Bisnis
( 690 )Inspirasi dari Kejadian Langka
Senin 8 April 2024, sejumlah wilayah di AS mengalami gerhana
matahari total. Kejadian langka ini menarik perhatian para pebisnis. Ada lalu lintas perbincangan yang bisa ”ditunggangi” para
jagoan pemasaran. Laman Forbes menyebut sebuah pertemuan unik dari berbagai
kemungkinan yang memanggil orang kreatif, pembuat konten, dan inovator produk
berpengalaman, untuk terhubung dengan audiens sekaligus mengenang pengalaman
bersama dari sebuah keajaiban alam. Perusahaan harus mencuri perhatian di tengah
lalu lintas di media sosial yang membicarakan kejadian langka ini. Merek harus
menjadi yang terdepan ketika orang mulai melihat gerhana matahari dan melepas
kacamata mereka. Sekitar 31 juta orang menonton secara langsung peristiwa itu.
Peristiwa astronomi ini merupakan kejadian yang terakhir
terjadi di AS hingga tahun 2044. Fenomena ini menginspirasi festival
musik bertema gerhana, paket kapal pesiar, wisata alam, tur bersepeda,
pemberian hadiah liburan, penawaran restoran, pesta bir tradisional, pembuatan
cita rasa makanan penutup, pembuatan keripik rasa tertentu, dan bahkan tawaran
untuk menonton pesta di ketinggian 30.000 kaki. Laporan Inc menyebutkan,
maskapai Delta Airlines membuat tawaran menarik, yakni terbang saat gerhana matahari.
Tiket penerbangan dari Austin ke Detroit yang memungkinkan orang melihat gerhana
di pesawat terjual habis dalam waktu kurang dari 24 jam. Delta terpaksa
menambahkan perjalanan kedua di hari tersebut. Semua penumpang di dalamnya
diberi kacamata gerhana milik Warby Parker. Warby juga membagikan kacamata
gerhana gratis saat pengunjung menonton pesta di Soho House, Austin, di lebih
dari 240 toko milik Soho House.
Warby Parker membagikan kacamata gerhana pada tanggal 1 April
dan mengharapkan peminat terbesar dari lusinan tokonya di wilayah Austin dan
Dallas. Keduanya berada di jalur gerhana matahari total dan dipastikan ada
penonton dalam jumlah besar.”Gerhana adalah peristiwa yang terjadi sekali
dalam satu generasi dan kami senang menemukan peluang untuk terlibat,” kata rekan pendiri Warby Parker, Dave Gilboa. Ketika kita
merasa menjadi bagian dari jiwa sebuah zaman, maka mereka yang melihat gerhana
memiliki keuntungan yang jelas. ”Bahkan, jika orang-orang tidak berbelanja saat itu, mereka mungkin suatu saat akan ke toko kami, atau setidaknya akan memberi tahu teman-temannya tentang kami dan pada akhirnya hal
ini akan berdampak pada bisnis. Jika kami dapat mendorong lebih banyak penonton
gerhana, lalu lebih banyak pemahaman tentang merek kami, kami yakin semua ini akan
terkonversi yang cukup tinggi dalam penjualan,” kata Dave.
Gerhana matahari total di AS juga menginspirasi sejumlah kampanye
pemasaran beberapa merek makanan. Beberapa di antaranya sangat cerdik
memanfaatkan peristiwa dramatis ini. Krispy Kreme bermitra dengan Oreo membuat
donat bertema gerhana. Rasa spesial SunChips Frito-Lay tersedia secara daring
hanya sekitar empat setengah menit saat matahari akan sepenuhnya tertutup oleh bulan.
