Masih Rendahnya Serapan Anggaran
Sudah enam bulan Tahun Anggaran 2025 berjalan, penyerapan anggaran belanja daerah belum ada yang mendekati angka 50 %. Bahkan ada daerah dengan realisasi belanja hanya 1,69 %. Mendagri, Tito Karnavian dalam Rakor Percepatan Realisasi APBD Tahun 2025 di Kemendagri, Jakarta, pekan lalu, mengatakan, penyerapan belanja daerah berkisar 1,69 % - 33,42 %. Kabupaten Empat Lawang, Sumsel, merupakan daerah dengan serapan anggaran terendah, dan tertinggi Kabupaten Ciamis, Jabar. Tito mengingatkan bahwa belanja pemerintah, termasuk di daerah, berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Sebab, belanja tersebut dapat meningkatkan jumlah uang yang beredar sehingga daya beli masyarakat menguat.
Ia pun mengingatkan, belanja pemerintah berperan sebagai penggerak bagi tumbuhnya sektor swasta. Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia, Alwis Rustam mengatakan, hal itu wajar. ”Nanti, begitu masuk semester kedua, tentu ada kenaikan penyerapan anggaran,” katanya, Senin (12/5). Ia meyakini realisasi belanja daerah bakal lebih tinggi pada semester kedua. Sebab, pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur baru dimulai pada Agustus-Desember. Selain itu, belanja gaji juga baru berjalanempat bulan dari 12 bulan. Ada juga dampak Inpres No 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025. Tahun ini, pemerintah pusat memangkas anggaran transfer daerah hingga Rp 50,59 triliun, mencakup berbagai jenis dana transfer, seperti dana bagi hasil, dana alokasi umum, dan dana alokasi khusus. (Yoga)
Ragam Penipuan di Google yang patut Diwaspadai
Berbagai modus penipuan terus berkembang seiring pesatnya perkembangan teknologi. Para pelaku beraksi dengan mengganti nomor kontak yang terpampang dalam alamat di platform mesin pencarian Google. Hal itu dialami Putro Adi Nugroho (23), karyawan swasta di Jakarta. Kala itu, ia tengah sakit gigi dan membutuhkan penanganan khusus. Ia menemukan klinik gigi di Google Maps dan menghubungi kontak yang tertera. Setelah dihubungi, orang yang mengaku sebagai admin klinik meminta uang Rp 300.000 sebagai prasyarat reservasi karena klinik sedang ramai sehingga dibutuhkan deposit atau uang muka agar calon pasien tidak perlu mengantre lagi.
Putro segera mentransfer nominal yang diminta ke nomor rekening yang disertakan pelaku. Setelah ditransfer, pelaku lagi-lagi berdalih bahwa nominal uang muka harus lebih dari yang diminta untuk keperluan biaya admin. Namun, saat diminta untuk mengembalikan dana yang telah ditransfer, pelaku tidak bisa melakukannya dengan beralasan konfirmasi telah melebihi waktu 10 menit. Di situlah Putro merasa ada yang tidak beres dan memutuskan langsung mendatangi klinik itu. ”Pihak klinik bilang, kami enggak pernah ada deposit seperti itu, Mas, dan nomor ini bukan nomor kami. Pihak klinik juga mencoba mencari nomor tersebut. Ternyata nomor itu terdaftar di banyak klinik,” kata Putro, Senin (12/5).
Ini hanya potret kecil maraknya penipuan dengan modus impersonation, korbannya pun tidak sedikit. Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) alias Pusat Penanganan Penipuan Transaksi Keuangan telah menerima 21.763 laporan terkait kasus penipuan dan fraud selama Ramadhan 2025. Masyarakat paling banyak mengadukan penipuan terkait jual beli secara daring. Kemudian, penipuan yang mengakui pihak lain atau telepon palsu (fake call) dan impersonation. Ada pula penipuan bermodus penawaran kerja dan penipuan investasi. (Yoga)
Merekrut Karyawan dengan Cara Baru
George Smith adalah salah satu yang berhasil menguak catatan tertulis di Mesopotamia. Anak berumur 14 tahun kelahiran 1840 menghabiskan waktu makan siang juga malam di British Museum. Dari minatnya pada timur tengah, dia kemudian bisa membaca dan menerjemahkan tablet berhuruf paku yang dikenal dengan Epic of Gilgamesh. Ia merupakan contoh orang yang tanpa pendidikan memadai berhasil berbuat sesuatu. Fenomena ini menjadi aktual ketika perusahaan frustrasi dengan kapasitas karyawannya sementara pengangguran merajalela di berbagai tempat. Kini perusahaan memilih untuk mengumumkan keterampilan yang dibutuhkan dibandingkan pengalaman dan pendidikan yang dibutuhkan.
