;

Pekerja Migran Jadi Pilihan Orang Muda

Yoga 19 May 2025 Kompas

Potret migrasi orang muda di sentra produksi pangan terjadi di Desa Cikarang, Karawang, Jabar, yang dikunjungi Kompas, awal Mei 2025. Petani yang bekerja di sawah umumnya sudah tua. Orang muda di desa di Karawang menganggap sponsor dan perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia sebagai ”dewa” yang membantu mencarikan pekerjaan di luar negeri (Kompas, 14/5/2025). Di desa yang dikenal sebagai lumbung padi itu terjadi kecenderungan orang mudanya, terutama lulusan SMA ke atas, enggan menjadi petani. Bekerja di sawah dianggap tidak lagi menguntungkan. Kelompok orang muda seperti itu juga cenderung ingin mendapatkan kerja dan pendapatan instan.

Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional 2023 oleh BPS menunjukkan, lebih dari separuh migran berada di kelompok usia produktif, yaitu awal 20-39 tahun, dengan puncak pada usia 20-29 tahun (26,3 %). Penelitian Ahmadah Faidah dan rekan-rekan dari IPB University di sentra padi di Pulau Bawean, Jatim, tahun 2024, menunjukkan, faktor yang menyebabkan keputusan migrasi terutama ialah pendapatan. Salah satu harapan anggota keluarga bermigrasi ialah memperoleh pendapatan yang lebih besar daripada pendapatan di tempat asalnya.

Ancaman makin banyaknya orang muda desa menjadi pekerja migran kembali muncul karena pemerintah berencana membuka keran pekerja migran ke Timur Tengah. Menteri PPMI, Abdul Kadir Karding, tahun ini, berencana mencabut aturan moratorium penempatan pekerja migran Indonesia di negara-negara Timur Tengah yang sudah berlangsung 10 tahun. Oleh karena itu, menciptakan lapangan usaha di bidang pertanian dengan pendapatan lebih besar dibandingkan menjadi pekerja migran menjadi tantangan. Apalagi pemerintah mempunyai target swasembada pangan yang mesti dicapai, (Yoga)


Tekanan dalam Penyaluran Kredit Industri Manufaktur

Yoga 19 May 2025 Kompas

Di tengah tantangan ekonomi domestik dan global, penyaluran kredit terhadap industri manufaktur diperkirakan mengalami tekanan. Namun, industri penopang perekonomian nasional dan penyerap tenaga kerja ini membutuhkan dukungan pembiayaan. Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, Minggu (18/5) mengatakan, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) sebagai sektor manufaktur padat karya tengah mengalami tekanan berat yang memengaruhi kelayakan penyaluran kredit perbankan. Dalam jangka pendek hingga menengah, Josua memperkirakan, prospek penyaluran kredit ke sektor TPT akan bersifat selektif dan konservatif.

Ini mempertimbangkan daya saing industri, kondisi keuangan perusahaan, serta risiko struktural dan kebijakan eksternal. ”Industri TPT mengalami pelemahan struktural dan siklikal sekaligus, mulai dari penurunan produktivitas, ketergantungan pada tenaga kerja tidak terampil, hingga tekanan likuiditas dan beban utang tinggi,” katanya. Di sisi lain, bank mengantisipasi risiko kredit dan gagal bayar akibat tingginya utang (leverage) dan tekanan likuiditas yang dialami perusahaan tekstil. Ada pula risiko regulasi Permendag No 8 Tahun 2024 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor yang justru mengakibatkan pasar dalam negeri dibanjiri produk impor sehingga memperlemah daya saing industri domestik.

Selain itu, risiko eksternal berupa volatilitas harga bahan baku global, pelemahan rupiah, dan rencana tarif resiprokal AS turut menambah ketidakpastian terhadap daya saing dan keberlanjutan ekspor. Menurut Josua, kepercayaan bank terhadap kemampuan industri TPT dalam memenuhi kewajiban finansial jangka panjang sejalan dengan pailitnya PT Sri Rejeki Isman (Sritex). Bank cenderung hanya  menyalurkan kredit ke perusahaan TPT yang memiliki rekam jejak kuat, struktur permodalan sehat, serta strategi bisnis ekspor-impor yang terdiversifikasi. (Yoga)


Kopi Indonesia ke Pasar Global melalui World of Coffee Jakarta 2025

Yoga 19 May 2025 Kompas

Pengunjung memadati World of Coffee Jakarta 2025 di hari ketiga sekaligus hari terakhir penyelenggaraan di Jakarta, Sabtu (17/5). Selain mempromosikan produk kopi nasional di mata para pemain global, ajang ini membuka pangsa global bagi produk lain dalam rantai pasok hilirisasi produk minuman kopi. Ketua Umum Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (Speciality Coffee Association of Indonesia / SCAI) Daryanto Witarsa mengatakan, target utama penyelenggaraan ajang ini adalah mempertemukan profesional di bidang kopi nasional, mulai dari produsen, roaster, barista, hingga pelaku industri manufaktur, dalam ekosistem industri kopi dunia. ”Posisi unik Indonesia sebagai pasar konsumen sekaligus produsen kopi yang signifikan di dunia membuat pergelaran tahun ini menjadi menarik. Pelaku lain yang masuk rantai pasok kopi nasional jadi turut mendapatkan medium promosi ke pasar global,” ujarnya, Sabtu.

Head of Brand and Marketing Activation PT Multi Citra Rasa, Jordy Junius mengatakan, pada hari ketiga pergelaran World of Coffee 2025, pihaknya membawa 15 kelompok pelaku industri kopi mancanegara untuk mengunjungi pabrik produksi Dripp di Kawasan Industri MM 2100, Bekasi, Jabar. PT Multi Citra Rasa adalah perusahaan produsen jenama sirop perisa minuman kopi, Dripp. Ke-15 kelompok itu merupakan pembeli potensial yang ia kumpulkan sepanjang hari pertama dan kedua World of Coffee Jakarta 2025. Para calon pembeli dari Malaysia, Kamboja, Jepang, dan Arab Saudi itu dipersilakan melihat proses produksi Dripp untuk memastikan kualitas sesuai dengan standar yang mereka butuhkan. ”Target utama kami mengikuti pergelaran ini memang untuk mendapatkan potential buyer agar kami dapat melakukan ekspansi pasar ke luar negeri,” ujar Jordy. (Yoga)


”Scamming” Menjerat Warga

Yoga 19 May 2025 Kompas

Di tengah maraknya digitalisasi dan geliat ekonomi daring, masyarakat dihadapkan pada gelombang penipuan berbasis daring (”scamming”) yang kian meresahkan. Harapan mereka kepada pemerintah, sebagai berikut; Aisyah Sekar (26) karyawan swasta di Bogor, nyaris jadi korban penipuan yang mengatasnamakan PT Antam Tbk melalui akun palsu di laman Google ketika hendak membeli emas. Ada yang mencurikan ketika hendak membayar. Setelah memastikan ke akun resmi media sosial Antam, terbukti itu penipuan. Ia bersyukur terhindar dari penipuan meski menilai pemerintah belum serius melindungi konsumen. Agnes Sinaga (53) pensiunan di Jakarta, pernah menjadi korban scamming yang menawarkan investasi saham melalui grup Whatsapp.

 Modusnya bermula dari tawaran belajar saham, yang ternyata merupakan jebakan yang dijalankan sekelompok penipu. ”Indonesia saat ini belum berada dalam kondisi aman dari kejahatan digital semacam ini. Yang membuat miris, para pelaku tampak begitu mudah menjalankan aksinya tanpa rasa takut,” katanya. Pada Maret 2024, Daisy Joyce Djohar (65) warga Jakarta mengalami kerugian Rp 200 juta, berawal dari ketertarikannya pada tawaran investasi yang disebarkan oleh mitra dari merek kecantikan ternama di media sosial. Dengan membeli produk, Joyce dijanjikan keuntungan. Namun, janji pembagian untung tak pernah terealisasi. Sudah melapor ke polisi, pelaku tak bisa ditangkap dan uang tak kembali. (GIO). (Yoga)


Mencintai Produk Lokal Hanya Sebatas Jargon di NTT

Yoga 19 May 2025 Kompas

Gerakan cinta dengan membeli produk buatan NTT masih sebatas jargon. Kalangan elite pemerintah belum memberikan contoh penggunaan produk lokal. Di halaman minimarket di Kota Kupang, NTT, Minggu (18/5) terlihat seorang pejabat eselon dua meneguk air mineral botol kemasan 600 mililiter, dari merek Indonesia, yang diproduksi di Pulau Jawa, lalu dikirim ke NTT. Potret yang sama ditemukan di beberapa kantor lembaga vertikal sepanjang pekan ini. Lembaga dimaksud berada di bawah kementerian, badan, atau lembaga di pusat. Dalam sejumlah acara, mereka menghadirkan minuman kemasan yang diproduksi di luar NTT. Padahal, di NTT, banyak produk air mineral kemasan yang sudah beroperasi belasan tahun lamanya. ”Sudah telanjur pakai air minum kemasan yang sudah terkenal. Ini semata-mata pelayanan,” kata salah satu pemimpin lembaga vertikal di Kupang. Konsumen produk luar NTT ini berasal dari kalangan elite pemerintah. Mereka memimpin organisasi perangkat daerah.

Merekalah yang menjadi motor penggerak program Gubernur NTT. Mereka juga diangkat berdasarkan SK kepala daerah. Apa yang ditemukan di lapangan, berbeda dengan harapan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang sebelumnya mengingatkan para elite agar memberi contoh memakai produk yang dihasilkan di NTT. Dalam acara temu dengan wartawan di rumah jabatan pada Sabtu (10/5), di atas meja undangan disajikan air mineral produk NTT. ”Harus dimulai dari rumah pejabat,” ujarnya. Begitu juga produk lain yang ada pabriknya di NTT. Ia ingin memberikan contoh awal. Menurut Melkiades, gerakan membeli produk NTT yang diluncurkan sejak Maret 2025 itu bertujuan untuk memajukan perekonomian lokal. Produksi yang semakin meningkat akan menyerap tenaga kerja. Uang yang dihasilkan beredar di NTT. Berbeda dengan produk dari luar yang justru menarik uang keluar NTT.

Selama ini NTT sangat bergantung pada produk luar, terbaca pada neraca perdagangan NTT yang mengalami defisit cukup dalam. Tahun 2024, nilai barang yang dipasok dari luar Rp 40,49 triliun, sedang yang dikirim ke luar NTT hanya Rp 5,88 triliun. NTT mengalami defisit neraca perdagangan Rp 34,61 triliun. Pelaku usaha kecil dan menengah menyambut baik program itu. SolemanMawo (40) pengolah minuman jahe merah dan daun kelor celup di Desa Ombarade, Kabupaten Sumba Barat Daya, menyarankan regulasi yang mewajibkan setiap minimarket berjaringan agar membeli produk lokal. Selama ini, ia menjual produk olahan melalui media sosial. Banyak pemesan enggan membeli lantaran tingginya ongkos pengiriman ke tempat tujuan, lebih dari dua kali lipat ketimbang harga produk. (Yoga)

 


Dibutuhkan Sinkronisasi Pusat dan Daerah

Yuniati Turjandini 19 May 2025 Investor Daily (H)
Maraknya praktik premanisme dan pemalakan atau pungutan liar (pungli) terhadap kalangan pelaku industri di Tanah Air dinilai sudah menyentuh aspek fundamental dalam berusaha yakni kepastian hukum dan rasa aman. Tak semata masalah nilai pungli atau tambahan biaya operasional yang  harus ditanggung, hal itu juga menjadi sinyal bagi investor, baik domestik maupun global, bahwa berusaha di Indonesia masih menyimpan risiko nonekonomi yang tinggi. Bila tidak diberantas hingga tuntas, dalam jangka panjang, masalah ini bisa menurunkan kepercayaan, menunda ekspansi, bahkan membatalkan komitmen investasi yang telah direncanakan oleh para investor. Padahal, kehadiran investasi sangat dibutuhkan dalam menyokong pertumbuhan ekonomi nasional yang oleh pemerintahan Prabowo Subianto ditargetkan bisa mencapai level 8% dan dalam penciptaan lapangan kerja. Oleh karena itu, dampak praktik premanisme dan pemalakan yang dialami dunia industri terhadap iklim investasi tidak bisa dianggap sepele. Selanjutnya, diperlukan ketegasan dan keberpihakan negara untuk memastikan bahwa tidak ada satu pihak pun yang berada diatas hukum. Hal lain yang tak kalah penting untuk dilakukan adalah langkah sinergi di antara para pemangku kepentingan. (Yetede)

Tarif Trump Bagian dari Agenda Strategi yang Mahal

Yuniati Turjandini 19 May 2025 Investor Daily (H)
Para mitra dagang AS di seluruh dunia mungkin bisa sedikit berharap setelah pejabat tinggi negara itu dan China mencapai kepepahaman sementara untuk memangkas tarif atas produk-produk  tertentu. Langkah ini bisa menjadi sinyal positif di tengah kekhawatiran bahwa ekonomi global akan mengalami perlambatan paling parah sejak pandemi Covid-19. Namun apa sebenarnya landasan dari kebijakan tarif Trump? kebijakan tarif yang diumumkan pada 2 April 2025 ini mencerminkan pendekatan strategis besar, bukan sekedar kayakinan bawah tarif tinggi akan menyelesaikan defisit perdagangan AS. Kebijakan yang diberikan label hari Pembebasan tersebut menetapkan tarif dasar sebesar 10% untuk semua impor (kecuali dari Kanada dan Mexico), serta tambahan tarif resiprokal terhadap sekitar 60 negara berdasarkan tuduhan praktik dagang yang tidak adil. Strategi ini dibingkai sebagai deklarasi kemandirian ekonomi untuk mengoreksi hubungan dagang yang menurut Trump selama ini merugikan manufaktur dan pekerja AS. Berdasarkan pernyataan dan kebijakan Trump sejak menjabat, tampak jelas bahwa tarif ini merupakan bagian dari agenda nasionalisme ekonomi dan geopolitik yang lebih luas. (Yetede) 

BSI Bagikan Dividen

Yuniati Turjandini 19 May 2025 Investor Daily (H)
PT Bank Syariah Indonesia Tbk )BSI) baru saja menggelar Rapat Umum Saham Tahunan (RUPST) yang menghasilkan beberapa keputusan penting. Salah satunya adalah penunjukkan Anggoro Eko Cahyo sebagai Direktur Utama Perseroan. Selain itu para pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen tunai dengan total nilai mencapai Rp 1,05 triliun, yang setara dengan 15% dari keseluruhan laba bersih perusahaan. Jika dihitung per lembar saham, dividen yang akan diterima oleh para pemilik saham bank berkode BRIS ini adalah sekitar  Rp 22,78. Angka ini menunjukkan peningkatan  yang cukup signifikan, yaitu sebesar 22,86% dibandingkan dengan dividen tahun buku 2024 yang tercatat sebesar Rp 18.,54 per lembar saham. Kenaikan ini menjadikan indikasi kuat atas kinerja keuangan BSI yang solid sepanjang tahun 2024. Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta mengatakan pembagian dividen tersebut sebagai bentuk komitmen dan apresiasi perseroan terhadao para pemegang saham yang telah senantiasa mendukung pertumbuhan dan perkembangan BSI, di tengah berbagai dinamika kondisi ekonomi dan bisnis. (Yetede)

Pertumbuhan SPKLU Belum Seimbang dengan Pertumbuhan EV

Yuniati Turjandini 19 May 2025 Investor Daily (H)
Pertumbuhan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum belum seimbang dengan pertumbuhan electric vehicle (EV). Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil Battery Electric Vehicle (BEV) di 2024 mencapai 43.188 unit untuk menguasai  5% pangsa pasar. Sedangkan, hingga April 2025, Indonesia baru mempunyai sekitar 3.772 SPKLU. Pengamat otomotif dari Institut Teknologi  Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengatakan, rasio SPKLU untuk 17-20 EV, sementara populasi mobil listrik terus meningkat pesat melebihi  kecepatan pertumbuhan SPKLU. "Distribusi SPKLU masih timpang, dengan 80% berlokasi di Pulau Jawa. Banyak SPKLU hanya mendukung pengisian lambat (AC) dan belum dilengkapi teknologi fast charging," ucap dia kepada Investor Daily. Yannes melihat setidaknya ada beberapa faktor yang membuat kondisi timpang tersebut. Hal itu seperti biaya pembangunan yanga tinggi, distribusi SPKLU yang terkonsentrasi di beberapa kota besar saja di Pulau Jawa (khususnya Jabodetabek), serta perizinan yang rumit membuat ekspansi terhambat. (Yetede)

IHSG Berpotensi Menguat

Yuniati Turjandini 19 May 2025 Investor Daily (H)
IHSG dan BEI berpotensi melanjutkan penguatan pada pekan ini, setelah naik 4,01% sepanjang minggu lalu ke posisi 7.106. Arus modal asing yang terus masuk (foreign inflow), optimisme investor terhadap perekonomian Indonesia, dan tekanan beli yang tetap kuat, membuat pergerakan IHSG di pekan ini akan dinaungi  banyak sentimen positif.  "Kami melihat IHSG memiliki peluang cukup besar untuk mengalami kenaikan dan konsistensi berada di atas 7.000. IHSG untuk bermain di level 7.000-7.120," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus kepada Investor Daily. Niko melihat, asing mulai percaya dan yakin untuk masuk ke emerging market, tidak terkecuali Indonesia. Perlahan tapi pasti,  stabilnya  pasar global juga telah mendorong IHSG untuk bisa terus mengalami penguatan, meski bukan berarti  ketidakpastian sudah berkurang. Dari dalam negeri, lanjut dia, pertemuan BI pada 21 Mei mendatang, memberikan peluang untuk pemangkasan tingkat suku bunga cukup terbuka, di tengah mulai timbulnya optimisme pelaku pasar dan investor terhadap perekonomian Indonesia. (Yetede)