;

Layanan Paylater Perbankan Tumbuh Pesat

Hairul Rizal 16 May 2025 Kontan
Layanan Buy Now Pay Later (BNPL) milik perbankan terus menunjukkan pertumbuhan pesat di awal 2025, mencerminkan minat masyarakat yang tinggi terhadap metode pembayaran ini. Data OJK menunjukkan outstanding BNPL perbankan per Maret 2025 mencapai Rp 22,78 triliun, tumbuh 32,18% secara tahunan, dengan jumlah pengguna naik menjadi 24,56 juta.

Bank Mandiri, lewat produk Livin PayLater, mencatat pertumbuhan frekuensi transaksi hingga 2,8 kali lipat dan jumlah pengguna naik 2,3 kali lipat dalam tiga bulan pertama tahun ini. M. Ashidiq Iswara, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, menekankan bahwa pertumbuhan disertai peningkatan kualitas kredit.

Bank BCA juga menunjukkan lonjakan signifikan dengan outstanding paylater tumbuh 96% secara tahunan. Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication BCA, menegaskan bahwa pertumbuhan tersebut tetap dibarengi prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang ketat.

Allo Bank, sebagai bank digital, mengalami lonjakan transaksi paylater lebih dari 200% yoy. Indra Utoyo, Direktur Utama Allo Bank, menyebut strategi risk-based pricing diterapkan untuk menyeimbangkan risiko dengan tingkat bunga yang sesuai profil nasabah.

Meski prospeknya menjanjikan, Trioksa Siahaan, SVP Head of Research LPPI, mengingatkan perlunya selektivitas perbankan agar pertumbuhan BNPL tidak menciptakan risiko kredit bermasalah (NPL) ke depan.

Dengan demikian, meski layanan BNPL membuka peluang pertumbuhan konsumsi dan kredit, pengawasan dan seleksi ketat dari perbankan tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas kualitas aset.

Makin Banyak Pekerja Terdidik Menganggur

Yoga 15 May 2025 Kompas (H)

Perlambatan pertumbuhan ekonomi cenderung memicu peningkatan pengangguran yang lebih tajam di kalangan pekerja berpendidikan menengah dan tinggi dibanding mereka yang berpendidikan lebih rendah. Kelompok ini juga cenderung kurang fleksibel dalam memperoleh kembali pekerjaan setelah terkena PHK. Laporan Indonesia Economic Outlook Q2-2025 dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) UI membandingkan dampak krisis besar terhadap pasar tenaga kerja Indonesia, termasuk krisis keuangan Asia 1997-1998, krisis global 2008, dan pandemi Covid-19. Peneliti LPEM UI, Jahen F Rezki, menekankan bahwa tingkat pendidikan memainkan peran penting dalam menentukan kelompok yang paling rentan terdampak pengangguran selama periode perlambatan ekonomi dan krisis.

Data historis menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan pendidikan menengah dan tinggi meningkat lebih tajam dari mereka yang berpendidikan lebih rendah. Pada krisis 2008, dengan TPT kelompok terdidik berkisar 11-12 %, sementara kelompok kurang terdidik tetap di bawah 6 %. ”Perlambatan pertumbuhan ekonomi mengurangi permintaan pekerja dan sekarang yang terdampak paling banyak adalah skilled workers. Situasi ini biasanya diikuti dengan kenaikan sektor informal. Dengan kata lain, perlambatan pertumbuhan ekonomi tidak mampu menciptakan lebih banyak good jobs,” tutur Jahen, Rabu (14/5). Distribusi tingkat pengangguran berlatar berpendidikan diploma IV, S-1, S-2, dan S-3 mencapai 13,89 %, naik dibanding Februari 2024, yaitu 12,12 %. Tingkat pengangguran pekerja tamatan SMA pada Februari 2025 mencapai 28,01 %, turun dibanding Februari 2024, di 29,29 %. (Yoga)


Ratusan Kasus Korupsi Dana Desa sebagai Peringatan untuk Koperasi Merah Putih

Yoga 15 May 2025 Kompas

Dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, pekan lalu, diputuskan bahwa Koperasi Merah Putih (KMP) didesain sebagai penyalur utama pupuk bersubsidi, elpiji, serta bahan pokok seperti beras dan minyak goreng. KMP juga didesain sebagai koperasi serba usaha. KMP bisa membuat gerai unit usaha simpan pinjam juga penyalur bansos dan bantuan pemerintah, dengan pembiayaan sampai Rp 3 miliar dari bank anggota Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) per KMP. Pembiayaan bisa bertambah jika koperasi terus berkembang. Monopoli komoditas disertai pembiayaan miliaran rupiah itu memunculkan kekhawatiran akan praktik korupsi. Terlebih jika pengelola koperasi tak memahami seluk-beluk tata kelola keuangan. Berkaca pada pengelolaan dana desa, tercatat ada 591 kasus korupsi sepanjang 2014 hingga 2024, yang melibatkan 640 terdakwa dan menyebabkan kerugian negara Rp 598,13 miliar.

