Festival Suara Memperkuat Pariwisata Bali
Pergelaran Festival Suara berhasil mendatangkan ribuan turis mancanegara ke Tabanan, Bali. Tidak hanya mendatangkan musisi lokal dan internasional, festival ini juga mengajak para turis untuk mengenal sejumlah budaya Bali dengan menampilkan pertunjukan tari kecak, joged bumbung, hingga pertunjukan barong. Pengunjung dapat ikut kelas tari Bali dibimbing praktisi setempat. Tarian para penari kecak membius ratusan pengunjung yang didominasi turis mancanegara di Festival Suara, di Nuanu, Tabanan. Bali, Sabtu (27/7) sore. Warga Australia, Carlotte (28) terkesan melihat tari kecak. Suara kerincingan di kaki para penari, dinilai Carlotte, membuat tarian ini seperti diiringi musik alami.
”Saya senang. Selain melihat pertunjukan musik, saya juga belajar budaya Bali di sini. Ini ketiga kalinya saya ke Bali. Orang-orang di sini sangat ramah,” ujarnya.Festival Suara di Nuanu menampilkan pertunjukan musik dan banyak spot yang bisa dikunjungi, seperti Aurora Park, Magic Garden, dan Luna Beach Club. Warga asal Jakarta, Eka (29), sangat menikmati Festival Suara di Nuanu. Ia mengatakan tertarik dengan festival ini karena banyak disc jockey (DJ) yang tampil. ”Selain menikmati musik dan seni, saya penasaran dengan Luna Beach Club di Nuanu. Saya tahu Festival Suara dari media sosial dan teman,” kata Eka, yang membeli tiket untuk tiga hari berturut-turut.
Nuanu merupakan kota kreatif di Tabanan, Bali, dimana seni, teknologi, dan alam berpadu memberi inspirasi bagi para pengunjung. Nuanu bertujuan untuk menjadikan Bali sebagai pusat gaya hidup berkelanjutan yang menghormati nilai-nilai lokal. Founder Nuanu dan Co-founder Festival Suara, Sergey Solonin, mengatakan, melalui Festival Suara yang penuh warna dan beragam, Nuanu ingin merayakan semangat artistik dan inovasi yang diusungnya. Ia berharap, Nuanu dapat memperkuat posisi Bali sebagai destinasi kreativitas dan budaya yang menarik pengunjung dari seluruh dunia. ”Festival ini bertujuan untuk mendorong pariwisa internasional, pertumbuhan ekonomi lokal, dan inisiatif keberlanjutan,” katanya. Pengunjung Festival Suara diharapkan bisa lebih dari 4.000 orang.
Dalam festival ini ada penampilan sejumlah warisan budaya Bali, seperti pertunjukan tradisional tari kecak, joged bumbung, pertunjukan barong, serta rangda. Ada pertunjukan sejumlah artis yang berjalan dengan tiang tinggi dari Bali Circus Academy. Ada pula pemain api ”Fiery Pixie”, serta pertunjukan dari artis akrobatik dengan simpai dan kain sutra dari Moving Stars Bali. Festival Suara juga menyajikan jajaran makanan yang menawarkan berbagai macam kuliner enak, baik lokal maupun internasional, mulai dari nasi goreng, tongseng daging, siomai, hingga pho thin to dari Vietnam. Ada pasar yang menyajikan sejumlah produk hasil kerajinan tangan dan benda yang unik, mulai dari baju, kain, hingga tas. Pengunjung dapat membeli berbagai macam barang itu. Festival Suara digelar pada 26-28 Juli 2024 pada pukul 14.00 hingga pukul 00.00. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023