;
Tags

Bursa

( 810 )

Mari Memilah Right Issue Emiten BUMN yang Menarik

HR1 09 Jun 2022 Kontan (H)

Enam perusahaan plat merah yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menggelar rights issue di tahun ini. Emiten yang akan menggelar penerbitan saham baru ini yaitu PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Sejumlah emiten menggunakan rights issue sebagai jalan masuk penyertaan modal negara (PMN), seperti Bank BTN, Waskita, dan Adhi Karya. Waskita, setelah mendapat PMN, akan menggelar rights issue juga untuk publik dengan target Rp 1 triliun, sehingga total aksi korporasinya akan menurunkan porsi pemerintah. Emiten-emiten ini akan menggunakan dana segar dari right issue untuk memperkuat modal dan ekspansi.

43 Perusahaan Berminat Masuk Bursa

KT3 08 Jun 2022 Kompas

Sebanyak 43 perusahaan menyatakan minat untuk masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Hingga Senin (6/6), semua perusahaan itu sedang menjalankan proses pencatatan saham di BEI. Dana publik yang dapat dihimpun dalam pencatatan saham tersebut mencapai sekitar Rp 14,1 triliun. Selain perusahaan yang mau masuk bursa, sampai 3 Juni 2022, ada 33 emiten yang akan melakukan right issue. (Yoga)

Pelemahan IHSG Temporer

KT1 07 Jun 2022 Investor Daily (H)

Pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga 86,38 poin atau 1,2% ke posisi 7.096,58 pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/6, dinilai bersifat temporer. Meski, terkoreksi  cukup signifikan yang dipimpin oleh saham-saham sekitar teknologi dan finansial, IHSG masih akan kuat bertahan di atas level 7.000. Para pemodal asing masih melakukan pembelian dan akumulasi net buying asing selama Januari hingga 6 Juni 2022 mencapai Rp66,1 triliun. "Selama fundamental makroekonomi masih solid, hal ini akan membuat kinerja indeks lebih sustainable dalam menghadapi market," ujar Senior Investment Information Mirea Asset Sekuritas Indonesia  Nafan Aji Gusta kepada Investor Daily, Senin (6/6). Sepanjang hari perdagangan kemarin, Senin (6/6), IHSG bergerak dalam rentang 7.056,1-7.194,5 dengan nilai transaksi Rp 14,59 triliun. Penurun indeks juga dialami kelompok 45 saham unggulan atau indeks 1.Q45 yang turun 7,16 poin atau 0,69% ke posisi 1.043,54. (Yetede)

Blibli Dikabarkan Bidik Dana US$ 500 Juta dari IPO

HR1 07 Jun 2022 Kontan (H)

Satu lagi unicorn, perusahaan teknologi dengan valuasi di atas US$ 1 miliar, dalam negeri akan masuk bursa saham. Kabar yang diterima KONTAN, PT Global Digital Niaga, pengelola situs e-commerce Blibli.com, akan menggelar penawaran saham perdana ke publik atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini. Blibli disebut-sebut sudah menunjuk Credit Suisse First Boston (CSFB) dan Morgan Stanley untuk menghelat IPO tersebut. Kabarnya, Blibli membidik US$ 500 juta dari IPO di BEI. "Paling cepat Juni atau Juli," kata sumber KONTAN yang mengetahui rencana itu, kemarin.

CUAN TEBAL SAHAM ENERGI

HR1 06 Jun 2022 Bisnis Indonesia (H)

Berkah harga komoditas salah satunya tercermin dari kinerja saham sektor IDX Energy. Secara tahun berjalan, indeks IDX Energy mencetak pertumbuhan 54,4% Tak pelak, kinerja indeks yang menaungi 74 emiten dari sektor energi itu tampil paling moncer jika dibandingkan dengan 10 sektor lainnya. Capaian itu pun membuat jarak pertumbuhan dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) makin jauh karena indeks komposit hanya tumbuh 9,14%. Saat dimintai tanggapan perihal kinerja moncer sektor energi, Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), Dileep Srivastava mengatakan kenaikan harga batu bara saat ini dipicu oleh beberapa hal yakni pertumbuhan setelah pandemi, krisis energi, dan dampak Perang Rusia-Ukraina. Imbasnya, perusahaan menaikkan produksi pada 2022 untuk menikmati momen kenaikan harga.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2022, laba bersih BUMI tercatat naik dari US$25,1 juta pada kuartal pertama 2021 menjadi US$120,6 juta pada kuartal pertama 2022. Laba tersebut diraih dari kenaikan pendapatan perusahaan pada periode tiga bulan pertama tahun ini mencapai US$1,37 miliar, naik 32,6% dari tahun sebelumnya US$1,03 miliar. Setali tiga uang, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) juga mencatatkan kinerja positif dari segi operasional maupun keuangan pada kuartal I/2022. Sementara itu, Associate Director, Chief of Research PT Fokus Finansial Janson Nasrial mengatakan tren bullish harga komoditas akan berlanjut sepanjang tahun ini. Sentimen tersebut yang akan menopang kinerja emiten-emiten di sektor terkait. Senada, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta Utama mengatakan emiten komoditas tambang dan energi cenderung mencatatkan hasil keuangan yang positif pada kuartal I/2022.


