Perpanjangan Pelunasan Dipertimbangkan
Sampai masa pelunasan biaya perjalanan ibadah haji tahun
2024, sebanyak 194.744 anggota jemaah haji reguler telah melunasi biaya
tersebut. Dengan total kuota haji Indonesia 241.000, artinya masih terdapat
sisa kuota yang belum terisi. Pemerintah mempertimbangkan memperpanjang masa
pelunasan. Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily, Rabu (27/3)
menyatakan, persiapan penyelenggaraan ibadah haji memiliki waktu cukup panjang
sehingga diharapkan layanan bisa lebih optimal. Sebab, Komisi VIII DPR dan
Kemenag telah memutuskan biaya perjalanan ibadah haji jauh lebih awal.
Ace Hasan menyampaikan hal itu dalam penutupan acara Bimbingan
Teknis Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Rabu (27/3) malam,
di Asrama Haji, Pondok Gede, Jaktim. Bimbingan teknis itu diikuti 1.120 peserta
dan 890 orang di antaranya lulus seleksi di daerah dan pusat. Pelunasan tahap
II biaya perjalanan ibadah haji bagi jemaah reguler 1445 Hijriah/2024 Masehi
ditutup pada Selasa (26/3). Kemenag mencatat ada 194.744 anggota jemaah reguler
yang telah melunasi biaya perjalanan haji. ”Masa pelunasan tahap II biaya haji
jemaah reguler ditutup. Total ada 194.744 anggota jemaah reguler yang melunasi,”
kata Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Saiful Mujab dalam keterangan
pers di Jakarta.
”Jumlah jemaah yang melunasi terdiri dari 192.874 anggota
jemaah reguler, 1.484 petugas haji daerah, dan 386 kelompok bimbingan ibadah haji
dan umrah,” tuturnya. Sisa Kuota jemaah haji Indonesia tahun ini 221.000.
Selain itu, Indonesia mendapat 20.000 kuota tambahan. Jadi, total ada 241.000
kuota, terdiri dari 213.320 anggota jemaah haji reguler dan 27.680 anggota
jemaah haji khusus. Karena itu, pihaknya sedang mempertimbangkan rencana pembukaan
perpanjangan masa pelunasan. (Yoga)
Menuju Kemiskinan Ekstrem Nol Persen
Hasil survei BPS menunjukkan angka kemiskinan Indonesia sudah
turun di bawah dua digit meskipun masih belum bisa mencapai target Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional (DGs). Bahkan, Presiden Jokowi menetapkan target
kemiskinan ekstrem menjadi nol % pada 2024. Berarti enam tahun lebih awal dari
target SDGs dunia, yaitu 2030. Saat ini Indonesia menggunakan ukuran absolut
garis kemiskinan (GK) untuk mengidentifikasi kemiskinan. GK adalah nilai rupiah
minimal untuk mencukupi kebutuhan dasar, baik makanan maupun nonmakanan, yang
dihitung BPS dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).
Penduduk yang pengeluarannya di bawah GK Rp 550.458/kapita/bulan
dikelompokkan sebagai penduduk miskin. Sementara penduduk yang pengeluarannya
di bawah GK ekstrem Rp 351.957/kapita/bulan atau 1,9 USD (Rp 30.000)/kapita/hari
paritas daya beli (purchasing power parity/PPP) dikelompokkan sebagai penduduk
miskin ekstrem. Untuk mengatasi kemiskinan ekstrem, diterbitkan Inpres No 4
Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Inpres ini
menetapkan tiga strategi untuk dilaksanakan oleh 22 kementerian serta enam
lembaga dan semua pemda.
Strategi pertama, pengurangan beban pengeluaran warga miskin
ekstrem. Strategi kedua, peningkatan pendapatan. Ditujukan untuk warga miskin
ekstrem yang masih produktif. Mereka dibukakan akses pada pekerjaan dan peningkatan
kapasitas SDM akses dan kapasitas sebagai pelaku UMKM, termasuk akses pembiayaannya.
