;

Biodiesel 40 Datang, Hutan Hilang

Yuniati Turjandini 30 Apr 2024 Tempo

EKSPANSI kebun kelapa sawit disinyalir bakal menggila selepas pemerintah berencana meningkatkan produksi minyak sawit mentah (CPO). Tujuan peningkatan produksi ini adalah menopang program bahan bakar nabati biodiesel 40 atau B40 yang akan direalisasi dalam waktu dekat. Program ini merupakan bagian dari janji kampanye presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Pangan Prabowo-Gibran tak hanya mengejar target B40, tapi juga mencanangkan pencampuran 50 persen minyak sawit ke dalam solar atau B50. Dengan B50, Indonesia dapat menekan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan kendaraan bermotor menggunakan energi baru dan terbarukan (EBT). Program ini bertujuan mencapai sasaran Kontribusi yang Ditargetkan Secara Nasional atau Nationally Determined Contribution (NDC) dari sektor energi, yakni penurunan emisi sebesar 358 juta ton setara karbon dioksida (CO2e) pada 2030.

Makin banyak kebutuhan ester metil asam lemak (FAME)—molekul yang dihasilkan dari CPO—kian banyak lahan sawit yang dibutuhkan. "Makin besar persentase biodiesel dalam solar, potensi konversi lahan dan hutan menjadi perkebunan sawit akan semakin luas," kata peneliti Direktorat Kebun Yayasan Auriga Nusantara, Sesilia Maharani Putri, pada Senin, 29 April 2024. Pemerintah memberlakukan kebijakan B35 sejak 1 Januari 2023 ke dalam produk hilir yang kita kenal sebagai biosolar. Pencampuran 35 persen FAME ke dalam solar membutuhkan 13,1 juta kiloliter atau setara dengan 13,6 juta ton CPO. Jumlah tersebut diambil dari produksi CPO nasional yang mencapai 45,1 juta ton. Sisanya, 27 juta ton, akan diekspor dan 5 juta ton untuk kebutuhan dalam negeri, seperti produk hilir pangan dan lainnya. (Yetede)

Kocok Ulang Portofolio Saat Bunga Tinggi

Hairul Rizal 30 Apr 2024 Kontan (H)

Pelemahan rupiah serta ketidakpastian global yang masih tinggi mengakibatkan bunga acuan semakin mekar. Bank Indonesia, pekan lalu, mengerek naik BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6,25%. Investor tentu perlu memiliki strategi mengoptimalkan return, sekaligus meminimalkan risiko di saat bunga mekar. Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management (HPAM), Reza Fahmi menyebut diversifikasi portofolio perlu dilakukan di era suku bunga tinggi. Dengan memiliki berbagai jenis aset dan risiko, kerugian karena perubahan bunga dapat ditekan. Di instrumen surat utang, investor bisa mempertimbangkan obligasi yang memiliki jangka pendek atau obligasi dengan tingkat bunga yang mengambang. Efek jenis itu dinilai lebih tahan terhadap kenaikan suku bunga. Menurut CEO Pinnacle Investment, Guntur Putra, investor perlu menimbang instrumen investasi yang memiliki tingkat risiko yang sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko masing-masing. 

Bagi investor dengan profil risiko moderat bisa menaruh asetnya di saham sebesar 30%, obligasi 40%, dan kas atau pasar uang 30%. Adapun investor dengan profil risiko konservatif bisa menaruh aset di saham sebanyak 15%, obligasi 45%, dan kas atau pasar uang sebanyak 40%. Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan, secara umum kenaikan bunga akan menurunkan daya tarik berinvestasi di aset aset berisiko. Maka obligasi bisa menjadi pilihan. Lalu juga ke deposito atau emas sambil memperhatikan kondisi dan situasi ekonomi global. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi menjelaskan, saham konsumer noncyclical akan tetap menarik. Selain itu saham utilitas, seperti infrastruktur telekomunikasi dan infrastruktir gas juga masih akan lebih stabil.

