Bisnis
( 689 )Menuju Pemulihan Bisnis MICE
Indonesia Comic Con hanya satu dari sekian ekshibisi tahunan yang kembali digelar di Jakarta Convention Center setelah dua tahun vakum akibat pandemi. Pameran budaya pop yang selalu diserbu penggemar film, komik, mainan, dan tokoh fiksi ini pertama kali dipopulerkan di San Diego, Amerika Serikat, pada 1970. Di Indonesia, agenda ini dipromotori PT Panorama JTB Tours, anak usaha PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) yang berfokus menggarap segmen tur wisata, transportasi, serta media. Panorama JTB Tours awalnya bernama Panorama Tours sebelum akhirnya melebur dengan JTB, biro perjalanan asal Jepang, pada 2017.
Presiden Direktur Panorama JTB Tours, Royanto Handaya, mengatakan jaringan JTB di 37 negara membantu ekspansi bisnis Grup Panorama. Di awal merger, kongsi Panorama dan JTB ini sempat menargetkan pertumbuhan usaha hingga 300 persen dalam lima tahun. Namun target itu terjegal pandemi. “Sekarang kami ingin kembali sehat dulu agar bisa tumbuh lagi,” ucapnya kepada Tempo sambil berkeliling di antara tenant pengisi Indonesia Comic Con: Pop Asia pada 23 Juni 2023. Indonesia Comic Con menjadi salah satu hasil kemitraan bisnis Panorama di bidang meeting, incentive, convention, exhibition (MICE). Lini bisnis MICE ini sempat menjadi yang paling terkena dampak oleh pembatasan mobilitas, tapi kini menjadi ujung tombak pemulihan perusahaan. (Yetede)
Telkom Akan Fokus Garap Segmen B2B
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk akan sepenuhnya menggarap segmen bisnis ke bisnis (B2B). Direktur Enterprise & Business Service Telkom Indonesia FM Venusiana R menyampaikan, Kamis (6/7/2023), keputusan korporasi itu dilakukan setelah lini usahanya di bidang layanan jaringan tetap telekomunikasi, IndiHome, diintegrasikan ke bisnis Telkomsel selaku anak usaha. (Yoga)
Pebisnis Utama AS Terus Datangi China
Bill Gates menyusul para pebisnis utama AS yang lebih dulu mendatangi China. Mantan pemimpin Microsoft itu datang kala China terus kesulitan bangkit dari dampak pandemi Covid-19. Gates mendarat di Beijing pada Rabu (14/6) untuk menemui mitra Gates Foundation. Dalam laporan pada Kamis (15/6), Reuters menyebut Gates akan bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing, Jumat ini. Xi dan Gates terakhir kali bertemu pada 2015 di Hainan. Pada awal pandemi Covid-19, Xi mengirimkan surat untuk menyampaikan terima kasih kepada Gates yang menjanjikan bantuan 5 juta USD untuk penanggulangan pandemi. Selama 15 tahun terakhir, Gates Foundation bekerja sama dengan sejumlah mitra di China. Sebelum Gates, Xi telah menjamu Presiden Honduras Iris Xiomara Castro Sarmiento dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Gates tiba beberapa hari sebelum Menlu AS Antony Blinken melawat ke Beijing. Blinken rencananya akan tiba pada 18 Juni 2023. Blinken mendadak membatalkan rencana lawatan ke China Februari lalu. Insiden balon menjadi penyebab pembatalan itu. Kini belum ada pembatalan meski pekan lalu meruak kabar soal stasiun mata-mata China di Kuba. Gates mendatangi China beberapa pekan selepas sejumlah pebisnis dan pemimpin bisnis utama AS-Eropa Barat berkunjung ke China. Pemimpin Tesla-Twitter Elon Musk mendatangi China pada akhir Mei 2023. Ia, antara lain, meninjau pabrik mobil dan baterai Tesla di Shanghai. Ia juga bertemu sejumlah menteri dan petinggi China. Analis senior pada lembaga investasi Kraneshares, Anthony Sassine, menyebut Musk dan China sama-sama diuntungkan dari lawatan itu. Hingga 50 % penjualan Tesla dicatatkan di China. Pabrik di China menghasilkan 20 % dari seluruh produksi Tesla. ”Kunjungan ini untuk memastikan Tesla dan kebijakan China selalu sejalan,” katanya kepada CNBC. (Yoga)
Sejalan Pandemi yang Mereda, Bisnis Pertemuan Menggeliat Lagi
Bisnis pertemuan, insentif, konvensi, dan ekshibisi diyakini bakal bertumbuh seiring dengan meredanya pandemi Covid-19 serta perekonomian yang semakin pulih. Penyelenggaraan Pemilihan Umum 2024 juga dinilai bisa membuka peluang bagi pelaku industri ini. Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira saat dihubungi, Jumat (9/6) berpendapat, sector industri pertemuan, insentif, konvensi, pameran atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) berpotensi terus bertumbuh seiring pandemi Covid-19 yang mereda. Di sisi lain, animo untuk menggelar pameran atau ekshibisi semakin besar.
