Bisnis
( 702 )Generasi Milenial Jadi Pasar Empuk KPR Bank
Kehadiran milenial makin diincar oleh perbankan dalam menyalurkan berbagai produk keuangan. Generasi milenial bahkan mampu mendorong kinerja kredit pemilikan rumah (KPR) hingga kuartal pertama 2022.
Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) misalnya telah menyalurkan 56% dari total portofolio KPR kepada nasabah milenial. Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto menyatakan segmen millenial memiliki prospek yang cerah.
Awas, Investasi Modal Ventura Bisa Saja Gagal
Anda masih ingat saat Masayoshi Son, Bos Sofbank menyesali investasinya yang gagal di startup We Work beberapa tahun lalu. Kegagalan bisnis We Work menyebabkan Softbank, perusahaan investasi asal Jepang ini sempat merugi.
Nah, mari tengok modal ventura dalam negeri, dengan investasinya yang selama ini cukup gencar mendanai di banyak startup. Direktur Utama Mandiri Capital Indonesia (MCI), Eddi Danusaputro mengatakan, dari semua portofolio yang dimiliki, tidak semuanya memiliki kinerja yang bagus. Meskipun demikian, Eddi tak terlalu mengkhawatirkan kinerja yang kurang bagus dari beberapa portofolio milik MCI. Tahun ini, MCI belum memberikan pendanaan. Meski MCI sudah menyediakan dana segar sebesar Rp 50 miliar hingga Rp 100 miliar. Vice President of Investments MDI Ventures, Aldi Adrian mengungkapkan hal senada. Ia menyebutkan, tidak semua portofolio startup yang didanai MDI Ventures memiliki kinerja bagus.
Konglomerat Agresif Garap Bisnis Pelabuhan
Prospek bisnis pengelolaan pelabuhan logistik semakin basah. Lihat saja, sejumlah perusahaan konglomerasi agresif masuk sektor kemaritiman tersebut. Salah satu konglomerat yang terjun ke bisnis pelabuhan adalah Maspion Group. Menggandeng Dubai Ports World bersama mitranya Caisse de Depot et Place du Quebec (CDPQ), Maspion berniat membangun pelabuhan peti kemas dan wilayah industri di Gresik, Jawa Timur. Konglomerat lainnya, PT Astra International Tbk (ASII) menggarap bisnis pelabuhan melalui PT Astra Infra yang mengelola Pelabuhan Penajam Banua Taka di wilayah Selat Makassar, Kalimantan Timur. Sementara itu, konsorsium perusahaan milik Chaerul Tanjung turut menjadi pengelola Pelabuhan Patimban sejak Maret 2021. Konsorsium ini bernama PT Pelabuhan Patimban Indonesia (PPI) yang beranggotakan PT CT Corp Infrastruktur Indonesia, PT Indika Logistic & Support Service, PT U-Connectivity Service dan PT Terminal Petikemas Surabaya.
Covid Mereda, Bisnis ASSA Berjaya
Mobilitas masyarakat meningkat seiring pembatasan kegiatan aktivitas publik yang masih longgar. Kondisi ini memberi sentimen positif bagi pertumbuhan kinerja keuangan PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) terhadap bisnis rental dan lelang mobilnya.Analis Kanaka Hita Solvera, Andhika Cipta Labora menilai, di tahun 2021 pandemi masih menghantam sehingga kebiasaan masyarakat membeli barang secara daring turut menguntungkan ASSA. Tidak heran bila secara keseluruhan kinerja ASSA melonjak karena perumbuhan pendapatan Anteraja melonjak 248% yoy.
Relaksasi Bisnis Kartu Kredit Segera Berakhir
Pemegang kartu kredit harus bersiap. Mulai 1 Juli mendatang, berbagai keringanan dalam menggesek kartu kredit segera dilucuti. Keringan itu berupa pembayaran minimal 5% dari total tagihan dan denda keterlambatan 1%. Beberapa bank sudah mengumumkan ke nasabah mereka, akan mengembalikan ketentuan pembayaran minimal 10% dan denda 3% per 1 Juli 2022. Artinya, aturan kartu kredit kembali diperketat seperti sebelum pandemi. Sementara bunga tetap 1,75% per bulan.
Inovasi Bisnis, Kehendak Zaman
Banyak perusahaan terus mengembangkan bisnis agar sesuai kehendak zaman. Mereka mulai berinovasi dengan mendekatkan produk dan layanan mereka agar sesuai dengan konsumen generasi Z. Ada pula yang mengembangkan layanan dan produk melalui teknologi dunia meta serta mengadopsi isu perubahan iklim melalui ekonomi sirkular seperti yang dilakukan oleh Ikea, dengan membeli kembali produk lamanya untuk dijual kembali melalui kurasi di bagian yang disebut ”seperti apa adanya”. Sejumlah korporasi kebingungan melihat perubahan itu dan gagap membuat antisipasi. Beberapa lainnya melakukan inovasi, tetapi juga belum menemukan jalan keluar. Akan tetapi,tidak sedikit sejumlah perusahaan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman dan merangkul kehendak zaman. Artikel berjudul ”Adapt Your Business to New Reality” menyebutkan, perusahaan yang menang ketika terjadi perubahan dan kemudian menjadi lebih kuat harus mengembangkan pemahaman sistematis tentang perubahan kebiasaan.