Pasar Ekspor Tak Tergarap, Pasar Lokal Melahap

Hairul Rizal 30 Apr 2024 Kontan (H)

Kelezatan buah durian tak hanya populer di lidah orang Indonesia. Buah berduri yang memiliki aroma menyengat ini juga sangat di gemari di pasar ekspor, terutama di negara-negara Asia. Tak heran, pemerintah berambisi menggenjot ekspor buah dengan kombinasi rasa manis dan pahit tersebut. Terlebih porsi ekspor durian Indonesia masih relatif kecil. Hanya saja, ada sederet pekerjaan rumah yang harus dituntaskan agar durian lokal bisa bersaing di kancah global. Salah satunya pamor durian Indonesia yang belum setenar durian asal negeri tetangga. Sebut saja Malaysia dan Thailand yang memiliki varietas unggul, seperti Musang King dan Motong. "Indonesia unggul secara kuantitas, karena buah ini bisa tumbuh dari Aceh sampai Papua. Tapi, kualitas kita kalah dari negara tetangga," ujar Ketua Sigit Purwanto, Ketua Komunitas Durian Traveler ke KONTAN, Senin (29/4). 

Namun, pemerintah berniat memacu ekspor komoditas buah ini. Hal ini bermula dari pertemuan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, baru-baru ini.  Dalam pertemuan itu, keduanya membahas soal potensi ekspor durian ke Tiongkok. "Durian jangan anggap enteng. Mereka (China) impor durian itu sampai US$ 8 miliar (setara Rp 129,6 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.200 per dollar AS)," ujar Luhut baru-baru ini. Pernyataan Luhut benar adanya. Berdasarkan data perdagangan China yang dikutip oleh Asosiasi Eksportir Importir Buah-Buahan dan Sayuran Segara Indonesia (Aseibssindo), setiap kenaikan 1% penduduk China yang mengonsumsi durian, akan mengerek nilai penjualan durian sebesar US$ 1,7 miliar atau setara Rp 27,63 triliun. Owner Vigano Farm, Nelsens Yansah mengaku, tidak begitu tertarik mengekspor durian kendati potensinya besar. "Soalnya kita ini untuk memenuhi suplai di pasar domestik saja belum cukup. Sehingga, ekspor rasanya belum masuk akal walau menjanjikan," ujarnya, Senin (29/4).

Pemodal Asing Melirik Indonesia Selepas Pilpres

Hairul Rizal 30 Apr 2024 Kontan

Prospek investasi asing di dalam negeri kembali cerah. Pasca pemilihan umum (Pemilu) 2024 yang kondusif, para investor asing semakin optimistis terhadap penanaman modal di Indonesia. Investor Inggris misalnya. Berdasarkan hasil survei British Chamber of Commerce Indonesia (Britcham), indeks kepercayaan bisnis alias International Business Confidence Index 2024 tercatat sebesar 66%, jauh meningkat dari posisi akhir survei pada tahun 2020 yang sebesar 31%. Angka tersebut bahkan rekor tertinggi kedua dalam kurun waktu satu dekade terakhir. Pada 2014, indeks kepercayaan bisnis menyentuh 71%. 

Sekretaris Britcham Indonesia, Ian Betts mengungkapkan, ada beberapa alasan yang mendorong para pengusaha Inggris yakin untuk melanjutkan bisnis di Indonesia. Pertama, keyakinan terhadap prospek ekonomi makro RI. Kedua, para penanam modal menilai adanya penurunan dari birokrasi yang tidak efisien. Terutama, terkait berkurangnya jumlah sumber daya manusia (SDM) yang kurang mumpuni serta penanggulangan korupsi. Ketiga, pandangan positif terhadap ketersediaan SDM dan keterlibatan aktif dengan serikat pekerja. 

Setali tiga uang, Ketua Korea Chamber of Commerce and Industry (Kocham) Indonesia Lee Kang Hyun menerangkan bahwa pengusaha Korea semakin tertarik membuka peluang investasi di Indonesia pasca Pemilu 2024. "Perusahaan Korea berpikir investasi skala penuh akan dilakukan mulai tahun depan setelah presiden baru memulai masa jabatannya," kata Lee kepada KONTAN, kemarin. Investasi asing memang masih menyokong investasi RI. Kementerian Investasi mencatat, realisasi penanaman modal asing (PMA) di kuartal I-2024 senilai Rp 204,4 triliun, tumbuh 15,5% year on year (yoy). PMA menyumbang 50,9% total realisasi investasi periode ini Rp 401,5 triliun. 

