Bisnis
( 689 )Hidup Kian Sulit, Nasabah Kecil Mulai Makan Tabungan
Yang kaya semakin kaya, sementara yang miskin makin terhimpit. Inilah cerminan pertumbuhan simpanan nasabah di perbankan.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, per Agustus 2022, simpanan nasabah dengan nominal di atas Rp 5 miliar meningkat 3,3% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 3.975 triliun. Jika dibandingkan dari tahun 2014, pertumbuhan simpanan di atas Rp 5 miliar hingga 109%.
Menurut Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan, data itu menggambarkan nasabah kaya lebih memilih mengamankan uang mereka di tengah tekanan ekonomi. Menempatkan dana di deposito dianggap lebih aman daripada diinvestasikan. Apalagi, tren bunga perbankan juga sedang naik.
Sedangkan dari sisi nasabah kecil mulai banyak menarik uang, karena terdampak perlambatan ekonomi. "Nasabah ritel perlu mengambil simpanan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari," kata Trioksa, Rabu (19/10).
BUMN Harus Adaptif di Tengah Perubahan
Menteri BUMN Erick Thohir, Rabu (12/10) di Jakarta, mengatakan, bisnis apa pun, termasuk milik BUMN, akan sulit berjalan dan berkelanjutan tanpa ada loyalitas pelanggan. BUMN harus adaptif di tengah perubahan dan tantangan global. ”Jadikan pelanggan sebagai inspirasi dan pengalaman berinovasi sehingga bisnis yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga pada kepuasan pelanggan,” kata Erick. (Yoga)
BISNIS BATU BARA : Babak Baru Kongsi Salim dan Bakrie
Restu pemegang saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) atas aksi korporasi private placement membuka gerbang kongsi Grup Salim dan Grup Bakrie di sektor pertambangan batu bara. Lampu hijau untuk menggelar Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) diperoleh BUMI dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dilaksanakan pada Selasa (11/10). Berdasarkan hasil pemungutan suara pemegang saham BUMI, sebanyak 96,22% pemegang saham setuju atas rencana private placement dan hanya 3,07% pemegang saham yang menyatakan tidak setuju. Berbekal persetujuan pemegang saham, BUMI bakal mendapat aliran dana segar senilai Rp24 triliun atau setara dengan US$1,6 miliar. Nilai fantastis yang akan diterima oleh entitas pertambangan batu bara di bawah kendali Grup Bakrie itu bakal diterima dari dua entitas yang terafiliasi dengan Anthoni Salim. Adapun, dua entitas afiliasi Grup Salim yang akan menyerap emisi 200 miliar saham Seri C BUMI yang diterbitkan dengan skema private placement yaitu Mach Energy (Hong Kong) Limited dan Treasure Global Investment Limited. Apabila ditelisik, pemegang saham Mach Energy terdiri atas PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) dengan kepemilikan saham 42,5% di bawah kendali grup Bakrie, Colver Wide Limited dengan kepemilikan saham 15% dan dikendalikan oleh Agoes Projosasmito, dan terakhir 42,5% saham dimiliki oleh Mach Energy Pte.Ltd. yang berbasis di Singapura dan berada di bawah kendali Anthoni Salim alias Grup Salim.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bumi Resources Sri Dharmayanti mengatakan dana superjumbo yang dihimpun akan digunakan untuk pembayaran kewajiban perseroan yang akan jatuh tempo. Dengan kata lain, BUMI kembali lolos dari jurang default alias gagal bayar berkat kucuran dana dari Grup Salim. “Dengan PMTHMETD ini posisi keuangan perseroan akan mengalami perbaikan dengan meningkatnya rasio likuiditas dan solvabilitas perseroan, beban keuangan yang menurun akan meningkatkan profitabilitas,” paparnya.
