Bisnis
( 702 )Potensi Bisnis Pusat Data Indonesia US$ 47 Miliar
Bisnis Server Synology Naik 2 kali Lipat di RI
Film "Di Ambang Kematian" Pecahkan Rekor, Tripar Multivision Incar Laba Bersih Rp 100 M
JAKARTA,ID-PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) mengincar bersih tahun 2023 sebesar Rp 100 miliar, alias terbang 96% jika dibandingkan raihan laba bersih perseroan pada kuartal III-2023 sebesar Rp 51 miliar. Target tersebut kian realistis salah satunya berkat sokongan pendapatan dari film berjudul "Di Ambang Kematian" yang telah memecah rekor sebagai film terlaris kedua tahun ini. Menurut manajemen RAAM, film "Di Ambang Kematian" telah mencetak box office dengan total 3,3 juta penonton yang masih akan terus bertambah. Catatan mentereng film yang tayang sejak 28 September 2023 tersebut sekaligus memecah rekor sebagai film terlaris kedua pada tahun ini. Karena itu, emiten yang bergerak dibidang produksi dan distribusi film ini optimistis dapat mengakhiri 2023 dengan performa laba bersih tersebut. (Yetede)
Habiskan Rp 35 Triliun, Grup Astra Lanjut Ekspansi Bisnis
Emiten Prajogo Pangestu Kuasai Petrosea
Kepastian Hukum demi Stabilitas Bisnis
Kepastian hukum masih
menjadi momok bagi dunia usaha dalam melakukan ekspansi ataupun menggenjot
investasi. Padahal, stabilitas dunia usaha di dalam negeri merupakan ”suplemen”
untuk memperkuat daya tahan ekonomi nasional dari tren pelemahan ekonomi
global. Vice CEO PT Pan Brothers Tbk Anne Patricia Sutanto mengungkapkan, pada
dasarnya pengusaha bersemangat mengembangkan usaha di Indonesia. Namun, masih
ada kendala, terutama di sisi kepastian hukum yang harus terus dibenahi untuk
mendorong investasi.
”Untuk menuju Indonesia emas,
selain pengembangan infrastruktur dan SDM, dunia usaha juga perlu kepastian
hukum,” ujar Anne dalam dialog bersama Presiden yang menjadi acara puncak
Kompas100 CEO Forum Powered by PLN di kawasan glamping IKN, Penajam Paser
Utara, Kaltim, Kamis (2/11). ”Karena semua yang dunia usaha butuh kepastian
hukum. Jangan sampai pengusaha yang niatnya berusaha terseret masalah hukum,”
lanjutnya. (Yoga)
Ambisi Dubai Menjadi Pusat Bisnis Global 10 Tahun ke Depan
Pemerintah Uni Emirat Arab
(UEA) berambisi menjadikan Dubai sebagai pusat bisnis global untuk sektor perdagangan,
logistik, pariwisata, dan keuangan. Dubai siap bersaing dengan kota-kota dunia lainnya,
seperti Tokyo, New York, London, dan Singapura, memanfaatkan berbagai potensi
yang dimilikinya. Hal tersebut mengemuka dalam Dubai Business Forum (DBF) 2023.
Kegiatan ini digelar kamar dagang Dubai (Dubai Chambers) di Madinat Jumeirah,
Dubai, pada 1-2 November 2023. DBF tahun ini bertema ”Shifting Economic Power:
Dubai and the Future of Global Trade” dan diikuti 2.000 peserta dari Asia,
Afrika, Eropa, dan AS.
Wapres dan PM UEA yang juga
Emir Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum pada Januari 2023 meluncurkan
Agenda Ekonomi Dubai yang dikenal dengan ”D33”. Selain menjadi kota global
dunia, target D33 dalam 10 tahun mendatang adalah melipatgandakan nilai perdagangan
luar negeri menjadi 25,6 triliun dirham, dan menambahkan 400 kota sebagai mitra
perdagangan. Tahun 2033 dipilih untuk menandai 200 tahun berdirinya Dubai. Pada
tahun 2033, Dubai diharapkan sudah menyelesaikan agenda ekonominya dan
memosisikan diri sebagai pusat bisnis global paling penting. (Yoga)
PELUANG BISNIS, Sektor Tertentu Berpeluang Melonjak karena Pemilu 2024
Bisnis sektor percetakan,
periklanan, media, transportasi, logistik, makanan dan minuman, serta garmen
berpeluang melonjak karena penyelenggaraan pemilu. Masifnya belanja iklan dan kampanye
dari ribuan calon anggota legislatif, calon kepala daerah, bahkan pasangan
calon presiden dan calon wakil presiden bisa melambungkan omzet usaha mereka.