Sementara itu, MoonPie menjual ”peralatan bertahan hidup selama gerhana matahari”
edisi terbatas dengan kacamata yang menyertai sandwich marshmallownya. Pada
intinya, kejadian langka seperti gerhana matahari menghadirkan peluang emas
bagi bisnis untuk memanfaatkan kegembiraan dan aktivitas orang seputar peristiwa
langit itu. (Yoga)
Bisnis Logistik Terpukul Pembatasan dan Banjir
Selain kebijakan pembatasan angkutan selama periode Lebaran
2024, pelaku usaha angkutan logistik juga dihadapkan masalah banjir di wilayah
pantai utara Jawa. Situasi ini membuat biaya angkutan logistik membengkak. Kebijakan
pembatasan angkutan barang akan berlaku Jumat (5/4) hingga Selasa (16/4),
terkait kebijakan pemerintah yang akan menerapkan rekayasa lalu lintas satu
arus, lawan arus, dan ganjil genap menjelang Lebaran 2024 dan sesudahnya.
Rencana ini berlaku dari Kilometer 0 ruas Jalan Tol Dalam Kota Jakarta sampai
Kilometer 414 ruas Tol Semarang-Batang, Jateng.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo)
Gemilang Tarigan saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (19/3) mengakui kebijakan
pembatasan angkutan tidak menguntungkan pelaku usaha. Sebagai pengusaha, banyak
kerugian yang ditanggung karena pembatasan dinilai terlalu lama. Sebab, barang
yang sudah diterima tak bisa diproses untuk dikirim. Gemilang menyimulasikan,
dalam sehari setidaknya ada 10.000 kontainer ekspor-impor di Indonesia. Rerata
biaya angkutan dengan kontainer adalah Rp 1,5 juta per hari. Maka, akumulasi
kerugian diperkirakan mencapai Rp 15 miliar per hari.
Angka ini bisa meningkat, bergantung pada besaran nilai
kontainernya. Semestinya durasi pelarangan operasionalisasi angkutan barang
bisa dikurangi. Idealnya, pembatasan hanya berlaku enam hari, yakni tiga hari saat
arus mudik dan tiga hari saat arus balik. Selain persoalan pembatasan angkutan
selama Lebaran, pelaku usaha jasa angkutan logistik juga dihadapkan pada masalah
banjir yang melanda sebagian wilayah pantura Jawa. Selama ini mayoritas
angkutan barang memilih melalui jalur pantura Jawa untuk mendistribusikan
logistik. Sebab, tarif yang dikeluarkan lebih rendah dibandingkan dengan
melintasi jalur lain atau melewati tol. Menurut Gemilang, kalau banjir serupa
terjadi terus-menerus, tentu akan mengganggu pengiriman logistik Lebaran. (Yoga)
Segmen Business Hotel Diperkirakan Tumbuh 8 %
Sejumlah factor diprediksi mendongkrak bisnis
hotel (hospitality) di Indonesia pada 2024. Selain ditopang industri pariwisata,
bagi segmen hotel bisnis (business hotel) di Jakarta, unsur pendukung utama
adalah bergulirnya meeting, incentives, confrences dan exhibition (MICE). Di
sisi lain, gairah bisnis sektor hospitality di Jakarta terekam dari rencana
masuknya delapan hotel baru sepanjang tahun ini.
Menurut Satria Wei, Head of Hosppitality
Services Colliers Indonesia, sejak awal 2022, kinerja sektor perhotelan di
Indonesia telah terlihat mengalami perkembangan yang positif dan signnifikan. “Untuk
segmen hotel bisnis, Collier Indonesia memproyeksikan peningkatan 6-8 %
dibandingkan tahun 2023. Kinerja positif segmen hotel bisnis tahun 2024
didorong adanya berbagai kegiatan meeting, incentive, dan exhibition (MICE)
yang didominasi sektor swasta maupun pemerintah,” kata dia. (Yetede)
Niro Granite Indonesia Ekspansi ke Balikpapan
Niro Granite Indonesia, perusahaan manufaktur porcelain tiles dibawah Niro Ceramic Group, resmi membuka showroom Creative Lab by Niro Granite di Balikpapan, Kaltim. Manajemen Niro Granit Indonesia menilai bahwa strategi ini merupakan hal yang sangat apik untuk diambil dalam menggarap potensi pasar di Kalimantan yang semakin positif, terutama seiring dibangunnya Ibukota Negara Nusantara (IKN) di Kaltim.
