;
Tags

Bisnis

( 689 )

Lesunya BISNIS MUSIM LEBARAN

KT3 03 Apr 2025 Kompas

Turunnya jumlah orang yang melakukan perjalanan di musim libur Lebaran 2025 berimplikasi langsung pada sektor riil, mulai bisnis perhotelan hingga rental mobil. Tingkat hunian hotel secara nasional pada Lebaran 2025 lebih rendah ketimbang periode sama tahun sebelumnya. Rendahnya daya beli masyarakat serta pergeseran tren preferensi akomodasi dan penginapan ditengarai jadi sebabnya. Dua hari menjelang Lebaran, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyatakan, geliat berlibur masyarakat pada Lebaran 2025 lebih lesu. Durasi menginap lebih singkat, tecermin dari tingkat hunian atau okupansi hotel.

”Trennya, yang terjadi dari sisi libur Lebaran ini, kelihatannya peak (puncak) itu rata-rata hanya sampai Lebaran hari ketiga. Setelah itu, langsung turun okupansinya (hotel),” ujar Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani, Sabtu (29/3).Saat musim puncak, durasi menginap pelaku perjalanan bergantung daya beli. Ketika memiliki cukup uang, mereka akan tinggal lebih lama. Demikian pula sebaliknya. ”Kalau liburan, apalagi dengan keluarga, bawa anak, lumayan banyak pengeluarannya. Kalau enggak punya uang cukup, pasti akan memperpendek (masa berlibur),” katanya.

Dalam rentang Senin hingga Kamis (31/3-3/4), tingkat hunian hotel masih berkisar 70-80 %, selanjutnya, menurun perlahan. Hanya Yogyakarta, tingkat hunian hotelnya bertahan lebih lama, hingga Minggu (6/4), khususnya hotel-hotel di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta. Turunnya permintaan juga dialami bisnis rental atau persewaan mobil pada masa libur Lebaran 2025. Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha Rental Mobil Daerah Indonesia, Erwin Suryana, berkata, lesunya sektor pariwisata dan berkurangnya minat warga untuk mudik memengaruhi bisnis rental mobil.

Bahkan, pada H+2, H+3, diperkirakan kondisi rental mobil masih lesu. Daya beli masyarakat dan lesunya ekonomi menjadi faktor rendahnya minat warga mengeluarkan uang di masa liburan. ”Situasi daya beli dan kelesuan ekonomi saat ini hingga setelah Lebaran belum terlihat ada tren positif, sejalan dengan tren wisata terhadap tingkat hunian hotel dan penyewaan mobil. Kelesuan ekonomi yang menjadi inti pokoknya,” ujarnya. Menurut Erwin, omzet sewa mobil turun berkisar 40-50 %. Penurunan omzet tahun ini paling parah dan tidak pernah dialami sebelumnya oleh pelaku usaha di masa liburan. (Yoga)

Transformasi BUMN Karya Menjadi Agrinas

KT3 25 Mar 2025 Kompas

Pemerintah tengah mengubah tiga perusahaan BUMN Karya, PT Virama Karya (Persero), PT Yodya Karya (Persero), dan PT Indra Karya (Persero) untuk bertransformasi menjadi BUMN pangan, perkebunan, dan perikanan di bawah nama Agro Industri Nasional atau Agrinas. Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan rencana transformasi sejumlah BUMN nonpangan menjadi BUMN pangan untuk mendukung terlaksananya program prioritas Presiden Prabowo. Menteri BUMN Erick Thohir saat itu mengonfirmasi bahwa transformasi itu merupakan langkah institusinya untuk mendukung program swasembada pangan pemerintah. Unit bisnis BUMN yang selama ini punya fokus bisnis di sektor karya akan berkonsolidasi untuk mengerjakan penugasan lain yang berkaitan dengan sektor pangan.

Berdasarkan PP No 1 Tahun 2025, Virama Karya akan bertransformasi dengan nama baru Agrinas Jaladri Nusantara, untuk berbisnis tambak ikan atau udang. Adapun kontrak bisnis konsultasi infrastruktur yang masih berjalan akan dialihkan ke salah satu cucu usaha BUMN karya. Sementara, berdasarkan  PP No 2 Tahun 2025, Yodya Karya akan berganti nama menjadi Agrinas Pangan Nusantara untuk menggarap bisnis di sektor pertanian, industri pengolahan hasil pertanian, penyediaan tanah untuk pertanian, pengolahan lahan, penyediaan jaringan irigasi, perdagangan hasil pertanian, serta perdagangan mesin dan perlengkapan pertanian. Adapun menurut PP No 3 Tahun 2025, Indra Karya yang beralih nama menjadi Agrinas Palma Nusantara akan fokus pada dua lini bisnis utama, yakni sektor bisnis pengolahan perkebunan kelapa sawit dan layanan konsultasi konstruksi. (Yoga)

