;
Tags

Bisnis

( 690 )

Ketidakpastian Regulasi Bayangi Dunia Bisnis

HR1 25 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Ketidakpastian dalam pengumuman kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2025 menjadi isu penting yang mengganggu iklim bisnis dan investasi di Indonesia. Pemerintah terlambat mengumumkan skema dan kenaikan UMP yang seharusnya disampaikan pada 21 November 2024, karena masih menyusun formula yang sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait UU Cipta Kerja. Proses ini diperumit oleh adanya pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 27 November 2024, yang mendorong pemerintah untuk lebih berhati-hati agar tidak terjadi ketegangan politik terkait dengan penetapan UMP.

Namun, terlambatnya pengumuman UMP ini menimbulkan ketidakpastian bagi dunia usaha, terutama bagi UMKM yang membutuhkan kepastian untuk merencanakan bisnis mereka di tahun depan. Edy Misero, Sekjen Akumindo, mengungkapkan bahwa ketidakpastian ini menghambat perencanaan bisnis dan investasi, terutama pada sektor-sektor yang sensitif terhadap perubahan upah. Alphonzus Widjaja, Ketua Umum APPBI, juga menekankan bahwa upah yang adil dan seimbang antara pengusaha dan pekerja sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong aktivitas bisnis.

Tantangan bagi pemerintah adalah menyusun skema upah yang dapat menyeimbangkan kebutuhan pekerja dan pengusaha, mengingat kenaikan upah yang tinggi bisa memberatkan dunia usaha, sementara upah yang rendah dapat mengurangi daya beli masyarakat. Immanuel Ebenezer, Wakil Menteri Ketenagakerjaan, menjelaskan bahwa pemerintah tengah mengkaji dampak putusan MK dan berusaha menyusun payung hukum yang tepat agar kebijakan ini dapat diterima semua pihak.

Sementara itu, Herman N. Suparman dari KPPOD dan Nailul Huda dari Center for Economic and Law Studies menyoroti pentingnya memberikan kepastian segera mengenai kenaikan UMP agar tidak merugikan dunia usaha dan mempengaruhi iklim investasi. Yusuf Rendy Manilet dari Core Indonesia juga menambahkan bahwa penetapan upah yang penuh gejolak dapat menciptakan ketidakpastian dan mengurangi daya tarik investasi ke Indonesia.

Secara keseluruhan, kepastian dalam penetapan UMP sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan daya beli masyarakat, dan mendukung pertumbuhan bisnis, terutama di sektor UMKM dan industri lainnya. Pemerintah diharapkan dapat segera memberikan keputusan yang jelas dan adil, serta memastikan skema upah yang tidak hanya memperhatikan kepentingan pekerja, tetapi juga dunia usaha dan ekonomi nasional secara keseluruhan.


Aturan Baru Pengupahan Picu Pergeseran Strategi Bisnis

HR1 22 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Perubahan aturan pengupahan dan penundaan penetapan upah minimum dapat mengganggu perencanaan bisnis perusahaan. Bob Azam, Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, menegaskan bahwa perusahaan telah merencanakan anggaran dan kontrak bisnis berdasarkan asumsi aturan yang lama, sehingga perubahan mendadak ini berpotensi merusak perencanaan tersebut. Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan bahwa penetapan upah minimum 2025 ditunda dan sedang dalam kajian lebih lanjut, dengan pemerintah pusat meminta para gubernur untuk menunggu arahan resmi.