Melalui strategi ini diharapkan rumah tangga (RT) miskin ekstrem dapat naik
kelas untuk mendapatkan program lanjutan, seperti pendampingan, pelatihan, dan
permodalan. Strategi ketiga, pengurangan kantong-kantong kemiskinan ekstrem. (Yoga)
Bantuan Sosial Menciptakan Ketimpangan Ekonomi
Pemerintah tak kunjung memahami pepatah lama “beri kail,
jangan ikan” kepada pemancing jika ingin mereka mandiri. Setiap tahun,
pemerintah makin menaikkan nilai bansos, tapi tak kunjung memberantas
kemiskinan. Dalam sepuluh tahun terakhir, pemerintahan Joko Widodo
menggelontorkan tak kurang Rp 3.663 triliun untuk bansos. Namun angka
kemiskinan tahun lalu masih 9,6 %, lebih tinggi dari target Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Nasional sebesar 8 %. Meski begitu, untuk tahun ini, pemerintah
malah menaikkan anggaran bansos sebesar Rp 22,5 triliun, naik 135,1 % dibanding
tahun lalu. Menkeu Sri Mulyani memaparkan proposal kenaikan itu di depan Komisi
Keuangan DPR pada 19 Maret 2024. Alasan kenaikan mengkonfirmasi masih tingginya
tingkat kemiskinan: jumlah penerima yang bertambah dan jenis bantuan yang kian
beragam.
Klaim pemerintah memberikan jaring pengaman kepada masyarakat
paling miskin agar tak terimpit oleh kelesuan ekonomi akibat gejolak ekonomi
global juga terdengar seperti mencari-cari alasan. Faktanya, pertumbuhan
ekonomi pada periode kedua pemerintahan Jokowi tak dinikmati oleh mayoritas
kelompok masyarakat. Buku putih Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat
(LPEM) UI, Agenda Ekonomi Masyarakat 2024-2029, menyimpulkan kebijakan atau
program pemerintah terfokus pada 20 % kelompok terbawah melalui pelbagai
bantuan perlindungan sosial dan 10 % kelompok teratas melalui pelbagai insentif
usaha. Kebijakan pemerintah melupakan 40-80 % kelas menengah yang mengalami
pertumbuhan negatif pada 2019-2024.
Akibatnya malah timbul ketimpangan ekonomi yang semakin tajam
akibat pemberian bansos yang kurang tepat sasaran dimana kelas menengah bawah
rentan menjadi miskin tanpa perhatian dan uluran tangan pemerintah, sedang 10 %
kelompok teratas malah semakin kaya akibat insentif usaha yang diberikan
pemerintah. Solusi yang ditawarkan LPEM adalah memperkuat kelas menengah
Indonesia dengan menciptakan kail berupa layanan pendidikan, kesehatan,
perlindungan sosial, dan layanan perawatan untuk mendorong sumber daya manusia
unggul. Bansos jelas bukan solusi menuju cita-cita itu. Bansos merupakan solusi
jangka pendek mencegah keterpurukan ekonomi. Apalagi jika bansos dibuat untuk
tujuan elektoral pemilihan umum lima tahunan. (Yetede)
Menakar Strategi Mendiskualifikasi Rival
Dua pasangan calon presiden dan wakilnya, yakni Anies
Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md., menghadiri langsung
sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU). Sidang perdana gugatan di MK
digelar pada Rabu, 27 Maret 2024. Didampingi tim kuasa hukum, pasangan calon
nomor urut 01 dan 03 ini memaparkan proses pemilihan presiden (pilpres) yang
dinilai tidak berjalan bebas, jujur, adil, serta transparan. Dalam gugatan yang
diajukan, kedua kubu menolak keputusan KPU yang menetapkan pasangan calon
Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai pemenang pilpres. Mereka
meminta KPU menggelar pemungutan suara ulang dan sekaligus mendiskualifikasi
pasangan calon nomor urut 02 itu. Kubu Anies-Muhaimin mencontohkan sejumlah
pasangan calon yang didiskualifikasi dalam proses pemilihan kepala daerah.
