UMKM
( 686 )Shopee Batasi 13 Kategori Produk Luar Negeri
Pengelola platform e-dagang, Shopee Indonesia, menyatakan komitmennya untuk membatasi masuknya 13 kategori produk luar negeri di pasar Tanah Air. Komitmen itu diharapkan membuka peluang pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah Indonesia. Terkait dengan komitmen tersebut, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki menyampaikan apresiasinya kepada Direktur Eksekutif Shopee Indonesia Handhika Jahja, selaku perwakilan Shopee, dalam telekonferensi pers, Selasa (18/5/2021).
Ke-13 kategori produk yang dibatasi meliputi hijab, busana atasan dan bawahan muslim wanita ataupun pria, outerwear muslim, mukena, pakaian muslim anak, peralatan shalat, batik, dan kebaya. Proses identifikasi masih berjalan. Menurut Teten, potensi penyelamatan atas fenomena pedagang luar negeri mencapai sekitar Rp 300 triliun per tahun. Pembatasan akses produk impor itu diyakini membuat permintaan terhadap produk lokal semakin bergairah.
Hal itu sejalan dengan keinginan pemerintah melindungi pasar produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal di tengah persaingan yang sangat ketat dan pandemi Covid-19. Usaha menggarap pasar lokal menjadi salah satu solusi yang diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi nasional. ”Kolaborasi ini bukan paksaan, melainkan kesepahaman untuk sama-sama memajukan dan melindungi UMKM. Langkah ini diharapkan (juga) dilakukan oleh marketplace (lokapasar) lain,” kata Teten. Menurut Teten, pemerintah mendorong pemasaran produk dalam negeri Bangga Buatan Indonesia. Gencarnya kampanye ini diharapkan menggerakkan konsumen Indonesia untuk membeli produk-produk lokal.
Terkait dengan pembatasan 13 kategori produk itu, Shopee menyatakan, produk-produk yang dibatasi berasal dari sejumlah negara. Shopee tengah memproses toko-toko yang akan dibatasi aksesnya. Shopee menyatakan telah menjalankan program yang membantu UMKM Go Ekspor. Bersama Kementerian Koperasi dan UKM serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Shopee menargetkan 500.000 UMKM Go Ekspor.Indef Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 2 Persen di Triwulan II 2021
Pengamat ekonomi
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira
memperkirakan perekonomian Indonesia triwulan II-2021 akan tumbuh positif di
level dua persen, setelah pada triwulan I masih terkontraksi 0,74 persen (yoy).
Itu sudah cukup baik artinya Indonesia keluar dari jalur resesi.
Bhima memaparkan beberapa faktor yang dapat merealisasikan proyeksi pertumbuhan positif tersebut seiring dengan upaya penanganan COVID-19 yang terus ditingkatkan. Penanganan COVID-19 tetap penting sebab kunci kepercayaan konsumen adalah penurunan kasus harian disertai dengan pulihnya mobilitas penduduk.
Bhima menyebutkan faktor yang mampu mendorong pemulihan ekonomi triwulan II adalah mempertahankan konsumsi masyarakat, mengoptimalkan ekspor hingga membangkitkan geliat usaha di daerah. Peran UMKM juga penting dalam menjamin serapan kerja terbuka saat sektor formal belum merata pemulihannya seperti saat ini.
Industri Kreatif, Pemanfaatan Platform Digital UMKM Kian Luas
Bisnis, BANDUNG — Para pelaku UMKM di Jawa Barat terpantau mulai masif menggunakan platform digital untuk menyasar konsumen di masa pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat Kusmana Hartadji mengatakan banyak pelaku UMKM Jabar yang mulai memanfaatkan peluang bisnis di pasar digital. Aktivitas pelaku UMKM Jabar di marketplace pun semakin masif.
“Di salah satu marketplace, ada kenaikan sekitar 31% UMKM yang on boarding. Lalu, aktivitas UMKM Jabar di marketplace meningkat. Itu terlihat dari pelaku UMKM Jabar yang aktif di market place mencapai 57%,” kata Kusmana, Kamis (6/5).
Salah satu faktor penyebab meningkatnya aktivitas UMKM Jabar di pasar digital adalah Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia. Selain mempromosikan produk UMKM, Gernas BBI mampu meningkatkan kepercayaan dan antusias masyarakat untuk membeli produk UMKM dalam negeri.
Dalam Gernas BBI di Jabar, kata Kusmana, nilai transaksi dari penjualan langsung mencapai Rp2,7 miliar. Angka tersebut berpotensi meningkat karena belum semua kabupaten/kota melaporkan.
Kemudian, Dinas KUK Jabar terus menginventarisasi nilai transaksi dari penjualan tidak langsung atau online. “Hampir ada 100 event dalam Gernas BBI di Jabar. Baru beberapa kabupaten/kota yang melapor ke kita. Transaksinya Rp2,7 miliar. Itu penjualan langsung. Terus juga transaksi pembiayaan mencapai Rp10,6 miliar,” ucapnya.
Kesadaran digitalisasi pelaku UMKM yang terus meningkat harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat dengan berbelanja online. Apalagi di tengah pandemi, masyarakat dapat tetap berbelanja sekaligus turut serta mencegah penularan Covid-19.
“Ada marketplace untuk UMKM. Jabar sendiri punya borondong.id dan marketplace lainnya. Sekarang pelaku UMKM sudah mulai memasarkan produknya secara online. Ini juga membuat peluang UMKM untuk memperluas pasar semakin besar,” ucap Kusmana.
(Oleh - HR1)Dompet Digital Bersaing di Bisnis Pinjaman Online
Tidak cuma menggenjot transaksi, para pemain dompet digital juga getol masuk ke bisnis financial technology(fintech) lending. Satu persatu dompet digital mencari cuan di bisnis pinjaman online.
Yang terbaru, ada LinkAja yang mengakuisisi fintech IGrow untuk memberikan pembiayaan khususnya bagi sektor produktif. Hal tersebut dinilai sejalan dengan tujuan LinkAja mendorong inklusi keuangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui kemandirian ekonomi.
Lebih dulu, Ovo yang mempunyai fintech Taralite sejak tahun 2019 untuk membantu memberikan pinjaman pada sektor produktif. "Dalam hal ini dikhususkan untuk membangun UMKM agar dapat semakin berkembang dan maju sekaligus untuk membantu pemerintah dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional di Indonesia, " ujar Head of Corporate Communication Ovo, Harumi Supit.
Lalu GoPay yang saat ini memiliki layanan paylater bekerjasama dengan Findaya. Sepanjang 2020, layanan paylater yang dimiliki GoPay menjadi salah satu yang cukup diminati.
Dari jumlah transaksinya pun melonjak hingga 3,3 kali lipat dan sudah bermitra dengan beberapa e-commerce seperti Blibli, JD.id, dan Zalora. "Dalam waktu dekat, kami juga memiliki kolaborasi strategis dengan Bank Jago. Nantinya masyarakat dapat membuka rekening Bank Jago dan mengatur keuangan mereka lebih mudah hanya melalui aplikasi gojek, " ujar Managing Director GoPay, Budi Gandasoebrata.
Dana juga sudah memiliki kerjasama dengan fintech P2P lending untuk menyediakan layanan Paylater. "Besarnya potensi digital ini semakin menguatkan berbagai pihak, seperti perusahaan finansial teknologi dan bank untuk berkolaborasi dalam mengembangkan ekosistem digital finansial di Indonesia, " ungkap senior VP of Product Dana Rangga Wiseno.
Meskipun beberapa pemain dompet digital sudah mulai melakukan upaya ekspansi ke bisnis lending, ShopeePay belum melirik bisnis fintech lending. "Kami tidak ada rencana bisnis masuk ke P2P lending, " ujar Cindy Candiawan, Head of Campaigns and Growth Marketing ShopeePay.
Erick Thohir Sebut UMKM RI Hancur Lebur karena Dumping-dumping Tidak Sehat
Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir mengatakan hilirisasi ekonomi digital merupakan satu dari 18 proyek strategis nasional yang akan dikerjakan kementeriannya pada 2022. Hilirisasi ekonomi digital harus memperoleh perhatian khusus untuk mendukung pengembangan produk dalam negeri—termasuk mengantisipasi adanya dumping yang tidak sehat.
Hilirisasi ekonomi digital ini sekarang harus diantisipasi dengan adanya bitcoin, criptocurrency, dumping pricing di mana UMKM kita hancur lebur karena ada dumping-dumping tidak terkendali.
Dengan Hilirisasi ekonomi digital, praktik dumping bisa dikendalikan. Tak hanya menekan risiko dari banjirnya produk asing murah, hilirisasi ekonomi digital diyakini bisa mendorong BUMN menjadi agregator atau tulang punggung untuk memperkuat industri-industri besar.
AWS dan Midtrans Bantu UMKM untuk Go Digital
JAKARTA – Amazon Web Services Inc (AWS), perusahaan milik Amazon.com, pada Senin (3/5), mengumumkan kolaborasinya dengan Midtrans, perusahaan payment gateway terkemuka di Indonesia. Keduanya mendorong UMKM Indonesia untuk memanfaatkan teknologi (go digital).
Platform terbaru Midtrans yang
dikembangkan bersama AWS, yakni
Pojok Usaha, guna mendukung
simplifikasi dalam pengadopsian
teknologi bagi usaha mikro, kecil, dan
menengah (UMKM) di Indonesia.
