Pariwisata
( 747 )Pariwisata Bersemi di Bunaken
Dermaga baru nan megah di ujung selatan Pulau Bunaken, Kota Manado, Sulut, seolah menyambut dengan senyuman: Selamat datang di musim semi pariwisata Bunaken! Kapal-kapal yang membawa wisatawan dari Manado dan sekitarnya silih berganti merapat, Sabtu (10/8). Wajah-wajah Eropa dan rombongan turis lokal meramaikan suasana pulau siang itu. Di sisi pesisir yang tak jauh dari dermaga, deretan resor dan penginapan (homestay) terasa hidup. Warung dan kafe pun sibuk melayani pelanggan yang bersantap atau sekadar menikmati es kelapa muda sambil memandangi birunya lautan. Di laut, perahu-perahu yang mengangkut penyelam, kebanyakan bule, hilir-mudik menyusuri perairan ke berbagai penjuru. Di kalangan penyelam, Bunaken dikenal sebagai surga di jantung segitiga terumbu karang dunia. Terdapat 26 lokasi penyelaman yang tersebar di perairan Pulau Bunaken dan dua pulau kecil di sekitarnya, yakni Manado Tua dan Siladen.
Keunikan Bunaken adalah reef wall atau tebing karang bawah laut. Bentang alam yang tak banyak ditemui di daerah lain ini, yang menarik turis asing, terutama dari Eropa dan AS, menjelajahinya. Terumbu karang beraneka rupa dan warna bisa juga dinikmati dengan bersnorkeling tak jauh dari pantai, yang jadi daya tarik Bunaken bagi turis lokal. Gairah ekonomi Industri pariwisata mulai menanjak pertengahan dekade 2000-an. Frans Caroles (42), pelaku wisata penyedia jasa transportasi darat dan laut di Bunaken, yang juga kepala lingkungan Pulau Bunaken mengatakan, 85 % dari total 8.000 penduduk bersandar pada pariwisata. Warga bekerja di resor dan homestay, menjadi pemandu selam, penyedia jasa transportasi, hingga membuka warung makan dan penjual suvenir. Saat musim puncak kunjungan pada Juni-Agustus, Frans bisa meraup pendapatan hingga Rp 1 juta per hari. (Yoga)
Lampung Selatan Magnet Baru Pariwisata
Kabupaten Lampung Selatan berpotensi menjadi primadona destinasi wisata di Provinsi Lampung. Selain memiliki Gunung Anak Krakatau dan pantai yang beragam, pengembangan kawasan Bakauheni Harbour City (BHC) diyakini akan meningkatkan arus wisatawan ke wilayah itu. Infrastruktur jalan tol dan pelabuhan eksekutif membuka akses lebih mudah. Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lampung Friandi Indrawan di Bandar Lampung, Senin (12/8) mengatakan, akses menuju Lampung Selatan lebih mudah sejak ada Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar dan Jalan Tol Terpeka.
Waktu tempuh dari Sumsel yang semula 12 jam dipangkas menjadi hanya 3-4 jam. Keberadaan Pelabuhan Eksekutif Bakauheni membuat waktu pelayaran menjadi lebih singkat dari 2,5 jam menjadi 1 jam. Saat ini, kawasan BHC yang terintegrasi dengan Pelabuhan Bakauheni terus dikembangkan. ”Pembangunan berbagai infrastruktur itu tentu akan menjadi daya tarik wisatawan dan memengaruhi perekonomian di Lampung Selatan. Apalagi, jika di sana sudah banyak hotel dan restoran. Wisatawan bisa menginap sekaligus berwisata di satu tempat,” ujar Friandi. Saat ini, investor dan pengusaha hotel dan restoran mulai melirik pengembangan kawasan wisata di Lampung Selatan.
Mereka juga tertarik untuk berinvestasi di sana. Namun, investor juga menunggu komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pembangunan kawasan wisata itu ke depannya. ”Saya rasa sudah banyak investor yang tertarik, tapi mereka masih wait and see,” ucapnya. Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin menyampaikan, BHC termasuk dalam proyek strategis nasional untuk mengembangkan kawasan Lampung Selatan. Kawasan itu diharapkan menjadi hub pariwisata maritim unggulan, khususnya di gerbang Sumatera. Pengembangan BHC mengintegrasikan sektor pariwisata, pelabuhan, dan hiburan, yang bertujuan menciptakan multiplier effect (efek berganda) bagi pertumbuhan ekonomi.