Musim Kebangkitan Bisnis MICE
Bisnis pengelolaan ruang pertemuan atau MICE mulai bangkit dan diperkirakan pulih 100 % pada 2023. Nyaris nihil celah yang tersisa di Hall B Jakarta Convention Center (JCC), yang menjadi lokasi Indonesia Comic Con 2022. Pada 1-2 Oktober lalu, ruangan itu diserbu pencinta kultur pop dunia, dari film, game, komik, hingga musik. Selain itu, ada peraga kostum alias cosplayer yang ingin berekspresi di depan publik. Tak diragukan, pesta dua hari itu pun menguntungkan ratusan pegiat usaha yang membuka gerai dan wahana hiburan di sana. Setelah mati suri selama dua tahun akibat pandemi Covid-19, Comic Con keenam yang diadakan di Indonesia itu sukses mengobati kerinduan para pengunjungnya. Sejak pagi, antrean masuk yang mengular hingga puluhan meter di pintu Balai Sidang Senayan membuktikan antusias tersebut. Indonesia Comic Con 2022 hanya satu dari segelintir acara yang diagendakan di venue elite Ibu Kota tersebut. Selama beberapa bulan terakhir, JCC pun dipakai untuk pameran, konser, serta acara publik pemerintah dan pihak swasta, bahkan rapat kerja partai politik. Bila merujuk pada laman web JCC, terdapat 16 acara yang sudah terjadwal sejak hari ini hingga akhir 2022. (Yoga)
Prospek Menarik Bisnis Kendaraan Listrik
Bisnis kendaraan listrik di Indonesia kian molek. Antusiasme masyarakat dan kebijakan pemerintah untuk mendukung elektrifikasi, membuat calon investor kendaraan listrik makin kepincut. Belum lama ini, Presiden Joko Widodo menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) No. 7/2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Beleid itu bertujuan mempercepat pelaksanaan program penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagai kendaraan dinas operasional baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah (pemda). Inpres itu cukup efektif menjadi pemanis bagi pebisnis otomotif menyeriusi bisnis kendaraan listrik atau battery electric vehicle (BEV). Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan BEV secara wholesales atau pengiriman pabrik ke diler menorehkan rekor terbaru. Sepanjang Januari-Agustus tahun ini, sebanyak 1.635 unit BEV berhasil dilego. Pencapaian itu melonjak hingga 200% dibandingkan dengan penjualan 545 unit pada periode sama tahun lalu. Brand & Marketing Director PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) Dian Asmahani mengatakan Wuling memang gencar menghadirkan model baru kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Dalam ajang Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2022 di Jakarta, Wuling memperkenalkan lebih luas mobil listrik dan hybrid di Indonesia yaitu Wuling Air ev dan Almaz Hybrid Concept. Data Electric Vehicle Association of Thailand (EVAT) mencatat penjualan mobil listrik secara kumulatif selama semester I/2022 untuk segmen HEV di Negeri Gajah Putih mencapai 220.113 unit atau naik 16,4% secara year-on-year (YoY) dibandingkan dengan periode sama di tahun sebelumnya sebanyak 196.582 unit.
Pebisnis Mulai Pesimistis
Para pelaku bisnis di dalam negeri sedang was-was. Pasalnya, ancaman resesi global kian nyata dan bisa berdampak bagi perekonomian Indonesia. Kondisi tersebut ikut menyurutkan optimisme para CEO perusahaan dalam memandang prospek ekonomi ke depan.
Berdasarkan survei terakhir KONTAN, yang tergambar dalam Indeks Keyakinan CEO Indonesia atau Indonesia CEO Confidence Index (ICCI) kuartal IV-2022, optimisme para perusahaan di Indonesia menciut. Secara umum, keyakinan para chief executive officer (CEO) masih di jalur optimisme dengan skor 3,50.
