Bisnis
( 689 )Dihantui Tekanan Harga Komoditas
ESG untuk Bisnis Berkelanjutan
STRATEGI BISNIS : TUMBUH CEPAT JALUR WARALABA
Kemitraan atau waralaba menjadi strategi efektif bagi pelaku usaha untuk memperluas ekspansi bisnis dan memperbesar pangsa pasar tanpa perlu mengeluarkan modal besar. Strategi ini memungkinkan pertumbuhan bisnis yang cepat dan signifikan, memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, baik pemegang merek (franchisor) maupun calon mitra (franchisee), dengan memanfaatkan kekuatan merek yang sudah dikenal dan model bisnis yang terbukti menguntungkan. Prima Alvernia dari MammaRoti dan Alex Rudianto dari WeDrink merupakan contoh sukses dari strategi ini. MammaRoti berhasil membuka lebih dari 80 outlet dalam 1,5 tahun dan menargetkan 500 gerai pada 2026, sedangkan WeDrink memiliki lebih dari 700 gerai sejak September 2022. Prima mengatakan awal mula dirinya menawarkan paket kemitraan pada Juni 2022 dengan mengikuti pameran Info Franchise Business Concept (IFBC). Saat itu, paket kemitraan yang ditawarkan masih terjangkau hanya sekitar Rp75 juta dengan produk utama berupa mexican bun saja. Menurutnya, sistem kemitraan ini sangat membantu bagi pelaku usaha yang modal usahanya belum terlalu besar untuk dapat berkembang secara ekspansif. Tak heran bila Mamma Roti berhasil meraih Apresiasi IFBC Most Expansive Business 2024 karena berhasil memperluas usaha atau memperbesar pasar serta berkontribusi dalam upaya pengembangan kewirausahaan bisnis di Indonesia. Pada tahun ini, pihaknya pun kembali mengikuti pameran IFBC dengan menawarkan paket kemitraan mulai dari Rp170 juta sudah termasuk perlengkapan dan peralatan, lisensi kemitraan, produk, mesin, dan lain sebagainya dengan target balik modal kurang dari Rp1 tahun.
Selain Mamma Roti, brand lain yang juga mendapatkan penghargaan IFBC Most Expansive Business 2024 adalah WeDrink, bisnis es krim dan minuman rasa buah. Perusahaan yang berada di bawah naungan Runxiang Catering Management Co., Ltd ini pertama kali hadir di Indonesia pada September 2022. Alex Rudianto, Investment Manager WeDrink mengatakan bahwa peluang bisnis minuman masih sangat terbuka luas terutama di luar Pulau Jawa dan Sumatera. Karena itulah pada 2024 ini pihaknya akan lebih fokus untuk ekspansi ke luar Pulau Jawa dan Sumatra, termasuk hingga ke luar negeri khususnya di kawasan Asean. “Paket kemitraan untuk harga normal ada di angka Rp300 jutaan, tetapi selama pameran kami memberikan harga promo dengan diskon sekitar Rp50 juta hingga Rp170 juta sehingga mitra hanya perlu mengeluarkan investasi sekitar Rp130 juta hingga Rp200 jutaan,” tuturnya. Angka tersebut sudah termasuk biaya management, training, mesin, peralatan, bahan baku, serta biaya survey, franchise dan promo event tetapi belum termasuk biaya sewa, renovasi, dan dekorasi outlet. Adapun perhitungan omzet atau pendapatan per hari diperkirakan mencapai Rp5 juta hingga Rp8 juta dengan estimasi balik modal 5 hingga 10 bulan.
