;
Tags

Bursa

( 805 )

Ada 29 Calon Emiten Antre IPO

HR1 21 Sep 2022 Kontan

Sepanjang tahun 2022, sudah ada 44 emiten baru yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Total nilai emisi dari 44 IPO tersebut mencapai Rp 21,8 triliun sampai dengan 20 September 2022. Jumlah tersebut berpotensi terus bertambah hingga akhir tahun 2022. Mengingat, saat ini ada 29 perusahaan dalam pipeline penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO). Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, daftar calon emiten tersebut didominasi oleh perusahaan dengan aset skala besar, yakni sebanyak 18 perusahaan. Disusul tujuh perusahaan aset skala menengah dan empat perusahaan aset skala kecil. Nyoman menyampaikan, dari 29 calon perusahaan tercatat dalam pipeline pencatatan saham, beberapa diantaranya menargetkan emisi lebih dari Rp 1 triliun. Calon emiten tersebut berasal dari sektor Energi, Teknologi, dan Keuangan.


UJIAN MILENIAL DI PASAR MODAL

HR1 27 Aug 2022 Bisnis Indonesia (H)

Baik dari sisi konsistensi dalam menanamkan modalnya maupun dalam mempertebal pengetahuan agar industri ini semakin melesat. Meningkatnya jumlah investor milenial di pasar modal perlu terus dijaga, baik dari sisi konsistensi dalam menanamkan modalnya maupun dalam mempertebal pengetahuan agar industri ini semakin melesat. Kalangan investor milenial seringkali terjebak untuk meraih keuntungan dalam jangka pendek tanpa pengetahuan yang cukup. Selain itu, keputusan untuk masuk ke pasar modal karena sekadar mengikuti tren sesaat. Regulator perlu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan investor, utamanya generasi milenial itu agar keberadaannya mampu berkontribusi terhadap perekonomian. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat minat masyarakat, terutama generasi milenial untuk berinvestasi di pasar modal makin meningkat. Ini tercermin dari terus bertambahnya jumlah investor yang mencapai 9,45 juta orang hingga pertengahan Agustus 2022. Jumlah tersebut naik 26,14% dibandingkan dengan jumlah investor pada akhir 2021 sebanyak 7,49 juta. Besarnya antusiasme kalangan muda menjadi investor pasar modal tak lepas dari signifikansi perkembangan pemanfaatan teknologi keuangan yang memudahkan proses transaksi di lantai bursa tersebut.


BSI dan Bank Raya Bersiap ”Right Issue”

KT3 19 Aug 2022 Kompas

Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Raya berencana menambah modal dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu atau right issue. Namun, kedua bank masih harus meminta persetujuan dari para pemegang saham. Direktur Keuangan dan Strategi BSI Ade Cahyo Nugroho, Kamis (18/8) menyatakan, dana dari right issue itu akan digunakan untuk penyaluran pembiayaan. (Yoga)

KLIN Ekspor Pel ke Amerika

HR1 16 Aug 2022 Kontan

Produsen alat kebersihan, PT Klinko Karya Imaji Tbk (KLIN) resmi merambah pasar ekspor. Terbaru, perusahaan telah mengirimkan 100.000 pieces (pcs) mop head (alat pel) refil ke Amerika Serikat (AS). Direktur Utama KLIN Anggun Supanji menuturkan ekspor ini merupakan awal dari realisasi kontrak kerja jangka panjang di Negeri Paman Sam itu. Selain itu, Klinko telah mengantongi dua pesanan lain yang sedang disiapkan untuk total pesan 100.000 pcs mop head refil

ASING RAMAIKAN LANTAI BURSA

HR1 13 Aug 2022 Bisnis Indonesia (H)

Kembali derasnya aliran modal investor asing ke pasar saham Indonesia menjadi suntikan tenaga bagi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG). Saham blue chips dengan fundamental kuat di sektor perbankan, telekomunikasi, komoditas, dan otomotif diproyeksi mendapat berkah. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sepanjang tahun berjalan 2022, transaksi investor asing mencetak beli bersih atau net buy sebesar Rp60,33 triliun. Angka itu termasuk net buy Rp4,21 triliun sepanjang pekan ini. Aksi borong asing di pasar saham berbanding terbalik dengan kondisi di pasar surat utang negara. Berdasarkan data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, kepemilikan asing di surat berharga negara (SBN) tradeable menyusut Rp127,91 triliun sejak awal tahun hingga Rabu (10/8). Kendati demikian, investor asing kembali menambah kepemilikan di SBN sebesar Rp12,19 triliun sepanjang 1—10 Agustus 2022. Adapun, net buy asing di pasar saham membuat IHSG sepekan terakhir menguat 0,63% ke level 7.129,27 pada akhir perdagangan Jumat (12/8). Vice President PT Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan arus modal asing akan terus berlangsung pada kuartal III/2022.