"Ini wujud kepercayaan global kepada Indonesia. Dunia dalam ketidakpastian tetapi foreign direct investment (FDI) kita tetap terjaga," klaim Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala BKPM kemarin. Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Yusuf Rendy mengingatkan tantangan investasi tahun ini masih ada. Misalnya kondisi ekonomi global terutama negara tujuan ekspor seperti China yang diproyeksikan melambat imbas krisis properti tahun lalu, juga era suku bunga global dan domestik yang tinggi dan akan mempengaruhi biaya investasi.

ASEAN Menggandeng Erat Negara Arab Teluk

Hairul Rizal 30 Apr 2024 Kontan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim sepakat mendorong kerja sama ASEAN dengan Gulf Cooperation Countries (GCC) untuk memperkuat pertumbuhan di tengah ketidakpastian global. Hal tersebut dibahas dalam dialog di World Economic Forum (WEF) di Riyadh, Arab Saudi. Adapun GCC atau Kerja Sama Dewan untuk Negara Arab di Teluk merupakan sebuah blok dagang yang terdiri dari enam negara Arab di Teluk Persia. Keenam negara itu adalah Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Menko Airlangga mengusulkan untuk memperluas mitra kerja sama Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), yang sebelumnya telah dijalin ASEAN bersama beberapa negara mitra, dengan negara-negara di GCC. Meski demikian, kerja sama yang telah ada juga perlu diperkuat. Diharapkan, berbagai kerja sama tersebut menjadi peluang investasi dan perdagangan baru yang akan memperkuat ekonomi kedua kawasan.

Menangkap Peluang Dengan Bisnis Baru

Hairul Rizal 30 Apr 2024 Kontan

Emiten ramai-ramai menggelar ekspansi dengan merambah bisnis anyar. Sederet emiten berskala besar hingga kelas menengah sudah mengumumkan rencana penambahan usaha. Barisan emiten tersebut ada yang sudah dan akan mengajukan tambahan Klasifikasi Baku Lapangan usaha Indonesia (KBLI) dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Contohnya PT Astra International Tbk (ASII) yang akan ekspansi ke bisnis ekosistem kendaraan listrik alias electric vehicle (EV), mencakup industri baterai dan penjualan tenaga listrik. PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) dari Grup Saratoga mengambil langkah serupa untuk merambah bisnis kendaraan listrik. MPMX ingin menambah usaha berupa charging station, reparasi baterai dan aktivitas penunjang lainnya. 

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) tak ketinggalan untuk memperkuat bisnisnya. TBIG melalui anak usahanya akan mengembangkan bisnis penyewaan power supply. Sedangkan ASLC akan ekspansi merambah perdagangan eceran motor bekas. Tak hanya itu, sederet emiten lain juga mengumumkan rencana penambahan kegiatan usaha pada bulan ini. Di antaranya PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), PT Chitose Internasional Tbk (CINT), PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX), PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) dan PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA).

Pendiri Stocknow.id, Hendra Wardana memandang rencana ekspansi emiten menambah usaha baru memberikan sinyal positif di tengah kondisi ekonomi yang dibayangi ketidakpastian. Sejumlah emiten juga menunjukkan langkah antisipatif mengincar peluang bisnis masa depan, seperti ekosistem kendaraan listri yang mulai masif. CEO Edvisor Profina Visindo, Praska Putrantyo menambahkan, ekspansi bisnis ini menjadi salah satu manuver emiten di tengah era suku bunga yang masih tinggi. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengingatkan kontribusi dari penambahan usaha ini tidak bisa instan dan akan berbeda-beda pada setiap emiten. Tergantung dari keterkaitan dengan bisnis inti, prospek industri, kesiapan investasi, kondisi pasar dan strategi bisnis beserta eksekusinya.

