Danantara Pertahankan Skema Opsi IPO
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara alias Danantara akan tetap mempertahankan skema penawaran umum perdana saham (initial public offering.IPO) sebagai salah satu opsi untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan-perusahaan BUMN. Danantara saat ini membawahi sejumlah 844 perusahaan BUMN yang meliputi perusahaan induk, anak usaha, cucu sampai cicit usaha. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 37 BUMN atau merefleksikan 4,3% perusahaan pelat merah yang sahamnya sudah tercatat di BEI. Atau dengan kata lain, hanya sekitar 1 dari 23 BUMN kelolaan Danantara yang sudah berstatus emiten. Postur emiten BUMN tersebut akan trus digenjot Danantara sebagai upaya untuk memperkuat struktur permodalan dam membuat perusahaan-perusahaan nasional berdaya saing di tingkat global.
Karena itu, transformasi BUMN baik melalui restrukturisasi keuangan, konsolidasi, klasterisasi, maupun peningkatan skala bisnis merupakan aksi korporasi yang akan Danantara tempuh sebagai intrusmen strategis dalam mewujudkan asta cita dan tujuan nasional. "Jadi, dalam proses transformasi ini, Pak Donny dan tim ( di Holding Operasional) akan melakukan analisa pasar maupun analisa kekuatan dan kelemahan dari masing-masing BUMN untuk dilihat kemungkinan efisiensi dan konsolidasinya seperti apa. Jadi, objektifnya, kami kedepan adalah memiliki BUMN yang lebih besar," jelas Managing Director Holding Investment Danantara Djamal Attamimi. (Yetede)
Pemerintah Sudah Mengumpulkan Penerimaan Pajak Sebesar Rp557,1 Triliun
Pembiayaan Kapal Masih Jadi Tantangan Sektor Maritim yang Kompetitif
Lesunya Pertumbuhan Kredit
G7 Janji Mengatasi Ketimpangan Ekonomi Global
Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Harus Mempertimbangkan Banyak Aspek
Investasi Emas Diuji Momentum
Sinyal Positif dari Pasar Surat Utang
APBN Berubah Arah: Dari Defisit ke Surplus
QRIS Buka Akses Internasional, Jajaki Kolaborasi Baru
Pilihan Editor
-
Perbankan Agresif Konsolidasi Tahun Depan
20 Jan 2020 -
Libur Akhir Tahun Dongkrak Bisnis Travel Online
20 Jan 2020 -
Tingkat Keterisian Penginapan Murah Melejit
20 Jan 2020 -
Jiwasraya Diduga Lalai Kembangkan Bisnis
20 Jan 2020