Brand lainnya yang juga memiliki ekspansi bisnis yang signifikan setelah membuka paket kemitraan adalah Momoyo. Livia, manager kemitraan Momoyo, mengatakan sejak menawarkan paket kemitraan pada April 2023, Momoyo berhasil membuka 529 cabang hanya dalam kurun 9 bulan hingga Desember 2023. Selain itu, Momoyo juga memiliki harga yang terjangkau mulai dari Rp8.000 hingga Rp26.000 dengan pendapatan perhari rata-rata sebesar Rp5 juta, dan profit margin mencapai 65%. Mitra juga diproyeksikan dapat balik modal dalam kurun 8 hingga 12 bulan. Livia sendiri menargetkan pada 2024 ini Momoyo akan memiliki 2.000 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia. Sementara itu, Fredy Ferdinand Marketing Public Relations Neo Expo Promosindo selaku pihak penyelenggara IFBC mengatakan penghargaan IFBC Most Expansive Business tersebut diberikan kepada para pelaku usaha yang pertumbuhan bisnisnya terbilang cukup signifikan pada 2023.
Intergarsi Bisnis dan Akuisisi Lambungkan Kinerja Petrindo
Potensi Bisnis MRO Diproyeksi Tembus US$ 2 M
United Tractors Tetap Ekspansi ke Bisnis Mineral
Telkom Terus Perkuat Bisnis Satelit
INOVASI BISNIS, Bahagia Itu Mahal
Singapura mengadakan konser Coldplay selama enam hari. Mereka
juga mengundang Taylor Swift untuk berkonser dengan jumlah hari yang sama.
Bruno Mars bakal tampil tiga hari di negara itu. Ekonomi konser dan acara lain
tumbuh luar biasa pascapandemi. Bisnis konser, olahraga, nonton film, dan lain-lain
menggerakkan ekonomi baru ini. Kini, ekonomi tak lagi digerakkan dengan
kepemilikan barang. Di satu sisi, semakin banyak orang yang tertarik mengeluarkan
uang untuk mendapatkan pengalaman langsung ketimbang kepemilikan barang-barang
mewah. Penjualan beberapa produk
tak lagi melonjak karena rasa memiliki barang sudah mulai berkurang di kalangan
konsumen usia muda. Akan tetapi, kita akan menemukan banyak orang mendatangi
tempat konser dan juga acara-acara olahraga. Mereka mulai menggeser pengeluaran
ke acara yang bisa dinikmati sebagai pengalaman langsung.
Anak-anak muda memilih menabung, menunda membeli barang
kebutuhan, dan tak sedikit meminjam uang untuk menonton berbagai pertunjukan. Mereka
tak hanya dari keluarga kaya, tetapi juga dari keluarga kebanyakan yang ketika
mengetahui ada acara yang diincar, berusaha mendapatkan uang
dengan berbagai cara agar bisa mendatangi acara itu. Kalangan ekonom
menyebutnya sebagai funflation. Kenaikan harga akibat permintaan aktivitas
untuk bersenang-senang yang meningkat. Istilah ekonomi terbaru yang beredar ini
mengacu pada tren konsumen lebih cenderung mengeluarkan uang untuk pengalaman
yang menyenangkan dibandingkan dengan produk yang biasanya dibeli untuk digunakan
di rumah, seperti televisi dan komputer. Kita juga bisa melihat fenomena ini di
Indonesia. Acara lari maraton laris manis. Penjualan tiket bisa ludes hanya dalam
waktu kurang dari satu jam. Berbagai perusahaan telah merasakan dampak ekonomi
dari acara-acara yang diadakan. Mereka juga melakukan riset untuk memastikan
besaran dampak ekonomi dari berbagai acara itu.
Laporan Business Insider menyebutkan, Bank of America
baru-baru ini merilis laporan penelitian yang menunjukkan bahwa Eras Tour milik
Taylor Swift memiliki dampak ekonomi yang serupa dengan kompetisi sepak bola AS,
Super Bowl, di kota-kota yang dikunjungi, seperti Pittsburgh, di mana rata-rata
pengeluaran rumah tangga untuk makan di restoran meningkat 77 USD selama bulan
konser Taylor Swift. Di Philadelphia, pendapatan hotel disana mencapai angka
tertinggi sejak pandemi pada Mei 2023 ketika dia tampil dalam tiga pertunjukan.
