Mengoptimalkan Peran Pariwisata dalam Ekonomi Nasional
Menyoroti bahwa sektor pariwisata Indonesia masih menghadapi tantangan besar untuk pulih sepenuhnya dari dampak pandemi Covid-19. Meskipun devisa pariwisata meningkat pada 2023 menjadi US$14 miliar, angka ini masih jauh di bawah capaian pra-pandemi sebesar US$16,91 miliar pada 2019. Kontribusi pariwisata terhadap PDB juga belum signifikan, tidak pernah mencapai 5% sejak 2015.
Beberapa kendala utama yang dihadapi industri pariwisata mencakup harga tiket pesawat yang mahal, pajak tinggi di sektor transportasi, dan regulasi pemerintah yang kurang fokus. Keberadaan Satgas Penurunan Tiket Pesawat, yang bertujuan menurunkan harga tiket, belum menunjukkan hasil yang optimal. Selain itu, infrastruktur seperti bandara internasional perlu lebih dioptimalkan, terutama dalam hal konektivitas penerbangan domestik yang sering dikeluhkan oleh wisatawan.
Prabowo Subianto, yang kepemimpinannya diharapkan mampu memberikan perhatian pada promosi global dan regional serta pengembangan destinasi berkualitas. Dukungan pemerintah dalam akses permodalan juga diperlukan untuk mendorong investasi baru di sektor perhotelan, yang masih tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga seperti Thailand, yang berhasil menyerap investasi hotel baru sebesar US$304 juta pada semester pertama 2024.
Pada akhirnya, dengan promosi yang kuat dan pengembangan pariwisata yang inovatif, sektor ini bisa menjadi penggerak ekonomi yang signifikan, membawa kesejahteraan langsung ke masyarakat lokal.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023