;

Ramai-ramai Tolak ”Overtourism”

Ekonomi Yoga 24 Jul 2024 Kompas
Ramai-ramai Tolak
”Overtourism”

Berwisata merupakan kebiasaan yang disukai banyak orang. Banyak destinasi yang menjadi andalan para wisatawan karena beragam daya tarik daerahnya. Di balik kesuksesan itu, pemerintah dan warga lokal tengah berjuang menolak kedatangan wisatawan. Mereka berupaya merebut kembali apa yang menjadi miliknya. Sebagian besar masyarakat, tak terkecuali para pelaku wisata, mulai terusik karena derasnya permintaan dan mobilitas orang-orang yang berdatangan. Ada yang mengatakan, mereka bahkan menjadi korban dari kesuksesan pariwisata. Berdasar data Badan Pariwisata Dunia (United Nations Tourism) pariwisata internasional telah pada jalur yang tepat untuk kembali ke tingkat sebelum pandemi pada 2024 ini.

Pada 2023, barometer pariwisata internasional telah mencapai 88 % level prapandemi dengan estimasi 1,3 miliar kedatangan internasional. Permintaan yang terus bertambah seiring peningkatan konektivitas udara membuat sektor pariwisata kian pulih, didongkrak oleh pasar-pasar dan destinasi Asia yang pulih lebih kuat. Kedatangan turis internasional pada kuartal I-2024 mencapai 97 % dari level prapandemi. Lebih dari 285 juta turis bepergian pada Januari-Maret, 20 % lebih banyak dari kuartal I-2023. ”Pemulihan sektor ini merupakan kabar sangat baik bagi ekonomi kita dan jutaan mata pencarian. Namun, kondisi ini mengingatkan kebutuhan untuk memastikan kebijakan pariwisata dan manajemen destinasi yang memadai,” ujar Sekretaris Umum UN Tourism Zurab Pololikhasvili dikutip dari laman resmi UN Tourism.

Dua pekan lalu, warga Barcelona, Spanyol, menggelar protes besar-besaran karena fenomena turis berlebih alias overtourism. Mereka melakukan berbagai hal sebagai bentuk penolakan terhadap para wisatawan. Melansir dari Forbes, mereka menembakkan air melalui pistol mainan kepada para turis yang sedang duduk bersantai di depan restoran hingga pemerintah setempat akhirnya menjanjikan untuk membekukan penyewaan apartemen jangka pendek. Aksi ini bagian gerakan yang lebih masif, melibatkan ribuan orang yang memprotes sembari membawa spanduk bertuliskan ”Cukup! Mari beri batas pada pariwisata”. Para pendemo menuntut pemerintah mengendalikan jumlah pendatang dan mengimplementasikan model keberlanjutan.

Kebanjiran wisatawan tidak hanya terjadi di Eropa, tetapi juga Asia yang mengalami fenomena serupa. Jepang merupakan negara yang getol menyuarakan overtourism hingga melakukan berbagai upaya guna membatasi pergerakan turis di kota-kota populer. Organisasi Pariwisata Nasional Jepang atau Japan National Tourism Organization mencatat 25,1 juta kedatangan pengunjung pada 2023, setara 78,6 % dibanding 2019 sebelum pandemi Covid-19. Pada 2024, proyeksi pengunjung menyentuh 32 juta kedatangan, melampaui rekor 2019 sebesar 31,9 juta kedatangan sekaligus tertinggi sejak 1964. Fujikawaguchiko di Prefektur Yamanashi, terkenal karena pemandangan Gunung Fuji. Namun, turis yang berbondong-bondong ke sana dianggap mengganggu bisnis, lalu lintas, dan kehidupan penduduk lokal. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :