Bursa
( 805 )Pasar Modal, GoTo Menargetkan Raup Rp 15,2 Triliun dari IPO
Perusahaan teknologi digital PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) menargetkan menghimpun pendanaan Rp 15,2 triliun melalui penawaran umum saham perdana (IPO) di BEI. Seluruh dana hasil penawaran, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan GoTo untuk modal kerja perusahaan dan anak perusahaan. Mengutip Prospektus IPO GoTo, dana dari hasil IPO akan digunakan untuk sejumlah pengembangan yang tidak terbatas pada akuisisi pelanggan, meliputi penjualan dan pemasaran, inovasi produk/teknologi baru, dan operasional.
Pencatatan saham perdana akan dilakukan di BEI, 4 April 2022. GoTo mematok harga saham perdana sebesar Rp 316-Rp 346 per lembar saham. GoTo menunjuk PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Untuk keperluan IPO ini, GoTo menggunakan laporan keuangan per akhir September 2021. Kerugian bersih GoTo Rp 11,58 triliun, naik dari periode sama 2020 sebesar Rp 10,43 triliun. Total asetnya Rp 158,17 triliun. Rugi per saham GoTo Rp 197, menurut laporan keuangan 2021 hingga September, lebih baik ketimbang periode sama tahun sebelumnya yang membukukan kerugian Rp 365 per saham. Walau masih merugi, CEO GoTo Andre Sulistyo (15/3), optimistis dapat meningkatkan nilai transaksi bruto. Pendapatan GoTo per September 2021 sebesar Rp 3,4 triliun, naik dari Rp 2,34 triliun per September 2020. (Yoga)
GoTo Uji Peruntungan di Bursa Saham
Setelah lama dinantikan, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk akhirnya bakal melantai di Bursa Efek Indonesia. GoTo mulai menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan mengincar dana Rp 17,9 triliun. Dalam IPO ini, GoTo menawarkan 48 miliar saham baru Seri A dengan kemungkinan ditingkatkan sampai sebanyak-banyaknya 52 miliar saham baru. Ini setara hingga 4,35% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Untuk menyiasati penurunan dalam saat IPO, GoTo menyiapkan skema stabilisasi harga atau biasa disebut greenshoe. "Dalam waktu 30 hari, agen stabilisasi bisa membeli saham GoTo di harga berapa pun sampai dengan maksimum harga IPO," ujar Presiden Direktur PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto The, Selasa (15/3). Dana ini berasal dari saham treasuri yang sudah dimiliki GoTo.
Timah Kembali Meraih Laba pada 2021
Emiten pertambangan, PT Timah (Persero) Tbk, membukukan laba bersih Rp 1,3 triliun tahun 2021 setelah merugi Rp 340,5 miliar di 2020. Dari laporan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, Senin (14/3), pendapatan PT Timah turun dari Rp 15,21 triliun jadi Rp 14,6 triliun selama kurun tersebut. Namun, beban pokok pendapatan turun dari Rp 14,09 triliun di 2020 jadi Rp 11,17 triliun di 2021. (Yoga)
Berpeluang Rebound Teknikal
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan Senin (14/3). Ada peluang dari kenaikan teknikal. Analisis Philip Sekuritas Indonesia Joshua Marcius mengatakan, proyeksi penguatan IHSG disebabkan oleh IHSG yang masih bergerak di atas trending bullish dan stochastic yang mengarah ke atas pada area netralnya. Pelaku pasar cenderung memanfaatkan peluang technical rebound pada saham-saham komoditas. Kabar kegagalan pertemuan Menteri Luar Negeri Rusia dan Ukraina dalam mencapai hasil konkret pada Kamis (10/3) waktu setempat memicu ekspektasi bahwa harga komoditas akan kembali menguat setelah sempat terkoreksi dua hari sebelumnya.
Menakar Prospek Usaha Sang Sultan Andara
Berawal dari garasi dengan tiga orang kru, kini RANS Entertainment menjadi entitas bisnis cukup komplet. RANS, yang didirikan pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini berkembang ke berbagai lini seperti olahraga, musik, taman hiburan hingga kebun binatang. RANS Entertainment juga menambah dunia Metaverse melalui RasVerse dan berencana membuat non fungible token (NFT). Wacana RANS Entertainment masuk bursa saham atau initial public offering (IPO) juga santer terdengar.
