;
Tags

Bisnis

( 690 )

Bisnis Server Synology Naik 2 kali Lipat di RI

KT1 22 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Synology Inc, perusahaan penyedia solusi network attached storage (NAS) untuk penyimpanan, manajemen, perlindungan data, serta surveillance, mencatat peningkatan bisnis server dua kali lipat di pasar Indonesia setiap tahun. Peningkatan tersebut seiring dengan kepercayaan pelaku bisnis terhadap produk dan Synology. "Jadi, pertumbuhan dua kali lipat. Ini include semua  produk dari yang   model desktop kecil-kecil untuk home user atau kantor kecil sampai enterprise. Itu pertumbuhannya hampir semua rata, yaitu dua kali lipat. Jadi itu kita lihat dari sisi  sales/revenue Synology di Indonesia," kata Regional Managers Synology Indonesia Clara Hsu di Jakarta, Selasa (21/11/2023). Syanology juga  menyediakan solusi yang sangat beragam, mulai untuk bisnis kecil, menengah, sampe enterprise. Sedangkan solusi yang ditawarkan dalam bentuk layanan data management, on premise, hingga cloud. (Yetede)

Film "Di Ambang Kematian" Pecahkan Rekor, Tripar Multivision Incar Laba Bersih Rp 100 M

KT1 18 Nov 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) mengincar bersih tahun 2023 sebesar Rp 100 miliar, alias terbang 96% jika dibandingkan raihan laba bersih perseroan pada kuartal III-2023 sebesar Rp 51 miliar. Target tersebut kian realistis salah satunya berkat sokongan pendapatan dari film berjudul "Di Ambang Kematian" yang telah memecah rekor sebagai film terlaris kedua tahun ini. Menurut manajemen RAAM, film "Di Ambang Kematian" telah mencetak box office dengan total 3,3 juta penonton yang masih akan terus bertambah. Catatan mentereng film yang tayang sejak 28 September 2023 tersebut sekaligus memecah rekor sebagai film terlaris kedua pada tahun ini. Karena itu, emiten yang bergerak dibidang produksi dan distribusi film ini optimistis dapat mengakhiri 2023 dengan performa laba bersih tersebut. (Yetede)

Habiskan Rp 35 Triliun, Grup Astra Lanjut Ekspansi Bisnis

KT1 15 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-PT Astra Internasional Tbk (ASII)  telah menghabiskan dana jumbo hingga Rp34-35 triliun hanya dalam sembilan bulan 2023 untuk mendanai ekspansi dan belanja modal (capital expenditure/capex) di tujuh lini usaha perseroan. Meski telah mengeluarkan dana jauh lebih banyak dibanding 2022 yang sebesar Rp26,4 triliun,  salah satu grup konglomerasi papan atas di Indonesia tersebut menegaskan tidak akan mengerem investasi dan akan terus melihat peluang bisnis  baru ke depan. "Kami saat ini tidak memiliki rencana untuk menahan ekspansi. Apapun, selama ekspansi itu memang bisa kami danai dengan baik. Kami akan lihat nanti dengan berjalannya waktu, dan ekspansi tersebut memberikan satu manfaat serta return menjanjkan dan potensial," kata Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjandro dalam paparan publik Astra International, Selasa (14/11/2023). Djony menegaskan sangat penting bagi Astra untuk mempertahankan keunggulan portfolio inti yang dimiliki. (Yetede)

Emiten Prajogo Pangestu Kuasai Petrosea

KT1 08 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Konglomerat Prajogo Pengestu melalui PT Perindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) kembali memperluas bisnisnya dengan mengakuisisi 34% saham perusahaan kontraktor pertambangan, PT Petrosa Tbk (PTRO). Akuisisi saham PTRO milik PT Caraka Reksa Optima yang merupakan perusahaan kepunyaan konglomerat Haji Romo Nitiyudo Wachijo atau kerap disapa Haji Robert itu,  dilakukan CUAN melalui anak usahanya yakni PT Kreasi Jasa Persada (KJP). Setelah akuisisi rampung, KJP akan menjadi pengendali baru Petrosa. "Salah satu entitas anak yang dimiliki secara langsung dan dikendalikan oleh perseroan, yaitu PT Kreasi Jasa Persada (KJP) tengah dalam tahap negoisasi  serta telah menandatangani perjanjian pembelian saham bersyarat (PPSB) sehubungan dengan rencana  pembelian 342.925.700 saham, yang merupakan 34% dari total modal ditempatkan dan disetor didalam PT Petrosa Tbk (PRTO) yang dimiliki oleh PT Caraka Reksa Optima (CRO)," kata Direktur Utama dan Sekretaris Perusahaan Petrindo Jaya Kreasi Michael dalam keterangan resminya, Selasa (7/11/2023). (Yetede)

Kepastian Hukum demi Stabilitas Bisnis

KT3 03 Nov 2023 Kompas

Kepastian hukum masih menjadi momok bagi dunia usaha dalam melakukan ekspansi ataupun menggenjot investasi. Padahal, stabilitas dunia usaha di dalam negeri merupakan ”suplemen” untuk memperkuat daya tahan ekonomi nasional dari tren pelemahan ekonomi global. Vice CEO PT Pan Brothers Tbk Anne Patricia Sutanto mengungkapkan, pada dasarnya pengusaha bersemangat mengembangkan usaha di Indonesia. Namun, masih ada kendala, terutama di sisi kepastian hukum yang harus terus dibenahi untuk mendorong investasi.