Terdakwa paling banyak ialah kepala desa/mantan kades/penjabat kades, mencapai 61,52 %. Rektor Universitas Paramadina Didik J Rachbini, pada Rabu (13/5) mengatakan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai pilar ekonomi kerakyatan memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian ekonomi nasional. Namun, untuk menjadi lembaga ekonomi yang modern, profesional, dan mampu bersaing, koperasi tidak bisa lagi dikelola secara konvensional. Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi memahami pentingnya kapasitas pengelola koperasi agar program itu bisa sukses. Ia juga memahami potensi penyalahgunaan dana yang digulirkan untuk program tersebut. Karena itu, sejumlah langkah telah disiapkan. Pemerintah akan memberikan pelatihan dan pendampingan. Untuk mencegah potensi penyalahgunaan, kepala desa akan ditetapkan sebagai ketua pengawas. (Yoga)


Bisnis Baru Trump di Timur Tengah

Yoga 15 May 2025 Kompas

Lawatan Presiden AS, Donald Trump selama empat hari sejak Selasa (13/5) ke tiga negara Arab Teluk: Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab mengejar transaksi bisnis. Keputusan Trump, seperti pada periode pertama kepresidenannya tahun 2017, memilih Arab Saudi sebagai tujuan lawatan awal periode keduanya menggarisbawahi kemitraan erat AS-Arab Saudi, namun relasi mereka lebih bersifat transaksional. Riyadh memastikan aliran minyak ke AS dengan imbalan perlindungan keamanan Washington. Dalam lawatannya ke Arab Saudi pada hari pertama, Trump meraup komitmen Riyadh untuk berinvestasi di AS dengan nilai 600 miliar USD plus membeli persenjataan senilai 142 miliar USD. Kesepakatan juga dijalin di bidang energi, kecerdasan buatan (AI), dan teknologi.

Perusahaan Arab Saudi, Data Volt, akan menggelontorkan 20 miliar USD dalam proyek-proyek AI di AS. Produsen cip AS, Nvidia, akan mengirimkan 18.000 cip ke Arab Saudi guna membantu proyek pusat data baru kecerdasan buatan yang sedang dikembangkan Arab Saudi (Kompas.id, 14/5). Selama di Riyadh, hari kedua sebelum bertolak ke Qatar, Trump bertemu Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa, yang sebelumnya jadi buron AS. Trump juga mengumumkan rencana pencabutan sanksi AS terhadap Suriah, imbalannya bisa berupa akses pada ladang-ladang minyak Suriah, proyek tower Trump di Damaskus, dan adanya jaminan Suriah terkait keamanan Israel (The Guardian, 14/5). (Yoga)


Jangan Sampai Terlena

Yoga 15 May 2025 Kompas

Cadangan beras pemerintah di Perum Bulog tembus 3,7 juta ton, tertinggi dalam 58 tahun terakhir dan melampaui stok beras di kala Indonesia mencapai swasembada beras pada 1984. Namun, kondisi ini harus membuat semua pihak tak terlena. Melimpahnya stok beras Indonesia membuat sejumlah negara pengekspor beras, seperti Thailand, Vietnam, dan Myanmar, gerah sehinga mulai mendiversifikasi negara tujuan ekspor beras. Kementan mencatat, per 13 Mei 2025, stok beras pemerintah di Bulog mencapai 3,7 juta ton, dimana 2,02 juta ton beras merupakan hasil serapan gabah/beras dari dalam negeri dan sisanya berupa beras impor tahun 2024 (Kompas, 14/5/2025). Stok yang tinggi karena penyerapan beras di lapangan berhasil juga menambah keyakinan kita bahwa bila ada insentif yang memadai, petani bersedia menjual beras ke Perum Bulog.

