Pariwisata
( 747 )Support Pelaku Usaha untuk UU Baru Kepariwisataan
Menggenjot Perekonomian Dengan Desa Wisata
Travel Fair 2024 atau KTF yang berlangsung pada 20-22 September 2024 di Jakarta Convention Center, Jakarta, diharapkan mampu menggerakkan masyarakat untuk berwisata sehingga menggerakkan perekonomian. Upaya itu salah satunya dilakukan dengan menghadirkan pengalaman mendalam bagi para wisatawan melalui desa wisata. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, KTF sebagai salah satu pameran industri perjalanan wisata terbesar menghadirkan beragam paket wisata, maskapai penerbangan, serta industri wisata. Pergelarantersebutturut memberikan informasi mengenai paket wisata, transportasi, akomodasi, agen perjalanan, desa wisata, ekonomi kreatif, serta berbagai acara. ”Ini juga merupakan tempat bagi wisatawan untuk membeli produk wisata dengan berbagai penawaran menarik.
Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan pergerakan wisatawa Nusantara dan perekonomian sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Sandiaga dalam sambutannya melalui tayangan video, Jumat (20/9/2024). Dengan mengusung tema ”MultiTravelExperience”,KTF 2024 menargetkan 18.000 pengunjung dengan total transaksi senilai Rp 31,4 miliar. Tema dipilih sejalan dengan tren wisata 2024, seperti perjalanan bisnis yang digabungkan dengan liburan (bleisure) serta wisata kebugaran yang fokus pada kesehatan mental dan fisik. Selain itu, minat masyarakat kini juga tengah mengarah pada wisata mendalam yang menawarkan pengalaman budaya lokal dan set-jetting yang mengajak wisatawan berkunjung kelokasi film populer. Wisata desa juga menjadi alternatif yang menawarkan pengalaman otentik dan budaya lokal yang kaya. Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wisnu Sindhutrisno menyebut, telah terjadi perubahan paradigma wisatawan di seluruh dunia setelah pandemi Covid-19.
Saat ini, wisatawan mengedepankan pengalaman dan cenderung tidak lagi ingin ke tempat-tempat mewah. ”Mereka ingin merasakan pengalaman di desa-desa wisata, di tempat-tempat yang kecil, dengan ikut menanam padi, ikut memandikan kerbau, dan memandikan gajah seperti di Lampung. Itu cuma bisa dilakukan di desa-desa wisata. Dan, itu menjadi salah satu tren saat ini,” tuturnya. Menurut Wisnu, desa wisata akan memberikan dampak ekonomi secara langsung. Perekonomian desa wisata dapat dipicu oleh kedatangan wisatawan yang menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah warga sekitar. (Yoga)
Banyaknya Peminat Paket Wisata Religi-Halal
Pasar wisata religi sedang tumbuh beriringan dengan wisata halal yang meningkat permintaannya beberapa tahun terakhir. Hal itu ditangkap Kompas Travel Fair atau KTF yang hadir akhir pekan ini, Jumat (20/9/2024) hingga Minggu (22/9), di Jakarta Convention Center. Mengusung tema ”Multi Travel Experience”, KTF menargetkan 18.000 pengunjung dengan total transaksi Rp 31,4 miliar. ”Ada kebaruan industri halal. Karena itu, hadir zonasi baru untuk travel haji dan umrah. Keberagaman paket itu bisa membuat event KTF Ke-11 pada 2024 membawa nuansa baru bagi traveller,” ujar Vice Business Director Kompas Novi Eastiyanto di Jakarta, Kamis (19/9). Peningkatan wisata religi juga terlihat dari tren penerbangan haji dan umrah dari Bandara Soekarno-Hatta, Banten, yang meningkat 44 persen pada 2023 dibandingkan 2022. Laporan Global Muslim Travel Index (GMTI) 2024 yang dirilis Mastercard dan Cres centRating menunjukkan, se panjang 2023 ada sekitar 145 juta kedatangan pelaku perja lanan internasional Muslim. Angka itu setara 90 persen angka sebelum pandemi Covid-19 pada 2019. Pemulihan ini mencerminkan kuatnya permintaan dari sektor perjalanan Muslim. Pada 2024, pasar perjalanan Muslim diproyeksikan tak hanya pulih dari level prapandemi, tetapi tembus hingga 3-5 persen. Diperkirakan ada 164 juta sampai 168 juta kedatangan pada 2024.