Namun, keyakinan itu berada di level terendah tiga kuartal berturut-turut (lihat infografik).Para pebisnis mencermati perkembangan ekonomi global. Tren inflasi tinggi melanda sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris dan beberapa negara Eropa. Hal ini akibat akumulasi dari dampak pandemi, konflik geopolitik Rusia-Ukraina, hingga krisis energi. Sejumlah negara pun diramal bakal masuk jurang resesi.
Potensi resesi global bukan isapan jempol. Terlebih lagi, The Fed sudah mengerek suku bunga acuan, sehingga dollar AS perkasa terhadap banyak mata uang negara lain.
Inovasi Bisnis, Saatnya Memilih Robot
Sebuah perdebatan muncul di Australia ketika ongkos tenaga kerja meningkat, sementara pasokan tenaga kerja di restoran cepat saji tidak memadai. Pilihannya adalah mengubah aturan ketenagakerjaan sehingga anak berusia 13 tahun bisa bekerja di industri itu atau menggunakan robot. Keluhan yang mirip tengah terjadi di banyak negara. Revolusi dunia tenaga kerja tengah terjadi. Restoran cepat saji di Australia sulit mendapatkan pegawai. Jika mendapat pun, tingkat pekerja yang keluar dari pekerjaan itu sangat besar. Laporan Financial Times menyebutkan, mereka kemudian membuat proposal yang menurunkan syarat umur tenaga kerja di industri itu dari 17 tahun menjadi 13 tahun. Di sisi lain, industri juga makin terbebani dengan upah tenaga kerja yang makin mahal. Akan tetapi, proposal itu dinilai kontroversial. Oleh karena itu, muncul ide untuk menggunakan robot dalam mengoperasikan penggorengan dan pembuatan burger. Kabarnya robot ini mampu mengurangi 10 % buruh di satu restoran. Ongkos yang bisa dihemat mencapai 163.000 dollar AS per tahun. Investasi untuk dua robot 60.000 USD. Angka ini bisa kembali dalam waktu empat bulan jika robot bekerja tanpa gangguan.
Menurut laman Singularity Hub, kekurangan tenaga kerja yang parah dan sebagian besar tidak terduga di berbagai sektor ekonomi menjadi pendorong penggunaan robot. Salah satu industri yang paling bermasalah adalah restoran. Tampaknya robot memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan untuk urusan layanan makanan. Salah satu robot yang mendapat ”berkah” di tengah masalah saat ini adalah Flippy. Ia menjalankan debutnya tahun 2017 untuk menangani burger di rantai makanan cepat saji di California. Sejak itu Miso Robotics, produsen Flippy, telah memperluas kemampuan robot seperti membuat versi yang dapat memasak sayap ayam, kentang goreng, dan makanan berminyak lainnya. Mereka telah mengumumkan rencana untuk memasang robot di lebih dari 100 restoran tahun ini.
Masa depan penggunaan robot tak terelakkan lagi dalam industri makanan dan industri lainnya. Apalagi minat dan studi tentang robot makin berkembang, bahkan hingga di kalangan anak-anak. Di AS masalah ini sangat nyata. Meskipun 23,8 juta orang AS kehilangan pekerjaan atau setengah menganggur, banyak orang yang melamar pekerjaan manufaktur tidak memenuhi syarat. Perusahaan perekrut mengatakan, di luar keterampilan teknis yang diperlukan, mereka tidak memiliki keterampilan kognitif yang penting. Penggunaan robot di tengah berbagai masalah makin tak terelakkan. Menurut riset lembaga konsultan McKinsey & Company, sejumlah fasilitas yang sangat canggih, seperti penggunaan teknologi digital, otomatisasi, analitik, dan robot, bakal menonjol pada masa depan. (Yoga)
Komitmen Bisnis MUFG di Indonesia
Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) menegaskan komitmen bisnisnya di Indonesia melalui kunjungan resmi Hironori Kamezawa, Presiden dan CEO MUFG Group, ke Jakarta. ”Saya tergugah oleh komitmen Pemerintah Indonesia dalam berinvestasi di infrastruktur dan menyambut investasi asing sebagai bagian dari cetak biru Visi Indonesia 2045,” kata Kamezawa, Selasa (13/9). (Yoga)
Titah Menteri: Semua BUMN Gunakan Kendaraan Listrik
Pemerintah tengah menginjak pedal gas untuk memacu ekosistem kendaraan listrik. Langkah terbaru adalah memerintahkan seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mulai menggunakan kendaraan listrik.