Usaha yang Pasti, Tanpa Pungli

KT3 20 Mar 2025 Kompas

Kepastian berusaha diawali saat mengurus perizinan hingga produksi tanpa gangguan pungli dan premanisme. Tanpa kepastian, investor enggan masuk Indonesia. Rencana bisa kacau saat perusahaan mesti menghadapi ”biaya tak terduga” yang muncul karena ketidakpastian. Misalnya, pengurusan izin yang tak kunjung beres tanpa kejelasan. Atau, pemerasan dan perilaku premanisme yang menyedot sumber daya biaya dan energi karena kegiatan produksi bisa tertunda atau terhenti. Kekacauan lain adalah ”biaya di bawah meja” atau ”biaya siluman”, seperti pungutan liar. Biaya tak tercatat ini sulit diukur hasilnya, tetapi membebani usaha dan mengurangi biaya produksi. Biaya-biaya tak terlihat ini, menurut salah seorang pengusaha, bisa 20 persen dari total perputaran dana per tahun (Kompas, 18/3/2025). Besar, tetapi tak ada hasilnya alias lenyap begitu saja.

Padahal, jika digunakan untuk proses produksi, dana tersebut bisa digunakan untuk kegiatan yang lebih produktif, diantaranya untuk menambah mesin produksi, mempercepat proses produksi, menambah pekerja, atau malahan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja. Pada akhirnya akan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tak ada jalan lain selain membenahi iklim bisnis di Indonesia. Tak perlu berdalih pelaku premanisme dan pungli itu oknum. Tak perlu juga merasa jemawa dengan jumlah penduduk Indonesia yang 280 juta jiwa, yang menarik investor menjadikan Indonesia sebagai pasar. Pasar yang besar tak akan jadi daya tarik karena tertutup bayang-bayang ketidakpastian berusaha. Jika berbagai hambatan berinvestasi ini dibiarkan, lambat laun investor akan enggan masuk ke Indonesia. Investasi macet. (Yoga)

Perlu Rute Alternatif untuk Truk

KT3 20 Mar 2025 Kompas

Pembatasan angkutan barang sumbu tiga atau lebih untuk melintas di ruas tol dan arteri selama arus mudik Lebaran 2025 akan berlangsung 16 hari, yakni 24 Maret hingga 8 April 2025. Pembatasan ini diperkirakan memicu kerugian bisnis truk dan depo kontainer sehingga perlu ditinjau kembali. Salah satunya, pemerintah bisa mempertimbangkan membuka rute alternatif. Senior Consultant Supply Chain Indonesia, Sugi Purnoto, Rabu (19/3) di Jakarta, berpendapat, sejumlah jalan tol dapat digunakan untuk angkutan barang, terutama di jalan tol yang jarang dilalui pemudik. Contohnya, Jalan Tol Lingkar Pelabuhan (CTP) dan Cibitung-Cimanggis, Jalan Tol Pelabuhan dan JORR II-Balaraja, serta Jalan Tol Serpong-Cinere-Cimanggis yang bukan jalur tol pemudik.

Sugi memperkirakan kerugian ekonomi akibat kebijakan pembatasan itu bisa mencapai Rp 1 triliun. Perhitungan ini didasarkan pada terhambatnya angkutan barang yang banyak mengalir ke kawasan industri di Pulau Jawa. ”Untuk aliran kontainer, terutama domestik dari Jakarta ke arah timur, memberi proporsi 60-70 % total pergerakan kontainer di Tanjung Priok. Jadi, efeknya besar sekali,” tutur Sugi. Ketua Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (Asdeki) Mustofa Kamal Hamka mengatakan, bisnis depo kontainer di pelabuhan dirugikan atas kebijakan tersebut. Pengusaha harus menanggung biaya sewa lebih tinggi karena ada potensi pengembalian peminjaman kontainer ke perusahaan pelayaran lebih lama dari yang diperjanjikan. (Yoga)

Avian Fokus Merebut Pasar dengan Menyasar Ritel

KT3 14 Mar 2025 Kompas

Produsen cat terintegrasi PT Avia Avian Tbk berencana tetap agresif memenangi pasar, di antaranya memperkuat lini distribusi dan terus mengembangkan produk cat ramah lingkungan. Sepanjang 2024, kondisi ekonomi Indonesia menghadapi tantangan dengan daya beli masyarakat yang lemah. Kondisi pasar yang menantang itu diprediksi berlanjut hingga tahun ini. Head of Investor Relations PT Avia Avian Tbk Andreas Timothy Hadikrisno mengemukakan, lemahnya pasar diprediksi berlanjut hingga semester I (Januari-Juni) 2025. Namun, perseroan menargetkan mampu menaikkan volume penjualan di kisaran 4-8 % pada tahun ini serta pendapatan (marketing sales) tumbuh 6-10 % melalui sejumlah strategi.

