;
Tags

Bursa

( 805 )

ABMM Kantongi Laba Bersih US$ 169,92 Juta

HR1 02 Dec 2022 Kontan

PT ABM Investama Tbk (ABMM) mengantongi kinerja positif sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Laba bersih ABMM US$ 169,92 juta melonjak 79,90% secara tahunan. Kenaikan laba bersih ABMM dari pertumbuhan pendapatan sebesar 46,42% jadi US$ 1,02 miliar. Segmen kontraktor tambang dan tambang batubara mencetak kontribusi terbesar, yakni 85,42% dari total pendapatan ABMM per kuartal III-2022. Pendapatan dari segmen ini naik 48,97% menjadi US$ 879,10 juta. Selain dari tambang, ABMM juga meraih pendapatan dari bisnis jasa. Meliputi jasa logistik dan sewa kapal senilai US$ 97,32 juta, site services dan repabrikasi US$ 33,79 juta, serta sewa mesin pembangkit tenaga listrik sejumlah US$ 727.145.

PAPAN ANYAR PENGEREK PASAR

HR1 28 Nov 2022 Bisnis Indonesia (H)

Bursa Efek Indonesia (BEI) punya segudang rencana untuk mendorong laju transaksi di pasar saham. Salah satunya yakni dengan membentuk papan perdagangan baru yang diharapkan bakal menjadi acuan bagi investor. Jika tak ada aral melintang, BEI akan merilis papan baru bernama New Economy pada 5 Desember. Papan ini salah satunya bakal menaungi saham-saham emiten startup maupun per­usahaan teknologi yang memiliki model bisnis baru. Menyusul Papan New Economy, otoritas bursa juga mempersiapkan Papan Pemantauan Khusus yang bakal menjadi tempat bagi saham-saham yang diperdagangkan di bawah harga Rp51 per lembar alias ‘gocapan’. Rencananya papan tersebut akan dirilis tahun depan. Kehadiran papan baru tersebut dinilai sejalan dengan momentum pertumbuhan signifikan jumlah investor ritel dalam beberapa tahun terakhir. Per 3 November 2022, jumlah investor pasar modal yang mengacu pada Single Investor Identification (SID), telah mencapai 10 juta, meningkat 33,53% dari akhir 2021. Bahkan pada 2019, jumlah investor pasar modal baru 2,48 juta. Jika ditengok, sejauh ini BEI telah memiliki tiga papan perdagangan yakni Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Akselerasi. Papan-papan tersebut mengelompokkan emiten sesuai dengan kinerjanya. Dus, kehadiran papan tersebut dapat menjadi acuan bagi investor. Direktur BEI Iman Rachman mengatakan, pembentukan Papan New Economy sudah mengantongi restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurutnya, papan itu menyasar calon perusahaan tercatat yang memenuhi karakteristik seperti memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, menggunakan teknologi untuk menciptakan inovasi produk, serta memiliki kemanfaatan sosial. Perihal papan baru tersebut, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan kedua papan tersebut patut dicermati karena barang baru di pasar modal. Dia pun belum bisa menakar apakah kedua papan ini bakal menarik di mata investor. Pastinya, diperlukan waktu bagi pelaku pasar untuk mencerna papan anyar buatan Bursa itu.

Bidik Rp 1,79 Triliun, VICO Tetapkan Harga Right Issue Rp 180 Per Saham

HR1 26 Nov 2022 Kontan

Rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue PT Victoria Investama Tbk (VICO) terus bergulir. Emiten yang bergerak di sektor finansial ini menetapkan harga pelaksanaan rights issue senilai Rp 180 per saham. VICO akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 9,96 miliar saham biasa, atau mewakili 49,75% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Sehingga, nilai emisi rights issue maksimal sebesar Rp 1,79 triliun. Selanjutnya, Suzanna Tanojo selaku ultimate beneficial owner VICO, akan melaksanakan sebagian HMETD yang dimilikinya yaitu sebesar 805,55 juta. Suzanna juga telah menyetorkan dana tunai ke VICO sebesar Rp 145 miliar.