Platform tersebut menghadirkan
kemudahan bagi pelaku UMKM
dalam mendapatkan layanan komputasi awan (cloud) AWS serta mengakses beragam solusi bisnis dan
pembayaran dari Midtrands, maupun
dari mitra-mitra teknologi keduanya.
Chief Operating Officer at
Midtrans Leonard Haidy menuturkan, Midtrans yang merupakan bagian dari Gojek Group, berkomitmen untuk mendukung pelaku
usaha di tahap pertumbuhan mana
pun saat ini melalui solusi pembayaran yang komprehensif.
Country Manager AWS Indonesia
Gunawan Susanto menambahkan,
Midtrans bersama AWS berkomitmen
untuk mendukung ribuan UMKM
di Indonesia dalam mendigitalisasi
operasionalnya agar dapat terus meningkatkan pertumbuhannya.
“Dengan mempercepat perjalanan cloud, para pelaku usaha tersebut diharapkan dapat memperkokoh terciptanya inovasi sekaligus
mendorong terbangunnya sebuah
perekonomian yang inklusif di
Indonesia,” ucap Gunawan
Keduanya pun bertekad untuk
mendorong pertumbuhan bagi
lebih dari 10.000 UMKM di Indonesia di tahun pertamanya bergabung
dengan platform Pojok Usaha.
Midtrans dan AWS bersamasama akan membantu para pelaku
UMKM mengembangkan bisnisnya di cloud, meningkatkan
eksistensi di ranah daring, serta
menciptakan peluang pendapatan
serta efisiensi baru melalui pendayagunaan teknologi
(Oleh - HR1)
Bukalapak Miliki 7 Juta Mitra UMKM
JAKARTA - Bukalapak, salah satu
platform e-commerce di Tanah Air,
mengungkapkan, saat ini, memiliki
7 juta mitra usaha mikro, kecil, dan
menengah (UMKM, atau lazim
disebut sebagai Mitra Bukalapak.
Para UMKM tersebut terdiri
atas warung tradisional dan agen
individu untuk terus memberikan
layanan jual-beli kepada masyarakat,
khususnya yang berada di luar kota
tier-1 di wilayah Indonesia.
“Buka Mitra Indonesia sebagai
online to offline (O2O) platform terbesar di Indonesia, melalui teknologi
akan terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan produk
agar kebutuhan masyarakat dapat
selalu terpenuhi,” kata CEO Buka
Mitra Indonesia Howard Gani, dalam
keterangannya, dikutip Senin (26/4).
Gani menjelaskan, produk yang
dijual Mitra Bukalapak sangat beragam, mulai dari produk FMCG,
fresh product, barang-barang fesyen,
produk elektronik, spare parts kendaraan bermotor, hingga 42 jenis
produk virtual untuk membuat
masyarakat tetap terhubung sekaligus memenuhi kebutuhan di tengah
pandemi Covid-19.
(Oleh - HR1)
Pemulihan Ekonomi Saat Pandemi, UMKM Di Bali Didorong Terapkan Digitalisasi
Bisnis, DENPASAR — Usaha mikro kecil menengah di Provinsi Bali didorong untuk memanfaatkan jalur pemasaran dan penjualan secara digital melalui marketplace untuk bisa menjangkau pasar nasional dan sebagai upaya bertahan di tengah pandemi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan saat ini Digital Competitiveness Index Bali berada di posisi 4 se-Indonesia.
Hal tersebut menunjukan bahwa Bali siap menyongsong era digital sejalan dengan perkembangan infrastruktur yang tersedia.
Sebagai upaya untuk mendorong UMKM di Bali go digital, Bank Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Daerah se-Bali, IdeA, 10 penyedia platform marketplace, dan 5 PJSP melaksanakan Roadshow On-Boarding UMKM Bali Batch II secara virtual yang dihadiri oleh sekitar 250 UMKM se-Bali.
Program on-boarding UMKM Bali batch II tersebut akan berlangsung dari 26—30 April 2021 yang diikuti 10 marketplace untuk memberikan pelatihan-pelatihan secara intensif kepada UMKM dalam mendigitalisasikan pemasaran dan penjualan.
Selain itu, melengkapi pengetahuan era digital bagi UMKM, 5 PJSP juga akan membekali UMKM dalam mendigitalisasikan pembayaran.
Targetnya sebanyak 9.000 UMKM atau 1.000 UMKM per Kabupaten/Kota di Bali bisa melakukan on-boarding.
Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Sartin mengapresiasi Bank Indonesia yang menginisiasi kegiatan tersebut.
Bank Indonesia mencatat sampai dengan April 2021 QRIS telah diadopsi oleh sekitar 206.000 merchant di Bali dan Bank Indonesia berkomitmen terus mendorong adopsi penggunaan QRIS sampai dengan 300.000 merchant di tahun ini.
