Prospek Cerah Bisnis Sertifikasi
PT Mutuagung Lestari Tbk atau Mutu International optimistis penawaran perdana saham mereka bakal menarik banyak investor. Penyedia jasa pengujian, inspeksi, dan sertifikasi ini yakin akan prospek cerah di industri yang mereka geluti. Presiden Direktur Mutu International, Arifin Lambaga, menuturkan industri pengujian, inspeksi, dan sertifikasi atau testing, inspection, and certification (TIC) terus bertumbuh. Merujuk pada data Markets and Markets 2020, nilai pasar industri TIC Indonesia mencapai US$ 1,99 miliar pada 2020. "Angkanya terus naik dari 2017 yang berada di kisaran US$ 1,71 miliar," tutur Arifin di Jakarta, kemarin. Dari hasil riset tersebut, nilai pasar di dalam negeri diestimasi tumbuh hingga US$ 2,73 miliar pada 2025.
Dibanding nilai pasar secara global, ruang untuk tumbuh semakin besar. Arifin mengatakan nilai pasar industri TIC global pada 2027 diperkirakan mencapai US$ 270 miliar. Berdasarkan laporan Allied Market Research yang diterbitkan pada Januari 2022, angkanya bisa tumbuh sampai US$ 349 miliar pada 2030. Arifin mengatakan ada banyak potensi yang belum terjamah, antara lain karena belum banyak perusahaan yang terlibat dalam proses TIC. Selain itu, belum banyak konsumen yang menyadari pentingnya sertifikasi produk atau jasa. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor pendorong perusahaan melantai di bursa. "Selain untuk modal, tujuan kami, IPO itu agar perusahaan lebih dikenal masyarakat." (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023