”Untuk menuju Indonesia emas, selain pengembangan infrastruktur dan SDM, dunia usaha juga perlu kepastian hukum,” ujar Anne dalam dialog bersama Presiden yang menjadi acara puncak Kompas100 CEO Forum Powered by PLN di kawasan glamping IKN, Penajam Paser Utara, Kaltim, Kamis (2/11). ”Karena semua yang dunia usaha butuh kepastian hukum. Jangan sampai pengusaha yang niatnya berusaha terseret masalah hukum,” lanjutnya. (Yoga) 

Ambisi Dubai Menjadi Pusat Bisnis Global 10 Tahun ke Depan

KT3 03 Nov 2023 Kompas

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) berambisi menjadikan Dubai sebagai pusat bisnis global untuk sektor perdagangan, logistik, pariwisata, dan keuangan. Dubai siap bersaing dengan kota-kota dunia lainnya, seperti Tokyo, New York, London, dan Singapura, memanfaatkan berbagai potensi yang dimilikinya. Hal tersebut mengemuka dalam Dubai Business Forum (DBF) 2023. Kegiatan ini digelar kamar dagang Dubai (Dubai Chambers) di Madinat Jumeirah, Dubai, pada 1-2 November 2023. DBF tahun ini bertema ”Shifting Economic Power: Dubai and the Future of Global Trade” dan diikuti 2.000 peserta dari Asia, Afrika, Eropa, dan AS.

Wapres dan PM UEA yang juga Emir Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum pada Januari 2023 meluncurkan Agenda Ekonomi Dubai yang dikenal dengan ”D33”. Selain menjadi kota global dunia, target D33 dalam 10 tahun mendatang adalah melipatgandakan nilai perdagangan luar negeri menjadi 25,6 triliun dirham, dan menambahkan 400 kota sebagai mitra perdagangan. Tahun 2033 dipilih untuk menandai 200 tahun berdirinya Dubai. Pada tahun 2033, Dubai diharapkan sudah menyelesaikan agenda ekonominya dan memosisikan diri sebagai pusat bisnis global paling penting. (Yoga) 

PELUANG BISNIS, Sektor Tertentu Berpeluang Melonjak karena Pemilu 2024

KT3 02 Nov 2023 Kompas

Bisnis sektor percetakan, periklanan, media, transportasi, logistik, makanan dan minuman, serta garmen berpeluang melonjak karena penyelenggaraan pemilu. Masifnya belanja iklan dan kampanye dari ribuan calon anggota legislatif, calon kepala daerah, bahkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden bisa melambungkan omzet usaha mereka. Pada ujungnya, belanja ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Dihubungi pada Rabu (1/11) Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual mengatakan, penyelenggaraan pemilu akan mendorong belanja jumbo berbagai aktivitas politik para calon yang berkompetisi. Selain pemilihan presiden, mengutip data Litbang Kompas, tercatat ada 541 daerah, baik provinsi, kabupaten, maupun kota, yang akan menggelar pilkada pada November 2024. Tahun depan juga akan ada ribuan calon yang berkompetisi di pemilu legislatif. Artinya, akan ada ribuan calon yang melakukan  aktivitas politik sehingga mendorong gelontoran belanja iklan dan kampanye.

Untuk penyelenggaraan pemilu, Komisi II DPR juga sudah menetapkan anggaran penyelenggaraan pemilu bagi KPU sebesar Rp 27,39 triliun dan Bawaslu sebesar Rp 11,6 triliun (Kompas, 12/9). Belanja jumbo ini akan tersalurkan ke sektor-sektor ekonomi, antara lain percetakan, periklanan, media, transportasi, logistik, makanan dan minuman, serta garmen. ”Ini akan mendorong sektor-sektor ekonomi itu mencatat kinerja yang lebih tinggi dibandingkan periode-periode sebe- lumnya,” ujar David. Lonjakan pendapatan di sektor-sektor tersebut diperkirakan mulai terjadi saat masa kampanye, yakni 28 November 2023-10 Februari 2024. Apabila terjadi putaran kedua pemilu presiden, kampanye berikutnya dijadwalkan pada 2-22 Juni 2024. Itu belum termasuk kegiatan pemilihan kepala daerah pada November 2024. Peningkatan jumlah uang beredar terkait belanja pemilu itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi dalam negeri. Gelontoran dana yang besar itu akan merangsang pertumbuhan ekonomi tahun ini dan tahun depan. (Yoga)

