BENCANA ALAM : Banjir Mengepung Bumi Ewako
Sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan tengah dihadapkan pada bencana alam banjir. Data Badan Nasional Penganggulangan bencana (BNPB) menunjukkan bahwa setidaknya ada empat kabupaten yang tengah dihadapkan pada bencana banjir yakni Enrekang, Soppeng, Luwu, dan Wajo. Di Kabupaten Wajo, banjir bandang yang terjadi pada Jumat (3/5) sekitar pukul 00.13 WITA masih menggenangi ribuan hektare lahan dan beberapa fasilitas umum pada Senin (6/5). Adapun, wilayah yang masih terendam banjir di kabupaten ini yakni Desa Awo Awota, Jauh Pandang, dan beberapa wilayah sekitar lainnya.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyampaikan bahwa hingga kini masih ada lahan yang terandam banjir seluas 1.818,5 hektare. Kemudian ada juga kebun warga seluas 443 hektare dan tambak 205 hektare.
Sementara itu, banjir dan longsor di Kabupaten Enrekang dipicu hujan dengan intensitas tinggi terjadi pukul 04.00 WITA pada Jumat (3/5). Laporan Pusat Pengendalian Operasi BNPB menunjukkan bahwa wilayah terdampak banjir dan longsor di kabupaten ini meliputi Kelurahan Lewaja, dan Galonta di Kecamatan Enrekang. Desa Lebang, Pinang, Taulan, dan Pundilemo di Kecamatan Cendana.
WACANA 40 MENTERI KABINET PRABOWO : Gerindra Ungkit Problem Kabinet Jokowi
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman mengungkit sejumlah problem dalam pembentukan kementerian di era Presiden Joko Widodo setelah muncul isu yang menyebutkan kabinet presiden terpilih Prabowo Subianto memiliki 40 kementerian.Dia menjelaskan bahwa di DPR sering muncul kritik soal banyaknya kementerian di kabinet Jokowi yang seakan dipaksakan untuk bergabung menjadi satu. Akibatnya, lanjut wakil ketua Komisi III DPR itu, satu kementerian bisa mengurusi dua permasalahan yang sangat berbeda.
Dia mencontohkan, di Kementerian Hukum dan HAM ada Direktorat Jenderal (Ditjen) Administrasi Hukum Umum dan Ditjen Pemasyarakatan. Padahal, menurutnya, kedua ditjen itu memiliki urusan yang tak ada hubungannya. Habiburokhman juga mencontohkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Di samping itu, Habiburokhman juga tidak heran dengan kekhawatiran sejumlah kelompok masyarakat bahwa kabinet gemuk Prabowo hanya untuk mengakomodir kepentingan politik banyak pihak.
SEKTOR KASUS TIPIKOR : Keuangan Negara Kedua Terbanyak
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangani 161 kasus tindak pidana korupsi (tipikor) sepanjang 2023. Sektor yang paling banyak terlibat kasus korupsi sepanjang tahun lalu, yaitu penegakan hukum dan birokrasi 39 kasus. Dilansir dari Dataindonesia.id yang merangkum dari KPK, sektor keuangan negara yang terkait APBN/APBD, dan perbankan menempati urutan terbanyak kedua yang ditangani lembaga antirasuah dengan 31 kasus. KPK juga menangani kasus korupsi dari sektor infrastruktur sebanyak 23 kasus. Selanjutnya, sebanyak 18 kasus tindak pidana korupsi yang ditangani KPK berasal dari sektor kesehatan dan sosial.
Ada pula sektor pangan, kehutanan, dan perikanan dengan kasus tindak pidana korupsi sebanyak 15 kasus. Sektor sumber daya alam (SDA) dan energi serta sektor penerimaan negara terkait pajak serta bea cukai masing-masing memiliki kasus tindak pidana korupsi sebanyak 13 kasus dan 8 kasus. Lalu, ada 14 kasus tindak pidana korupsi yang berasal dari sektor lainnya.
Sepanjang 2023, tindak pidana korupsi paling banyak ditemukan di instansi pemerintah kabupaten/kota, 53 kasus. Kemudian, di kementerian/lembaga 52 kasus, BUMN/BUMD 34 kasus, dan pemerintah provinsi 22 kasus.