Sejumlah bank Menilai Bisnis Wealth Management Masih Prospektif

KT1 19 Nov 2024 Investor Daily
Sejumlah bank memprediksi bisnis wealth management masih cerah diakhir tahun ini dan juga tahun depan. Hal ini sejalan dengan kondisi adanya pemerintahan baru, kebijakan baru, dan tren suku bunga yang juga melanjutkan penurunan. Direktur Consumer Banking PT Permata Bank Djumariah Tentram mengatakan, di tengah penurunan kelas menengah secara nasional, bisnis wealth management Permata bank masih mencatatkan pertumbuhan positif. Djumariah menjelaskan, dari sisi pertumbuhan kekayaan, orang kaya dan bisnis wealth dari tahun ke tahun selalu tumbuh positif. Di mana, jumlah orang yang memiliki kekayaan di Indonesia terus mengalami pertumbuhan sekitar 4-5% setiap tahunnya. Dari data tersebut, Djumariah menilai bahwa segmen menengah atas dan high affluent konsisten bertumbuh. Meskipun segmen kelas menengah terjadi penurunan, tapi di Pertama Bank tidak terjadi, karena pertumbuhan masih positif. "Kami masih positif menghadapi ini terutama 2025, ada pemerintahan baru kami juga percaya ada kebijakan-kebijan baru yang membantu menopang pertumbuhan ekonomi di 2025, kami masih memandang ini hal positif," jelas Djumariah. (Yetede)

Diversifikasi Jadi Kunci Strategi Bisnis

HR1 18 Nov 2024 Kontan
Emiten portofolio investasi mencatatkan kinerja positif sepanjang sembilan bulan pertama 2024, dengan pemulihan yang signifikan dari kerugian pada periode sebelumnya. Salah satu contoh adalah PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), yang meraih laba bersih Rp 5,21 triliun hingga kuartal III 2024, berbanding terbalik dari rugi bersih Rp 10,6 triliun pada periode sama 2023. Kinerja ini terutama didorong oleh keuntungan investasi di saham dan aset portofolio senilai Rp 5,02 triliun.

Portofolio SRTG mencakup emiten blue chip seperti PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO). Menurut Investor Relations SRTG, Ryan Sual, pertumbuhan nilai aset bersih (NAB) menjadi Rp 55,89 triliun di kuartal III 2024—naik dari Rp 49,40 triliun pada 2023—terutama berkat kenaikan harga saham ADRO dan MDKA.

Kinerja positif juga dicatatkan oleh PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM), yang membukukan laba bersih Rp 464,63 miliar hingga akhir kuartal III 2024, pulih dari rugi Rp 1,94 triliun pada tahun sebelumnya. Portofolio PALM meliputi saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dan MDKA. Direktur Investasi dan Portofolio PALM, Ellen Kartika, menyebut kenaikan harga saham portofolio sebagai pendorong utama.

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) juga menunjukkan prospek positif dengan fokus pada investasi di teknologi dan media, termasuk kepemilikan 24,62% di PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).

Menurut Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, prospek emiten investasi tetap cerah hingga 2025, terutama bagi perusahaan yang selektif dalam memilih aset portofolio. Ia merekomendasikan hold untuk PALM dengan target harga Rp 370 per saham dan neutral untuk SRTG di kisaran Rp 2.200–Rp 2.430.

IMA Jakarta Akan Gelar Rakernas 2024 yang Diselenggaranakn pada 5-7 Desember 2024

KT1 07 Nov 2024 Investor Daily (H)
Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Jakarta terpilih menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2024 yang akan diselenggarakan pada 5-7 Desember 2024. Koordinator wilayah IMA Jabodetabek Bob Saril mengatakan, Rakernas nanti akan membawa tema Marketing Excellience in Rapidly Changing Business Environment atau lingkungan bisnis environment atau lingkungan bisnis yang sangat-sangat cepat berubah," jelas dia. Kegiatan ini merupakan bagian dari visi dan misi IMA yakni meningkatkan profesionalisme para marketer/pemasar sehinga dapat menambah nilai value baik terhadap perusahaan, pribadi, maupun negara. "Yang paling baik adalah tentu saja karena ini profesional yang harus kita tingkatkan profesionalisime dan peran sertanya. Profesionalisme itu juga berkonotasi bahwa dia bermanfaat ada added value kepada lingkungannya," papar Bob/ Dia mengatakan, melalui Rakornas nanti akan dilakukan evaluasi dan rencana-rencana kerja ke depan. Sehingga, lanjut Bob, peran ini lebih ditingkatkan lagi untuk mencapai visi dan misi daripada Indonesia Marketing Associate atau asosiasi dari masyarakat ke masyarakat Indonesia. 

Peluang bisnis kebugaran

KT3 04 Nov 2024 Kompas

Seiring maraknya tren hidup sehat di kalangan urban, beragam peluang bisnis terbuka. Muncul komunitas dan pusat kebugaran dengan harga terjangkau yang menjawab kebutuhan pegiat olahraga urban. Salah satunya The Gym Pod yang menyediakan fasilitas kontainer gym privat tanpa syarat minimum keanggotaan bagi orang yang butuh privasi dalam berolahraga. Pengunjung cukup membayar Rp 27.000-Rp 30.000 untuk menyewa satu bilik container plus isinya yang bisa dipakai sendiri atau maksimal empat orang. Gym ini sepenuhnya dioperasikan secara digital dan otomatis. Mulai dari pemesanan tempat, pembayaran, hingga pemakaiannya dikendalikan via aplikasi. Lokasi container gym memanfaatkan ruang publik yang tak terpakai, seperti stasiun MRT, gedung gelanggang olahraga, dan lapangan parkir.

Chief Technology Officer The Gym Pod Lucius Andi Putra Asikin, Sabtu (26/10), menuturkan, ide awal berdirinya The Gym Pod dimulai di Singapura, yakni membuka tempat fitness dengan harga terjangkau tanpa syarat minimum keanggotaan hingga berbulan-bulan seperti gym tradisional umumnya. Sejak buka di Jakarta pada Januari 2024, The Gym Pod telah memiliki tiga cabang aktif dan akan membuka tiga cabang lain di Jabodetabek. Tingkat okupansinya 80-90 % per hari dengan pendapatan kotor per bulan Rp 30 juta per cabang, yang akan dibagi bersama pemilik lahan atau ruang publik yang dipakai. Tren hidup sehat juga memunculkan bisnis baru berbasis komunitas, seperti RoccaSpace. Berdiri sejak 2018 di Jakarta dengan banyak komunitas olahraga, RoccaSpace berkembang menjadi ajang promotor olahraga dan telah mempekerjakan lebih dari 70 instruktur olahraga.

Total anggota komunitasnya rata-rata 100.000 orang per kelas. RoccaSpace menyediakan kelas olahraga yang bisa dilakukan beramai-ramai, seperti pound fit, aerobik, zumba, yoga, dan pilates. Aktivitas komunitas ini umumnya juga memanfaatkan ruang-ruang publik yang tersedia di sejumlah kota di Indonesia. Laporan ”The Global Wellness Economy: Indonesia” yang dirilis oleh Global Wellness Institute pada 2023 menunjukkan, pasar ekonomi kebugaran di Indonesia tumbuh pesat beberapa tahun terakhir, khususnya pascapandemi. Perputaran roda ekonomi kebugaran di Indonesia pada 2022 mencapai 36,4 miliar USD, menduduki peringkat ke-19 dunia dari total 218 negara dan ranking ke-7 dari 45 negara di kawasan Asia Pasifik. Seiring dengan meningkatnya kesadaran hidup sehat di kalangan masyarakat, prospek ekonomi kebugaran di Indonesia diperkirakan terus meroket. (Yoga)


Kopra by Mandiri: Solusi untuk Bisnis Wholesale

HR1 17 Oct 2024 Bisnis Indonesia (H)

Bank Mandiri telah meluncurkan inovasi terbaru untuk platform Kopra by Mandiri, memperkuat fungsionalitas dan antarmuka demi memenuhi kebutuhan nasabah wholesale. Dalam perayaan HUT ke-26, Direktur Utama Darmawan Junaidi menyatakan bahwa pengembangan ini bertujuan agar Bank Mandiri tetap relevan dan adaptif di tengah perkembangan kebutuhan korporasi. Kopra kini dilengkapi dengan dashboard yang dapat disesuaikan dan fitur transaksi digital yang memudahkan pengelolaan likuiditas serta pembayaran hingga 50.000 transaksi dalam satu unggah. Integrasi dengan Livin’ by Mandiri mempercepat proses pembayaran dan mendukung ekosistem bisnis, menciptakan nilai transaksi yang tumbuh 13% year-on-year hingga mencapai Rp15.000 triliun pada September 2024. Pencapaian ini menegaskan posisi Bank Mandiri sebagai pemimpin pasar di sektor wholesale dan kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi nasional.

INASCA ”Biro Jodoh” Bagi Pelaku Usaha Mencari Mitra

KT3 08 Oct 2024 Kompas

Forum Bisnis Indonesia, Asia Selatan, dan Asia Tengah atau INASCA yang pertama telah selesai diadakan di Jakarta, Senin (7/10/2024). Acara itu menjadi ”biro jodoh" bagi para pelaku usaha dari 15 negara untuk mencari mitra yang cocok. Sepanjang acara, dibahas isu kebangkitan kekuatan ekonomi Asia di berbagai bidang dengan syarat ada perubahan pemikiran yang mendasar mengenai cara menjalankan kerja sama. ”Kita tidak bisa lagi berpikir dengan cara tradisional. Pelaku usaha harus melihat berbagai permasalahan nyata di dalam peningkatan ekonomi, yaitu krisis iklim,” kata Ijaz Nisar, pendiri sekaligus Direktur CEO Club Pakistan, lembaga konsultan dan kajian untuk bisnis. Ia menjelaskan, krisis iklim merupakan akibat ulah manu-sia dan telah merugikan perekonomian global. Namun, di negara-negara selatan dunia, belum banyak pelaku usaha menyadari ataupun mengakui koneksi krisis iklim dengan persoalan ekonomi. 

Sebagai contoh adalah Pakistan yang merupakan lumbung pangan kawasan Asia Selatan, tetapi setiap tahun menderita akibat banjir sehingga hasil panen rusak. ”Alam harus dihitung sebagai aset usaha sekaligus risiko kerugian. Aset jika bisa dimanfaatkan dan dilestarikan dengan baik. Risiko jika tidak ada tindakan mitigasi dan produktivitas terus terganggu akibat berbagai bencana alam ataupun kerusakan lingkungan,” tutur Nisar. Ia mengatakan, menerapkan pemikiran tersebut ke dalam produktivitas nyata perusahaan memang susah karena dari pemerintah, pelaku usaha, sampai dengan konsumen harus mengubah cara berpikir. Apalagi, keputusan untuk melakukannya kerap tidak populer di masyarakat. Menurut Nisar, perubahan pola pikir yang berbasis keberlanjutan lingkungan dan mitigasi krisis iklim ini harus diterapkan diteknologi,tata kelola usaha, kebijakan pemerintah, dan pengawasan masyarakat. Banyak pihak menganggap mengubah perilaku ini memakan tenaga, waktu, dan biaya. Ketua Dewan Usaha Sri Lanka-Indonesia Vish Govindasamy dalam pemaparannya menjelaskan, potensi bisnis besar di Asia Selatan dan Asia Tengah adalah ketahanan pangan. 

Setiap tahun, dunia merugi hingga 900 miliar dollar AS akibat bahan pangan yang rusak. Selain bencana alam, kerusakan juga terjadi karena minimnya sarana penyimpanan yang layak.  ”Kita membutuhkan teknologi ramah lingkungan untuk pemuliaan benih, penyimpanan hasil panen, distribusi yang cepat, dan penjualan berbasis daring yang terlacak,” ujarnya. Logistik Setelah persoalan utama, yaitu isu keberlanjutan alam, pembangunan infrastruktur logistik yang efisien menjadi benang merah kedua di dalam INASCA. Hal ini disampaikan Gulmira Rzayvea, peneliti senior di Institut Kajian Energi Oxford (OIES) yang berpengalaman menjadi staf ahli bidang energi untuk Presiden Azerbaijan hingga 2019. Kerja sama energi terbarukan memerlukan infrastruktur yang mumpuni. Memang, peralihannya tidak bisa sekejap karena berisiko menggoyang kestabilan ekonomi. Namun, peralihan bertahap ini bisa diupayakan dengan membangun sistem logistik yang komprehensif. ”Kita membutuhkan perpipaan, perkapalan, jalur darat, wadah, dan infrastruktur keterhubungan,” katanya. (Yoga)