Charles Simabura, pakar hukum tata negara dari Universitas
Andalas, menilai adanya cacat prosedur dalam proses pemilihan bisa berdampak
pada diskualifikasi peserta. "Cacat prosedur itu kan cacat formal,"
ujar Charles saat dihubungi pada Rabu, 27 Maret 2024. Menurut dia, alasan kubu
01 meminta MK mendiskualifikasi pasangan nomor urut 02 itu berawal dari putusan
MK No 90/PUU-XXI/2023. Putusan itu sendiri disebut memberi peluang bagi Gibran
untuk melenggang mendampingi Prabowo. "Putusan No 90/PUU-XXI2023 itu
termasuk putusan yang dinyatakan cacat etik oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara
Pemilu, sehingga bisa dinyatakan sebagai cacat formal pendaftaran,"
ujarnya. (Yetede)
Sentimen Proyek Strategis Nasional di Dua Emiten
Sebaran Sektor dan Lokasi Proyek Strategis Nasional
Waspada Tipu-tipu Haji Furoda
Jika Implementasi Optimal, Ekonomi Tumbuh 6-7 %
Pemerintah konsisten mendorong geliat investasi sebagai
sumber pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah
dengan mengoptimalkan UU Cipta Kerja (Ciptaker). Bila kebijakan ini berjalan
optimal dan mendongkrak kinerja investasi, maka akan berujung kinerja
pertumbuhan ekonomi yang bisa mencapai 7 %.
“Kalau investasi berjalan, saya tidak akan surprise
pertumbuhan ekonomi kita di atas 6 sampai 7 % danini adalah sesuatu yang harus
kita peroleh. Kita harus akselerasi growth dan itu hanya bisa dilakukan kalau
investasi tumbuh. Kalau kita bisa mengembalikan dengan UU Ciptaker walaupun
tidak sempurna, saya percaya pertumbuhan ekonomi 6 % sampai 7 %,” kata Wakil
Ketua II Satgas UU Ciptaker Chatib Basri dalam acara Investor Daily Roundtable
dengan tema UU Cipta kerja, Motor Pengerak Ekonomi Indonesia di Jakarta, Rabu
(27/03). (Yetede)
Pebisnis Pusat Data RI didorong Go Global
Pelaku bisnis penyimpanan data (pusat data/data center) lokal
Indonesia didorong untuk terus memperbesar skala usahanya di dalam negeri dan
mau ekspansi hingga ke pasar internasional (go global), pada tahap awal mereka
pun didorong untuk ekspansi ke kawasan Asia Tenggara yang potensi pasarnya
masih sangat besar dan kemudian dilanjutkan merambah ke pasar global.
Menurut proyeksi Statista, potensi pasar data center Asia
Tenggara mencapai USD 9,98 miliar pada 2024, dengan kontribusi didominasi pasar
jaringan infrastruktur USD 6,73 miliar. Nilainya diproyeksikan terus naik
mencapai USD 13,08 miliar tahun 2028 dengan pertumbuhan tahunan majemuk
(compound annual growth rate/CAGR) 7%.
Menkominfo Budi Arie Setiadi mendorong pembangunan ekosistem
data di dalam negeri, baik oleh pemerintah maupun swasta agar dapat
meningkatkan ekonomi nasional, salah satunya oleh Data Center Internasional
(DCI) Indonesia. “Ke depan saya yakin, termasuk DCI akan mendorong pertumbuhan
industri pusat data Indonesia untuk makin go global, setidaknya di level Asia
Tenggara dulu,” tutur Budi Arie dalam kegiatan E1 Open Days DCI Indonesia, di
Jaksel, Rabu (27/3). (Yetede)
Metland Siapkan Rp 140 Miliar untuk Borong Lahan
PT Metropolitan Land Tbk (Metland) menyediakan dana Rp 140 miliar untuk pembelian lahan pada 2024. Anggaran itu bagian dari Rp 750 miliar modal kerja (capital expenditure/capex) yang disediakan untuk tahun ini. "Capex kami tahun 2024 sekitar Rp 750 miliar, sedangkan realisasi tahun 2023 sekitar Rp 500 miliar. Dari total capex 2024 sekitar Rp 140 miliar untuk pembelian lahan. Sebagian besar untuk pengembangan infrastruktur di proyek-proyek kami," tutur Direktur Metland Olivia Surodjo kepada Investaor Daily baru-baru ini. Mengutip data perseroan, hingga November 2023, cadangan lahan (land bank) Metland mencatat seluas 430 ha. Lahan itu adalah yang tersedia untuk dijual. Saat ini, total luas proyek mencapai 1.236 ha. "Lahan 430 ha itu total remaining area yang Metland punya untuk delapan proyek yang sduah ternasuk Cibitung dan termasuk yang lain-lain, total lahan yang kita punya itu sudah kami beli," tutur Anhar Sudrajat, Presiden Direktur Metland menjawab pertanyaan Investor Daily baru-baru ini (Yetede)