SkillsFirst Workforce Initiative muncul sebagai uji coba menangkap fenomena itu. Inisiatif itu dipimpin lembaga nirlaba Burning Glass Institute yang berpusat di Philadelphia, AS, dengan dukungan 500.000 USD dari Walmart. Mereka meluncurkan laman karier yang menguraikan keterampilan yang dibutuhkan untuk beberapa pekerjaan yang paling diminati di pasar. Situs SkillsFirst merinci keterampilan yang dibutuhkan untuk sembilan jabatan, yaitu tenaga penjualan eceran; supervisor lini pertama pekerja penjualan eceran; manajer penjualan; perwakilan layanan pelanggan; manajer layanan pelanggan; analis keuangan; manajer produk; dan pengembang perangkat lunak.
Menurut Burning Glass, peran-peran ini mencakup lebih dari 11 juta pekerja. Menurut laman Forbes, selain Walmart, sejumlah per- usahaan juga bergabung de- ngan lembaga nirlaba dalam inisiatif baru ini. Mereka adalah 10 perusahaan terbesar di AS, termasuk Accenture, Bank of America, Blackstone, Home Depot, Johnson & Johnson, Microsoft, Nordstrom, PepsiCo, Walmart, dan Verizon. Dalam lamannya, SkillsFirst mengatakan, upaya itu dilakukan karena semakin banyak pengusaha yang menggunakan pendekatan berbeda. Alih-alih berfokus pada hal-hal yang bersifat sementara, seperti gelar sarjana, banyak perusahaan yang lebih mengutamakan keterampilan dan menghargai pengalaman kerja. (Yoga)
Pentingnya menyelaraskan Deregulasi dan Proteksi
Kunjungan Kadin Indonesia ke AS membuka peluang kerja sama perdagangan yang lebih luas di sektor alas kaki, garmen, elektronik, kedelai, susu, daging, hingga mineral kritis. untuk merealisasikan peluang tersebut, diperlukan deregulasi guna mengatasi hambatan nontarif. Di sisi lain, perlindungan terhadap industri dalam negeri dari serbuan produk impor juga menjadi perhatian penting. Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menjelaskan, kunjungan kerja Kadin Indonesia ke AS bertujuan untuk memperkuat hubungan dagang, menarik investasi, dan membangun kolaborasi di sektor energi, khususnya transisi energi dan pengembangan mineral kritis. Dalam serangkaian pertemuan dengan sejumlah organisasi di AS, Anindya menegaskan komitmen dunia usaha Indonesia untuk menjalin kemitraan yang saling menguntungkan.
Ia menekankan pentingnya perdagangan yang adil, kesepakatan tarif yang setara, dan penciptaan iklim usaha yang mendukung. Pelaku usaha di AS dan US Chamber of Commerce cenderung menolak kebijakan tarif Trump karena dinilai dapat memicu inflasi dan memperbesar risiko resesi. Indonesia mencatat surplus perdagangan dengan AS sebesar 18 miliar USD. Karena itu, selain menjaga keseimbangan neraca perdagangan, perlu juga upaya memperluas volume perdagangan secara menyeluruh. ”Target kami tidak hanya menyeimbangkan neraca perdagangan. Kami ingin meningkatkan total perdagangan dua arah dari 40 miliar USD saat ini menjadi 80 miliar USD dalam 2–3 tahun ke depan. Jika dikelola dengan tepat, angkanya bahkan bisa menembus 120 miliar USD dalam empat tahun,” ujar Anindya dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/5). (Yoga)
Realisasi Penyaluran KUR Triwulan I-2025
Seorang pekerja terlihat sedang menggoreng kerupuk di sebuah tempat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pembuatan kerupuk tapioka di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (12/5/2025). Berdasarkan data yang didapat Kementerian UMKM, sepanjang triwulan I-2025, realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) baru mencapai Rp 57,51 triliun, masih jauh dari target tahun ini yang sebanyak Rp 300 triliun, dimana lebih dari 50 persen realisasi distribusi KUR menyasar ke sektor-sektor produksi terutama yang padat karya. (Yoga)
Larangan Terbatas Impor Singkong dan Tapioka Setelah Ekonomi Global Kondusif
Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan larangan terbatas impor singkong dan tepung tapioka. Namun, pembahasan kebijakan yang bakal dilakukan di tingkat Kemenko Bidang Perekonomian masih menunggu kondisi ekonomi global kondusif. Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) meminta pemerintah tak menunda penerbitan kebijakan larangan terbatas tersebut, mengingat pemerintah sudah mewacanakan kebijakan itu sejak Januari 2025. Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Isy Karim mengatakan, Kemendag telah membahas rencana larangan terbatas impor singkong dan tapioka secara internal. Kemendag juga siap membahas usulan larangan terbatas itu di tingkat Kemenko Bidang Perekonomian.