KORUPSI HAKIM AGUNG GAZALBA : TPPU Guna Lunasi KPR
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Hakim Agung nonaktif Gazalba Saleh melakukan pencucian uang dari hasil tindak pidana korupsi. Dalam surat dakwaan yang dibacakan JPU di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (6/5), Gazalba disebut melakukan pencucian uang dari hasil korupsi untuk membelanjakan sejumlah aset, membayar pelunasan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan menukarkan mata uang asing.
JPU menyebut pencucian uang yang dilakukan Gazalba berasal dari hasil tindak pidana korupsi berupa gratifi kasi yang diterima selama 2020–2022. Berdasarkan perhitungan Bisnis, nilai uang hasil korupsi yang dijadikan pencucian uang oleh Gazalba mencapai lebih dari Rp23 miliar.
Nyaris Rp 10 Triliun Dana Buyback Siap Masuk Bursa
Pasar saham akan dibanjiri dana dari aksi pembelian kembali ( buyback ) saham emiten. Buyback ini dilakukan di tengah kondisi pasar saham yang memang cenderung sideways. Sejumlah emiten yang akan menggelar aksi korporasi ini merupakan emiten berkapitalisasi pasar besar ( big caps ) yang harga sahamnya sedang jeblok. Berdasarkan hitungan KONTAN, sejumlah emiten menyiapkan sekitar Rp 9,5 triliun atau nyaris Rp 10 triliun untuk membiayai buyback saham. Salah satu emiten yang akan melakoni buyback adalah Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), yang menyiapkan Rp 1,5 triliun untuk buyback. BBRI telah mendapatkan restu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 13 Maret 2023, dan akan berlangsung 18 bulan sejak persetujuan diperoleh dari pemegang saham. Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia, Sunarso mengatakan pihaknya melakukan buyback untuk memberikan sinyal bahwa kondisi BBRI jauh lebih baik dibandingkan dengan apa yang dipersepsikan pasar.
Menyusul harga saham BBRI yang mengalami koreksi signifikan pasca publikasi laporan keuangan kuartal I-2024. Dari sisi pergerakan harga saham secara bulanan maupun Year to Date (YtD), saham-saham emiten di atas punya kinerja yang beragam. Ada yang bergerak naik, tapi ada juga yang sedang melandai, seperti BBRI yang dalam sebulan terakhir melemah hingga 24,6% atau mengakumulasi penurunan 17,03% secara YtD. Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia Reza Priyambada mengamati tren harga saham yang sedang melandai sering menjadi momentum bagi emiten untuk menggelar buyback. Terutama bagi emiten yang memiliki posisi kas yang kuat di samping untuk keperluan ekspansi. Aksi ini sekaligus untuk menarik kepercayaan pelaku pasar, menjadi sinyal dari manajemen bahwa emiten punya fundamental keuangan dan prospek kinerja yang apik.
Di sisi yang lain, Reza melihat ramainya aksi buyback tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap pasar saham secara umum. Sekalipun banyak emiten big caps yang akan menggelar buyback, tapi aksi ini dilakukan secara bertahap dan dalam jangka waktu yang cukup lama. Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto sepakat, aksi buyback tidak akan memberi dampak signifikan terhadap kondisi pasar saham. Buyback lebih memberikan dorongan positif untuk saham tersebut, karena berpotensi menahan laju penurunan atau mendorong kenaikan harga saham saat tren sedang menguat. Di sisi lain, Analis Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mencermati rencana buyback BBRI akan memberikan dampak positif, baik itu kepada harga saham maupun kepada permintaan ke depan. Nafan yakin, kondisi penurunan harga saham BBRI ini hanya bersifat sementara.
Ia mengingatkan, prospek fundamental emiten perbankan besar cukup menjanjikan, terutama dengan melihat kinerja perbankan.
Adapun pada kuartal I-2024, BBRI telah menyalurkan kredit sebanyak Rp 1.308,6 triliun, atau tumbuh 10,89% yoy.
Untuk investasi jangka panjang, Nafan menargetkan harga saham BBRI bisa mencapai kisaran Rp 7.350 per lembar. Target investasi jangka panjang darinya adalah di atas satu tahun. Equity Analyst
OCBC Sekuritas Budi Rustanto dan Farrell Nathanael juga merekomendasikan membeli saham BBRI, dengan target harga di kisaran Rp 6.000 per lembar, dengan asumsi Return on Equity (ROE) sebesar 18,4% dan cost of equity sebesar 10,7%.
Hanya, Budi dan Farrell mengingatkan, tetap ada risiko investasi di saham BBRI, yaitu terkait pertumbuhan kredit yang tak setinggi dari perkiraan dan juga kondisi Net Interest Margin (NIM) dari BBRI).