Shelvy mengatakan, pengembangan BHC didukung penuh pemerintah, khususnya Kementerian BUMN. Sudah ada fasilitas yang didanai oleh Bank Himbara, misalnya Masjid BSI yang dapat menampung 2.000 orang, selasar Siger Park BTN, dan Siger Market Mandiri. Selain itu, terdapat pusat wahana permainan Krakatau Park yang dibangun oleh investor. Jumlah pengunjung ke tempat wisata itu juga bertambah. Berdasarkan data yang dihimpun ASDP, hingga Agustus 2024, total pengunjung Siger Park sebanyak 117.168 unit kendaraan. Kunjungan terbanyak terjadi pada April 2024, bertepatan dengan Ramadhan dan Idul Fitri, yakni 40.885 kendaraan roda empat dan roda dua. Adapun jumlah pengunjung Krakatau Park periode Januari-Juli 2024 sebanyak 37.893 orang. (Yoga)
Festival Suara Memperkuat Pariwisata Bali
Pergelaran Festival Suara berhasil mendatangkan ribuan turis mancanegara ke Tabanan, Bali. Tidak hanya mendatangkan musisi lokal dan internasional, festival ini juga mengajak para turis untuk mengenal sejumlah budaya Bali dengan menampilkan pertunjukan tari kecak, joged bumbung, hingga pertunjukan barong. Pengunjung dapat ikut kelas tari Bali dibimbing praktisi setempat. Tarian para penari kecak membius ratusan pengunjung yang didominasi turis mancanegara di Festival Suara, di Nuanu, Tabanan. Bali, Sabtu (27/7) sore. Warga Australia, Carlotte (28) terkesan melihat tari kecak. Suara kerincingan di kaki para penari, dinilai Carlotte, membuat tarian ini seperti diiringi musik alami.
”Saya senang. Selain melihat pertunjukan musik, saya juga belajar budaya Bali di sini. Ini ketiga kalinya saya ke Bali. Orang-orang di sini sangat ramah,” ujarnya.Festival Suara di Nuanu menampilkan pertunjukan musik dan banyak spot yang bisa dikunjungi, seperti Aurora Park, Magic Garden, dan Luna Beach Club. Warga asal Jakarta, Eka (29), sangat menikmati Festival Suara di Nuanu. Ia mengatakan tertarik dengan festival ini karena banyak disc jockey (DJ) yang tampil. ”Selain menikmati musik dan seni, saya penasaran dengan Luna Beach Club di Nuanu. Saya tahu Festival Suara dari media sosial dan teman,” kata Eka, yang membeli tiket untuk tiga hari berturut-turut.
Nuanu merupakan kota kreatif di Tabanan, Bali, dimana seni, teknologi, dan alam berpadu memberi inspirasi bagi para pengunjung. Nuanu bertujuan untuk menjadikan Bali sebagai pusat gaya hidup berkelanjutan yang menghormati nilai-nilai lokal. Founder Nuanu dan Co-founder Festival Suara, Sergey Solonin, mengatakan, melalui Festival Suara yang penuh warna dan beragam, Nuanu ingin merayakan semangat artistik dan inovasi yang diusungnya. Ia berharap, Nuanu dapat memperkuat posisi Bali sebagai destinasi kreativitas dan budaya yang menarik pengunjung dari seluruh dunia. ”Festival ini bertujuan untuk mendorong pariwisa internasional, pertumbuhan ekonomi lokal, dan inisiatif keberlanjutan,” katanya. Pengunjung Festival Suara diharapkan bisa lebih dari 4.000 orang.
Dalam festival ini ada penampilan sejumlah warisan budaya Bali, seperti pertunjukan tradisional tari kecak, joged bumbung, pertunjukan barong, serta rangda. Ada pertunjukan sejumlah artis yang berjalan dengan tiang tinggi dari Bali Circus Academy. Ada pula pemain api ”Fiery Pixie”, serta pertunjukan dari artis akrobatik dengan simpai dan kain sutra dari Moving Stars Bali. Festival Suara juga menyajikan jajaran makanan yang menawarkan berbagai macam kuliner enak, baik lokal maupun internasional, mulai dari nasi goreng, tongseng daging, siomai, hingga pho thin to dari Vietnam. Ada pasar yang menyajikan sejumlah produk hasil kerajinan tangan dan benda yang unik, mulai dari baju, kain, hingga tas. Pengunjung dapat membeli berbagai macam barang itu. Festival Suara digelar pada 26-28 Juli 2024 pada pukul 14.00 hingga pukul 00.00. (Yoga)
Ramai-ramai Tolak ”Overtourism”
Berwisata merupakan kebiasaan yang disukai banyak orang. Banyak destinasi yang menjadi andalan para wisatawan karena beragam daya tarik daerahnya. Di balik kesuksesan itu, pemerintah dan warga lokal tengah berjuang menolak kedatangan wisatawan. Mereka berupaya merebut kembali apa yang menjadi miliknya. Sebagian besar masyarakat, tak terkecuali para pelaku wisata, mulai terusik karena derasnya permintaan dan mobilitas orang-orang yang berdatangan. Ada yang mengatakan, mereka bahkan menjadi korban dari kesuksesan pariwisata. Berdasar data Badan Pariwisata Dunia (United Nations Tourism) pariwisata internasional telah pada jalur yang tepat untuk kembali ke tingkat sebelum pandemi pada 2024 ini.
Pada 2023, barometer pariwisata internasional telah mencapai 88 % level prapandemi dengan estimasi 1,3 miliar kedatangan internasional. Permintaan yang terus bertambah seiring peningkatan konektivitas udara membuat sektor pariwisata kian pulih, didongkrak oleh pasar-pasar dan destinasi Asia yang pulih lebih kuat. Kedatangan turis internasional pada kuartal I-2024 mencapai 97 % dari level prapandemi. Lebih dari 285 juta turis bepergian pada Januari-Maret, 20 % lebih banyak dari kuartal I-2023. ”Pemulihan sektor ini merupakan kabar sangat baik bagi ekonomi kita dan jutaan mata pencarian. Namun, kondisi ini mengingatkan kebutuhan untuk memastikan kebijakan pariwisata dan manajemen destinasi yang memadai,” ujar Sekretaris Umum UN Tourism Zurab Pololikhasvili dikutip dari laman resmi UN Tourism.
Dua pekan lalu, warga Barcelona, Spanyol, menggelar protes besar-besaran karena fenomena turis berlebih alias overtourism. Mereka melakukan berbagai hal sebagai bentuk penolakan terhadap para wisatawan. Melansir dari Forbes, mereka menembakkan air melalui pistol mainan kepada para turis yang sedang duduk bersantai di depan restoran hingga pemerintah setempat akhirnya menjanjikan untuk membekukan penyewaan apartemen jangka pendek. Aksi ini bagian gerakan yang lebih masif, melibatkan ribuan orang yang memprotes sembari membawa spanduk bertuliskan ”Cukup! Mari beri batas pada pariwisata”. Para pendemo menuntut pemerintah mengendalikan jumlah pendatang dan mengimplementasikan model keberlanjutan.
Kebanjiran wisatawan tidak hanya terjadi di Eropa, tetapi juga Asia yang mengalami fenomena serupa. Jepang merupakan negara yang getol menyuarakan overtourism hingga melakukan berbagai upaya guna membatasi pergerakan turis di kota-kota populer. Organisasi Pariwisata Nasional Jepang atau Japan National Tourism Organization mencatat 25,1 juta kedatangan pengunjung pada 2023, setara 78,6 % dibanding 2019 sebelum pandemi Covid-19. Pada 2024, proyeksi pengunjung menyentuh 32 juta kedatangan, melampaui rekor 2019 sebesar 31,9 juta kedatangan sekaligus tertinggi sejak 1964. Fujikawaguchiko di Prefektur Yamanashi, terkenal karena pemandangan Gunung Fuji. Namun, turis yang berbondong-bondong ke sana dianggap mengganggu bisnis, lalu lintas, dan kehidupan penduduk lokal. (Yoga)
Pariwisata Berkelanjutan di Spanyol
Pemerintah lokal Spanyol membuat kebijakan membatasi jumlah wisatawan. Mereka menawarkan konsep pariwisata berkelanjutan. Seperti diberitakan Kompas.id, Spanyol memiliki sejumlah destinasi wisata yang populer di kalangan wisatawan mancanegara, seperti Barcelona, Mallorca, Malaga, dan Kepulauan Canaria. Namun, warga di wilayah-wilayah itu mengeluhkan terlalu banyaknya wisatawan mancanegara dan mengurangi peran penduduk lokal. Di Barcelona, rata-rata 158.610 wisatawan dating setiap hari berdasarkan data tahun 2023. Barcelona adalah kota seluas 101,4 kilometer persegi dan berpenduduk 1,6 juta jiwa, artinya jumlah wisatawan 10 % dari penduduk Barcelona.
