BMTH Jadi Jangkar Konektivitas Pariwisata RI
Investasi Infrastruktur dan SDM Kunci Indonesia Kuasai AI
Investasi pada pemerataan akses infrastruktur digital dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam penguasaan teknologi informatika dan komunikasi (TIK) diyakini menjadi kunci Indonesia agar bisa menguasai dan mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelegence/AI). Sebab, untuk di kasawan Asia Tenggara saja, Indonesia saat ini sudah tertinggal jauh dalam pengembangan AI dibandingkan negara Malaysia dan Vietnam. Indonesia perlu mempersiapkan infrastruktur digital yang lebih merata dan memadai yang ditopang dengan SDM yang andal, sehingga kehadiran AI tidak menjadi ancaman dan merugikan. Indonesiapun diharapkan bisa mengoptimalkan potensi untuk menciptakan lebih banyak manfaat AI di berbagai bidang kehidupan, menciptakan banyak pekerjaan dan mengekspor produk AI, serta tidak hanya menjadi pasar. Harapan lainnya, kehadiran AI tidak memangkas tenaga kerja di Indonesia. Meskipun, riset World Economic Forum menyebutkan bahwa 94 jutaan tenaga kerja di dunia akan terpangkas oleh AI. Namun kehadiran AI juga bisa menciptakan peluang 87 juta lapangan kerja baru. (Yetede)
11,7 Juta Penjahat Siber Incar Password Bisnis RI
Telah terjadi lebih dari 61 juta upaya serangan dari penjahat siber yang mengincar kata sandi dan kunci enskripsi (Bruteforce) pada kalangan bisnis/perusahaan di kawasan Asia Tenggara (Asean) pada 2023. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11,7 juta merupakan upaya yang menyasar kalangan pebisnis/perusahaan di Indonesia, atau terbanyak kedua setelah negara Vietnam. Kaspersky, perusahaan keamanan siber global asal Rusia, menyebutkan, pada periode Januari hingga Desember 2023, terdapat total 61.374.948 Bruteforce. Generic.RDP.* yang terdeteksi dan berhasil digagalkan oleh produk Karpersky B2B yang dipasang di perusahaan dengan berbagai ukuran di kawasan tersebut. Diihat dari sasaran negaranya, Vietnam, Indonesia, dan Tahiland mencatat jumlah serangan RDP tertinggi tahun lalu. Negara Vietnam mendapatkan 25,97 juta ancaman, Indonesia 11,7 juta, dan Thailand 10.21 juta ancaman Bruteforce pada kalangan bisnis/perusahaan. Sementara itu, Singapura memiliki lebih dari 6 juta insiden, Filipina hampir 5 juta, dan Malaysia terendah hampir 3 juta upaya Brutoforce. (Yetede)
Indonesia Alami Kemajuan Signifikan dalam Satu Dekade
Indonesia mengalami kemajuan signifikan di berbagai bidang pembangunan dalam satu dekade terakhir selama masa pemerintahan Presiden Jokowi. Sepanjang 2014 hingga 2023, pertumbuhan ekonomi meningkat dari 5,01% menjadi 5,05%, angka kemiskinan menurun dari 11,25% pada Maret 2014 menjadi 9,36 pada Maret 2023, lalu penyediaan lapangan kerja turut meningkat per tahun hampir tiga kali lipat dari 1,87 juta orang pada tahun 2015 menjadi 4,55 juta pada 2023. Begitu pula pemerataan pembangunan yang menunjukkan tren positif dengan penurunan rasio gini dari 0,406 pada Maret 2014 menjadi 0,38 pada Maret 2023, serta nilai tukar petani meningkat dari 102 pada 2014 menjadi 112,46 pada 2023. "Kita juga patut berbangga bahwa Indonesia berhasil mencapai katagori negara upper middle income pada 2019. Sedikit turun (saat terjadi pandemi Covid-19), kemudian naik kembali pada tahun 2020 kita mencapai US$ 4.095 per kapita (dan US$ 4.580 per kapita pada 2022)," ungkap dia. Selama 13 tahun terakhir, lanjut Suharso, Produk Domestik Bruto (PDB) Nominal Indonesia juga mengalami peningkatan hampir dua kali lipat dari US$ 0,75 triliun pada 2010 menjadi US$ 1,4 triliun pada 2023. (Yetede)
BBM Satu Harga Menjangkau 523 Lokasi 3T
