mendapat bahan baku lokal, selain itu banyak pabrik yang menerima pembuatan skincare sehingga tidak perlu membuat pabrik sendiri. Untuk pemasaran, kontribusi media sosial berperan besar dalam menarik konsumen.

Sayang, di balik tumbuhnya industri ini masih ada oknum-oknum yang mengambil keuntungan dengan cara ilegal dan merugikan konsumen. Pada Januari 2021, polisi menggerebek pabrik peracik kosmetik ilegal karena tidak memiliki izin edar BPOM, di Jatiasih, Bekasi, Jabar. Selain itu, peracik juga tidak memiliki kompetensi dan sertifikat seorang formulator. Laporan Direktorat Pengawasan Kosmetik, BPOM RI 2020, ditemukan beberapa pelanggaran (ketidakpatuhan) pelaku usaha produk kosmetik. Terkait pemeriksaan sarana produksi kosmetik, 19 % sarana produksi tidak memenuhi ketentuan (TMK), dengan rincian 3 % mengandung bahan berbahaya (BB), 35 % tak memiliki izin edar, dan 62 persen belum konsisten menerapkan cara pembuatan kosmetik yang baik. Sejumlah temuan pelanggaran menjadi tantangan pihak berwenang lebih memperketat pengawasan agar produk kosmetik senantiasa mengedepankan asas keamanan, kemanfaatan, dan mutu yang baik bagi konsumen. (Yoga)


Konsumsi Buah & Sayur: Bisnis Salad Kian Terbuka

HR1 12 Mar 2022 Bisnis Indonesia

Mengonsumsi buah dan sayur-sayuran secara rutin sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun sayangnya, tingkat konsumsi sayur dan buah masyarakat Indonesia masih minim. Hal ini membuka peluang bisnis inovasi sayuran dan buah-buahan untuk meningkatkan konsumsi masyarakat. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), tidak lebih dari 10% masyarakat Indonesia yang mengonsumsi buah dan sayuran secara cukup, sedangkan 90% lainnya masih kurang mengonsumsi buah dan sayuran. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2019 dari Badan Pusat Statistik menunjukkan secara nasional, konsumsi gabungan buah dan sayuran masyarakat Indonesia sebesar 209,89 gram per kapita sehari. Jumlah ini masih jauh dari batas yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni 400 gram per orang per hari.

Salah satu hal yang menyebabkan masyarakat kurang menyukai sayur adalah karena rasanya yang dinilai kurang cocok di lidah. Untuk mengajak masyarakat lebih rajin mengonsumsi sayur dan buah-buahan, Jesslyn Nathania menghadirkan Hijoo Salad Bar sejak September 2020 lalu. Berbeda dengan salad-salad pada umumnya, Hijoo Salad Bar membuat menu sayuran yang dapat diterima oleh lidah masyarakat atau dikenal dengan istilah comfort food dengan harga yang relatif lebih terjangkau. Jesslyn mengatakan, untuk membuat menu salad menjadi lebih nikmat, dia memberi potongan daging dan keju kering krispi dengan sayur-sayuran segar dan aneka dressing.


Kopi Janji Jiwa Terus Ekspansi Gerai Baru

HR1 11 Mar 2022 Kontan

Jiwa Group, perusahaan yang membawahi brand dan produk Janji Jiwa, Jiwa Toast dan Jiwa Tea masih berhitung untuk menjalankan ekspansi gerai baru di tahun ini. Hal ini tidak terlepas dari kondisi pandemi Covid-19 serta kebutuhan pasar. Chief Executive Officer dan Pendiri Jiwa Group Billy Kurniawan mengatakan, pihaknya punya angka tersendiri terkait target gerai baru, namun enggan menyebutkan secara rinci. "Terkait ekspansi, setiap tahun pasti ada target. Janji Jiwa sudah tersebar di pulau besar dan berada di certain region di kota besar. Sekarang akan lebih kami fokuskan ekspansi ke kota second hingga third tier," ujar Billy saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (10/3). Kopi Jiwa memiliki lebih dari 900 jilid (sebutan untuk outlet Kopi Janji Jiwa), Jiwa Toast memiliki lebih dari 300 outlet di Indonesia dan Jiwa Tea adalah brand terbaru yang meluncur pada 2020 dan telah tersebar di 10 kota di Indonesia.


Pabrikan Makanan Bersiap Menaikkan Harga Jual

HR1 02 Mar 2022 Kontan

Harga bahan pangan terus melesat akibat lonjakan harga komoditas maupun efek perang Rusia-Ukraina. Jika harga bahan pangan tak kunjung reda, pabrikan makanan olahan bersiap menaikkan harga jual lagi demi mengimbangi lonjakan harga bahan baku. Sebagai gambaran, harga bahan pangan seperti gandum, kedelai dan jagung di pasar global terus naik. Harga gandum, bahan baku utama terigu, misalnya, kemarin naik lagi 5,35% menjadi US$ 9,75 per bushel (1 bushel=27,2 kg). Ini adalah harga tertinggi gandum sejak Februari 2008.Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) mengakui dampak perang Rusia-Ukraina menyebabkan tren harga gandum dunia kembali naik. Direktur Eksekutif Aptindo, Ratna Sari Loppies menyatakan, tren kenaikan harga gandum global sudah terjadi sejak awal pandemi Covid-19. 

Efek kenaikan harga gandum membawa dampak kepada produsen terigu di Indonesia. Produsen makanan ikut merasakan dampak kenaikan harga bahan pangan. Direktur PT Siantar Top Tbk, Armin menyebutkan, fluktuasi harga gandum tidak bisa dihindari setiap perusahaan. "Kami menyikapi kondisi ini dengan perhitungan di semua pos biaya. Kalau memang sifatnya temporer, kami harus tetap jalan. Kalau harganya sudah mengenai batas margin, mungkin kami atur strategi lagi, termasuk potensi penyesuaian harga jual produk," ungkap dia, kepada KONTAN


Usai 180 IUP Minerba Dicabut, Perlu Lelang Secara Transparan

HR1 22 Feb 2022 Kontan

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencabut 180 izin usaha pertambangan (IUP) mineral dan batubara (minerba) yang meliputi 112 IUP mineral dan 68 IUP batubara. Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mengungkapkan, IUP yang telah dicabut sebaiknya dilelang secara transparan. "Agar diperoleh pengusaha yang sungguh-sungguh ingin mengusahakan, dengan prioritas BUMN/BUMD, bukan perusahaan abal-abal," terang dia kepada KONTAN, Senin (21/2).

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno juga mengharapkan proses pencabutan IUP telah sesuai prosedur. Artinya, sebelum pencabutan, pemerintah memberikan peringatan maupun sanksi terlebih dahulu. Jika proses pencabutan mendadak tanpa adanya peringatan dan sanksi, maka dikhawatirkan akan merusak iklim investasi dan berusaha di sektor minerba. Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pemasok Batu Bara dan Energi Indonesia (Aspebindo) Anggawira mengapresiasi upaya pemerintah memperbaiki tata kelola sektor minerba. Namun pihaknya berharap pasca pencabutan masih ada kesempatan bagi pelaku usaha untuk memberikan klarifikasi terkait situasi yang ada.