”Sekarang ruang rapat di hotel-hotel mulai penuh dan kebangkitan industri MICE ini mungkin akan terus berlanjut. Meski tetap ada tantangan, anggaran belanja MICE yang sempat tertahan sekarang sudah mulai dicairkan oleh korporasi maupun pemerintah,” ujarnya. Menurut Bhima, perhelatan pemilu yang akan berlangsung dapat turut mendukung pertumbuhan MICE. Sebab, agenda itu sering memanfaatkan tempat-tempat ekshibisi di hotel. Selain itu, kepanitiaan Indonesia di sejumlah acara internasional memberikan peluang bagi industri MICE untuk tumbuh lebih tinggi. Situasi positif itu, tecermin pada kinerja PT Dyandra Media International tbk atau Dyandra, pelaku industri MICE, yang membukukan laba bersih Rp 55,9 miliar pada triwulan I-2023, naik 533 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (Yoga)
Jalin Kerjasama dengan AWS, Metrodata Catatkan Pertumbuhan Bisnis 275%
JAKARTA,ID-PT Metrodata Elektronics Tbk (Metrodata), perusahaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang bergerak dibidang layanan digital serta distribusi perangkat keras dan lunak, mengumumkan pencapaian pertumbuhan bisnis bersama Amazone Web Services (AWS) hingga 257%. Pencapaian tersebut diraih, setelah dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Strategis (Stategic Collaboration Agreement/SCA) pada Oktober 2021. Hingga saat ini, Metrodata telah membantu lebih dari 60 organisasi di Indonesia yang bergerak dibidang jasa keuangan, manufaktur, distribusi, ritel, layanan publik, dan industri nirlaba untuk bertansformasi secara digital menggunakan AWS. "Perjanjian Kerja Sama Strategis kami dengan AWS telah membantu kami dalam memenuhi permintaan yang semakin meningkat dari para pelanggan dalam mengadopsi penggunaan cloud-first untuk mendorong transformasi digital," kata Alexander Kuntoro, Presiden Direktur PT Mitra Integrasi Informatika dalam keterangan persnya, Rabu (7/6/2023). Untuk memenuhi permintaan pelanggan yang terus meningkat akan layanan cloud, Metrodata menyediakan Cloud Center of Exellence (CCOE). CCOE ini bekerja sama dengan para tenaga ahli AWS Cloud untuk mendorong terciptanya inovasi, meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan pengeluaran, dan mengembangkan bisnis mereka. (Yetede)
Diversifikasi Bisnis Topang Kinerja Sarana Menara
JAKARTA,ID-PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) tengah menikmati hasil dari diversifikasi bisnis, meski laba bersih sedikit di bawah ekspektasi analis. Adapun pendapatan di bisnis non-menara tercatat melonjak 67% menjadi Rp803,3 miliar pada kuartal 1-2023, sedangkan bisnis menara menurun 3,6% menjadi Rp 2,06 triliun. Menurut analis Shinhan Setiwijaya, Laba Bersih Sarana Menara terkoreksi menjadi Rp 752,43 miliar per kuartal 1-2023, turun 14,82% (QoQ) dan tergerus 11,85% (YoY), mencerminkan 21% dari proyeksi setahun penuh. Sementara, kenaikan pendapatan 9,37% pada periode ini ditopang oleh diversifikasi bisnis non-menara. "Kami mempertahankan rekomondasi beli saham TOWR dengan target harga Rp1.520 per saham." ungkap Anisa dalam riset terbaru. Sejalan dengan pendapatan yang tinggi, beban pokok pendapatan naik 13,38% (YoY) menjadi Rp805,11 miliar (lebih tinggi dari pertumbuhan pendapatan sekitar 9,4% (YoY), dan beban usaha tumbuh 10,95% (yoy) disumbang oleh beban penjualan&pemasaran yang lebih tinggi (melonjak 38,02% YoY) dengan beban GA (naik 5,32% YoY). "Hasil ini didorong oleh permintaan yang lebih tinggi dari perusahaan operator jaringan seluler (MNO), yang saat ini sedang meningkatkan jaringan 4G mereka. Seperti model menara, FTTT memiliki kontrak kerja panjang yang tidak dapat dibatalkan," ungkap Anisa. (Yetede)