Titah itu tertuang dalam Surat Menteri BUMN Erick Tohir bernomor S-565/MBU/09/2022 tentang Dukungan Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai atau
Battery Electric Vehicle
(BEV) untuk Transportasi Jalan. Surat yang terbit pada Senin (12/9) tersebut ditujukan kepada 84 direktur utama perusahaan pelat merah.
Dalam surat yang salinannya juga diterima KONTAN, Erick Thohir meminta seluruh BUMN mendukung percepatan program kendaraan listrik berbasis baterai, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Misalnya, meningkatkan penggunaan berbagai jenis mobil listrik berbasis baterai di grup perusahaan, yakni sebagai kendaraan dinas direksi dan pimpinan perusahaan, kendaraan operasional perusahaan (kendaraan roda dua maupun roda empat), serta program kepemilikan kendaraan bagi karyawan
(car ownership program).
Potensi Bisnis : Dari Pasar Lokal ke Perhelatan Global
Dua UMKM lokal, yaitu Kopi Titik Temu dan Batik Asmara Butik terpilih mengikuti perhelatan Digital Innovation Network (DIN) sebagai rangkaian dari Presidensi G20. Dalam perhelatan tersebut, Titik Temu menyajikan kopi serta camilan khas Indonesia bagi para delegasi internasional dari 20 negara Titik Temu merupakan usaha kopi yang didirikan oleh Joseph Erwin bersama 14 rekannya yang lain pada 2014. Pertemuan Joseph Erwin atau akrab disapa Joseph, melahirkan ide untuk memulai bisnis kopi di Pulau Bali, pusat destinasi wisata mancanegara yang ada di Indonesia. Produk unggulan yang ditawarkan adalah minuman berbasis kopi arabika berkualitas. Didukung dengan ambience dan lokasi yang strategis, tawaran makanan serta hiburan yang terus berevolusi tiap tahunnya, Titik Temu hadirkan pengalaman kedai kopi yang berbeda. Walaupun pertumbuhan bisnis kopi berkembang pesat, dalam perjalanannya Titik Temu juga menemukan tantangan tersendiri. Pandemi menghantam bisnis Titik Temu dengan cukup hebat. Ketika semua bisnis berbondong-bondong untuk banting setir ke sejumlah kanal penjualan online, opsi ini dirasa kurang pas oleh Joseph.
Selain Titik Temu, UMKM lainnya yang dibawa ke perhelatan internasional tersebut adalah Batik Asmara Butik yang menghadirkan souvenir berupa scarf batik kepada para delegasi internasional dari dua puluh negara. Keunggulan dari Batik Asmara Butik adalah mereka menggunakan fabric printing yang memiliki water recycling system, sehingga mengurangi waste footprint berupa limbah air kotor ke sungai. Selama pandemi, Asmara Butik dihadapkan pada tantangan produksi ketika fluktuasi jumlah permintaan terjadi. UMKM itu juga menggunakan aplikasi Moka untuk membantu memantau dan menghitung kebutuhan stok, distribusi, dan transaksi penjualan secara real time, sekaligus mempermudah operasional usaha yang sebelumnya masih manual.Pilihan Editor
-
Melawan Hantu Inflasi
10 Mar 2022 -
Krisis Ukraina Meluber Menjadi ”Perang Energi”
10 Mar 2022 -
Ekspor Sarang Walet Sumut Tembus Rp 3,7 Triliun
24 Feb 2022









