Bisnis
( 689 )Inovasi Bisnis, Konflik Generasi
Mereka yang lahir belakangan, disebut milenial dan generasi Z, merasa pemikiran dan keputusan generasi sebelumnya terlalu jadul (zaman dulu). Krisis dan konflik kerap muncul di perusahaan karena perbedaan ini. Padahal, perbedaan umur bisa menjadi sumber pengetahuan hingga muncul inovasi. Konflik generasi atau usia ini kian menambah panjang fenomena keterbelahan di berbagai sisi kehidupan di banyak negara. Artikel dari tiga penulis di Harvard Business Review tahun lalu, ”Harnessing the Power of Age Diversity” menyebutkan, konflik antargenerasi adalah fenomena kuno. Namun, di pengujung 2019, ketika sebuah balasan dalam perbincangan yang terkesan kasar, yaitu “OK, Boomer”, jadi viral, konflik antargenerasi pun mengeras. Balasan ”OK, Boomer” itu menangkap kesenjangan yang menganga antara generasi atas setiap masalah yang tampak, seperti aktivisme politik, perubahan iklim, media sosial, teknologi, privasi, dan identitas jender.
Riset SHRM Foundation menyebutkan, saat perusahaan melakukan transformasi karena kehadiran teknologi baru, fenomena tenaga kerja juga berubah karena kehadiran lima generasi yang bekerja di tempat yang sama. Tenaga kerja saat ini benar-benar multigenerasi. Keadaan ini menciptakan tantangan karena gaya komunikasi berbeda, praktik kerja berbeda, dan harapan dari pemberi kerja juga berbeda, tetapi pada saat yang sama juga menciptakan peluang signifikan. Tiap generasi yang berbeda itu membawa pengalaman dan keterampilan berbeda pula. Hasil riset di Harvard Business Review, tim beragam usia sangat berharga karena menyatukan orang-orang dengan kemampuan, keterampilan, pengetahuan, dan jaringan yang saling melengkapi. Jika dikelola secara efektif, mereka dapat menawarkan pengambilan keputusan lebih baik, kolaborasi lebih produktif, dan peningkatan kinerja secara keseluruhan. Temuan mesin pencetak 3D yang murah, misalnya, berasal dari tim lintas generasi. Semua ini terjadi hanya jika anggota bersedia untuk berbagi dan belajar dari perbedaan mereka. (Yoga)
BISNIS DIGITAL : GROSIR DARING BERSAING KETAT
Pasar bisnis grosir daring atau e-grocery di Indonesia terus menarik minat pemain baru sehingga menimbulkan persaingan ketat, meskipun tidak sedikit pemain lama yang justru gulung tikar. Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda mengatakan ada beberapa pemain besar yang sudah mempunyai ekosistem tersendiri mulai masuk ke layanan e-grocery seperti Tokopedia. “Ini memberikan persaingan ke e-grocery yang sudah terlebih dahulu ada,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (23/8). Menariknya bisnis grosir daring sesuai dengan laporan dari Google, Temasek, dan Bain Company, disebutkan pasar bisnis layanan e-grocery merupakan kedua tertinggi setelah layanan pesan antar makanan di Asia Tenggara.
Sinar Mas dan Lazada Resmi Memiliki Dana
Kongsi di dompet digital Dana semakin banyak. Tidak main-main, Dana berhasil mengumpulkan konglomerasi keuangan digital.
Dana mengumumkan penyelesaian transaksi investasi terbaru dari Sinar Mas dan perusahaan e-commerce, Lazada Group. Masuknya kedua nama ini menambah lagi nama perusahaan yang sudah ada di dalam ekosistem Dana. Vince Iswara, CEO & Co-Founder Dana Indonesia meyakini, melalui dukungan kedua investor dapat memperkuat peningkatan layanan keuangan digital bagi masyarakat Indonesia. Lazada juga meyakini masuknya mereka sebagai langkah untuk bisa melengkapi jejaring bisnis mereka selama ini. Sinar Mas masuk ke Dana ini melalui anak usahanya PT Dian Swastatika Sentosa Tbk.
EKSPANSI BISNIS : PJB Siap Masuk ke Laos
PT Pembangkitan Jawa Bali terus memperluas potensi kerja sama internasional dengan sejumlah negara, salah satunya dengan badan usaha milik negara atau BUMN asal Laos. Direktur Utama Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Gong Matua Hasibuan mengatakan bahwa pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan Electricite Du Laos (EDL) sebagai perusahaan energi asal Laos terkait dengan kerja sama pengelolaan pembangkit pada 22 Juli 2022.
Terdapat sejumlah kesepakatan yang dituangkan dalam MoU tersebut, seperti kerja sama feasibility study (FS) jasa O&M dan MRO, pembentukan joint venture company atau konsorsium untuk mengimplementasikan kolaborasi bisnis, serta penyediaan teknologi pembangkitan.
Gong Matua menjelaskan bahwa kerja sama dengan Laos tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan secara virtual kedua belah pihak yang difasilitasi oleh KBRI untuk Republik Demokratik Rakyat Laos pada 19 Oktober 2021.
