Saham Bank Himbara Terus Mencorong
Meredanya ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan China memicu gelombang optimisme baru di pasar modal global, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat investor asing kembali masuk ke pasar saham domestik, terutama pada saham-saham perbankan pelat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Saham seperti PT Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) menjadi penopang utama penguatan IHSG dan IDXBUMN20 dalam dua hari terakhir.
Menurut Ekky Topan, Investment Analyst dari Infovesta Kapital Advisori, saham bank Himbara yang sebelumnya tertinggal (lagging) kini mengalami pembalikan tren karena valuasinya menarik dan fundamentalnya kuat. Hal ini diperkuat oleh pernyataan M. Adityo Nugroho, Senior Investment Information dari Mirae Asset, yang menyebut investor asing aktif kembali memburu aset-aset berpotensi tinggi di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Corporate Secretary Bank Mandiri, M. Ashidiq Iswara, menyambut baik apresiasi pasar terhadap saham Himbara dan menyatakan bahwa tren positif ini mencerminkan optimisme terhadap fundamental sektor perbankan nasional. Bank Mandiri sendiri mencatat pertumbuhan kredit 16,5% YoY di kuartal I/2025, menunjukkan performa yang solid.
Sementara itu, Okki Rushartomo, Corporate Secretary BNI, menegaskan bahwa perseroan terus menjaga kinerja yang positif untuk menjaga kepercayaan investor. Dengan arus masuk dana asing yang sudah mencapai Rp4,51 triliun dalam dua hari, serta meningkatnya minat risiko dan likuiditas pasar, outlook sektor perbankan pelat merah ke depan dinilai sangat menjanjikan dan berpotensi terus menopang kebangkitan IHSG dan indeks BUMN.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023