;

Diversifikasi Jadi Kunci Strategi Bisnis

Ekonomi Hairul Rizal 18 Nov 2024 Kontan
Diversifikasi Jadi Kunci Strategi Bisnis
Emiten portofolio investasi mencatatkan kinerja positif sepanjang sembilan bulan pertama 2024, dengan pemulihan yang signifikan dari kerugian pada periode sebelumnya. Salah satu contoh adalah PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), yang meraih laba bersih Rp 5,21 triliun hingga kuartal III 2024, berbanding terbalik dari rugi bersih Rp 10,6 triliun pada periode sama 2023. Kinerja ini terutama didorong oleh keuntungan investasi di saham dan aset portofolio senilai Rp 5,02 triliun.

Portofolio SRTG mencakup emiten blue chip seperti PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO). Menurut Investor Relations SRTG, Ryan Sual, pertumbuhan nilai aset bersih (NAB) menjadi Rp 55,89 triliun di kuartal III 2024—naik dari Rp 49,40 triliun pada 2023—terutama berkat kenaikan harga saham ADRO dan MDKA.

Kinerja positif juga dicatatkan oleh PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM), yang membukukan laba bersih Rp 464,63 miliar hingga akhir kuartal III 2024, pulih dari rugi Rp 1,94 triliun pada tahun sebelumnya. Portofolio PALM meliputi saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dan MDKA. Direktur Investasi dan Portofolio PALM, Ellen Kartika, menyebut kenaikan harga saham portofolio sebagai pendorong utama.

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) juga menunjukkan prospek positif dengan fokus pada investasi di teknologi dan media, termasuk kepemilikan 24,62% di PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).

Menurut Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, prospek emiten investasi tetap cerah hingga 2025, terutama bagi perusahaan yang selektif dalam memilih aset portofolio. Ia merekomendasikan hold untuk PALM dengan target harga Rp 370 per saham dan neutral untuk SRTG di kisaran Rp 2.200–Rp 2.430.
Tags :
#Bisnis
Download Aplikasi Labirin :