FONDASI KUAT PASAR SAHAM

HR1 25 Nov 2022 Bisnis Indonesia (H)

Pasar modal Indonesia terus bermanuver di zona hijau sepanjang 2022. Kinerja moncer ekonomi nasional hingga pengujung tahun ini digadang-gadang menjadi fondasi kuat bagi laju bursa saham untuk menutup 2022 dengan apik, sekaligus melanjutkan tren positif di 2023. Kendati demikian, optimisme tersebut juga dibayangi beragam sentimen negatif antara lain konflik geopolitik serta dinamika keuangan global seperti bond rush di Inggris akibat penaikan pajak, dan kebangkrutan bursa kripto FTX. Kasus gagal bayar obligasi Lego Land yang memantik gejolak sistemik di pasar obligasi korporasi di Korea Selatan juga menambah sentimen negatif sektor keuangan global. Kinerja moncer pasar modal Indonesia dikemukakan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Iman Rachman yang menyatakan bahwa indeks harga saham gabungan (IHSG) tercatat naik 7,58% year-to-date (YtD) ke level 7.080,52 pada akhir perdagangan Kamis (24/11). “Tidak semua bursa positif. Kalau kita bandingkan, bursa Indonesia hanya berada di bawah Chile dan Turki,” ujarnya dalam sambutan CEO Networking 2022, Kamis (24/11). Lebih lanjut Iman menuturkan, kapitalisasi pasar saham Indonesia yang mencapai Rp9.520 triliun atau sekitar US$630 miliar juga merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Meski begitu, rerata nilai transaksi harian (RNTH) BEI yang mencapai Rp14,9 triliun atau US$1 miliar masih lebih rendah dari Thailand yang sudah menyentuh US$2 miliar. Iman juga menyoroti rasio jumlah investor pasar modal terhadap populasi Indonesia yang baru mencapai 1,5% atau di bawah beberapa negara Asean minimal 5% atau lebih.

PORTOFOLIO REKSA DANA : JALAN TERJAL DANA KELOLAAN

HR1 24 Nov 2022 Bisnis Indonesia

Pertumbuhan dana kelolaan industri reksa dana pada tahun depan menghadapi jalur terjal seiring dengan keluarnya dana investor institusi akibat regulasi terkait produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (Paydi). Ketua Presidium Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) Marsangap P. Tamba mengatakan, kinerja dana kelolaan reksa dana tahun ini terkoreksi. Hal itu tecermin dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Oktober 2022 yang menunjukkan dana kelolaan industri reksa dana Rp521,96 triliun atau tergerus 10,03% secara tahun berjalan. Dana industri asuransi jiwa yang ditempatkan di reksa dana berangsur berpindah ke Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), sehingga membuat dana kelolaan susut. Dana kelolaan yang sudah turun secara bulanan pada Januari makin tergerus sejak diterbitkan Surat Edaran OJK No. 5/SEOJK.05/2022 pada Maret 2022. Tercatat dana senilai Rp52,67 triliun telah meninggalkan reksa dana.


2023, Produksi Migas ENRG Naik 15%

HR1 18 Nov 2022 Kontan

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) membidik produksi minyak dan gas (migas) bisa mencapai 40.000 barrel of oil equivalent di tahun ini. Untuk tahun depan, ENRG berharap akan ada kenaikan produksi migas sebesar 10% hingga 15%. "Dari kenaikan produksi tersebut, kami berharap bisa menaikkan penjualan dan laba bersih di tahun depan," ujar Direktur ENRG Edoardus Ardianto dalam paparan publik, Kamis (17/11). Selama sembilan bulan pertama 2022, perusahaan milik Grup Bakrie ini telah memproduksi 5.148 barrel of oil per day (bopd) minyak, naik 9,64% secara tahunan. Bersama dengan itu, produksi gas juga naik 1.860% menjadi 204 million standard cubic feet per day (mmscfd). Sebanyak tiga blok ENRG memberi kontribusi besar terhadap produksi ENRG sepanjang periode ini, yakni Blok Malacca, Blok Bentu, dan Blok Kangean. Bersamaan dengan kenaikan tingkat produksi, harga rata-rata minyak dan gas yang direalisasikan ENRG juga turut naik.

Perusahaan Mode dan Fiber Optik Masuk Bursa

KT3 11 Nov 2022 Kompas

Emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin beragam. Kamis (10/11), ada dua emiten baru lagi di bursa. PT Bersama Zatta Jaya Tbk merupakan emiten yang bergerak dalam bidang produksi mode Muslim. Emiten baru lainnya adalah PT Ketrosden Triasmitra Tbk yang memberikan layanan pembangunan, penjualan, dan pemeliharaan jaringan telekomunikasi kabel fiber optik. Zatta menjadi emiten ke-53 yang tercatat di bursa pada tahun 2022 disusul oleh Ketrosden. (Yoga)