Meski demikian, kita tidak boleh terlena dengan stok yang tinggi ini karena ada sebagian stok yang merupakan beras impor, yaitu 1,68 juta ton. Angka ini cukup tinggi karena Indonesia pernah mengimpor jauh dari angka itu dan pernah swasembada alias tidak mengimpor. Komponen beras impor dalam stok memberikan gambaran, masih ada ketergantungan kita pada produsen beras dari luar negeri. Oleh karena itu, stok yang melimpah tidak bisa dilabeli sebagai kesuksesan kinerja sektor pertanian. Pemerintah dan masyarakat perlu memiliki focus yang sama bahwa pertanian dan pangan adalah masalah penting atau berkaitan dengan ketahanan nasional. Dari sini kemudian dijabarkan dalam program yang jelas dan mendukung produksi pangan. Kita ingin produksi pangan lebih lestari dan petani juga sejahtera. (Yoga)


Kemungkinan Besar Perlambatan Ekonomi Akan Berlanjut Sepanjang Tahun 2025

Yoga 15 May 2025 Kompas

Permata Bank melalui kajian Permata Institute for Economic Research (PIER) memprediksi, kemungkinan besar, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 melambat menjadi 4,5-5 %. Ketidakpastian iklim perdagangan global mendorong perusahaan untuk menunda investasi dan rencana ekspansi. Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede mengatakan, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) diperkirakan melambat dari 5,03 % pada 2024 menjadi 4,5 % hingga 5 % pada 2025, lebih rendah dari proyeksi awal tahun ini yang sebesar 5,11 %.

”PIER memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 akan melambat, lebih rendah dari target sebelumnya. Ketidakpastian perang dagang yang meningkat mendorong perusahaan untuk menunda investasi dan rencana ekspansi,” kata Josua, Rabu (14/5). Oleh karena itu, pemerintah harus merespons dengan kebijakan fiskal yang lebih ekspansif dan stimulus yang tepat sasaran agar konsumsi dan investasi domestik kembali bergerak. Perlambatan ekonomi Indonesia sudah terlihat sejak awal tahun 2025. BPS mencatat, pertumbuhan PDB Indonesia pada triwulan I-2025 sebesar 4,87 % secara tahunan, lebih rendah dibanding 5,02 % pada triwulan sebelumnya dan menjadi laju paling lambat sejak triwulan III-2021. (Yoga)


Untuk Kejar Produksi 100 Juta Ton, Industri Sawit Wajib Adopsi AI

Yoga 15 May 2025 Kompas

Transformasi digital, termasuk adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), menjadi salah satu syarat untuk mengejar target produksi 100 juta ton minyak sawit mentah Indonesia pada 2045. Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma di Kementan, Ardi Praptono mengatakan, industri sawit nasional menghadapi berbagai kendala, mulai dari iklim tidak menentu, persoalan benih unggul, hingga implementasi teknologi yang masih rendah. ”Kondisi itu perlu (diatasi dengan) transformasi digital. Ini bukan lagi menjadi pilihan, melainkan wajib kita lakukan,” ujar Ardi saat membuka Palmex Indonesia 2025 di Jakarta International Expo, Jakarta, Rabu (14/5).

Palmex ialah pameran teknologi kelapa sawit berskala internasional yang diikuti 300 perusahaan penyedia teknologi di industri sawit. Selain pameran teknologi mutakhir, kegiatan yang berlangsung hingga Kamis (15/5) ini juga menghadirkan sejumlah sesi diskusi tentang teknologi dan keberlanjutan industri sawit. ”Dengan pemanfaatan teknologi digital, baik itu IoT (internet untuk segala hal), big data (mahadata), AI, maupun blockchain (rantai blok data), ini memberikan solusi konkret untuk meningkatkan produktivitas yang akan dicapai 2045 sebesar 100 juta ton CPO,” ungkapnya.

Pada 2024, produksi CPO dan minyak inti sawit (PKO) nasional sebesar 52,76 juta ton, turun dibanding produksi 2023 sebesar 54,84 juta ton. Transformasi digital, termasuk penggunaan AI, dapat meningkatkan produksi sawit di Indonesia. AdopsiAI dan IoT itu dalam tahap budidaya di kebun, operasional di pabrik, hingga pengambilan keputusan bisnis. Dengan kamera yang terintegrasi AI, misalnya, petani dapat mendeteksi kematangan sawit dan potensi produksinya. Pemupukan juga bisa menggunakan drone. Ardi memastikan penggunaan teknologi itu dapat membuat biaya operasional lebih efisien sekaligus meningkatkan produksi. (Yoga)