Pada ujungnya, belanja ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Dihubungi
pada Rabu (1/11) Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual
mengatakan, penyelenggaraan pemilu akan mendorong belanja jumbo berbagai
aktivitas politik para calon yang berkompetisi. Selain pemilihan presiden, mengutip
data Litbang Kompas, tercatat ada 541 daerah, baik provinsi, kabupaten, maupun kota,
yang akan menggelar pilkada pada November 2024. Tahun depan juga akan ada
ribuan calon yang berkompetisi di pemilu legislatif. Artinya, akan ada ribuan
calon yang melakukan aktivitas politik
sehingga mendorong gelontoran belanja iklan dan kampanye.
Untuk penyelenggaraan pemilu,
Komisi II DPR juga sudah menetapkan anggaran penyelenggaraan pemilu bagi KPU
sebesar Rp 27,39 triliun dan Bawaslu sebesar Rp 11,6 triliun (Kompas, 12/9). Belanja
jumbo ini akan tersalurkan ke sektor-sektor ekonomi, antara lain percetakan, periklanan,
media, transportasi, logistik, makanan dan minuman, serta garmen. ”Ini akan
mendorong sektor-sektor ekonomi itu mencatat kinerja yang lebih tinggi dibandingkan
periode-periode sebe- lumnya,” ujar David. Lonjakan pendapatan di sektor-sektor
tersebut diperkirakan mulai terjadi saat masa kampanye, yakni 28 November 2023-10
Februari 2024. Apabila terjadi putaran kedua pemilu presiden, kampanye
berikutnya dijadwalkan pada 2-22 Juni 2024. Itu belum termasuk kegiatan
pemilihan kepala daerah pada November 2024. Peningkatan jumlah
uang beredar terkait belanja pemilu itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi
dari sisi konsumsi dalam negeri. Gelontoran dana yang besar itu akan merangsang
pertumbuhan ekonomi tahun ini dan tahun depan. (Yoga)
Bisnis Sinetron Dongkrak Pendapatan Multivision Plus
Ramai-ramai Terjun ke Bisnis Pay Later
JAKARTA — Perbankan nasional berbondong-bondong merambah segmen bisnis buy now pay later atau beli sekarang bayar nanti. Sebelumnya, layanan ini marak ditawarkan oleh perusahaan teknologi finansial atau pinjaman online serta perusahaan pembiayaan. Kini perbankan menawarkan fasilitas kredit pay later untuk digunakan sebagai alternatif pembayaran. Hal yang membedakan dengan layanan pay later lainnya adalah akses fitur ini dilakukan langsung melalui aplikasi perbankan digital.
PT Bank CIMB Niaga Tbk tak ingin ketinggalan untuk ikut merilis fitur Paylater CIMB Niaga yang akan dihadirkan pada platform perbankan digital perseroan, yaitu OCTO Mobile dan OCTO Clicks. Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi menuturkan produk pay later diluncurkan untuk menyasar segmen nasabah yang belum memiliki kartu kredit agar dapat bertransaksi dengan cepat dan mudah. “Produk pay later dapat menjadi solusi bagi nasabah yang sering membeli barang dan jasa melalui e-commerce,” ujarnya kepada Tempo, kemarin, 6 Oktober 2023. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Membuat QRIS Semakin Perkasa
09 Aug 2022 -
Peran Kematian Ferdy Sambo dalam Kematian Yosua
10 Aug 2022 -
Salurkan Kredit, Bank Digital Mulai Unjuk Gigi
29 Jun 2022 -
Penerimaan Negara Terbantu Komoditas
14 Jun 2022