Tren ini diperkirakan terus berlanjut dengan proyeksi kedatangan mencapai 230 juta pada 2029 dengan estimasi pengeluaran 225 miliar dollar AS atau Rp 3.453,8 triliun dengan kurs Rp 15.350 per dollar AS. ”Demografi muda, khususnya di bawah usia 40 tahun yang melek teknologi, terkoneksi secara sosial, meningkatkan pengaruhnya dalam membentuk tren perjalanan dan permintaan. Demografi ini tak hanya berjumlah besar, tetapi juga motor pertumbuhan perjalanan Muslim,” kata pendiri dan CEO CrescentRating Halal Trip, Fazal Bahardeen, dikutip dari laporan GMTI 2024. Dalam laporan yang sama, Indonesia dan Malaysia masih memimpin dengan skor Indeks Perjalanan Muslim Global mencapai 76 poin dari skala 0-100 poin, naik 3 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Indonesia dan Malaysia juga duduk pada peringkat pertama dari 146 negara. Menurut Corporate Strategy Panorama Group AB Sadewa, pameran perjalanan dapat membantu pembentukan konsentrasi pasar, khususnya jika ingin memperkuat Indonesia sebagai destinasi halal. Pengamat pariwisata Taufan Rahmadi melihat, sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim, kebutuhan masyarakat akan destinasi ramah wisata halal makin meningkat. (Yoga)
Berkeliling Bandung Raya dengan Bus Kota yang Nyaman
Sedang jalan-jalan atau ada keperluan lain di Bandung Raya? Trans Metro Bandung dan Trans Metro Pasun dan siap mengantarmu. ”Don’t tell me stories. You know that I love you. And when you lie to me. I hear it in your voice.” Lagu lawas ”Don’t Tell Me Stories” yang dinyanyikan Saskia dan Serge itu mengalun menemani perjalanan bus Trans Metro Bandung (TMB), Minggu (8/9/2024). Gerimis yang turun membuat suasana sore di ”Kota Kembang” kian syahdu. Pengemudinya, Kusdadi (49), membawa bus itu dari Alun-alun Kota Bandung menuju Kota Baru Parahyangan (KBP), KabupatenBandung Barat. Ada 10 penumpang di bus berwarna biru laut berkapasitas 40 orang itu. Kursi bus empuk. Pendingin udara memberi kesejukan. Penumpang rentan terserang kantuk di tengah perjalanan sekitar 20 kilometer (km) itu. Rute TMB Alun-alun Kota Bandung-KBP itu adalah satu dari 12 rute di Bandung Raya. TMB melayani penumpang di lima kota dan kabupaten.
Selain Kota Bandung dan Kota Cimahi, ada Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang. Trayek Alun-alun-KBP bisa dibilang ikonik. Trayek ini melintasi sejumlah tempat favorit warga setempat ataupun wisatawan. Bus melintasi Jalan Perintis Kemerdekaan hingga Jalan Wastukencana. Di sepanjang jalur itu, terdapat sejumlah tempat bersejarah seperti Gedung Indonesia Menggugat. Tempat itu saksi bisu Soekarno memperjuangkan Indonesia merdeka. Tempat bersejarah lain adalah Gereja Kristen Bethel yang diresmikan pada 1 Maret 1925. Sekitar 240 meter dari Bethel, terdapat gereja Katolik Katedral Santo Petrus dengan keindahan arsitektur bergaya neoothic yang berusia lebih dari seabad. Selain tempat bersejarah, penumpang yang turun di Jalan Perintis Kemerdekaan hanya perlu berjalan sekitar 300 meter untuk tiba di Jalan Braga. Di Braga terdapat pusat kuliner legendaris, galeri seni, hingga kafe-kafe bergaya lawas.