Danantara Sebagai Penyedia Likuiditas

Yoga 15 May 2025 Kompas

Badan Pengelola Investasi atau BPI Danantara menjajaki peluang kerja sama lintas negara, termasuk potensi sebagai penyedia likuiditas di sektor swasta. Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat peran Indonesia dalam pembentukan modal jangka panjang, baik di pasar domestik maupun global. Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir mengatakan, Danantara tengah menjajaki peluang untuk menjadi penyedia likuiditas, bukan hanya di pasar modal, melainkan juga bagi pasar privat di Indonesia. Opsi ini dipertimbangkan seiring potensi alokasi dana dari hasil dividen sejumlah BUMN. Ia memandang saat ini terdapat minat yang sangat besar dari pasar privat, terutama dalam pembentukan modal. Di AS, antusiasme para pengelola dana dan investor terhadap sektor energi terbarukan lebih tinggi ketimbang antusiasme para pelaku sektor tersebut.

Kini, banyak dana yang berbentuk terbuka (open-ended), yang dianggap hampir setara dengan IPO pasar modal karena dapat langsung dijual. ”Mereka juga tertarik terhadap potensi imbal hasil dividen jangka panjang sehingga menjadikan struktur dana ini semakin menarik,” ujarnya dalam diskusi bertajuk ”Indonesia Economic & Strategic Update 2025: Navigating Uncertainties in a Borderless Era” di Jakarta, Rabu (14/5). Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menyampaikan, saat ini telah terdapat berbagai proyek energi baru dan terbarukan yang siap ditawarkan oleh Indonesia dan membutuhkan kerja sama pendanaan dari pemerintah dan swasta. ”Secara sederhana, Danantara bisa dikatakan berfungsi sebagai semacam ’asuransi’, yakni memberikan jaminan agar sebuah proyek dapat berjalan dan mendorong peran serta pemerintah dalam proyek tersebut,” ujarnya. (Yoga)


Penurunan Daya Beli Pukul Multifinance

Yuniati Turjandini 15 May 2025 Investor Daily (H)
Pertumbuhan kinerja perusahaan pembiayaan (multifinance) tahun ini berisiko lebih rendah dari target yang ditetapkan OJK. Hal ini sebagai dampak atas larangan eksternal, salah satunya penurunan penjualan kendaraan bermotor karena melemahnya daya beli masyarakat. Tercatat sebanyak 14 emiten perusahaan pembiayaan pada kuartal 1-2025 membukukan laba bersih Rp942,62 miliar. Nilai ini merosot 15,36% dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal 1-2024 yang senilai Rp1,11 triliun.  Salah satu emiten yang mengalami penurunan laba bersih adalah PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance). Di mana pada Maret  2025 emiten bersandi saham ADMF ini meraup laba bersih Rp 278,52 miliar, ambles 35,54% dibandingkan Maret 2024 yang sebesar Rp 432,11 miliar. Selain itu, ada Clipan Finance Indonesia (CFIN) yang meraup laba bersih Rp35,04 miliar, anjlok 59,3% (yoy) pada akhir Maret 2025. Dari laporan keuangannya, pendapatan susut salah satunya karena alokasi pencadangan yang naik menjadi Rp 158,71 miliar dari sebelumnya Rp122,38 miliar. (Yetede)

Penurunan Bunga Tekan Ekspansi

Yuniati Turjandini 15 May 2025 Investor Daily (H)

Pertumbuhan kinerja perusahaan pembiayaan (mulfiinance) tahun ini berisiko lebih rendah dari target yang ditetapkan OJK. Hal ini sebagai dampak atas tantangan eksternal, salah satunya penurunan penjualan kendaraan bermotor karena melemahnya daya beli masyarakat. Ternyata sebanyak 14 emiten perusahaaan pembiayaan pada  kuartal 1-2025 membukukan laba bersih Rp942,62% dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal 1-2024 yang senilai Rp1,11 triliun. Salah satu emiten yang mengalami penurunan laba bersih adalah PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance). Di mana, pada Maret 2025 emiten bersandi saham ADMF ini meraup laba bersih Rp278,52 miliar, ambles 35,54% dibandingkan dengan Maret 2024 yang sebesar Rp432,11 miliar. Selain itu, ada Clipan Finance Indonesia (CFIN) yang meraup laba bersih Rp35,04 miliar, anjlok 59,3% (yoy) pada akhir Maret 2025. Dari laporan keuangannya, pendapatan susut dan beban melonjak, salah satunya karena alokasi pencadangan yang naik menjadi Rp 158,71 miliar dari sebelumnya Rp 122,38 miliar. (Yetede)