(Oleh - HR1)
Disuntik Modal Rp 938 Miliar, Fintech Xendit Incar Pasar UMKM
Startup teknologi finansial (fintech) payment gateway Xendit mendapat pendanaan seri B sebesar US$ 64,6 juta atau Rp 938 miliar pada bulan lalu. Pendanaan tersebut akan digunakan perusahaan untuk menyasar pasar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tahun ini.
Inbound Sales Team Lead Xendit Patricia Muljadi
mengatakan, perusahaan mengincar pasar UMKM karena potensinya besar.
"Sentimen UMKM di Indonesia sangat besar," katanya dalam acara
konferensi pers virtual pada Jumat (23/4).
UMKM merupakan penyumbang terbesar produk domestik
bruto (PDB) Indonesia sebesar lebih dari 60%. UMKM mempekerjakan mayoritas
tenaga kerja di Indonesia.
Peningkatan jumlah UMKM yang memakai layanan Xendit terjadi seiring
dengan banyaknya UMKM yang mendigitalisasi bisnisnya selama pandemi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam 11 bulan hingga saat ini
sudah ada 4,7 juta UMKM baru yang beralih ke digital dengan jumlah total
sebanyak 12,7 juta UMKM yang go-digital.
CEO and Co-Founder of Xendit Moses Lo mengatakan,
program tersebut dibuat dengan tujuan untuk mendukung dan memberdayakan UMKM,
sembari mengadopsi transaksi digital. "Masyarakat Indonesia kini memiliki
berbagai pilihan metode pembayaran, dan UMKM harus dapat memfasilitasi hal
tersebut," kata Moses. Diketahui, perusahaan yang berdiri sejak 2016 ini
telah mencatatkan transaksi sebanyak 65 juta kali dengan pembayaran US$ 6,5 miliar
per tahun. Xendit juga mencatatkan persentase tingkat pertumbuhan tahunan
gabungan (CAGR) setiap tahunnya sebesar 700%. Pada Maret lalu, Xendit telah
mendapat pendanaan seri B sebesar US$ 64,6 juta yang dipimpin oleh perusahaan
modal ventura Accel. Sehingga, total Xendit telah mengumpulkan pendanaan hingga
US$ 88 juta.
(Oleh - HR1)
Pemerintah Dorong Ekosistem UMKM Eksportir
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan jumlah eksportir dari kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai 13 ribu pelaku usaha. Namun, kata dia, kontribusinya baru 11 persen dari total ekspor pada 2020. Menurut Airlangga, pemerintah mendorong terbentuknya ekosistem ekspor, termasuk bagi UMKM, misalnya membuka pasar negara non-tradisional, seperti Afrika Timur, Eropa, dan Amerika Latin. Dia mengatakan pemerintah juga mendorong utilisasi perjanjian perdagangan dan implementasi Undang-Undang Cipta Kerja yang berkaitan dengan penyederhanaan izin ekspor. Airlangga mengatakan pemerintah juga telah merilis Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 2021 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM. Regulasi itu mengatur bentuk dukungan kepada koperasi dan UMKM, antara lain kemudahan untuk mendirikan perusahaan perorangan dan koperasi.
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah Teten Masduki mengatakan sebagian besar pelaku UMKM masih lemah dalam penelitian dan pengembangan produk. Menurut dia, program penghiliran dan komersialisasi akan sangat membantu dalam pengembangan produk UMKM yang inovatif dan berdaya saing. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nizam, mengatakan mahasiswa bisa mendampingi pelaku UMKM dalam riset dan pengembangan lewat program kampus mereka yang dilakukan untuk akselerasi pemulihan ekonomi. Menurut Nizam, Kementerian Pendidikan telah menyiapkan model pendanaan penghiliran dari karya dosen dan mahasiswa, misalnya dengan memasang target 1.000 inovasi UMKM setiap tahun. "Tinggal nanti kami dapatkan bidang apa saja yang bisa ditawarkan, sehingga proyek mereka bisa bermanfaat bagi UMKM." ujarnya. Nizam menuturkan setiap tahun ada sekitar 1,5 juta sarjana baru. "Kalau 10 persen membentuk UMKM, jumlahnya cukup besar dan bisa memberi nilai tambah."
(Oleh - HR1)
Pilihan Editor
-
Menkeu Terbitkan Aturan Jamin Pelaksanaan PSN
06 Apr 2021 -
Membangun Ekosistem Keuangan Digital
05 Apr 2021 -
Hegemoni Bank BUMN
19 Mar 2021 -
Crypto Art Jadi Peluang Usaha Seni di Indonesia
29 Mar 2021