Emiten Bursa Capai 52 Perusahaan Tahun Ini

KT3 10 Nov 2022 Kompas

Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan dua emiten baru, yakni PT Puri Sentul Permai Tbk dan PT Primadaya Plastisindo Tbk, Rabu (9/11). Dengan tambahan itu, total emiten baru yang tercatat di BEI tahun ini mencapai 52 emiten. ”Jadi, perusahaan publik adalah awal langkah untuk utilisasi pasar modal,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna pada seremoni pencatatan perdana saham dua perusahaan tersebut. (Yoga)

Resmi Melantai, Blibli Efisienkan Operasi

KT3 09 Nov 2022 Kompas

PT Global Digital Niaga Tbk, pemilik grup bisnis e-dagang Blibli.com, resmi menjadi perusahaan tercatat di BEI, Selasa (8/11). Harga per lembar saham saat pembukaan pasar Rp 450, sempat menyentuh Rp 472, dan ditutup dengan harga Rp 450. Perusahaan berharap perolehan dana dipakai untuk membayar utang dan membiayai operasionalisasi kinerja. Co-Founder dan CEO PT Global Digital Niaga Tbk Kusumo Martanto, saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (8/11/2022), mengatakan, utang yang dimaksud berasal dari perbankan dengan total Rp 5,4 triliun. Total dana hasil penawaran umum saham perdana (IPO), sebesar Rp 8 triliun, menurut rencana akan dipakai sebagian untuk membiayai utang.

”Kami melihat perekonomian Indonesia masih baik. Konsumsi rumah tangga masih bagus. Kami terus mencari mitra pemegang merek atau UMKM berkualitas untuk bersama-sama mengejar optimalisasi (kerja Blibli.com),” ujar Kusumo. CEO Tiket.com George Hendrata mengatakan, efisiensi operasionalisasi masih tetap dilakukan oleh PT Global Digital Niaga Tbk. Tiga tahun terakhir, perusahaan berhasil membukukan margin efisiensi dua digit. Sebelumnya, Blibli, Tiket.com, dan Ranch Market telah menyatukan ekosistemnya. ”Kami juga berusaha membangun bisnis yang berkelanjutan. Bisnis agen perjalanan daring dan penjualan groceries (bahan pangan sehari-hari) secara daring telah terbukti jadi bisnis yang menguntungkan. Di luar negeri, perusahaan yang menjalankan dua bisnis itu telah menjadi perusahaan terbuka,” tutur George. (Yoga)


Segera IPO, Pertamina Geothermal Energy Gaet Mitra Strategis

KT3 09 Nov 2022 Investor Daily

PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), anak usaha PT Pertamina Power Indonesia, dikabarkan bakal menggaet mitra strategis dalam waktu dekat, seiring rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PGE. “PGE ini dalam beberapa minggu ke depan, Insya Allah akan ada kabar baik, di mana kami sedang menyukseskan istilahnya unlock value atau menggaet mitra strategis supaya kami bisa mengembangkannya lagi,” kata Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Pertamina Power Indonesia Fadli Rahman di acara Ngopi BUMN, Selasa (8/11). Melalui kemitraan bersama investor strategis itu, Fadli menargetkan, nantinya PGE dapat meningkatkan kapasitas produksi panas bumi di Indonesia. “Sebab, bukan mustahil ketika kapasitas PGE ini berhasil ditingkatkan, dalam waktu lima tahun, Indonesia akan menjadi produsen panas bumi terbesar di dunia. Selama ini, Indonesia menjadi produsen panas bumi terbesar kedua di dunia. Jadi, ini target kami,” tutur Fadli.

Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya mengatakan, pihaknya mendorong PGE untuk IPO di Bursa Efek Indonesia. Langkah itu dilakukan agar PGE mendapatkan akses dana untuk pengembangan energi listrik panas bumi. Terlebih, potensi panas bumi di Indonesia sangat melimpah, yakni mencapai 24 GW, sementara yang baru dikembangkan hanya 2,1 GW. Sementara itu Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi sebelumnya mengungkapkan, rencana IPO PGE masih dalam proses. Diperkirakan, IPO subholding Pertamina ini bisa digelar pada tahun ini atau awal tahun depan. “Tadi ada juga pertanyaan kalau gak salah di WA itu, mengenai Pertamina Geothermal. Ini juga masih dalam proses. Mudah-mudahan bisa tahun ini atau mungkin awal tahun depan,” ungkap dia dalam konferensi pers Prioritas Kebijakan dan Penguatan Pengawasan Pasar Modal, baru-baru ini. (Yoga)