Amman Mineral Incar Dana Rp 12,9 Triliun
Perusahaan tambang PT Amman Mineral Internasional Tbk berencana melepaskan 10 persen saham atau sebanyaknya 7,2 miliar saham. Adapun harga penawaran berkisar antara Rp 1.650 dan Rp 1.775 per saham. Dengan demikian, potensi dana yang diserap sebesar Rp 12,9 triliun. ”Aksi korporasi ini merupakan salah satu langkah strategis untuk mengembangkan bisnis yang berkelanjutan di era transisi energi,” kata Presiden Direktur Amman Alexander Ramlie di Jakarta, Rabu (31/5/2023). (Yoga)
Pemerintah Terbuka kepada Pelaku Bisnis Satelit Asing
Pemerintah membuka kesempatan bagi pelaku bisnis satelit mancanegara untuk mengembangkan infrastruktur. Sebab, tidak dimungkiri jika pengembangan satelit masih bergantung pada teknologi asing. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan Asia Pacific Satellite Communication System (Apsat) International Conference 2023, di Jakarta, Selasa (30/5/2023). (Yoga)
Digitalisasi Jadi Masa Depan Bisnis Toko Buku
JAKARTA, ID - Digitalisasi dan segmentasi khusus akan menjadi kunci bagi toko buku untuk tetap bertahan, seiring semakin berkurangnya kunjungan konsumen dan masifnya gempuran pemasaran buku lewat perdagangan elektronik (e-commerce). Toko buku yang masih mengandalkan konsep lama dalam hal pemasaran diyakini akan tersingkir, karena tidak bisa mengikuti perkembangan zaman dan keinginan konsumen generasi milenial. “Toko buku kalau masih mengandalkan pola pikir lama dengan hanya menjual buku di rak-rak, lama-lama tidak akan ada pengunjungnya lagi. Mereka harus berani mengubah konsep dan mengikuti perkembangan tren di masyarakat,” kata pakar marketing Yuswohady kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (22/05/2023). Baru-baru ini, manajemen PT Gunung Agung Tiga Belas, perusahaan yang memiliki Toko Gunung Agung, mengumumkan rencana menutup semua toko atau outlet yang hanya tersisa lima toko pada tahun ini, dari 34 toko pada masa jayanya. Setelah beroperasi selama 70 tahun, toko buku legendaris ini harus menutup semua cabangnya, tidak mampu lagi menambal kerugian operasi yang semakin besar. Manajemen menjelaskan, sejak pandemi Covid-19 pada 2020, Toko Gunung Agung telah melakukan efisiensi dengan menutup beberapa toko, seperti di Surabaya, Semarang, Gresik, Magelang, Bogor, Bekasi, dan Jakarta. (Yetede)
Efisiensi, Disney Kurangi Ekspansi
Walt Disney Co melakukan efisiensi besar-besaran di berbagai lini bisnisnya. Pekan ini, perusahaan hiburan berskala internasional ini memutuskan menutup hotel mewah bertema Star Wars, yang berlokasi di Orlando, Amerika Serikat (AS).
Rencananya, hotel ini akan mulai menghentikan kegiatan operasional pada September nanti. Penutupan hotel ini terjadi kurang dari dua tahun setelah hotel tersebut mulai beroperasi. Hotel ini buka pertama kali di Maret 2022.
Chief Executive Officer
Walt Disney Bob Iger mengumumkan, perusahaan induk Marvel Studios ini berusaha mengurangi biaya hingga US$ 5,5 miliar.
Efisiensi ini dilakukan seiring upaya perusahaan ini mendorong agar bisnis TV
streaming
jadi lebih menguntungkan.
"Kami tengah mengkaji konten di layanan
direct to consumer
agar seiring dengan perubahan strategi dan pendekatan kami pada kurasi konten," tutur Christine McCarthy,
Senior Executive Vice President & Chief Financial Officer
Walt Disney, sebagaimana dikutip
Deadline.
Pilihan Editor
-
Mengelola Risiko Laju Inflasi
09 Jun 2022 -
Audit Perusahaan Sawit Segera Dimulai
08 Jun 2022 -
Penerimaan Negara Terbantu Komoditas
14 Jun 2022 -
Menkeu Minta Kualitas Belanja Pemda Diperbaiki
08 Jun 2022 -
Yusuf Ramli, Jalan Berliku Juragan Ikan
10 Jun 2022