Pada tahun 2024, Avian mencatat pertumbuhan pendapatan 6,5 % secara tahunan menjadi Rp 7,5 triliun, sejalan dengan volume penjualan yang tumbuh 5 % secara tahunan. Laba bersih emiten berkode saham AVIA, yang juga masuk emiten Kompas100, itu tercatat Rp 1,66 triliun atau naik tipis 1,22 %. Menurut Andreas, keberhasilan perseroan dalam mencapai pertumbuhan penjualan pada tahun 2024 didorong strategi berkelanjutan yang difokuskan pada upaya merebut pangsa pasar dari perusahaan-perusahaan cat lain. Strategi itu di antaranya inovasi produk, ekspansi pusat distribusi, strategi pemasaran yang terarah, peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan, serta program loyalitas kepada konsumen.

”Kami agresif mengambil pangsa pasar dari kompetitor melalui inovasi produk dan strategi pemasaran. Kami memiliki jaringan distribusi terbesar yang merupakan advantage dalam merebut pasar,” ujar Andreas, Rabu (12/3/2025) sore. Inovasi produk digencarkan melalui produk-produk yang ramah lingkungan. Sebagian produk cattelah beralih ke ”water-based” yang memiliki keunggulan ramah lingkungan dan tidak bau. Avian menyasar sektor ritel, dengan pasar terbesarnya adalah toko bahan bangunan dan tukang cat. Upaya memperkenalkan merek agar dikenal sampai ke kalangan tukang cat hingga merebut pasar diakui membutuhkan waktu hingga belasan tahun. (Yoga)

Alih Fokus ke Bisnis Sewa Pesawat, BBN Airlines Tutup Rute Reguler

KT3 13 Mar 2025 Kompas

PT Blue Bird Nordic (BBN) Airlines Indonesia menghentikan semua rute penerbangan regulernya di Indonesia akibat tingkat keterisian penumpang yang rendah, lalu beralih ke jasa sewa basah pesawat (wet lease). Setelah enam bulan mengudara sejak September 2024, PT Blue Bird Nordic Airlines Indonesia resmi menutup seluruh rute penerbangannya di Indonesia. Sejak November lalu, maskapai penerbangan ini telah menghentikan salah satu layanan penerbangannya setelah sebulan beroperasi. Kemenhub mengonfirmasi berhentinya BBN Airlines Indonesia melayani rute berjadwalnya. Terakhir, maskapai penerbangan itu melayani rute Jakarta (CGK)-Pontianak (PNK) pergi pulang (PP) serta Jakarta (CGK)-Denpasar (DPS) PP pada pertengahan Februari 2025.

Rute lainnya, Jakarta (CGK)-Surabaya (SUB) PP telah berhenti beroperasi lebih awal sejak Januari 2025. ”Alasan berhenti beroperasi adalah karena tingkat isian penumpang yang rendah. Berdasarkan evaluasi data produksi, rata-rata load factor (tingkat keterisian) penerbangan BBN Airlines Indonesia periode winter 2024 pada November 2024 sampai Januari 2025 adalah 50 %,” tutur Plt Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa, Rabu (12/3). ”Namun, PT BBN Airlines Indonesia masih beroperasi melayani penerbangan tidak berjadwal atau carter, khusus kargo, dan juga akan melayani penerbangan tidak berjadwal untuk penumpang atau kargo,” ujar Lukman. (Yoga)

RAJA Segera Menuntaskan Akusisi Dua Perusahaan Sekaligus

KT1 08 Mar 2025 Investor Daily (H)
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) segera menuntaskan akuisisi dua perusahaan sekaligus pada semester 1-2025. Penambahan portfolio itu dilakukan RAJA untuk memperkuat sektor mindstream dan downstream seiring dengan tingginya permintaan di dua sektor. Direktur Utama Rukun Raharja Djauhar Maulidi menyampaikan, pengembangan bisnis sektor mindstream dan downstream nerupakan prioritas RAJA pada tahun ini untuk memperkuat rantai nilai energi. Karena itu perseroan secara aktif  terus mengeksplorasi peluang akuisisi di sektor terkait. "Perseroan tengah mengkaji akuisis perusahaan distribusi gas dan akuisisi perusahan infrstruktur LNG yang keduanya ditargetkan terealisasi pada semester pertama tahun ini," jelas Djauhar. Langkah strategis ini, sambung Djauhar, diharapkan dapat memperluas cakupan bisnis RAJA, meningkatkan efisiensi distribusi energi, dan memperkuat daya saing perseroan di industri energi yang terus berkembang. Ini sesuai komitmen RAJA dalam mendukung transisi energi nasional dengan berinvestasi pada energi bersih. "Melalui diversifikasi portfolio energi dan penguatan infrastruktur, RAJA tidak hanya mendorong pertumbuhan  bisnis mendukung ketahanan energi nasional menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan," papar dia. (Yetede)