Banyak Anggota DPR Terafiliasi Bisnis

KT3 04 Oct 2024 Kompas
Jumlah anggota DPR yang terafiliasi dengan kegiatan bisnis kian banyak. Hasil pemantauan awal dari Indonesia Corruption Watch, sebanyak 354 dari 580 anggota DPR 2024-2029 atau sekitar 60 persen terafiliasi dengan bisnis. Faktor biaya politik yang kian mahal dan konsolidasi elite dengan oligarki ditengarai menjadi penyebab. Hasil pemantauan awal Indonesia Corruption Watch (ICW) itu dirilis dalam diskusi bertajuk ”Bayang-bayang Politisi-Pebisnis dalam Komposisi DPR 2024-2029” secara daring, Kamis (3/10/2024). Peneliti ICW, Yassar Aulia, menuturkan, penelusuran data dilakukan ICW pada 31 Juli-22 September 2024 melalui data terbuka dan surat keputusan dari Komisi Pemilihan Umum berisi anggota DPR 2024-2029.

”Jika sebelumnya pada periode 2019-2024 ada 318 dari 575 anggota Dewan yang merupakan pebisnis, pada tahun ini ada 354 dari 580 anggota DPR yang terafiliasi dengan bisnis atau sekitar 60 persen,” ujar Yassar. Menurut dia, afiliasi bisnis itu dilihat dari hubungan langsung atau tidak langsung anggota DPR dengan seluruh badan hukum swasta. Mereka ataupun keluarganya tercatat dalam jabatan mulai dari direktur, komisaris, pendiri, CEO, posisi struktural lainnya, dan/atau pemegang saham perusahaan. Anggota DPR yang terafiliasi bisnis itu paling banyak berada dari Jawa Timur sebanyak 63 individu, Jawa Barat 57 individu, dan Jawa Tengah 50 individu. Delapan partai politik pemilik kursi di DPR turut menyumbangkan politikus yang terafiliasi bisnis ke DPR. 

Parpol yang terbanyak menyumbangkan adalah Partai Gerindra dengan jumlah 65 orang dari total 85 anggota DPR dari Gerindra, PDI-P dengan 63 orang dari total 110 anggota, dan Golkar dengan 60 orang dari total 102 anggota. Berdasarkan analisis awal, kian banyaknya orang yang terafiliasi bisnis merebut kursi DPR karena biaya politik yang mahal dan terus meningkat. Dari hasil kajian ICW dan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), agar terpilih menjadi anggota DPR diperlukan biaya minimal Rp 80 miliar. Ini menyebabkan demokrasi sarat praktik transaksional dan penggunaan dana kampanye dari sumber ilegal. (Yoga)

Tekad Bulat Bisnis Adaro Energy

KT1 03 Oct 2024 Investor Daily (H)
PT Adaro Energi Indonesia Tbk (ADRO) telah membulatkan tekad untuk lepas dari bisnis batu bara termal, dengan menjual 99,99% kepemilikan saham di PT Adaro Andalan Indonesia (AAI) dengan nilai berkisar US$ 2,45-2,63 miliar (setara Rp37,29 triliun). Setelah melepas kepemilikan di perusahaan yang menaungi bisnis batu bara termal Group Adaro tersebut, emiten pemilik konglomerat Garibaldi 'Boy' Thohir ini mengaku akan berfokus pada bisnis hijau dan non batu bara termal. "Setelah divestasi AAI, secara terkonsolidasi perseroan masih memiliki investasi di bidang pertambangan batu bara metalurgi dan batuan, energi, utilitas dan infrastruktur pendukung, serta pengolahan mineral yang didukung oleh sumber daya dan potensi yang dimilikinya. Ke depannya, perseroan berharap dapat berkontribusi dalam pengembangan beberapa proyek yang dapat mendukung ekonomi hijau yang sedang dikembangkan di Indonesia," kata Sekretaris Perusahaan Adaro Energy Mahardika Putranto. (Yetede)