Pertumbuhan Ekonomi Berkutat di Kisaran 5%
Di tengah gejolak pasar global, perekonomian Indonesia diproyeksikan masih bisa bertumbuh, meski terbatas. Sejumlah lembaga meramal perekonomian Indonesia di kuartal I-2024 tumbuh tipis di atas 5% secara tahunan atau year-on-year (yoy). Sembilan lembaga memproyeksikan ekonomi Indonesia di kuartal I-2024 berada di rentang 4,9% hingga 5,17%. Adapun mediannya di level 5,06%. Angka tersebut di bawah estimasi pemerintah yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2024 di level 5,17%.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai 5,17% pada kuartal I-2024. "Kinerja konsumsi yang baik, kegiatan manufaktur positif, capital cukup baik," kata dia, Jumat (3/5) pekan lalu. Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,15% (yoy) pada kuartal I 2024.
Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky menilai kondisi perekonomian domestik dipenuhi berbagai peristiwa selama tiga bulan pertama 2024. Ia menyebutkan penyelenggaraan pemilu dibarengi adanya beberapa periode libur panjang berpotensi mendorong konsumsi secara umum. Momentum Ramadan juga dapat memantik pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, realisasi investasi yang jauh melampaui target mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. "Kami memproyeksikan PDB tumbuh 5,15% yoy di kuartal I 2024. Untuk sepanjang 2024, kisaran proyeksi 5,0%-5,1%," kata Riefky, Minggu (5/5). Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro juga melihat, pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini sebagian besar didorong konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah yang lebih tinggi selama pemilu.
Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2024 sebesar 5,06%, atau lebih rendah dari prediksi pemerintah di level 5,17%. Proyeksi Bank Mandiri masih di atas realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal IV-2023 yang sebesar 5,04% (yoy).
Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P Sasmita juga melihat, beberapa faktor pendorong pertumbuhan ekonomi berasal dari konsumsi di masa Ramadan dan Lebaran, meskipun dorongan itu tidak terlalu besar karena sebagian tertahan kenaikan sejumlah barang kebutuhan pokok dan pelemahan kurs rupiah.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menaksir pertumbuhan ekonomi Indonesia berkisar 4,9% sampai 5% pada kuartal I 2024. Hal tersebut juga dipicu oleh momentum Ramadan Idulfitri yang turut mendorong konsumsi rumah tangga secara musiman.
Menkeu dan Presiden ADB Bahas Transisi Energi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bertemu Presiden Asian Development Bank (ADB) Masatsugu Asakawa di sela-sela acara Pertemuan Tahunan Asian Development Bank ke-57 di Tbilisi, Georgia. Sri Mulyani menyampaikan, pertemuan tersebut membahas kerja sama Indonesia dengan ADB terutama di bidang energy transition mechanism. Adapun pembahasan tersebut sebagai komitmen serius Indonesia dalam transisi energi. "Kami membahas update perkembangan energy transition mechanism (ETM). ADB memberikan dukungan penuh, salah satunya penghentian secara bertahap PLTU Cirebon-1 berkapasitas 660 Megawatt ," kata Sri Mulyani, Minggu (5/5).
Pada kesempatan itu, Masatsugu juga menyampaikan perhatiannya pada Koalisi Menteri-Menteri Keuangan untuk Aksi Iklim (CFMCA). Menurut dia, hal ini adalah inisiatif yang sangat menarik dan banyak didukung oleh sejumlah negara maju.
Selain itu, Sri Mulyani membahas gejolak perekonomian global yang sangat dinamis. Kendati sejumlah aspek ekonomi Indonesia relatif sehat, menurut dia, pemerintah perlu mengantisipasi dengan kebijakan yang proaktif untuk mengatasi tekanan-tekanan makro.
Berkah Dividen Masih Mengalir
Agenda bagi-bagi dividen emiten belum usai. Ada beberapa emiten big caps yang siap membagikan dividen di bulan ini dan sayang dilewatkan Aksi ini diharapkan bisa memicu bursa lebih bergairah. Teranyar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengumumkan akan membagikan dividen senilai Rp 17,68 triliun atau setara 72% dari capaian laba bersih tahun buku 2023. Nantinya, setiap pemegang saham bakal memperoleh dividen Rp 178,5.
