;
Tags

Bisnis

( 690 )

Potensi Bisnis : Dari Pasar Lokal ke Perhelatan Global

HR1 10 Sep 2022 Bisnis Indonesia

Dua UMKM lokal, yaitu Kopi Titik Temu dan Batik Asmara Butik terpilih mengikuti perhelatan Digital Innovation Network (DIN) sebagai rangkaian dari Presidensi G20. Dalam perhelatan tersebut, Titik Temu menyajikan kopi serta camilan khas Indonesia bagi para delegasi internasional dari 20 negara Titik Temu merupakan usaha kopi yang didirikan oleh Joseph Erwin bersama 14 rekannya yang lain pada 2014. Pertemuan Joseph Erwin atau akrab disapa Joseph, melahirkan ide untuk memulai bisnis kopi di Pulau Bali, pusat destinasi wisata mancanegara yang ada di Indonesia. Produk unggulan yang ditawarkan adalah minuman berbasis kopi arabika berkualitas. Didukung dengan ambience dan lokasi yang strategis, tawaran makanan serta hiburan yang terus berevolusi tiap tahunnya, Titik Temu hadirkan pengalaman kedai kopi yang berbeda. Walaupun pertumbuhan bisnis kopi berkembang pesat, dalam perjalanannya Titik Temu juga menemukan tantangan tersendiri. Pandemi menghantam bisnis Titik Temu dengan cukup hebat. Ketika semua bisnis berbondong-bondong untuk banting setir ke sejumlah kanal penjualan online, opsi ini dirasa kurang pas oleh Joseph.

Selain Titik Temu, UMKM lainnya yang dibawa ke perhelatan internasional tersebut adalah Batik Asmara Butik yang menghadirkan souvenir berupa scarf batik kepada para delegasi internasional dari dua puluh negara. Keunggulan dari Batik Asmara Butik adalah mereka menggunakan fabric printing yang memiliki water recycling system, sehingga mengurangi waste footprint berupa limbah air kotor ke sungai. Selama pandemi, Asmara Butik dihadapkan pada tantangan produksi ketika fluktuasi jumlah permintaan terjadi. UMKM itu juga menggunakan aplikasi Moka untuk membantu memantau dan menghitung kebutuhan stok, distribusi, dan transaksi penjualan secara real time, sekaligus mempermudah operasional usaha yang sebelumnya masih manual.

Inovasi Bisnis, Konflik Generasi

KT3 10 Sep 2022 Kompas

Mereka yang lahir belakangan, disebut milenial dan generasi Z, merasa pemikiran dan keputusan generasi sebelumnya terlalu jadul (zaman dulu). Krisis dan konflik kerap muncul di perusahaan karena perbedaan ini. Padahal, perbedaan umur bisa menjadi sumber pengetahuan hingga muncul inovasi. Konflik generasi atau usia ini kian menambah panjang fenomena keterbelahan di berbagai sisi kehidupan di banyak negara. Artikel dari tiga penulis di Harvard Business Review tahun lalu, ”Harnessing the Power of Age Diversity” menyebutkan, konflik antargenerasi adalah fenomena kuno. Namun, di pengujung 2019, ketika sebuah balasan dalam perbincangan yang terkesan kasar, yaitu “OK, Boomer”, jadi viral, konflik antargenerasi pun mengeras. Balasan ”OK, Boomer” itu menangkap kesenjangan yang menganga antara generasi atas  setiap masalah yang tampak, seperti aktivisme politik, perubahan iklim, media sosial, teknologi, privasi, dan identitas jender.