Saham Empat Bank Bakal Moncer Hingga Akhir Tahun

KT1 10 Aug 2022 Investor Daily ( H)

Meski sudah 45 tahun diaktifkan kembali, pasar modal Indonesia dinilai kurang atraktif, terutama bagi pemodal besar dan investor asing. Salah satu penyebab utama adalah minimnya variasi produk. Hingga saat ini, produk yang dijual masih terbatas pada saham, obligasi, dan reksa dana. Sudah lama kalangan investor dan manajer investasi mengharapkan sejumlah produk turunan dari saham dan obligasi seperti stock futures, stock options, foreign exchange futures, foreign exchange option, dan interest rate futures. Selain minim variasi produk, Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai gagal menjadi filter yang baik untuk mendapatkan emiten berkualitas. Sebagian dari 809 emiten yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (10/08/2022), adalah saham berkapitalisasi kecil, di bawah Rp 5 triliun, yang rawan menjadi saham gorengan. Dari sisi permintaan, jumlah investor baru 9,4 juta. Tidak sebanding dengan jumlah kelas menengah yang sudah mencapai 55 juta atau 20% dari penduduk Indonesia. (Yetede)

BERBURU CUAN SAHAM ANYAR

HR1 08 Aug 2022 Bisnis Indonesia (H)

Gelombang aksi go public terus berlanjut di lantai bursa. Momentum pasar modal yang sedang menanjak membuat ‘kontes kecantikan’ emiten untuk memikat investor kian menarik. Tak ayal, kondisi tersebut diyakini dapat dimanfaatkan investor untuk mendapatkan saham-saham yang menjanjikan. Kabar terbaru, pada tanggal cantik 8 Agustus 2022 alias hari ini, empat emiten anyar melantai di Bursa Efek Indonesia. Mereka yaitu PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) yang menggalang dana hasil initial public offering (IPO) Rp1 triliun, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) Rp222,4 miliar, PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk. (KKES) Rp31,5 miliar, dan PT Estee Gold Feet Tbk. (EURO) Rp35 miliar. Kehadiran mereka membuat total emiten anyar yang melantai di Bursa Efek Indonesia sejak awal tahun mencapai 38 perusahaan. Jumlah tersebut kian mendekati target otoritas bursa yang membidik tambahan 55 emiten baru pada 2022. Selain emiten baru tersebut, PT Klinko Karya Imaji Tbk. (KLIN), PT Segar Kumala Indonesia Tbk. (BUAH), dan PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk. (TOOL) juga bakal listing pada Selasa (9/8). Menariknya, sejumlah perusahaan pendatang baru terafiliasi dengan konglomerasi atau taipan. Sebut saja MORA yang terkait dengan Grup Sinar Mas karena sebagian sahamnya digenggam oleh anak usaha PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN).

Sebanyak 800 Emiten Tercatat di Bursa Efek Indonesia

KT3 06 Aug 2022 Kompas

Bursa Efek Indonesia saat ini memiliki 800 emiten yang mencatatkan sahamnya. Hari Jumat (5/8/2022) bertambah lagi satu emiten yang masuk bursa. Hingga awal Agustus ini, sudah ada 34 emiten BEI juga merupakan bursa teraktif di kawasan ASEAN. ”Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI) adalah emiten ke-800 yang mencatatkan sahamnya. Tahun ini RAFI adalah perusahaan ke-34. Target BEI tahun ini ada 55 perusahaan (yang mencatatkan sahamnya di bursa).

Pada tahun 2020 total perusahaan yang tercatat ada 700-an perusahaan baru di BEI dibandingkan dengan bursa Asia lainnya. Kita adalah yang tertinggi,” kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman ketika membuka perdagangan, Jumat. Pembukaan perdagangan tersebut juga dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki. (Yoga)


Mencari Saham Salim Pembagi Dividen

HR1 28 Jul 2022 Kontan

Empat emiten Grup Salim kompak menebar deviden dengan nilai total keseluruhan mencapai Rp 5,49 triliun, Keempatnya yaitu PT. Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT. Salim Invomas Pratama Tbk (SIMP) dan PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP). Cum dividen keempat saham ini jatuh pada awal Agustus mendatang. Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya menyampaikan, di antara keempat saham tersebut, dia mengunggulkan LSIP. Alasannya yield yang diberikan dividen perusahaan sawit ini menarik. 

SUNTIKAN TENAGA INDEKS TERLIKUID

HR1 27 Jul 2022 Bisnis Indonesia (H)

Kocok ulang konstituen LQ45 dan IDX30 yang dilakukan Bursa Efek Indonesia digadang-gadang mampu menyuntikkan tenaga ekstra saat performa indeks acuan lesu. Apalagi, saat ini pasar modal dibayangi risiko arus keluar modal asing akibat gejolak global. Teranyar, saham PT Bank Jago Tbk. (ARTO), PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS), dan PT Indika Energy Tbk. (INDY) menjadi penghuni baru indeks LQ45 untuk periode Agustus 2022—Januari 2023. Mereka menggantikan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT PP (Persero) Tbk. (PTPP), dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) yang dikeluarkan dari indeks berkapitalisasi pasar lebih dari Rp5.200 triliun itu. Pada saat yang sama, indeks IDX30 kedatangan saham ARTO, PT Harum Energy Tbk. (HRUM), dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG). Adapun, saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), PT XL Axiata Tbk. (EXCL), dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) terpental dari IDX30. Rebalancing indeks yang mengukur kinerja harga saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar, serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik itu, bertepatan dengan performa LQ45 dan IDX30 yang sedang underperform terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG).