;

Melimpahnya Cadangan Beras Pemerintah

Yoga 14 May 2025 Kompas (H)

Cadangan beras pemerintah di Perum Bulog tembus 3,7 juta ton, tertinggi dalam 58 tahun terakhir dan melampaui stok beras di kala Indonesia mencapai swasembada beras pada 1984. Dari jumlah itu, 2,02 juta ton beras merupakan hasil serapan gabah/beras dari dalam negeri dan sisanya berupa beras impor tahun 2024. Melimpahnya stok beras Indonesia membuat sejumlah negara pengekspor beras, seperti Thailand, Vietnam, dan Myanmar, gerah. Negara-negara tersebut mulai mendiversifikasi negara tujuan ekspor beras. Mentan, Andi Amran Sulaiman, Selasa (13/5) mengapresiasi kinerja Bulog yang mampu menyerap gabah/beras di dalam negeri sebanyak 2,02 juta ton dalam waktu kurang darilima bulan. Pada akhir Mei 2025, stok beras pemerintah diperkirakan bisa tembus 4 juta ton.

”Ini merupakan capaian luar biasa dari hasil kerja keras para pemangku kepentingan terkait, seperti petani, Bulog, mitra penggilingan padi, serta pemerintah pusat dan daerah. Stok 3,7 juta ton beras ini bukan sekadar angka, melainkan juga bukti konkret keberpihakan negara kepada petani dan sistem pangan dari hulu hingga hilir,” kata Amran melalui siaran pers di Jakarta. Pada 2025, Kementan menargetkan produksi beras 32 juta ton. Untuk merealisasikannya, Kementan berupaya mencetak sawah baru serta mengoptimalkan lahan pertanian, mempercepat tanam padi, dan menambah kuota pupuk subsidi sejak 2024. Presiden Prabowo juga mengeluarkan kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) di tingkat petani tanpa rafaksi dan kualitas apa pun minimal Rp 6.500 per kg. Kebijakan itu tidak hanya berlaku bagi Perum Bulog, tetapi juga semua pelaku usaha penggilingan padi. (Yoga)


Kehati-hatian Dunia Menyikapi Gencatan Tarif AS-China

Yoga 14 May 2025 Kompas (H)

Bursa dan investor global sedikit lega setelah AS-China sepakat menunda sebagian tarif bea masuk impor, walau tetap ada kekhawatiran babak baru perang dagang. Dalam perdagangan Selasa (13/5) mayoritas bursa di sejumlah negara menghijau. Investor bergairah secara berhati-hati atas kesepakatan AS-China. Pada Senin (12/5), Beijing dan Washington mengumumkan kesepakatan untuk menurunkan bea masuk impor (BMI). Selama 90 hari sejak Rabu, tariff BMI untuk impor China ke AS dipangkas dari 145 % menjadi 30 %. Sementara BMI impor AS ke China dipangkas dari 125 % menjadi 10 %. AS-China juga setuju merundingkan relasi dagang mereka. Pasar menganggap kesepakatan itu tanda pemerintah memahami kegelisahan. ”Ini menandakan bahwa pemerintahan ini pun menyadari hambatan ekonomi dari tarif yang tak henti-hentinya,” kata Stephen Innes, Kepala Perdagangan dan Strategi Pasar SPI Asset Management.

Para pengamat, ekonom, dan investor di seluruh dunia menyikapi kabar baik itu dengan hati-hati. Sebab, tidak ada yang bisa memperkirakan proses dan hasil negosiasi lanjutan antara AS dan China di masa mendatang. Para ekonom HSBC mengingatkan, situasi saat ini mungkin tidak berjalan mulus. ”Keadaan dapat dengan mudah berubah sedikit lebih sulit dalam negosiasi perdagangan di masa mendatang,” tulis mereka dalam catatan ke investor. Direktur Phillip Securities Group di Hong Kong Louis Wong menyebutkan, investor menyadari proses untuk mencapai kesepakatan perdagangan belum selesai. ”Saya akan menyarankan investor untuk tetap berhati-hati dalam waktu dekat dan bersiap menghadapi berita tak terduga dari sisi perdagangan,” tambahnya. (Yoga)


Dunia menyambut Gembira Meredanya Perang Tarif

Yoga 14 May 2025 Kompas

Dunia menyambut kesepakatan AS-China meredakan perang tarif dengan gembira. Delegasi China dan AS bertemu di Geneva, Swiss, membahas isu tarif impor antar mereka. Hasil perundingan positif, perang dagang sementara mereda karena AS dan China sepakat untuk saling mengurangi tarif impor selama 90 hari. AS akan menurunkan tarif dari 145 % menjadi 30 %, sementara tarif China terhadap barang-barang AS turun menjadi 10 % dari 125 %. Menkeu AS, Scott Bessent melunak terhadap China. Dalam keterangan kepada wartawan, Senin (12/5) ia mengatakan, kedua negara sama-sama menginginkan perdagangan di antara mereka tetap berlangsung seimbang. Menurut China, kesediaan Beijing dan Washington untuk meredakan perang tarif selaras dengan harapan produsen dan konsumen di kedua negara sekaligus menjadi kepentingan kedua negara dan dunia.

Kesepakatan AS dan China di Geneva disambut positif oleh negara-negara lain. Sejumlah indeks bursa naik. Meski bersifat sementara, kesediaan China dan AS untuk meredakan perang tarif pantas disambut gembira. Perusahaan AS yang membutuhkan produk dari China segera memerintahkan perusahaan transportasi untuk mengirim barangnya. Selama ini, tidak sedikit perusahaan AS menunda kedatangan barang dari China supaya tidak terkena tarif impor. Akibatnya, produk-produk dari China yang selama ini cukup tersedia, mulai berkurang. Meski ketidakpastian masih menghantui, pertemuan kedua negara menunjukkan pentingnya dialog dan mencari titik temu di tengah persaingan dua raksasa. (Yoga)


Ganja untuk Medis Masih Dikaji Legalisasinya

Yoga 14 May 2025 Kompas (H)

Dorongan legalisasi ganja untuk medis kembali menguat saat kabar seorang anak dengan cerebral palsy meninggal pada pertengahan Februari 2025. Anak tersebut sebelumnya ramai disorot ketika ia dan ibunya berada di kegiatan car free day (hari bebas kendaraan bermotor) di Jakarta membawa poster bertuliskan ”Tolong, Anakku Butuh Ganja Medis”. Mereka berharap terapi dengan minyak cannabidiol yang merupakan senyawa dari ganja bisa legal di Indonesia. Terapi itu dinilai dibutuhkan untuk penanganan cerebral palsy pada anak tersebut. Rencana penggunaan ganja untuk medis sempat disampaikan oleh Kepala BNN, Marthinus Hukom di tengah rapat kerja dengan Komisi III DPR, Senin (5/3) di Jakarta. Namun, penelitian lebih lanjut yang lebih akurat dinilai masih diperlukan untuk mempertimbangkan penggunaan ganja demi keperluan medis atau pengobatan.

Sampai saat ini, regulasi mengenai penggunaan ganja untuk keperluan medis belum juga tuntas di Indonesia. Ganja, untuk keperluan apa pun, masih dilarang jika merujuk pada aturan yang berlaku. Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, Selasa (13/5). Ia menyebutkan bahwa ganja masih termasuk dalam narkotika golongan 1, sesuai UU Narkotika. ”Sampai saat ini juga belum ada usulan dari BNN untuk melakukan riset terkait dengan penggunaan ganja untuk pelayanan kesehatan. Ganja yang merupakan narkotika golongan 1 masih berlaku sampai sekarang sehingga tidak bisa digunakan untuk kepentingan medis,” tuturnya.

Bukti ilmiah telah menunjukkan manfaat ganja sebagai pengobatan medis, diantaranya manfaat kandungan THC dan CBD dalam ganja untuk membantu mengurangi nyeri kronis, seperti pada kasus kanker. Kandungan CBD juga telah disetujui BPOM AS (FDA) sebagai obat untuk epilepsi refrakter dalam bentuk obat epidiolex. Kandungan THC juga efektif untuk mengurangi mual dan muntah sebagai efek kemoterapi. Selain itu, kandungan THC dan CBD dalam ganja dapat mengurangi spastisitas atau kekakuan pada otot. Kandungan CBD terbukti dapat digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan. Kandungan CBD yang dikombinasikan dengan THC dapat pula mengurangi gejala neuro degeneratif pada penyakit parkinson dan alzheimer. (Yoga)


Keinginan NTT Berswasembada pangan

Yoga 14 May 2025 Kompas

Lapak beras berjejer di Pasar Kasih, Kupang, NTT, Selasa (13/5). Beras asal Sulawesi menguasai pasar tradisional terbesar di NTT itu. Kebanyakan beras medium dijual dengan rentang harga Rp 13.000 hingga Rp 14.000 per kg. ”Beras Sulawesi banyak yang beli ketimbang beras lain. Dalam satu hari terjual paling sedikit 20 kg,” kata Aldi (40), pedagang eceran di Kupang yang sudah 15 tahun berdagang beras. Di tengah dominasi beras dari luar, tampak beredar beras lokal. Salah satunya beras premium dengan merek khas Kupang. Sayangnya, kata pedagang, isi dari kemasan itu tak semuanya beras yang diproduksi petani NTT. Dominasi beras asal Sulawesi menunjukkan tingginya ketergantungan NTT pada produksi beras dari luar daerah. BI Perwakilan NTT merilis, 70 % beras untuk NTT dipasok dari luar.

Tingginya pasokan beras dari luar menyebabkan neraca perdagangan NTT defisit hingga Rp 34,61 triliun. Plt Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan NTT, Joaz Umbu Wanda menyebutkan, NTT defisit beras 200.000 ton per tahun dari total kebutuhan 622.000 ton per tahun. Untuk meningkatkan produksi beras, banyak tantangan mengingat kondisi alam di NTT lebih cocok untuk pertanian lahan kering. Ketersediaan air menjadi persoalan utama. Pemerintah pun telah berupaya, di antaranya membangun sejumlah bendungan dengan total biaya Rp 7,207 triliun. Selain itu, pendampingan terhadap petani diperkuat mulai dari penyiapan lahan, penggunaan alat pertanian modern, hingga adaptasi terhadap perubahan iklim. Penyuluh pertanian langsung di bawah tanggung jawab pemerintah pusat.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menyebut, pemerintah pusat memberikan dukungan penuh terhadap upaya swasembada pangan di NTT, ditandai dengan kunjungan Wapres Gibran ke NTT, 6-7 Mei 2025. Melkiades pun mendorong penguatan pada pangan nonberas karena NTT kaya akan keberagaman pangan. ”Swasembada pangan tidak melulu pada beras. Setiap daerah punya keunggulan. Ini yang harus diperkuat,” katanya. Dalam catatan Kompas, ada komunitas adat di NTT yang mandiri pangan, yakni suku Boti di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Mereka menanam padi, jagung, umbi-umbian, kacang-kacangan, pisang, dan banyak lagi. Dengan lahan tadah hujan. Pangan mereka tersedia sepanjang tahun. (Yoga)


Tak Berdampaknya PHK Massal Panasonic bagi Indonesia

Yoga 14 May 2025 Kompas

Kemenperin menyatakan, restrukturisasi karyawan Panasonic Holdings tak akan merembet bagi karyawan yang ada di Indonesia. Indonesia tetap menjadi salah satu basis produksi penting bagi Panasonic di kawasan Asia Tenggara. ”PHK yang akan dilakukan Panasonic Holdings tidak berdampak pada operasional di Indonesia. Pabrik Panasonic di Indonesia justru masih menjadi basis ekspor ke lebih dari 80 negara,” ujar Jubir Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, dalam siaran pers, Senin (12/5) di Jakarta. Sebelumnya, sesuai pemberitaan Reuters, Panasonic Holdings pada Jumat (9/5) mengumumkan akan memangkas 10.000 orang karyawan. Rencana ini bagian dari perombakan perusahaan dan dilakukan pada sisa tahun 2025. Panasonic Holdings berharap bisa membukukan biaya restrukturisasi sebesar 896,06 juta USD.

Panasonic Holdings mempekerjakan 228.000 orang karyawan di seluruh dunia. Dari 10.000 karyawan yang akan dikurangi, pabrikan elektronik itu menyatakan bahwa setengahnya direncanakan dari Jepang dan setengahnya lainnya di luar negeri. Hampir separo dari biaya restrukturisasi yang akan dibukukan pada bisnis produk elektronik gaya hidup dan sisanya pada bisnis lainnya. Menurut Febri, Kemenperin mengakui bahwa utilisasi industri elektronik saatini sedang berada pada level yang rendah, yakni 50,64 % pada triwulan I-2025. Realita itu menjadi pengingat bagi seluruh pelaku industri dan para karyawan untuk terus beradaptasi dan melakukan transformasi agar tetap kompetitif. Persaingan global di sektor elektronik semakin ketat. (Yoga)


Alternatif Kredit bagi UMKM dengan Pinjaman Daring

Yoga 14 May 2025 Kompas

Di tengah kredit yang melambat, industri fintech peer to peer lending atau pinjaman daring memiliki peluang besar untuk meningkatkan pembiayaan ke sektor UMKM. Kendati demikian, industri pinjaman daring cenderung menunggu dan melihat peluang pembiayaan ke depan. Data BI menunjukkan, penyaluran kredit UMKM oleh perbankan pada Maret 2025 tercatat tumbuh 1,95 % secara tahunan, terus melambat dari setahun terakhir, dimana pada Maret 2024 berada di 8,17 %. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (Core) Indonesia, Mohamad Faisal, mengatakan, kondisi itu meningkatkan peluang bagi industri pinjaman daring untuk menyalurkan pembiayaan UMKM. Sebab, perbankan memiliki pakem kehati-hatian dan berbagai persyaratan lain yang cukup ketat, seperti agunan.

”Fintech lending bisa menawarkan kredit dengan persyaratan yang lebih mudah, tidak harus menggunakan agunan sebagaimana di perbankan dan juga proses yang lebih cepat karena mereka (pinjaman daring) relatif lebih agile dibandingkan dengan bank-bank umumnya,” kata Faisal, Selasa (13/5). Industri pinjaman daring juga dapat mengambil peluang pembiayaan berskala kecil yang notabene tidak diambil oleh industri perbankan. Dengan kemampuannya, pinjaman daring dapat memenuhi banyaknya permintaan pembiayaan berskala kecil dari sektor UMKM tersebut. (Yoga)


Beragam Masalah Mendera Daya Saing Industri Nasional

Yoga 14 May 2025 Kompas

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengatakan, industri dalam negeri menghadapi beragam tantangan yang tidak mudah dan menggerus daya saing nasional. Memasuki awal 2025, perekonomian Indonesia, baik dari faktor domestik maupun eksternal, pada triwulanI-2025 hanya tumbuh 4,87 % secara tahunan. Angka ini menunjukkan perlambatan yang lebih rendah dari triwulan I-2024, yaitu 5,11 %. Perlambatan juga terlihat pada triwulan IV-2024, yaitu 5,02 %. Secara triwulanan, perekonomian terkontraksi sebesar 0,98 %. Kontraksi ini menandai meningkatnya tekanan dari sisi domestik ataupun eksternal.

Melambatnya pertumbuhan ekonomi itu karena melemahnya konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional. Pada triwulanI-2025, konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 4,89 %. Padahal, ada periode Ramadhan yang biasanya menjadi momentum mendorong peningkatan belanja masyarakat. ”Capaian ini terendah dalam lima triwulan terakhir, yang mencerminkan tekanan pada daya beli masyarakat, terutama di kelompok pendapatan menengah ke bawah. Tekanan inflasi dan belum optimalnya stimulus fiskal langsung, memengaruhi lemahnya konsumsi domestik,” ujar Shinta dalam acara Media Briefing Apindo Indonesia Quarterly Update, di Jakarta, Selasa (13/5).