Untuk membatasi jumlah wisatawan, Wali Kota Barcelona Jaume Collboni berencana menerapkan pajak kunjungan. Sasarannya, wisatawan yang datang dengan kapal pesiar dan singgah di bawah 12 jam. Mereka akan dikenai retribusi 7 euro per hari kunjungan. Pemerintah Kota Barcelona juga memutuskan, per 2028, semua izin penyewaan penginapan jangka pendek dihapus. Selama ini para pemilik properti menyewakan rumah dan apartemen untuk wisatawan dalam jangka pendek. Dampaknya, warga lokal kesusahan mencari tempat tinggal. Mereka terusir ke pinggiran kota sehingga biaya transportasi untuk bekerja dan sekolah bertambah. Collboni ingin mengubah pola pariwisata agar menarik para wisatawan yang berkualitas.
Hal ini dimaknai dengan wisatawan yang datang menghormati kebudayaan lokal, menikmati keindahan kota dengan memanfaatkan waktu secara baik, dan memberi pemasukan kepada warga lokal. Apa yang akan dikembangkan Collboni disebut pariwisata berkelanjutan, yang konsepnya digagas di Spanyol tahun 1995. Saat itu, sebuah konferensi internasional digelar Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO), UNESCO, dan Program Lingkungan PBB (UNEP), yang menghasilkan Piagam Pariwisata Berkelanjutan dengan definisi sebagai pariwisata yang memperhitungkan sepenuhnya dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan saat ini dan masa depan, dengan memenuhi kebutuhan pengunjung, industri, lingkungan, dan masyarakat tuan rumah. (Yoga)
Indeks Parekraf Dapat Bantu Pertumbuhan Ekonomi
Desa Wisata, Alternatif Piknik Warga
Desa wisata menjadi tujuan alternative masyarakat untuk piknik. Sekitar 6.000 desa wisata tercatat di seluruh provinsi Indonesia. Tanggapan dan harapan masyarakat terhadap desa wisata sebagai berikut : “Kesederhanaan warganya (menjadi keunikan tersendiri) karena di desa jauh dari hal-hal mewah. Makanan seadanya, tetapi terasa mewah karena mereka ramah sekali. Itu tidak ada di tempat lain, di tempat aku tinggal sekarang. Semoga pemerintah memfasilitasi infrastruktur yang memadai karena banyak desa wisata berada di pelosok sehingga terkadang kurang terjamah. Desa wisata perlu terus dikembangkan agar tak kalah pamor dengan tempat wisata arus utama lainnya,” ujar Dellaneira Sitakara (27) karyawan swasta di Jakarta
Menurut Sigit Andrianto (30) dosen perguruan tinggi di Surabaya, Desa wisata bisa menjadi potensi ekonomi warga untuk warga jika dikelola dengan tepat. Tahun 2018, ada ratusan desa wisata di Jateng dan jumlahnya terus bertambah. Sayangnya, tak diimbangi strategi promosi yang tepat sehingga desa wisata yang muncul hanya bersifat musiman. Saya harap ada strategi yang tepat dalam pengembangan desa-desa wisata di Indonesia. Jika dikelola dengan baik dan terencana serta berorientasi jangka panjang, desa wisata bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat desa.
“Selalu gembira ke desa wisata, enggak pernah bosan walau berulang. Biasanya membeli sesuatu dan menikmati apa pun yang ditawarkan di sana. Setiap desa punya kekhasan masing-masing. Harapannya, pemerintah, kelompok sadar wisata, dan warga setempat memiliki perhatian khusus pada kebersihan, kelestarian alam, sumber air, dan taman/pohon. Aspek itu jadi magnet pengunjung betah jalan-jalan dan tinggal lebih lama. Semoga ada pelatihan berkelanjutan bagi warga setempat untuk pengelolaan fasilitas wisata dan produksi barang khas,” ujar Kartika Paramita Klara (37) guru di Blitar, Jatim. (Yoga)
Dana Abadi Pariwisata untuk Menarik Turis Asing
Turis asing terlihat riang gembira mengeksplorasi kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Pademangan, Jakarta, dengan menggunakan perahu, pada Hari Minggu (14/7/2024). Pemerintah akan membentuk dana abadi pariwisata demi mendukung pariwisata berkualitas dan mendorong kehadiran lebih banyak turis asing ke Indonesia. Sebagai dana awalan, pemerintah bakal mengalokasikan anggaran dengan nilai hingga Rp 2 triliun. (Yoga)
Desa Wisata Jadi Andalan Tarik Turis
Desa wisata masih diandalkan untuk menggaet wisatawan, baik domestic maupun mancanegara. Ada 5.037 desa wisata di Indonesia yang sedang dikembangkan pemerintah untuk dijadikan destinasi wisata. ”Desa wisata menjadi fokus yang sedang digarap (untuk menggaet wisatawan). Obyek wisata tersebut diyakini dapat memberi pengalaman baru bagi para pengunjung,” kata Wakil Direktur Bisnis Harian Kompas Novi Eastiyanto dalam konferensi pers peluncuran Kompas Travel Fair (KTF) 2024, Jumat (5/7) di Jakarta. Tren pariwisata 2024, menurut Kemenparekraf, kata Novi, meliputi empat hal, yaitu bleisure (business and leisure), wisata kebugaran, wisata mendalam dan bermakna, serta set-jetting (bekas lokasi shooting film).Sejumlah desa wisata menjadi prioritas dalam perhelatan KTF 2024.