Arah IHSG, Antara Rupiah dan Bunga

Hairul Rizal 30 Apr 2024 Kontan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal mendapatkan angin segar dari rilis kinerja emiten periode kuartal I-2024. IHSG juga bakal terbantu oleh pembagian dividen. Adapun IHSG menutup perdagangan Senin (29/4) dengan menguat 1,7% atau naik 119,70 poin ke level 7.155,78. Kendati begitu, investor asing masih mencatatkan net sell senilai Rp 400,88 miliar. Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Miftahul Khaer, mencermati, rilis kinerja emiten dengan bobot signifikan terhadap IHSG bisa membawa sentimen yang cukup positif kepada pasar saham. 

Beberapa emiten big caps sudah merilis kinerja. Seperti, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan lainnya. Sentimen lain yang menjadi penekan bursa yakni kenaikan bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 25 basis poin (bps) serta tensi politik di Timur Tengah. Investment Consultant Reliance Sekuritas, Reza Priyambada menimpali, sekilas pertumbuhan kinerja emiten big caps masih cukup baik dan seharusnya dapat berimbas positif pada harga sahamnya. Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas mencermati IHSG masih dalam fase bearish consolidation dengan target support berada pada area 7.014 hingga 6.936. Analis Phillip Sekuritas, Helen memproyeksi, secara teknikal IHSG akan bergerak di rentang 6.980–7.230.

GOTO Menargetkan Kinerja Positif di 2024

Hairul Rizal 30 Apr 2024 Kontan

Kinerja PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menunjukkan pertumbuhan. Pertumbuhan itu setelah GOTO melepas unit bisnis e-commerce, yakni PT Tokopedia kepada TikTok Pte. Ltd. Berdasarkan laporan keuangan, GOTO membukukan rugi diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 861,91 miliar di kuartal I-2024. Menyusut 77,68% dari Rp 3,86 triliun pada kuartal I-2023. Hasil tersebut tidak terlepas dari pencapaian pendapatan emiten ini. Di periode tersebut, pendapatan GOTO Rp 4,08 triliun. Tumbuh 22,41% dari periode serupa 2023 yang sebesar Rp 3,33 triliun. 

Direktur Utama Grup GoTo, Patrick Walujo menjelaskan ,pada kuartal I-2024, pihaknya telah mempercepat pelaksanaan strategi efisiensi serta kembali melakukan investasi pada produk-produk andalan. Adapun GOTO mengincar EBITDA positif untuk kinerja tahun buku 2024. Dengan target tersebut, manajemen GOTO optimistis tengah berada di jalur yang tepat.   Head of Indonesia Research & Strategy JP Morgan, Henry Wibowo di riset 24 April 2024, menilai segmen bisnis on demand services (ODS) akan menjadi pendorong pendapatan utama GOTO. Hitungannya, GOTO punya kas bersih US$ 1,3 miliar untuk pengembangan ODS dan tekfin. Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Vicky Rosalinda menyarankan, GOTO memperluas pasar dan melakukan inovasi produk untuk memperkuat pasar. Kemarin harga GOTO di level Rp 63.

Bitcoin Menanti Arah Kebijakan The Fed

Hairul Rizal 30 Apr 2024 Kontan

Pasar kripto kembali masuk ke zona bearish pada awal pekan ini. Berdasarkan CoinmarketCap, harga Bitcoin dalam sepekan terakhir turun 5,09% ke level US$ 62.364 pada Senin (29/4) pukul 19.17 WIB. Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur memprediksi, sepanjang pekan ini pasar kripto dan bitcoin akan hadapi volatilitas yang signifikan. Sebab pasar menanti hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang menentukan status suku bunga Amerika Serikat (AS) oleh Bank Sentral alias The Fed. Secara keseluruhan bitcoin telah memperpanjang kekalahan beruntunnya sepanjang pekan lalu. Pada pekan lalu, di bursa bitcopin berbasis spot alias ETF BTC-spot mengalami arus keluar bersih selama tiga pekan berturut-turut. "Meskipun ada bitcoin mengalami halving pada 20 April 2024 lalu, kata Fyqieh, Senin (29/4). Menurut Farside Investors, total arus keluar bersih pasar ETF BTC sebesar US$ 328 juta dalam pekan yang berakhir pada 26 April 2024. Sementara, pada Senin (29/4), pasar ETF BTC-spot memiliki total arus keluar bersih bulan April sebesar US$ 130,8 juta. 

