;
Tags

Bursa

( 810 )

Siap-Siap Rupiah Melemah Usai Liburan

HR1 30 Apr 2022 Kontan

Nilai tukar rupiah tidak banyak bergerak di akhir Ramadan. Kemarin, kurs spot rupiah menguat tipis 0,08% menjadi Rp 14,482 per dollar Amerika Serikat (AS). Tapi bila dihitung dalam sepekan, kurs spot rupiah melemah cukup besar, lantaran di Kamis (28/4) kurs rupiah tertekan cukup dalam. Di Kamis, kurs spot rupiah ditutup turun 0,56% ke Rp 14,494 per dollar AS. Rupiah juga cenderung melemah sepekan terakhir karena banyak pelaku pasar mengurangi mata uang Garuda. Pasalnya, Indonesia memasuki libur panjang lebaran, sehingga aktivitas di pasar keuangan dalam negeri terhenti.

Saham GOTO Menyentuh Auto Reject Bawah

HR1 28 Apr 2022 Kontan

Setelah agen stabilisasi kehabisan amunisi saham greenshoe, penurunan saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tidak terbendung. Saham perusahaan teknologi ini terkena auto reject bawah setelah turun 6,45% ke level Rp 290 per saham. Saham greenshoe sedianya menjaga harga GOTO berada paling rendah di harga initial public offering (IPO) Rp 338 per saham.

Kinerja ENAK Semakin Gurih

HR1 27 Apr 2022 Kontan

PT Champ Resto Indonesia Tbk (ENAK) membukukan pendapatan sebesar Rp 268,2 miliar pada kuartal I tahun 2022. Capaian ini meningkat 65% jika dibandingkan kuartal yang sama tahun 2021, yang berjumlah Rp 162,5 miliar. Restoran Gokana dan Raa Cha masih menjadi kontributor terbesar 41% dan 40% dari total pendapatan ENAK. 

SRTG Siapkan Dana Investasi Jumbo

HR1 22 Apr 2022 Kontan

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) US$ 100 juta-US$ 150 juta tahun ini. Nilai ini setara Rp 1,4 triliun-Rp 2,1 triliun. Porsi untuk investasi ke sektor teknologi cukup besar. "Kami mengalokasikan sekitar 30%-40% capex untuk sektor teknologi," kata Devin Wirawan, Direktur Investasi SRTG, Kamis (21/4). Sektor lain yang jadi pilihan Saratoga yaitu pelayanan kesehatan dan energi terbarukan.

Magnet Kuat IPO Pasar Modal

HR1 22 Apr 2022 Bisnis Indonesia

Tensi geopolitik yang membayangi aksi korporasi global ternyata tak mengendurkan niat sejumlah perusahaan di Tanah Air untuk go public. Sejumlah kalangan menilai pasar modal Indonesia memang masih punya magnet kuat untuk menarik korporasi lantaran kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) yang kian ciamik. Demikian pula dengan pertumbuhan signifikan jumlah investor di pasar modal Indonesia yang turut menjadi daya tarik. Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), sejauh ini terdapat 35 perusahaan yang berencana menggelar penawaran perdana saham alias initial public offering (IPO). Berdasarkan skala aset, dari jumlah tersebut, sebanyak enam perusahaan tercatat memiliki aset di bawah Rp50 Miliar. Sebanyak 13 perusahaan lainnya beraset antara Rp50 miliar-Rp250 miliar, kemudian 16 perusahaan lagi memiliki aset di atas Rp250 miliar. 

Jika terealisasi, aksi korporasi itu akan melanjutkan tren positif di BEI di mana sejak awal tahun sampai 20 April 2022, sudah ada 17 emiten go public. Salah satunya adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) yang mencatatkan sahamnya di BEI pada 11 April lalu dan meraup dana tak kurang dari Rp13,7 triliun. Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna mengatakan pasar modal masih mampu menarik perusahaan yang ingin go public lantaran kinerja saham yang baik. IHSG terus menunjukkan pertumbuhan, bahkan hingga 20 April 2022 telah menyentuh angka 7.227,36. “Indikator lainnya yang mendukung adalah tren investor di pasar modal Indonesia yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya, Kamis (21/4).


PTPN Group Go Public Tahun ini

HR1 21 Apr 2022 Kontan

Holding perkebunan Nusantara atau PTPN III optimistis rencana menggelar initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terlaksana pada akhir tahun ini. Kinerja PTPN Group secara konsolidasi pada tahun 2021 menunjukkan hasil positif. Mereka mampu membukukan laba sebesar Rp 4 triliun dan earning before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) sebesar Rp 13,77 triliun. Tahun ini, PTPN Group menargetkan dapat memproduksi gula sebesar 1,1 juta ton. Selanjutnya, di tahun 2025 mendatang, targetnya 1,8 juta ton. Kebutuhan gula nasional di tahun 2025 diproyeksikan sekitar 3,5 juta ton, yang mana 60% kebutuhan gula nasional bisa dipasok PTPN Group. 

 

TPIA Akan Membagi Dividen US$ 11 Juta

HR1 19 Apr 2022 Kontan

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) akan membagikan dividen tunai kepada pemegang saham total sebesar US$ 11 juta. Pembagian dividen ini telah mendapatkan restu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Senin (18/4). TPIA menetapkan total US$ 76 juta atau setara dengan 50% laba bersih tahun buku 2021 akan diberikan sebagai dividen tunai. Nilai tersebut juga diperhitungkan dengan pembagian dividen interim sebesar US$ 65 juta yang telah dibayarkan pada 16 Juli 2021 lalu. Dengan begitu, sisa pembayaran dividen tunai yang akan dilakukan TPIA untuk tahun buku 2021 sebesar US$ 11 juta atau senilai atau senilai US$ 0,000508603 per saham.

Pendapatan BUKA Meningkat 38% di 2021

HR1 14 Apr 2022 Kontan

Sepanjang tahun 2021. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencetak kenaikan pendapatan sebesar 38% dari tahun lalu menjadi Rp 1,87 triliun. Kerugian EBITDA BUKA pada 2021 membaik 6% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu, dengan rasio kerugian EBITDA terhadap total processing value (TPV) menjadi 1,3% dari sebelumnya 1,9%. Pada kuartal IV 2021, TPV BUKA tumbuh 29% menjadi Rp 34,7 triliun.

Pasang Harga IPO Rp 1.280, MTMH Raih Dana Rp 325,14 Miliar

HR1 13 Apr 2022 Kontan

PT Murni Sadar Tbk akan memutuskan proses bookbuilding initial public offering (IPO). Calon emiten yang akan menggunakan kode saham MTMH ini memasang harga IPO Rp 1.280 per saham. Dalam aksi korporasi ini, MTMH menerbitkan 254,04 miliar dengan nominal Rp 100 per saham, atau setara dengan 12,28% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Alhasil, MTMH akan meraup dana segar dari IPO sebesar Rp 325,14 miliar.

GOTO Jadi Penggerak IDX Sektor Teknologi

HR1 08 Apr 2022 Kontan

Proses intial publik offering (IPO) PT Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sudah hampir rampung. Kedatangan GOTO ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 April mendatang disinyalir membawa angin segar bagi pergerakan indeks sektor teknologi (IDX Teknologi). Goto menetapkan harga IPO di Rp 338 per saham. Dengan demikian, nilai kapitalisasi pasar GOTO diperkirakan mencapai Rp 400,3 triliun. Alhasil, GOTO akan menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar keempat di BEI. Meski GOTO nanti akan menjadi penggerak sektor teknologi, investor tetap harus memperhatikan saham lain dalam indeks tersebut.