Bisnis Sinetron Dongkrak Pendapatan Multivision Plus

KT1 31 Oct 2023 Investor Daily (H)
PT Triper Multivision Plus Tbk (RAAM) atau MTV berhasil membukukan kinerja positif  sepanjang Januari-September 2023 dengan total pendapatan Rp231 miliar, naik dari Rp 227 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut disumbang dari beberapa lini bisnis perseroan, terutama segmen sinetron yang mengontribusi hampir setengah dari total pendapatan perusahaan. "Kontributor pendapatan tertinggi adalah sinetron yang menghasilkan Rp 109  miliar pada sembilan bulan 2023, naik 25%, dibandingkan tahun sebelumnya, diikuti oleh film sebesar Rp 50 miliar, dan digital sebanyak Rp35 miliar," kata Presiden Direktur  dan CEO RAAM Whora Anita Raghunath dalam keterangan resminya, Senin. Anita menyebutkan, pendapatan lainnya disumbang dari tiket serta makanan dan minuman (F&B) yang masing-masing memberikan kontribusi sebesar Rp 28 miliar dan Rp 9 miliar. (Yetede)

Ramai-ramai Terjun ke Bisnis Pay Later

KT1 07 Oct 2023 Tempo

JAKARTA — Perbankan nasional berbondong-bondong merambah segmen bisnis buy now pay later atau beli sekarang bayar nanti. Sebelumnya, layanan ini marak ditawarkan oleh perusahaan teknologi finansial atau pinjaman online serta perusahaan pembiayaan.  Kini perbankan menawarkan fasilitas kredit pay later untuk digunakan sebagai alternatif pembayaran. Hal yang membedakan dengan layanan pay later lainnya adalah akses fitur ini dilakukan langsung melalui aplikasi perbankan digital.


PT Bank CIMB Niaga Tbk tak ingin ketinggalan untuk ikut merilis fitur Paylater CIMB Niaga yang akan dihadirkan pada platform perbankan digital perseroan, yaitu OCTO Mobile dan OCTO Clicks. Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi menuturkan produk pay later diluncurkan untuk menyasar segmen nasabah yang belum memiliki kartu kredit agar dapat bertransaksi dengan cepat dan mudah. “Produk pay later dapat menjadi solusi bagi nasabah yang sering membeli barang dan jasa melalui e-commerce,” ujarnya kepada Tempo, kemarin, 6 Oktober 2023. (Yetede)

Bisnis Penangkapan Karbon Kian Dilirik

KT3 23 Sep 2023 Kompas

Teknologi penangkapan, penyimpanan, dan pemanfaatan karbon atau CCS/CCUS semakin dilirik perusahaan-perusahaan hulu minyak dan gas bumi di Indonesia, di tengah tuntutan transisi energi. Di samping bisa meningkatkan produksi, juga menjadi alternatif bisnis mengingat besarnya potensi kapasitas penyimpanan karbon di Tanah Air. Carbon capture and storage (CCS) ialah teknologi penangkapan dan penyimpanan emisi karbon sehingga tak terlepas ke atmosfer. Karbon dioksida (CO2) dari industri migas atau lainnya ditangkap untuk disuntikkan ke reservoir atau saline aquifer (reservoir air bersalinitas tinggi) sehingga CO2 larut atau tersimpan permanen. Sementara pada carbon capture, utilization, and storage (CCUS), karbon juga dimanfaatkan untuk peningkatan produksi migas.

Berdasarkan data studi kolaboratif SKK Migas, potensi kapasitas penyimpanan di Indonesia sekitar 2 gigaton pada sumur migas yang tak lagi berproduksi dan 10 gigaton pada saline aquifer. Potensi tersebut tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia. Deputi Eksploitasi SKK Migas Wahju Wibowo, pada 4th International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (ICIOG) 2023 yang diselenggarakan SKK Migas di Badung, Bali, Kamis (21/9) menuturkan, di hulu migas, CCS/CCUS menjadi alternatif  perimbangan karbon. Sebagai energi fosil, bagaimanapun, hulu migas masih menghasilkan emisi karbon. Proyek CCS/CCUS terdepan di Indonesia adalah oleh bp, perusahaan multinasional migas yang beroperasi di Teluk Bintuni, Papua Barat, lewat CCUS Tangguh. ”Dari kalkulasi bp, selama 30 tahun injeksi (CO2), yang ditargetkan mulai 2026 atau 2027, hanya butuh 2 % dari kapasitas penyimpanan yang dimiliki bp. Artinya, 98 % bisa dimanfaatkan oleh siapa saja,” kata Wahju. Dengan besarnya potensi yang dimiliki Indonesia, yang menjadi pertanyaan selanjutnya ialah bagaimana mengoptimalkannya. (Yoga)