Sementara itu, Fyqieh menjelaskan, beberapa peristiwa ekonomi penting lain dijadwalkan sepanjang pekan ini, termasuk rilis data kepercayaan konsumen dan angka defisit perdagangan AS. Secara teknikal, apabila bitcoin berhasil menembus level US$ 64.000, maka harga BTC berpotnesi akan menguat dan dapat terus bergerak naik menuju target selanjutnya di sekitar US$ 66.000. Menurutnya, keputusan The Fed dan pernyataan Gubernur The Fed, Jerome Powell terkait optimisme tentang kebijakan penurunan suku bunga dalam waktu dekat, bisa mendorong kenaikan BTC dan mengubahnya menjadi indikasi bullish yang kuat. Secara keseluruhan, pekan ini diharapkan akan menjadi periode penting untuk bitcoin. "Dengan peluang signifikan untuk kenaikan maupun penurunan, tergantung pada bagaimana pasar merespons terhadap kebijakan The Fed, katanya. Financial Expert Ajaib Kripto, Panji Yudha mengatakan, secara teknikal bitcoin berpotensi akan menguji support terdekatnya di sekitar level US$ 58.000– US$ 60.000.

Bertumpu Pada Kenaikan Volume

Hairul Rizal 30 Apr 2024 Kontan

Prospek kinerja PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) ke depan masih baik. Pertumbuhan volume penjualan seiring pertumbuhan daya beli akan menjadi pendorong kinerja emiten tersebut. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta mengatakan, outlook ICBP cukup positif didorong oleh sejumlah sentimen. Salah satunya adalah diversifikasi produk. Itu sejalan dengan panduan manajemen untuk pertumbuhan pendapatan kisaran satu digit tinggi yang didorong ekspansi volume. Prediksi pertumbuhan sekitar satu digit ini berdasarkan beberapa faktor. Pertama, pemulihan daya beli di semester II 2024 dan inflasi pasca Idul Fitri yang mulai terkendali. Kemungkinan akan meningkatkan permintaan konsumen, terutama untuk segmen mi instan. Kedua, peningkatan panduan EBIT dari manajemen ICBP sebesar 19%-21% pada 2024. Angka itu naik dibandingkan dengan kisaran historis 16%-20% dalam lima tahun terakhir. Analis Mirae Asset Sekuritas, Abyan H. Yuntoharjo menambahkan, keputusan ICBP untuk meningkatkan belanja modal menjadi Rp 3,5 triliun menandakan pergeseran strategis untuk memperluas kapasitas produksinya. 

Analis Sinarmas Sekuritas, Vita Lestari memperkirakan, penjualan ICBP di kuartal I-2024 tumbuh seiring pemulihan segmen masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah. Ini seiring pencairan bantuan sosial dan Idul Fitri. Analis Binaartha Sekuritas, Eka Rahmawati menjelaskan, kerugian ICBP di kuartal IV tahun lalu terutama disebabkan oleh penurunan nilai investasi jangka panjang di Dufil Prima Food Plc (Nigeria) sebesar Rp 2,48 triliun. Penyebabnya krisis mata uang di Nigeria dan depresiasi mata uang negara tersebut. Sementara analis BRI Danareksa Sekuritas, Natalia Sutanto memperkirakan, ICBP akan membukukan pertumbuhan pendapatan 2024 sebesar 6,9% yoy. Pertumbuhan volume didorong produk mi sebesar 4%-5% yoy, makanan ringan 4% yoy, dan bumbu masakan 8%-11% yoy. Namun, perkiraan itu dengan asumsi harga bahan baku yang stabil.

Pilihan Editor