Digitalisasi Jadi Masa Depan Bisnis Toko Buku
JAKARTA, ID - Digitalisasi dan segmentasi khusus akan menjadi kunci bagi toko buku untuk tetap bertahan, seiring semakin berkurangnya kunjungan konsumen dan masifnya gempuran pemasaran buku lewat perdagangan elektronik (e-commerce). Toko buku yang masih mengandalkan konsep lama dalam hal pemasaran diyakini akan tersingkir, karena tidak bisa mengikuti perkembangan zaman dan keinginan konsumen generasi milenial. “Toko buku kalau masih mengandalkan pola pikir lama dengan hanya menjual buku di rak-rak, lama-lama tidak akan ada pengunjungnya lagi. Mereka harus berani mengubah konsep dan mengikuti perkembangan tren di masyarakat,” kata pakar marketing Yuswohady kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (22/05/2023). Baru-baru ini, manajemen PT Gunung Agung Tiga Belas, perusahaan yang memiliki Toko Gunung Agung, mengumumkan rencana menutup semua toko atau outlet yang hanya tersisa lima toko pada tahun ini, dari 34 toko pada masa jayanya. Setelah beroperasi selama 70 tahun, toko buku legendaris ini harus menutup semua cabangnya, tidak mampu lagi menambal kerugian operasi yang semakin besar. Manajemen menjelaskan, sejak pandemi Covid-19 pada 2020, Toko Gunung Agung telah melakukan efisiensi dengan menutup beberapa toko, seperti di Surabaya, Semarang, Gresik, Magelang, Bogor, Bekasi, dan Jakarta. (Yetede)
Tags :
#BisnisPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023