;

SIASAT BUMN JAGA RESILIENSI

Sosial, Budaya, dan Demografi Hairul Rizal 02 May 2024 Bisnis Indonesia (H)
SIASAT BUMN JAGA RESILIENSI

Tingginya ketidakpastian global dan kondisi domestik yang dinamis menuntut BUMN untuk terus adaptif dan bertransformasi. Sejumlah langkah pun disiapkan baik oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun korporasi pelat merah demi menjaga resiliensi sekaligus menopang akselerasi. Beberapa di antaranya yaitu dengan melakukan integrasi model bisnis yang berkelanjutan, serta menempatkan korporasi pelat merah sebagai pionir pengembangan ekonomi hijau di Tanah Air. Dalam Bisnis Indonesia BUMN Forum 2024 yang digelar Selasa (30/4), Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan saat ini tantangan ekonomi Indonesia masih besar. 

Konflik geopolitik, lanjutnya, berisiko menimbulkan disrupsi rantai pasok yang berimbas terhadap gejolak harga komoditas energi. Sementara itu, tertundanya pelonggaran moneter di Amerika Serikat disebut pria yang akrab disapa Tiko itu memantik capital outflow dari pasar keuangan Indonesia. Akibatnya, Bank Indonesia harus mengerek naik suku bunga acuan ke level 6,25% demi stabilisasi rupiah. Meski begitu, pertumbuhan ekonomi Indonesia diyakini masih dapat menyentuh level 5% pada 2024. Optimisme itu ditopang oleh konsumsi domestik yang masih kuat, deru mesin manufaktur, serta prospek aliran investasi setelah pemodal wait and see selama periode Pemilu. Dari sisi struktur organisasi, Kementerian BUMN yang dipimpin oleh Erick Thohir itu memangkas jumlah BUMN dari 120 perusahaan menjadi sekitar 40 perusahaan yang diklasifi kasikan ke dalam 12 klaster. Dari sisi struktur organisasi, Kementerian BUMN yang dipimpin oleh Erick Thohir itu memangkas jumlah BUMN dari 120 perusahaan menjadi sekitar 40 perusahaan yang diklasifi kasikan ke dalam 12 klaster. 

Upaya transformasi BUMN pun dinilai mulai membuahkan hasil yang tecermin dari peningkatan kinerja keuangan. Capaian laba konsolidasi BUMN tercatat meningkat menjadi Rp290 triliun pada 2023 dengan rekor setoran dividen Rp80 triliun. Dalam 2—3 tahun ke depan, dividen BUMN ke negara diharapkan bisa menembus Rp100 triliun. Dalam jangka pendek, lanjut Tiko, Kementerian BUMN sedang menyiapkan handover document menjelang pergantian pemerintahan sehingga memastikan transisi keberlanjutan dan kesehatan jangka panjang BUMN. Rabin Indrajad Hattari, Sekretaris Kementerian BUMN, menambahkan pihaknya tengah menyiapkan sejumlah aturan main baru terkait dengan prinsip korporasi yang berkelanjutan. Pertama, peta jalan BUMN hijau yang memuat strategi dan target BUMN untuk mencapai emisi nol bersih. Kedua, pedoman terkait dengan climate related financial disclosure standards. 

Dari kalangan korporasi pelat merah, Direktur Utama Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) John Anis mengatakan pihaknya terus mengembangkan proyek-proyek energi baru dan terbarukan, termasuk panel surya (solar EV), geotermal, hingga bioetanol. Transisi energi hijau juga digulirkan PT PLN (Persero). Menurut EVP Perencanaan Sistem Ketenagalistrikan PLN Warsono, pengembangan renewable energydalam beberapa tahun ke depan akan mengurangi penggunaan batu bara. Sementara itu, penyaluran pembiayaan berkelanjutan ke segmen mikro terus dipicu oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI). Per Desember 2023, peminjam aktif mencapai 1,22 juta dengan outstanding Rp82 triliun.SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri Ashraf Farahnaz mengatakan segmen mikro memiliki potensi yang besar. “Bank Mandiri memiliki kekuatan teknologi untuk bisa mempersiapkan layanan UMKM [terbaik], digitalisasi jadi garda terdepan,” ujarnya.

Download Aplikasi Labirin :