“Melalui showroom pertama di Kalimantan ini, kami ingin mendekatkan diri ke public, bukan hanya dengan beragam pilihan porcelain tiles, namun juga service yang terbaik,” ucap Choong Be Ren, CEO Niro Granite Indonesia di Jakarta, dalam keterangan tertulis baru-baru ini. (Yetede)
Memupuk Modal untuk Bisnis ”Event Organizer"
Antusiasme khalayak terhadap sejumlah gelaran konser musik
ataupun ragam festival dalam beberapa waktu terakhir sangat tinggi. Salah satu indikatornya,
semua tiket pertunjukan ludes terjual hanya dalam hitungan jam, bahkan menit.
Setiap perhelatan di ruang publik juga selalu disesaki penonton atau peserta. Di
balik berbagai kegiatan itu, selalu ada peran EO (Event Organizer) yang pada
dasarnya bertugas menyelenggarakan acara. EO mengurusi semua aspek yang terkait
dengan acara, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, hingga pelaksanaan. Melihat
gemerlap dan semarak hasil kerja EO, timbul kesan bahwa untuk membangun bisnis
ini, dibutuhkan modal finansial yang besar.
Namun, Yan Sapto Arief, founder dari Step Up Indonesia, perusahaan
jasa yang bergerak di bidang event support system (sistem pendukung acara), tak
sepenuhnya sepakat dengan anggapan itu. Bagi dia, modal utama yang menjadi
prioritas dalam membangun bisnis EO adalah jaringan kerja atau networking. ”Dengan
networking yang baik, kita bisa dapatkan SDM yang kompeten, vendor tepercaya,
dan calon klien. Ketiga aspek tersebut menjadi modal yang lebih penting daripada
modal finansial,” ujarnya saat berbincang dengan Kompas di Jakarta, Kamis (7/3).
Saat sudah punya modal SDM, jaringan vendor, dan klien dengan
proyek yang sudah disepakati, modal finansial tak lagi dibutuhkan untuk membangun
bisnis EO. CEO sekaligus pendiri Step Up Indonesia, Edwardo Wattiheluw, menuturkan,
kultur masyarakat Indonesia yang gemar merayakan pencapaian sekecil apa pun
merupakan ceruk pasar jasa EO di Indonesia yang akan selalu ada. Bermodalkan
jaringan yang mereka miliki, Edo dan Arief menjadikan Step Up Indonesia sebagai
usaha berbadan hukum pada 2021, beriringan dengan penjajakan terhadap salah
satu perusahaan telekomunikasi dalam negeri sebagai klien pertama. Proyek yang
digodok adalah relaunching sekaligus konferensi pers sebuah aplikasi secara
daring, singkat kata, acara berlangsung sukses.
Ongkos produksi kala itu sudah terpenuhi dari klien. Margin
yang didapat dari proyek pertama ini digunakan untuk biaya operasional perusahaan.
”Kunci dari keberlanjutan proyek EO adalah selalu memberikan layanan terbaik ke
klien. Wajib hukumnya bagi EO untuk memelihara klien dengan jasa dan servis
terbaik yang dimiliki. Klien yang puas, baik dari sisi harga maupun kinerja,
pasti akan terus merekomendasikan jasa dari EO,” ujar Edo. Setelah tiga tahun
berselang, Step Up Indonesia sudah mengerjakan proyek dari sedikitnya 30 klien.
Perusahaan juga punya 10 karyawan tetap di bidang kreatif, sales, administrasi,
hingga keuangan. Selebihnya, terdapat puluhan pekerja lepas untuk tim show management
serta dokumentasi. (Yoga)
Berkah dari Murahnya Gandum
Emiten Ritel Jaring Berkah Hari Raya
Anak Usaha YKP BRI Penuhi Kebutuhan Pekerja Profesional
Bisnis Rumah Tapak Tetap Stabil
Lelang SUN, Pemerintah Serap Dana Rp 24 Triliun
Pilihan Editor
-
ANCAMAN KRISIS : RI Pacu Diversifikasi Pangan
10 Aug 2022