Selain itu masih ada kesempatan menadah dividen dari PT Astra International Tbk (ASII). Adapun ASII akan membagikan dividen final senilai Rp 421 per saham atau Rp 17,04 triliun. Di saham lapis kedua, ada PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), serta sejumlah emiten lain yang berpotensi memberikan imbal hasil dividen ( dividend yield) di kisaran 1% hingga 10%. IHSG berada di posisi 7.134,72, Jumat (3/5) atau melemah 3,14% dibandingkan posisi akhir pekan sebelumnya. Dalam sepekan, investor asing mencatatkan net sell Rp 6 triliun.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan, rencana pembagian dividen bisa menjadi pemanis di tengah koreksi harga saham. Perlu dicermati, jika koreksi saham terjadi sebelum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), investor bisa mempertimbangkan membeli saham tersebut. Hal ini juga bisa menjadi bentuk mitigasi dividend trap.
Head of Proprietary Investment
Mirae Asset Sekuritas Handiman Soetoyo menyarankan, para pemburu dividen sebaiknya mempunyai jangka waktu atau
time horizon
jangka panjang minimal 10 tahun.
Sambil menanti pengumuman dividen selanjutnya, Mirae Asset Sekuritas menyarankan investor mencermati saham PBID, EPMT, TOTL, NRCA, SIDO, MERK, POWR, dan MPMX.
Telekomunikasi Masih Bisa Bertahi
Tiga besar emiten operator telekomunikasi kompak mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada kuartal I-2024. Pertumbuhan pendapatan paling tinggi dikantongi oleh PT Indosat Tbk (ISAT). Sedangkan dari sisi laba bersih, PT XL Axiata Tbk (EXCL) unggul dengan pertumbuhan tiga digit.
Sepanjang Januari hingga Maret 2024, laba bersih EXCL melesat 168,34% secara tahunan atau
year on year
(yoy) menjadi Rp 539,07 miliar. Lonjakan laba EXCL salah satunya didorong oleh kenaikan pendapatan sebesar 11,8% secara tahunan menjadi Rp 8,43 triliun.
Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan, pada kuartal I-2024, EXCL mampu mengoptimalkan penggunaan biaya operasional, termasuk menekan biaya operasional.
Sedangkan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) meraih pertumbuhan pendapatan sebesar 3,71% secara tahunan menjadi Rp 37,42 triliun. Sayangnya, laba bersih TLKM terkoreksi 5,78% yoy dari Rp 6,52 triliun menjadi Rp 6,05 triliun pada kuartal I-2024.
Research Analyst
BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margaronis memberikan peringkat
overweight
pada sektor telekomunikasi. Menurutnya, TLKM masih mampu mempertahankan pangsa pasar.
Niko merekomendasikan beli saham ketiganya, EXCL, TLKM, dan ISAT. Menurutnya, target harga masing-masing Rp 3.300, Rp 4.400 dan Rp 13.300 per saham.
Harga Batubara Masih Bisa Terangkat Permintaan China
Harga batubara sedang dalam tren bullish. Bahkan harga batubara diperkirakan masih naik hingga akhir tahun. Berdasarkan data Bloomberg , harga batubara sempat berada berada di level US$ 148,25 per ton pada Kamis (2/5), atau tertinggi sejak Juni 2023. Dalam sepekan terakhir, harganya naik 5,74% dan dalam sebulan telah menguat 9,77% ke level US$ 145,40 per ton pada Jumat (3/5). Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, kenaikan harga batubara belakangan ini karena peningkatan permintaan dari negara konsumen.
Ia menilai, peluang penguatan harga batubara masih akan berlanjut. Sutopo memproyeksikan, pada semester I ini harganya berpeluang menuju ke US$ 152 per ton. Pengamat Komoditas dan Mata Uang, Lukman Leong juga menyebutkan, kenaikan harga batubara didorong dari permintaan China yang mendominasi. Sebab, Negeri Panda itu sedang menambahkan kapasitas pembangkit listrik batubara.
"Hal tersebut didukung oleh data-data manufaktur yang lebih baik," ujarnya, akhir pekan lalu.
Ia memproyeksikan, harga batubara di semester I-2024 berada dalam rentang US$ 135–US$ 140 per ton. Sementara pada akhir tahun 2024 akan sedikit lebih tinggi, di kisaran US$ 140–US$ 150 per ton, seiring dimulainya siklus pemangkasan suku bunga oleh bank-bank sentral dunia.