Beberapa desa tersebut antara lain Desa Panglipuran (Bali), Desa Nglanggeran (Yogyakarta), Desa Adat Saba (Bali), serta Desa Arborek (Papua Barat). Desa-desa itu banyak dikenal karena berhasil meraih Anugerah Desa Wisata Indonesia dari Kemenparekraf. Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa PDTT, Sugito mengatakan, sejauh ini Kementerian Desa PDTT tengah mengembangkan 5.037 desa wisata, yang dikelola dengan memberdayakan masyarakat setempat agar mereka terlibat aktif dalam geliat industri pariwisata Indonesia. ”Setiap desa itu punya potensi, punya aset yang sangat bervariasi. Itu semua sangat potensial,” ucapnya. Desa wisata, lanjut Sugito, memiliki ciri khas yang berbeda di setiap daerah, mulai dari alam, kuliner, hingga budayanya.
Dari segi makanan, misalnya, masyarakat kota terkadang jenuh mengonsumsi makanan yang tersaji di hotel. Saat ke desa wisata, pengunjung bisa makan dan minum khas daerah sambil menikmati kekayaan alamnya, seperti hamparan sawah hijau. ”Desa wisata saat ini tengah naik daun, bahkan signifikan perkembangannya. Apabila desa wisata juga dikelola dengan baik, bisa berkontribusi secara optimal bagi perekonomian nasional,” katanya. KTF 2024 berlangsung pada 20-23 September 2024 di Jakarta Convention Center, Jakarta. Dalam empat hari perhelatan, acara tersebut ditargetkan bisa menarik 18.000 pengunjung dengan transaksi Rp 31,4 miliar, meningkat dari tahun 2023, dengan pengunjung KTF 2023 sebanyak 15.000 orang dengan transaksi sebesar Rp 28,6 miliar. (Yoga)
KUNJUNGAN TURIS ASING 2024 : Sandiaga Yakin Mencapai 14 Juta
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif optimistis target ini total kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 14 juta kunjungan bisa tercapai pada tahun ini seiring dengan kolaborasi dengan pelaku usaha pariwisata. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan kolaborasi penguatan kemitraan dengan pengusaha diperlukan guna menggenjot lebih banyak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Pada tahun ini, Indonesia menargetkan total kunjungan wisman sebanyak 14 juta kunjungan. “Ini angka yang sangat tinggi, tapi kami yakin dengan kerja sama dengan teman-teman semua, maka kita akan bisa menembus angka 14 juta,” katanya dalam sambutannya pada pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) periode 2024-2029 di Jakarta, Kamis (4/7). Pada kepengurusan Asita, Nunung Rusmiati kembali dilantik sebagai Ketua Umum periode 2024-2029, setelah sebelumnya menempati posisi yang sama. Dia siap menarik wisatawan asing untuk mengunjungi destinasi wisata di Indonesia. Dia juga mengharapkan para pengurus untuk bekerja maksimal melaksanakan program itu. “Dalam kesempatan ini, kepada seluruh pengurus DPP agar dapat melaksanakan program kerja yang telah diamanatkan dengan program-program yang dibuat oleh lingkungan DPP, dan bermanfaat bagi seluruh anggota kita yang lebih dari 7.000,” ujarnya. Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Hariyadi Sukamdani mengharapkan Asita lebih solid dan bisa merangkul semua pihak yang mungkin sempat bersilang pendapat.
Pilihan Editor
-
Membuat QRIS Semakin Perkasa
09 Aug 2022 -
Peran Kematian Ferdy Sambo dalam Kematian Yosua
10 Aug 2022 -
Salurkan Kredit, Bank Digital Mulai Unjuk Gigi
29 Jun 2022 -
Penerimaan Negara Terbantu Komoditas
14 Jun 2022