Riset SHRM Foundation menyebutkan, saat perusahaan melakukan transformasi karena kehadiran teknologi baru, fenomena tenaga kerja juga berubah karena kehadiran lima generasi yang bekerja di tempat yang sama. Tenaga kerja saat ini benar-benar multigenerasi. Keadaan ini menciptakan tantangan karena gaya komunikasi berbeda, praktik kerja berbeda, dan harapan dari pemberi kerja juga berbeda, tetapi pada saat yang sama juga menciptakan peluang signifikan. Tiap generasi yang berbeda itu membawa pengalaman dan keterampilan berbeda pula. Hasil riset di Harvard Business Review, tim beragam usia sangat berharga karena menyatukan orang-orang dengan kemampuan, keterampilan, pengetahuan, dan jaringan yang saling melengkapi. Jika dikelola secara efektif, mereka dapat menawarkan pengambilan keputusan lebih baik, kolaborasi lebih produktif, dan peningkatan kinerja secara keseluruhan. Temuan mesin pencetak 3D yang murah, misalnya, berasal dari tim lintas generasi. Semua ini terjadi hanya jika anggota bersedia untuk berbagi dan belajar dari perbedaan mereka. (Yoga)


BISNIS DIGITAL : GROSIR DARING BERSAING KETAT

HR1 25 Aug 2022 Bisnis Indonesia

Pasar bisnis grosir daring atau e-grocery di Indonesia terus menarik minat pemain baru sehingga menimbulkan persaingan ketat, meskipun tidak sedikit pemain lama yang justru gulung tikar. Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda mengatakan ada beberapa pemain besar yang sudah mempunyai ekosistem tersendiri mulai masuk ke layanan e-grocery seperti Tokopedia. “Ini memberikan persaingan ke e-grocery yang sudah terlebih dahulu ada,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (23/8). Menariknya bisnis grosir daring sesuai dengan laporan dari Google, Temasek, dan Bain Company, disebutkan pasar bisnis layanan e-grocery merupakan kedua tertinggi setelah layanan pesan antar makanan di Asia Tenggara.


Sinar Mas dan Lazada Resmi Memiliki Dana

HR1 11 Aug 2022 Kontan

Kongsi di dompet digital Dana semakin banyak. Tidak main-main, Dana berhasil mengumpulkan konglomerasi keuangan digital. Dana mengumumkan penyelesaian transaksi investasi terbaru dari Sinar Mas dan perusahaan e-commerce, Lazada Group. Masuknya kedua nama ini menambah lagi nama perusahaan yang sudah ada di dalam ekosistem Dana. Vince Iswara, CEO & Co-Founder Dana Indonesia meyakini, melalui dukungan kedua investor dapat memperkuat peningkatan layanan keuangan digital bagi masyarakat Indonesia. Lazada juga meyakini masuknya mereka sebagai langkah untuk bisa melengkapi jejaring bisnis mereka selama ini. Sinar Mas masuk ke Dana ini melalui anak usahanya PT Dian Swastatika Sentosa Tbk.

EKSPANSI BISNIS : PJB Siap Masuk ke Laos

HR1 26 Jul 2022 Bisnis Indonesia

PT Pembangkitan Jawa Bali terus memperluas potensi kerja sama internasional dengan sejumlah negara, salah satunya dengan badan usaha milik negara atau BUMN asal Laos. Direktur Utama Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Gong Matua Hasibuan mengatakan bahwa pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan Electricite Du Laos (EDL) sebagai perusahaan energi asal Laos terkait dengan kerja sama pengelolaan pembangkit pada 22 Juli 2022. Terdapat sejumlah kesepakatan yang dituangkan dalam MoU tersebut, seperti kerja sama feasibility study (FS) jasa O&M dan MRO, pembentukan joint venture company atau konsorsium untuk mengimplementasikan kolaborasi bisnis, serta penyediaan teknologi pembangkitan. Gong Matua menjelaskan bahwa kerja sama dengan Laos tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan secara virtual kedua belah pihak yang difasilitasi oleh KBRI untuk Republik Demokratik Rakyat Laos pada 19 Oktober 2021.

Perluasan Pabrik, PT Arwana Citramulya Tbk Investasi Rp 300 Miliar

KT1 21 Jul 2022 Investor Daily (H)