Mastercard juga merilis laporan serupa, dengan menggunakan frasa ”The Swift
Lift” yang menggambarkan peningkatan penjualan ke bisnis local yang dibawakan
Taylor Swift dengan penampilan tour miliknya. Studi tersebut menunjukkan bahwa dalam
radius 2,5 mil (4 km) dari stadion di kota-kota yang dikunjungi Taylor Swift,
pertumbuhan belanja di restoran meningkat 68 % per hari dan pertumbuhan belanja
di akomodasi meningkat 47 %. (Yoga)
Seksinya Bisnis untuk Pemakan Tumbuhan
Veganisme dan vegetarianisme yang semakin digandrungi
menyuburkan pertumbuhan kafe, pemesanan makanan daring, hingga penjualan
kosmetik. Mulai dari isu lingkungan, kesehatan, sampai kesejahteraan hewan
memantik kesadaran pelaku untuk mengubah gaya hidup. Kafe di sudut Cilandak, Jakarta
Selatan, itu nyaman dengan kapasitas 10 pengunjung di ruang ber-AC. Interior berkonsep
industrial dilaburi warna-warni netral dengan lantai semen. Konsumen juga bisa menempati
lantai atas dan ruang belakang yang terbuka dengan 50 kursi. Mad For Coffee,
demikian lokasi kongkow sejumlah mahasiswi berpenampilan modis itu, Kamis (25/1).
Sudah pukul 15.30, tapi pembeli masih berdatangan untuk memesan makanan, kopi,
sampai camilan.
Makanan andalan, nasi empal, dibanderol 52.000. Hidangan lain seperti nasi dendeng
rica balado, burger ayam krispi, dan pempek komplet. Menu daging-dagingan lumrah
mencuatkan anggapan Mad For Coffee seragam dengan kafe lain, tapi tak kurang
terkejutnya sebagian tamu mendapati hidangan itu terbuat dari tumbuhan. Pelanggan
bergaya trendi yang asyik berswafoto seraya tak henti mencerocos mengabsahkan masifnya
veganisme hingga dilakoni generasi muda. Chandra Revo (33) memang mengincar
segmen itu dengan mendirikan kafenya sejak 2021. Prospek yang berkilap ia ungkapkan
dengan peningkatan penjualan. ”Kecenderungannya naik dari rata-rata 1.500 transaksi
per bulan waktu awal dibuka. Sekarang 3.000 transaksi per bulan,” ucapnya.
Larisnya penjualan makanan hingga produk kecantikan dan perawatan
diri untuk vegan atau vegetarian turut dicecap Tokopedia. Pemesanan kategori itu
secara daring merupakan salah satu yang paling tinggi pada kuartal III-2023. ”Sepanjang
tahun lalu penjualan makanan vegan naik hampir dua kali lipat,” ujar Head of Communications Tokopedia Aditia Grasio
Nelwan. Ia membandingkan peningkatan pada Januari-September 2023 dengan periode
yang sama dari tahun 2020. Khusus makanan vegetarian seperti sayur-mayur,
penjualannya juga naik tiga kali lipat. Sementara penjualan tahu melonjak atau
lebih dari empat kali lipat. Produk kecantikan dan perawatan diri ramah vegan
pun kian diminati. ”Terbukti dari kenaikan transaksinya, termasuk makeup
(kosmetik) dan skincare (perawatan kulit) lebih dari 10 kali lipat,” ucapnya. (Yoga)
United Tractors, Hitachi & Sumitomo Bentuk JV, Garap Proyek Rp 4 Triliun
Pilihan Editor
-
Investasi Teknologi
10 Aug 2022 -
Masih Saja Marak, Satgas Tutup 100 Pinjol Ilegal
01 Aug 2022 -
Tata Kelola Bantuan Sosial Perlu Dibenahi
29 Jul 2022