Hal itu sesuai PP No 29 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perdagangan, yang mengamanatkan kebijakan dan pengendalian terhadap kegiatan ekspor-impor barang dan jasa didasarkan pada keputusan rakor yang dipimpin menteri yang menyelenggarakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian urusan kementerian dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang perekonomian. ”Kami terbuka terhadap berbagai masukan dan evaluasi, khususnya dengan mempertimbangkan perkembangan perekonomian nasional dan daerah, serta situasi perdagangan dunia,” ujar Isy, Jumat (9/5/2025). Isy mengungkapkan, Kemenko Perekonomian menyampaikan usulan kebijakan larangan terbatas akan dibahas jika kondisi ekonomi global sudah kondusif.
Pernyataan itu merupakan jawaban atas permintaan Perkumpulan Petani Ubi Kayu Indonesia dan Perkumpulan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia agar pemerintah pusat segera mengeluarkan larangan terbatas impor tepung tapioka, mengingat harga singkong ditingkat petani, terutama di Lampung, anjlok menjadi Rp 900 per kg. Padahal, dalam Instruksi Gubernur Lampung No 2 Tahun 2025 tentang Penetapan Harga Ubi Kayu di Provinsi Lampung, harga singkong ditetapkanRp 1.350 per kg dengan ketentuan potongan rafaksi maksimal 30 % dan tidak mengukur kadar pati. (Yoga)
Berkilaunya Pertambangan di Kalbar sejak dulu hingga Hilirisasi Bauksit Sekarang
Kilau tambang di Kalbar telah lama memikat, setidaknya saat Kongsi Tambang China yang menggarap emas. Kini, giliran bauksit yang memikat. Bahkan, Kalbar menjadi salah satu daerah yang turut berperan dalam program strategis nasional, yaitu hilirisasi bauksit. Kongsi Tambang China pernah berdiri di Kalbar dari 1776-1884. Saat Kesultanan Sambas dan Mempawah mendatangkan pekerja dari China untuk bekerja di pertambangan emas Monterado dan Mandor. Monterado kini jadi kecamatan di wilayah Kabupaten Bengkayang. Sementara Mandor, kini kecamatan di wilayah Kabupaten Landak. Lanfang, satu di antara 16 kongsi tambang yang ada di Kalbar saat itu. Usaha pertambangan dan perdagangan emas dikelola para perantau dari daratan China. Mereka beranak pinak, bahkan menjadi cikal bakal orang Tionghoa di Kalbar.
Kendati Kongsi Tambang China di Kalbar sudah lama bubar, kekayaan tambangnya masih memikat banyak pihak. Kini, bauksit yang sedang booming. Berdasar data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kalbar, realisasi PMA dan dalam negeri pada 2024 sebesar Rp 31,47 triliun. Penyumbang investasi terbesar adalah sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya sebesar Rp 7,91 triliun. Kalbar pun menjadi daerah yang turut ambil bagian dalam program strategis nasional, yaitu hilirisasi bauksit. Hilirisasi bauksit, telah dilakukan di Kabupaten Ketapang, Kalbar. Pabrik pengolahan dan pemurnian bauksit menjadi alumina (smelter) juga telah berproduksi sehingga memberi nilai tambah pada sumber daya alam itu. Hilirisasi diharapkan kelak meninggalkan jejak pada lanskap budaya, juga dampak yang berarti secara ekonomi bagi masyarakat. (Yoga)