Perluasan Pabrik, PT Arwana Citramulya Tbk Investasi Rp 300 Miliar
Industri keramik di Tanah Air terus menggeliat untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor, dengan meningkatkan kapasitas produksi melalui investasi baru atau perluasan pabrik. Salah satunya adalah PT Arwana Citramulia Tbk yang menggelontorkan investasi sebesar Rp 300 miliar untuk penambahan kapasitas sebesar 3 juta meter persegi dari Plant 5B untuk produksi ubin keramik 60x60 cm. Selain itu penambahan kapasitas sebanyak 4,4 juta meter persegi dari proyek Plant 5C yang akan dimulai berproduksi pada awal 2023 dengan kebutuhan tenaga kerja lokal hingga 401 orang. Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKTF) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ignatius Warsito menyampaikan, pihaknya memberikan apresiasi kepada PT Arwana Citramulia Tbk yang telah merealisasikan investasinya, karena akan memberikan dampak luas bagi perekonomian nasional. "Dalam pengembangan industri keramik, kita harus mengoptimalkan sumber daya produksi dalam negeri dengan visi menjadikan Indonesia kembali masuk dalam lima besar produsen ubin keramik dunia," kata dia melalui keterangan tertulisnya, Jakarta. (Yetede)
PEMINDAHAN IBU KOTA : Jakarta Bakal Jadi Pusat Bisnis
Kalangan pelaku usaha optimistis Jakarta akan dapat mengambil peran penting sebagai salah satu kota pusat bisnis terpenting di dunia meskipun tidak lagi memegang fungsi sebagai ibu kota negara. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jaya Sona Maesana mengatakan Jakarta akan siap bersaing dengan kota-kota besar lain di dunia untuk menjadi salah satu pusat bisnis global dengan potensi bisnis yang dimiliki dan didukung oleh infrastruktur memadai. “Kami siap mendukung Jakarta sebagai kota pusat bisnis kelas dunia jika nanti tidak lagi menjadi ibu kota negara,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (3/7).
Ketua Kadin Jaya Diana Dewi optimistis pelaku usaha di wilayah Jakarta mempunyai peluang bisnis yang prospektif meskipun Jakarta tidak lagi menjadi ibu kota negara.Jakarta mempunyai keunggulan dari sisi infrastruktur. Ini tentu menjadi kelebihan yang dapat diunggulkan oleh Jakarta sebagai kota pusat bisnis,” ujarnya.
ANTM Menyepuh Bisnis Nikel dan Emas
PT. Aneka Tambang Tbk (ANTM) memperkuat dua lini bisnis utamanya, nikel dan emas. Kedua bisnis ini menyumbang 96% penjualan ANTM di akhir tahun lalu. ANTM berencana melakukan spin-off sebagian segmen usaha pertambangan nikel yang berlokasi di halmahera Timur di Maluku Utara. Spin-off akan dilakukan kepada dua entitas anak usaha ANTM, yaitu PT. Sumberdaya Arindo (SDA) dan PT. Nusa Karya Arindo (NKA). Pemisahan sebagian bisnis nikel ini untuk mendukung pengembangan di masa mendatang. Di bisnis emas, ANTM memperkuat bisnis pelanggan logam mulia di pasar domestik dengan ketersediaan produk berkualitas.
Pertalite Hanya Bagi Mobil Bermesin di Bawah 2,000 cc
Masyarakat kelas menengah tidak akan leluasa membeli BBM subsidi. Pasalnya, pemerintah bersiap membatasi konsumsi Pertalite dan Solar. Dalam kajian awal, pemilik mobil dengan kapasitas di atas 2.000 cc dilarang membeli Pertalite.
"Sementara hasil kajiannya begitu (untuk kendaraan di atas 2.000 cc)," ungkap Saleh Abdurrahman, Anggota Komite BPH Migas, kepada KONTAN, Senin (27/6).
Bisnis Rokok Elektrik Kian Suram
Lonceng bahaya bagi bisnis rokok elektrik berdentang. Amerika Serikat (AS) resmi melarang penjualan rokok elektrik milik Juul Labs.
Mengutip Reuters kemarin, Badan Administrasi Makanan dan Obat-Obatan (FDA) AS melarang penjualan rokok elektrik Juul Kamis (23/6). FDA menyebut, Juul tidak memiliki cukup bukti, produk yang dijual aman terhadap kesehatan setelah melakukan peninjauan data hampir dua tahun.
Bisnis Rokok Elektrik Kian Suram
Lonceng bahaya bagi bisnis rokok elektrik berdentang. Amerika Serikat (AS) resmi melarang penjualan rokok elektrik milik Juul Labs.
Mengutip Reuters kemarin, Badan Administrasi Makanan dan Obat-Obatan (FDA) AS melarang penjualan rokok elektrik Juul Kamis (23/6). FDA menyebut, Juul tidak memiliki cukup bukti, produk yang dijual aman terhadap kesehatan setelah melakukan peninjauan data hampir dua tahun.
Pilihan Editor
-
KKP Genjot Revitalisasi Tambak Udang Tradisional
23 Feb 2022 -
Minyak Goreng, Wajah Kemanusiaan Kita
24 Feb 2022