Ada empat tantangan structural yang terus menggerus daya saing nasional. Pertama, hambatan regulasi yang masih menjadi sorotan utama dunia usaha. Kedua, tingginya biaya berusaha menjadi kendala serius. Ketiga, keamanan berusaha menjadi tantangan nyata di lapangan. Gangguan dari oknum di luar sistem hukum kerap menghambat proses produksi dan distribusi, serta menciptakan ketidakpastian operasional bagi pelaku usaha. Keempat, kualitas SDM juga jadi penghambat utama. Produktivitas tenaga kerja Indonesia masih tertinggal dari rata-rata negara di kawasan ASEAN. (Yoga)


Investor Kembali Memburu Aset Berisiko

Yuniati Turjandini 14 May 2025 Investor Daily (H)
Investor kembali memburu aset berisiko  (risk on) seperti saham, seiring kesepakatan penurunan tarif Amerika Serikat (AS) dan China dalam negosiasi yang berlangsung di Jenewa, Swiss, akhir pekan lalu. Ini terlihat pada lonjakan bursa saham dunia, mulai dari Wall Street hingga Hang Seng Hong Kong. Indeks Dow Jones melejit 2,8% Nasdaq 4,3%, dan Hang Seng sekitar 3%, pada awal pekan ini, sedangkan Nikkei 1,4%, kemarin. Pada saat yang sama, investor mengurangi pembelian aset aman (safe haven) emas, selepas negosiasi tersebut. Harga emas di pasar spot sempat rontok 3%, sebelum ditutup di level US$ 3.235 per troy ounce (oz), terpangkas 2,67% pada perdagangan Senin pekan ini. Di pasar Forex, harga emas terhadap dolar AS (XAUUSD) juga sempat terkikis 3%. Namun, kemarin, harga emas perlahan bangkit, didorong kabar AS akan mengadaptasi peraturan perbankan Basel III, yang menetapkan emas sebagai aset tingkat 1. Ini artinya, bank-bank AS dapat menghitung emas fisik sebesar 100% dari nilai pasarnya sebagai bagian dari cadangan modal inti mereka. Dorongan ke pasarr saham bertambah  kuat, menyusul potensi The Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga acuan Federal Funds Rate (RRT) pada Juli 2025. Apalagi, tekanan inflasi AS ditaksir berkurang, setelah kesepakatan negara itu dengan China. (Yetede)

TIK Membeberkan Peran Operator Telekomunikasi dalam Memperkuat Konektivitas

Yuniati Turjandini 14 May 2025 Investor Daily (H)
Huawei, perusahaan teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) global membeberkan peran operator telekomunikasi dalam memperkuat konektivitas dan transformasi digital. Terdapat tiga nilai utama yang dikontribusikan operator telekomunikasi  untuk mendorong transformasi digital. Terdapat tiga nilai utama yang  dikontribusikan formasi digital, yakni connection value (konektivitas), industry value (dukungan bagi industri), dan era value (relevansi dengan zaman). "Dalam laju akselerasi industri TIK, tiga nilai utama yang dikontribusikan operator telekomunikasi untuk mempercepat ekonomi digital, connection, indusrty, dan Era, akan terus jadi penentu arah kemajuan, memastikan kemajuan dan mampu meraih potendi era digital sepenuhnya," kata President of Carrier Business Group Huawei Kawasan Asia Pasifik Denny Deng. Terkait connection value, berarti operator mendukung suatu eksositem yang terdiri dari individu rumah-rumah, dan internet of things (IoT) dimana  semua saling terhubung sepenuhnya. Kondisi ini mendorong perluasan layanan digital, dan di saat yang sama menegaskan adanya peluang untuk meningkatkan penetrasi 4G  guna mewujudkan konektivitas yang lebih luas. (Yetede)

Pilihan Editor