Pilihan untuk mengadopsi praktik bisnis berkelanjutan akan mendorong inovasi di internal perusahaan, mengurangi sejumlah risiko usaha, menarik minat karyawan baru, mempertahankan karyawan lama, menambah penjangkauan konsumen, meningkatkan kesetiaan terhadap merek kita, dan menurunkan biaya produksi. Keuntungan lainnya, perusahaan menambang publikasi yang positif, membuat merek makin percaya diri di tengah kompetisi, dan selalu unggul di dalam tren. Kehendak zaman sepertinya tidak bisa diingkari oleh korporasi. Mereka harus jeli melihat kehendak zaman itu dan kemudian membuat inovasi. Mereka yang berlagak masih bisa bertahan dengan mengabaikan berbagai sinyal perubahan suatu saat hanya bisa gigit jari. (Yoga)
Dapur Emiten Resto Mulai Ngebul Lagi
Kinerja bisnis restoran mulai membaik, meski masih jauh dari pencapaian sebelum pandemi Covid-19 melanda. Dari beberapa emiten restoran yang telah merilis laporan keuangan tahun 2021, mayoritas emiten mencetak perbaikan kinerja. Analis Philip Sekuritas Helen mengatakan, pertumbuhan kinerja emiten restoran di tahun 2021 ditopang oleh baseline yang rendah di tahun 2020 akibat kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pembatasan yang ketat sempat diterapkan pada kuartal II 2020 sehingga pusat perbelanjaan ditutup. Menurut Helen, kondisi tersebut membaik di tahun 2021. "Pelonggaran pembatasan mobilitas masyarakat menjadi pendorong kinerja emiten restoran," ujarnya kepada KONTAN, Selasa (5/4).
Dapur Emiten Resto Mulai Ngebul Lagi
Kinerja bisnis restoran mulai membaik, meski masih jauh dari pencapaian sebelum pandemi Covid-19 melanda. Dari beberapa emiten restoran yang telah merilis laporan keuangan tahun 2021, mayoritas emiten mencetak perbaikan kinerja. Analis Philip Sekuritas Helen mengatakan, pertumbuhan kinerja emiten restoran di tahun 2021 ditopang oleh baseline yang rendah di tahun 2020 akibat kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pembatasan yang ketat sempat diterapkan pada kuartal II 2020 sehingga pusat perbelanjaan ditutup. Menurut Helen, kondisi tersebut membaik di tahun 2021. "Pelonggaran pembatasan mobilitas masyarakat menjadi pendorong kinerja emiten restoran," ujarnya kepada KONTAN, Selasa (5/4).
FinAccel Resmi Menjadi Pengendali Bank Bisnis
Satu persatu financial technology (Fintech) terus menunjukkan dominasi di bisnis finansial, Misalnya, PT FinAccel Teknologi Indonesia, anak perusahaan FinAccel Pte Ltd, yang juga induk perusahaan Kredivo, mengumumkan akuisisi saham mayoritas Bank Bisnis. Purnawan Suriadi, Perwakilan Pemegang Saham dari Keluarga Suriadi mengatakan, Bank Bisnis memiliki sejarah yang panjang dan juga membanggakan. "Kami mendukung visi FinAccel untuk membangun franchise digital bank terdepan di Indonesia," ucap Purnawan.
Pengiriman Ekspres: Volume Paket Bakal Naik 2 Digit
Beberapa perusahaan kurir ekspres memprediksi volume pengiriman barang selama periode Ramadan dan Idulfitri tahun ini meningkat dua digit seiring dengan pelonggaran aktivitas masyarakat. Presiden Direktur PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir M. Feriadi mengatakan pelonggaran mobilitas masyarakat setelah pembatasan ketat selama 2 tahun akan berimbas positif bagi industri jasa pengiriman. “Saya bisa katakan kalau tahun ini pertumbuhan di atas 10% sudah bagus. Kuartal I/2022, so far so good. Masih ada ruang pertumbuhan,” katanya, Rabu (30/3). CEO SiCepat Ekspres The Kim Hai juga memproyeksikan lonjakan paket Ramadan hingga 10% dari rata-rata harian.Oleh karena itu, dia menyatakan SiCepat menyiapkan beberapa inisiatif dari produk layanan hingga kegiatan untuk menjawab keinginan dan kebutuhan masyarakat pada Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri. Sebaliknya, VP Sales dan Marketing Anteraja Andri Hidayat memperkirakan volume pengiriman yang ditangani Anteraja selama Ramadan mengalami peningkatan di atas 30% dibandingkan dengan hari biasa atau naik dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Pilihan Editor
-
Volume Perdagangan Kripto Rp 859,4 Triliun
19 Feb 2022 -
Tiga Bisnis yang Dibutuhkan Dimasa Depan
02 Feb 2022 -
Perdagangan, Efek Kupu-kupu
18 Feb 2022 -
KKP Gencar Promosikan Kontrak Penangkapan Ikan
19 Feb 2022