Diluar Raffi-Nagita, sejumlah sosok besar pun turut terlibat di bisnis RANS Entertainment. Sebelumnya, ada PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang membeli 17% saham RANS Entertainment dengan nilai transaksi Rp 248 miliar. Aksi ini dilakukan Grup Emtek melalui cucu usaha, PT Indonesia Entertainment Group (IEG), anak usaha PT Surya Citra Media Tbk (SCMA). RANS Entertainment juga mengangkat putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, sebagai komisaris. Ada pula sosok seperti Pandu Sjahrir, Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Komisaris Emtek, yang terlibat di bisnis RANS.
IHSG Pulih, Jumlah Investor Meningkat
”Investor kita saat ini sudah lebih dari 8 juta, naik 7 % dari akhir 2021. Sementara belakangan ini, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) pulih dengan baik, bahkan melampaui sebelum pandemi Covid-19,” kata Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi dalam seminar daring ”Casual Talks, Scaling Up the Utilization of Sustainable Financial Instrument”, Jumat (18/2). Hasan menambahkan, kapitalisasi pasar di BEI sudah melewati Rp 8.632 triliun. Pada penutupan perdagangan Jumat, IHSG naik 0,84 % menjadi 6.892 yang merupakan rekor tertinggi indeks sepanjang masa. Selain kenaikan jumlah investor dan kenaikan kapitalisasi pasar, volume perdagangan saham pun semakin ramai. Tercatat, rata-rata volume transaksi saat ini sebesar Rp 12,4 triliun per hari dengan rata-rata volume perdagangan sebanyak 21,31 miliar saham diperjual belikan. (Yoga)
Pasar Bergairah Susul Penarikan Tentara Rusia
Kabar penarikan sebagian pasukan Rusia dari Belarus disambut meriah oleh pasar. Indeks berbagai bursa saham pada perdagangan Selasa dan Rabu (16/2/2022) naik. Namun, pasar masih berhati-hati karena AS dan sekutunya menambah pasukan di sekitar Rusia. Indeks utama Asia naik, yakni Hang Seng 1,03 %, Nikkei225 1,96 % dan Shanghai 0,44 %. Di Eropa, FTSE naik 1,03 % dan DAX 1,96 %. Bursa AS pun bergairah. Nasdaq melonjak sampai 2,53 %. (Yoga)
Sebanyak 26 Calon Emiten Antre Masuk Bursa
Selain PT Champ Resto Indonesia Tbk, emiten pengelola restoran, yang resmi mencatatkan sahamnya di BEI, Selasa (8/2), ada 26 calon emiten lain yang sedang menjalani proses masuk bursa. Direktur BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, hingga kini BEI telah menerima minat dari 26 perusahaan dengan total dana yang direncanakan didapat dari publik sebesar Rp 1,97 triliun. (Yoga)
Sebanyak 15 Unicorn Siap IPO
Bursa Efek indonesia (BEI) mencatat ada 15 perusahaan unicorn dan centaur siap go public. Jumlah ini didapat pasca pertemuan one-on-one BEI dengan 20 unicorn dan centaur sejak tahun lalu. Direktur penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, BEI telah memetakan 50 unicorn dan centaur dengan minimal penggalangan dana US$ 20 juta dan beroperasi di Indonesia. Nyoman memaparkan, dari 15 unicorn yang dikenal di kawaasan Asia Tenggara, sembilan unicorn berasal dari Indonesia. Di antaranya ada GoTo, Bukalapak, Traveloka, Xendit, Kopi Kenangan, dan Online Pajak.
Masih Ada 30 Perusahaan Mengantre IPO di BEI
Sejak awal tahun ini, dua emiten baru telah mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan total nilai emisi Rp 723 miliar. Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, masih ada 30 perusahaan dalam antrean initial public offering (IPO). "Dari 30 perusahaan tersebut, sebanyak empat perusahaan termasuk kategori aset skala kecil, 14 perusahaan masuk aset skala menengah, dan 12 perusahaan merupakan aset skala besar," kata Nyoman, Jumat (14/1).
Perusahaan dengan skala kecil adalah yang memiliki aset tidak lebih dari Rp 50 miliar, sedangkan perusahaan skala menengah memiliki aset lebih dari Rp 50 miliar sampai dengan Rp 250 miliar. Lalu perusahaan kategori aset skala besar memiliki aset di atas Rp 250 miliar. Secara sektoral, perusahaan dari sektor barang konsumsi non-primer mendominasi pipeline tersebut, yakni sebanyak sembilan perusahaan. Kemudian, empat perusahaan berasal dari sektor perindustrian, empat dari setor barang konsumsi primer, dan empat dari sektor teknologi.
Pilihan Editor
-
Industri Otomotif Banting Setir Buat Ventilator
09 Apr 2020 -
THR Wajib Dibayarkan
03 Apr 2020