Penumpang dapat turun di Jalan Dr Djundjunan jika ingin ke D’Botanica Bandung Mall. Sekitar 1 km dari situ, berjejer toko oleh-oleh di Jalan Pasteur. Keripik tempe, brownies, bolu Lembang, pisang sale, dan beragam camilan siap diborong. Lokasi tak kalah penting adalah Bale Seni Barli di KBP. Tempat ini didirikan almarhum Barli Sasmitawinata, maestro pelukis Indonesia. Sekitar satu jam perjalanan, bus tiba di KBP. Tarif bus Rp 13.000 per orang. Jam layanan mulai pukul 05.37 WIB. Perjalanan terakhir kembali ke Alun-alun pukul 17.00 WIB. Selain TMB, ada bus Trans Metro Pasundan (TMP) atau Teman Bus yang melayani trayek Alun-alun-KBP. Jam operasionalnya hingga pukul 20.00 WIB tanpa melewati jalan tol. Jika TMB dikelola oleh Dinas Perhubungan Kota Bandung, TMP merupakan bagian dari program nasional Teman Bus (Transportasi Ekonomis, Mudah, Andal, dan Nyaman) dibawah Kementerian Perhubungan. Keduanya saling melengkapi di Bandung Raya. Sangat terbantu Di antara para penumpang bus, ada Ari Juwanto (40). (Yoga).
Pelaku Usaha Tidak Puas dengan RUU Kepariwisataan
PELAKU usaha tak puas dengan draf Rancangan Undang-Undang atau RUU Kepariwisataan. Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) menolak revisi Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan itu. Musababnya, pembahasan perundangannya tidak banyak melibatkan pengusaha dan nihil strategi pengembangan sektor pariwisata.RUU Kepariwisataan sudah disetujui menjadi usulan inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat dalam Rapat Paripurna DPR ke-21 Masa Sidang ke-V Tahun 2023-2024 pada 8 Juli 2024. RUU Kepariwisataan inisiatif DPR ini mengubah secara signifikan UU Nomor 10 Tahun 2009. Setidaknya ada 17 bab, dengan rincian lima bab judul tetap, sembilan bab perubahan judul, dan 11 bab baru.
Tiga bab dari UU sebelumnya dihapus. Enam pasal yang sudah diadopsi dalam UU Nomor 6 tentang Penetapan atas Perppu Nomor 2 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja menjadi UU tidak dimuat dalam draf RUU. Ketua Umum GIPI Hariyadi Sukamdani menilai RUU Kepariwisataan yang disusun DPR belum selaras dengan aspirasi pelaku industri pariwisata. Menurut dia, draf RUU mayoritas bersifat normatif dan terlalu teknis sehingga dikhawatirkan akan menyulitkan pelaku pariwisata di kemudian hari. Hariyadi pun meminta pemerintah dan DPR segera menunda pengesahan RUU Kepariwisataan. “Kami minta mari susun sama-sama undang-undang ini untuk kemajuan pariwisata Indonesia. Jadi jangan keluarnya undang-undang yang tidak sempurna,” kata Hariyadi dalam konferensi pers di Sahid Sudirman Residence, Jakarta, Rabu, 4 September lalu. (Yetede)
Jangan Paksakan Catra, Sebab Bukti Tidak Valid
Surya, yang juga mantan Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengatakan, memang terdapat relief stupa dengan catra di dinding candi. Namun, visual itu tidak serta-merta membuktikan stupa induk Candi Borobudur memiliki catra. Apalagi, sejumlah candiBuddha di Jawa Tengah yang sezaman, antara lain Candi Mendut, Candi Pawon,Candi Ngawen,Candi Plaosan Lor, Candi Plaosan Kidul, dan Candi Sewu, tidak mempunyai catra. ”Dengan tidak adanya data kuat, jangan memaksakan pemasangan catra di stupa Candi Borobudur,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Rabu (18/9/2024).
Legislasi RUU Kepariwisataan Ditolak Pemerintahan Jokowi
Teknologi Terbaru Membuka Peluang Kerja di Berbagai Sektor
Industri pariwisata di Indonesia masih menghadapi tantangan serius pasca-pandemi COVID-19. Meskipun beberapa sektor ekonomi telah mulai pulih, pariwisata tetap mengalami kesulitan, dengan rendahnya okupansi hotel, kunjungan wisatawan, dan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) serta devisa.
Tokoh dalam sektor ini menilai bahwa pemerintah seringkali mengeluarkan kebijakan yang tidak mendukung upaya pemulihan pariwisata, sehingga memperburuk situasi. Selain itu, pengusaha pariwisata menghadapi kendala dalam mengakses permodalan yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha mereka. Oleh karena itu, penting bagi pemangku kebijakan untuk mendengarkan masukan dari pengusaha dan memperbaiki kebijakan agar sektor pariwisata dapat kembali berfungsi secara optimal dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian.