Industri keramik di Tanah Air terus menggeliat untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor, dengan meningkatkan kapasitas produksi melalui investasi baru  atau perluasan pabrik. Salah satunya adalah PT Arwana Citramulia Tbk yang menggelontorkan  investasi sebesar Rp 300 miliar untuk penambahan kapasitas sebesar 3 juta meter persegi dari Plant 5B untuk produksi ubin keramik  60x60 cm. Selain itu penambahan kapasitas sebanyak 4,4 juta meter persegi dari proyek Plant 5C yang akan dimulai berproduksi pada awal 2023 dengan kebutuhan tenaga kerja lokal hingga 401 orang. Plt. Direktur Jenderal  Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKTF) Kementerian Perindustrian  (Kemenperin) Ignatius Warsito menyampaikan, pihaknya memberikan apresiasi  kepada PT Arwana Citramulia Tbk yang telah merealisasikan investasinya, karena akan memberikan  dampak luas bagi perekonomian  nasional. "Dalam pengembangan industri keramik, kita harus mengoptimalkan sumber daya produksi dalam negeri dengan visi menjadikan Indonesia  kembali masuk dalam lima besar produsen ubin keramik dunia," kata dia melalui keterangan tertulisnya, Jakarta. (Yetede)

PEMINDAHAN IBU KOTA : Jakarta Bakal Jadi Pusat Bisnis

HR1 04 Jul 2022 Bisnis Indonesia

Kalangan pelaku usaha optimistis Jakarta akan dapat mengambil peran penting sebagai salah satu kota pusat bisnis terpenting di dunia meskipun tidak lagi memegang fungsi sebagai ibu kota negara. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jaya Sona Maesana mengatakan Jakarta akan siap bersaing dengan kota-kota besar lain di dunia untuk menjadi salah satu pusat bisnis global dengan potensi bisnis yang dimiliki dan didukung oleh infrastruktur memadai. “Kami siap mendukung Jakarta sebagai kota pusat bisnis kelas dunia jika nanti tidak lagi menjadi ibu kota negara,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (3/7). Ketua Kadin Jaya Diana Dewi optimistis pelaku usaha di wilayah Jakarta mempunyai peluang bisnis yang prospektif meskipun Jakarta tidak lagi menjadi ibu kota negara.Jakarta mempunyai keunggulan dari sisi infrastruktur. Ini tentu menjadi kelebihan yang dapat diunggulkan oleh Jakarta sebagai kota pusat bisnis,” ujarnya.

ANTM Menyepuh Bisnis Nikel dan Emas

HR1 02 Jul 2022 Kontan

PT. Aneka Tambang Tbk (ANTM) memperkuat dua lini bisnis utamanya, nikel dan emas. Kedua bisnis ini menyumbang 96% penjualan ANTM di akhir tahun lalu. ANTM berencana melakukan spin-off sebagian segmen usaha pertambangan nikel yang berlokasi di halmahera Timur di Maluku Utara. Spin-off akan dilakukan kepada dua entitas anak usaha ANTM, yaitu PT. Sumberdaya Arindo (SDA) dan PT. Nusa Karya Arindo (NKA). Pemisahan sebagian bisnis nikel ini untuk mendukung pengembangan di masa mendatang. Di bisnis emas, ANTM memperkuat bisnis pelanggan logam mulia di pasar domestik dengan ketersediaan produk berkualitas. 

Pertalite Hanya Bagi Mobil Bermesin di Bawah 2,000 cc

HR1 28 Jun 2022 Kontan (H)

Masyarakat kelas menengah tidak akan leluasa membeli BBM subsidi. Pasalnya, pemerintah bersiap membatasi konsumsi Pertalite dan Solar. Dalam kajian awal, pemilik mobil dengan kapasitas di atas 2.000 cc dilarang membeli Pertalite. "Sementara hasil kajiannya begitu (untuk kendaraan di atas 2.000 cc)," ungkap Saleh Abdurrahman, Anggota Komite BPH Migas, kepada KONTAN, Senin (27/6).

Bisnis Rokok Elektrik Kian Suram

HR1 25 Jun 2022 Kontan (H)

Lonceng bahaya bagi bisnis rokok elektrik berdentang. Amerika Serikat (AS) resmi melarang penjualan rokok elektrik milik Juul Labs. Mengutip Reuters kemarin, Badan Administrasi Makanan dan Obat-Obatan (FDA) AS melarang penjualan rokok elektrik Juul Kamis (23/6). FDA menyebut, Juul tidak memiliki cukup bukti, produk yang dijual aman terhadap kesehatan setelah melakukan peninjauan data hampir dua tahun.