Industri Film Siap Panen di Musim Lebaran

HR1 08 Mar 2025 Kontan (H)
Momentum libur Lebaran 2025 menjadi peluang besar bagi industri bioskop dan perfilman Indonesia untuk meningkatkan jumlah penonton dan pendapatan. PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), pengelola Cinema XXI, telah menyiapkan lima film lokal untuk tayang saat Lebaran, yakni Jumbo, Komang, Norma: Antara Mertua dan Menantu, Pabrik Gula, dan Qodrat 2. Indah Tri Wahyuni, Corporate Secretary Cinema XXI, menegaskan komitmen jaringan bioskop terbesar di Indonesia ini dalam menghadirkan film-film berkualitas bagi penonton. Cinema XXI juga terus meningkatkan kenyamanan dan teknologi bioskop guna memberikan pengalaman menonton terbaik.

Sementara itu, PT MD Entertainment Tbk (FILM) turut meramaikan Lebaran dengan merilis film horor terbaru berjudul Pabrik Gula, yang disutradarai oleh Awi Suryadi. Film ini mengisahkan teror supranatural yang dialami sekelompok buruh musiman di sebuah pabrik gula tua. Astrid Suryatenggara, Chief Communications Officer MD Entertainment, berharap Pabrik Gula dapat mengikuti jejak sukses film horor MD sebelumnya, seperti KKN di Desa Penari, Sewu Dino, dan Badarawuhi di Desa Penari, yang sukses menjadi box office di Indonesia.

Dengan strategi pemasaran yang kuat dan kualitas produksi tinggi, MD Entertainment optimistis film ini akan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan pendapatan perusahaan di 2025. Bahkan, perusahaan telah mengalokasikan capital expenditure (capex) besar untuk produksi, termasuk penggunaan teknologi IMAX dan efek visual canggih.

Secara keseluruhan, libur Lebaran diprediksi akan meningkatkan jumlah penonton bioskop secara signifikan, mengingat banyaknya film lokal berkualitas yang siap tayang serta tingginya animo masyarakat terhadap film, terutama di genre horor.

2 Juta NIK KTP Tak Aktif Masih Terima Saldo Dana Bansos dari Pemerintah

KT1 03 Mar 2025 Investor Daily
Sebanyak 2 juta masyarakat, sudah termasuk ke dalam daftar KTP tidak aktif. Masih rutin menerima saldo dana bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah. "Dari penduduk Indonesia yang berjumlah 285 juta sekian, ada 10 juta KTP yang tidak aktif. Dan dari 10 juta itu, ada 2 juta aktif menerima bansos," Jelas Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jobo Priyono. Menanggapi hal ini, Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan bahwa mereka akan menjalankan strategi berupa pemadanan data guru untuk bansos, yang juga menjadi bagian dari pemutakhiran DTSEN. Nantinya, Kemensos menyatakan bahwa mereka  juga akan berkolaborasi dengan Kementerian Berpendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), dan BPS. "Kolaborasi ini akan terus diperkuat. Data harus satu pintu, sehingga bisa disediakan data yang solid," ujar Mensos. Sementara itu, menurut Kepala Badan Usaha Statistik (BPS), Amalia Adininggar menyatakan  proses pendataan guru memerlukan komunikasi dua arah dengan Kementerian Disdasmen dan Kemenag. Nantinya, pendataan nama-nama guru yang akan diberikan bansos di sel sesuai DTSEN. Sehingga saat, ditemukan nama yang ganda bisa lansung di cek sesuai NIK tunggal di DTSEN. (Yetede)

Gelombang PHK dan Tutupnya Sejumlah Pabrik

KT1 28 Feb 2025 Investor Daily (H)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menerangkan, gelombang PHK dan tutupnya sejumlah pabrik elektronok seperti PT Sanken Indonesia dan PT Yamaha Music Indonesia, perlu dipelajari lebih mendalam. Dia menerangkan, ada dua isu yang yang mungkin dialami, seperti salah urus diinternal  perusahaan hingga kesulitan bersaing dengan produk-produk lain. Agus mengatakan, sebenarnya pertumbuhan industri, manufaktur tumbuh baik, terlihat dari Indeks Kepercayaan Industri serta Purchasing  Manufacture Indeks  yang selalu ekspansif diatas 50 poin. " Ini yang sedang kami pelajari walaupun perusahaan-perusahaan yang tutup itu menurut pandangan kami sama, jadi realisasis investasi  baru cukup besar, gap nya menunjukkan manufakur tumbuh diatas 4%, tetapi bukan berarti dia mewakili perushaan sepenuhnya. Kasus seperti ini (PHK) harus kita pelajari. (Yetede)