Tantangan Besar Industri Turisme dalam Pengelolaan Sumber Daya
Berbagai tantangan dalam mengoptimalkan sektor pariwisata Indonesia sebagai mesin ekonomi. Meskipun pemerintah telah berusaha memulihkan sektor ini pasca-pandemi, kebijakan yang diambil dinilai kontraproduktif, seperti pengurangan jumlah bandara internasional, mahalnya tiket pesawat, dan pengurangan negara bebas visa kunjungan. Kebijakan tersebut mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan dan menghambat akselerasi pemulihan sektor pariwisata.
Beberapa tokoh penting dalam artikel ini adalah Maulana Yusran, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), yang menyuarakan keluhan pengusaha mengenai tingginya harga tiket pesawat dan perlunya intervensi pemerintah melalui insentif. Bayu Sutanto, Sekjen Asosiasi Maskapai Penerbangan Indonesia (INACA), menjelaskan bahwa harga tiket pesawat belum pernah melebihi tarif batas atas (TBA) yang ditetapkan pemerintah, tetapi tingginya biaya operasi maskapai membuat harga tiket sulit diturunkan. Irfan Setiaputra, Direktur Utama Garuda Indonesia, juga menekankan pentingnya penurunan harga tiket pesawat dan komunikasi dengan pemerintah terkait kendala operasional.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan bahwa pemerintah fokus pada pemulihan pariwisata, dengan langkah-langkah seperti peningkatan konektivitas, promosi wisata, dan pengembangan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang). Namun, hambatan perizinan, infrastruktur, dan insentif tetap menjadi kendala yang signifikan.
Ekonom Yusuf Rendy Manilet dari Core Indonesia menambahkan bahwa sektor pariwisata masih belum bisa menjadi penyelamat neraca transaksi berjalan tanpa peningkatan daya tarik, fasilitas pendukung, dan peran masyarakat lokal dalam bisnis pariwisata.
Mengoptimalkan Peran Pariwisata dalam Ekonomi Nasional
Menyoroti bahwa sektor pariwisata Indonesia masih menghadapi tantangan besar untuk pulih sepenuhnya dari dampak pandemi Covid-19. Meskipun devisa pariwisata meningkat pada 2023 menjadi US$14 miliar, angka ini masih jauh di bawah capaian pra-pandemi sebesar US$16,91 miliar pada 2019. Kontribusi pariwisata terhadap PDB juga belum signifikan, tidak pernah mencapai 5% sejak 2015.
Beberapa kendala utama yang dihadapi industri pariwisata mencakup harga tiket pesawat yang mahal, pajak tinggi di sektor transportasi, dan regulasi pemerintah yang kurang fokus. Keberadaan Satgas Penurunan Tiket Pesawat, yang bertujuan menurunkan harga tiket, belum menunjukkan hasil yang optimal. Selain itu, infrastruktur seperti bandara internasional perlu lebih dioptimalkan, terutama dalam hal konektivitas penerbangan domestik yang sering dikeluhkan oleh wisatawan.
Prabowo Subianto, yang kepemimpinannya diharapkan mampu memberikan perhatian pada promosi global dan regional serta pengembangan destinasi berkualitas. Dukungan pemerintah dalam akses permodalan juga diperlukan untuk mendorong investasi baru di sektor perhotelan, yang masih tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga seperti Thailand, yang berhasil menyerap investasi hotel baru sebesar US$304 juta pada semester pertama 2024.
Pada akhirnya, dengan promosi yang kuat dan pengembangan pariwisata yang inovatif, sektor ini bisa menjadi penggerak ekonomi yang signifikan, membawa kesejahteraan langsung ke masyarakat lokal.
Pilihan Editor
-
ANCAMAN KRISIS : RI Pacu Diversifikasi Pangan
10 Aug 2022 -
Peran Kematian Ferdy Sambo dalam Kematian Yosua
10 Aug 2022 -
The Fed Hantui Pasar Global
26 Jul 2022 -
Transaksi QRIS Hampir Menembus Rp 9 Triliun
28 Jul 2022