EXCL Tuntaskan Akuisisi Hipernet Indodata

HR1 04 Jun 2022 Kontan

PT XL Axiata Tbk (EXCL) telah merampungkan pembelian 2.805 saham atau setara dengan 51% saham PT Hipernet Indodata (HI). Sekretaris Perusahaan XL Axiata Ranty Astari Rachman menyebutkan proses pengambilalihan saham Hipernet Indodata telah selesai dengan nilai transaksi mencapai Rp 335,32 miliar. Adapun per 2 Juni 2022, XL Axiata mengempit 51% saham Hipernet Indodata. Kemudian, kepemilikan saham PT Mitra Indo Asia sebesar 34,31%, dan PT Magna Karya Archipelago 14,69%. Ranty bilang akuisisi saham ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan produk yang ditawarkan oleh EXCL kepada pelanggan perusahaan

GoTo Dimasukkan ke Tiga Indeks Sekaligus

KT3 03 Jun 2022 Kompas

Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk menjadi konstituen tiga indeks. Ketiga indeks tersebut adalah Indeks LQ45, IDX30, dan IDX80. GoTo menggeser saham PT Waskita Karya Tbk di indeks IDX30 dan LQ45. Pada indeks IDX80, GoTo menggeser saham PT Buyung Poetra Sembada Tbk. BEI melakukan evaluasi fast entry. Evaluasi ini diberlakukan untuk menyusun indeks agar lebih mewakili dinamika pasar. (Yoga)

Menyikapi Kejatuhan Bursa Saham

HR1 23 May 2022 Kontan

Pasca lebaran, saat sebagian investor bahkan belum balik ke tempat kerja, bursa saham memberi kejutan pahit dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 3,42% pada tanggal 9 Mei 2022, seturut longsornya bursa regional saat kita menikmati libur lebaran. IHSG turun menciptakan gap (celah) yang hingga tulisan ini dibikin masih belum tertutup gap-nya. Dari harga penutupan tertinggi IHSG per 21 April 2022 ke harga penutupan terendah tanggal 13 Mei 2022, ISG suda turun 9,32% hanya dalam 10 hari bursa. Bila dihitung kecepatan penurunannya mencapai 0,93% per hari bursa. Terkait kejatuhan pasar saham, penulis tertarik menelaah lebih lanjut terkait fakta-fakta apa yang bisa digali selama periode tanggal 21 April 2022 hingga 13 Mei 2022, untuk mencari apakah ada pelajaran yang bisa dipetik oleh investor. Untuk itu penulis memilih investment universe indeks KOMPAS100, dengan pertimbangan investor ritel banyak juga yang berinvestasi di saham kategori menengah kecil. Yang mengejutkan kenyataan bahwa kejatuhan IHSG kali ini banyak dikontribusi oleh saham teknologi, yang anjlok 21,54% akibat merosotnya harga saham Elang Mahkota Teknologi, Bukalapak dan Metrodata Electronics. Selain itu, sektor keuangan menduduki ranking kedua, dengan penurunan 9,91%.

Menyikapi Kejatuhan Bursa Saham

HR1 23 May 2022 Kontan

Pasca lebaran, saat sebagian investor bahkan belum balik ke tempat kerja, bursa saham memberi kejutan pahit dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 3,42% pada tanggal 9 Mei 2022, seturut longsornya bursa regional saat kita menikmati libur lebaran. IHSG turun menciptakan gap (celah) yang hingga tulisan ini dibikin masih belum tertutup gap-nya. Dari harga penutupan tertinggi IHSG per 21 April 2022 ke harga penutupan terendah tanggal 13 Mei 2022, ISG suda turun 9,32% hanya dalam 10 hari bursa. Bila dihitung kecepatan penurunannya mencapai 0,93% per hari bursa. Terkait kejatuhan pasar saham, penulis tertarik menelaah lebih lanjut terkait fakta-fakta apa yang bisa digali selama periode tanggal 21 April 2022 hingga 13 Mei 2022, untuk mencari apakah ada pelajaran yang bisa dipetik oleh investor. Untuk itu penulis memilih investment universe indeks KOMPAS100, dengan pertimbangan investor ritel banyak juga yang berinvestasi di saham kategori menengah kecil. Yang mengejutkan kenyataan bahwa kejatuhan IHSG kali ini banyak dikontribusi oleh saham teknologi, yang anjlok 21,54% akibat merosotnya harga saham Elang Mahkota Teknologi, Bukalapak dan Metrodata Electronics. Selain itu, sektor keuangan menduduki ranking kedua, dengan penurunan 9,91%.

Saat Menambah Saham Sektor Konsumer

HR1 17 May 2022 Kontan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lesu dalam sepekan terakhir, pasca libur Lebaran. Mengutip data Bloomberg, sepanjang 24 April hingga 13 Mei 2022, IHSG terjerembab 8,73% ke posisi 6.597,99. Hanya dua yang menghijau dari sebelas sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI). Mereka adalah sektor transportasi dan logistik naik 1,99% dan sektor konsumer primer naik 1,61%. Analis Binaartha Sekurtias Ivan Rosanova mencermati, sektor-sektor yang memerah umumnya dipengaruhi oleh potensi imbas negatif arah kebijakan kenaikan suku bunga. Terlebih, setelah The Fed menaikkan suku bunga 50 basis poin. Analis menilai sektor transportasi dan logistik yang masih menghijau, cukup atraktif karena pulihnya aktivitas pengiriman. Sementara sektor barang konsumen, cukup lama terkena aksi jual sehingga kini valuasinya lebih menarik.