Badan Pengaturan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkapkan Program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga telah menjangkau sebanyak 523 lokasi hingga kuartal I 2024. Program yang bergulir sejak 2017 ini telah tersebar di 512 lokasi hingga 2023. Pada tahun ini ditargetkan sebanyak 71 wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang menikmati BBM Satu Harga. Adapun sebesar 523 lokasi BBM Satu Harga itu yakni sebesar 83 lokasi di Sumatera, 111 lokasi di Kalimantan, 179 lokasi Maluku dan Papua, 94 lokasi di Nusa Tenggara dan Maluku, 51 lokasi di Sulawesi, 2 lokasi di Bali, serta 3 lokasi di Jawa dan Madura. Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman mengatakan pada tahun ini sebanyak 11 lokasi 3T telah menikmati program BBM Satu Harga. Artinya masih tersisa 60 lokasi lagi yang akan diselesaikan hingga akhir tahun ini sesuai dengan rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. "Kita fokus sesuai target RPJMN untuk 2024 ini 71 lokasi hingga total 583 lokasi selesai sejak 2017-2024," kata Saleh kepada Investor Daily. (Yetede)
Bagaimana Starlink Menguasai Menguasai Bisnis Internet Global
BERAWAL dari peluncuran 60 satelit pada 23 Mei 2019, Starlink terus mengembangkan jaringannya hingga kini mencapai 5.402 satelit. Anak usaha SpaceX milik Elon Musk ini diperkirakan bernilai sekitar US$ 150 miliar dan menjadi salah satu perusahaan swasta paling berharga di dunia. "Bisnis Starlink sedang naik. Per September 2023 dikabarkan ada 2 juta pengguna," kata Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi kepada Tempo, Senin, 6 Mei 2024.
SpaceX mulai mengembangkan Starlink pada 2015 dengan berfokus pada upaya memperpendek jarak antara satelit dan bumi. Pada Januari 2015, SpaceX memperkenalkan Starlink kepada publik bersamaan dengan pembukaan fasilitas pengembangan satelit SpaceX di Redmond, Washington. Dalam peluncuran perdana, SpaceX melepaskan satelit Internet Starlink menggunakan roket Falcon 9 dari Stasiun Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. SpaceX membutuhkan beberapa kali percobaan hingga akhirnya berhasil meluncurkan 60 satelit pertama. Proyek ini disebut-sebut menelan biaya US$ 10 miliar.
Perusahaan itu mengklaim entitasnya sebagai korporasi pertama yang memiliki konstelasi satelit orbit bumi rendah atau low earth orbit (LEO) untuk menyediakan akses Internet berkecepatan tinggi dan latensi rendah di seluruh dunia. Starlink memiliki konstelasi ribuan satelit yang mengorbit lebih dekat ke bumi, yakni pada jarak sekitar 550 kilometer. Sementara itu, satelit geostasioner biasanya berada pada jarak 35 ribu kilometer. Karena satelit Starlink berada di orbit rendah, latensi atau waktu perjalanan paket data bolak-balik dari perangkat pengguna ke satelit jauh lebih rendah, yaitu sekitar 25 milidetik. Sedangkan latensi satelit geostasioner sekitar 600 milidetik. (Yetede)
Sebab-Sebab Cuaca Panas Ekstrem Melanda Indonesia
MENDAPATI siklus hidup tanaman anggrek yang ia rawat di Kebun Raya Cibodas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tengah berubah, Destri kelimpungan. Tiba-tiba beberapa jenis tanaman anggrek tidak mau berbunga dan berbuah. Destri menduga perubahan itu terjadi lantaran kenaikan suhu udara yang memicu cuaca panas di wilayah Cibodas. Destri merupakan Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Lebih dari dua dekade, ia bertugas meneliti taksonomi pelbagai spesies anggrek di Kebun Raya Cibodas. Dalam kurun waktu itu, ia telah mengamati perubahan siklus hidup anggrek. “Beberapa tahun belakangan terjadi perubahan siklus bunga dan buah yang datang lebih cepat atau kadang sangat terlambat,” kata Destri pada Senin, 6 Mei 2024.
Menurut Destri, terjadi perubahan karena tanaman anggrek sangat bergantung pada siklus iklim. Misalnya, ketika musim hujan sedang berhenti, pertumbuhan bunga akan menjadi terlambat. Tidak hanya pada anggrek, pohon sakura juga bergantung pada siklus hujan. Pohon asal Jepang itu kini sedang meranggas karena musim kemarau tiba-tiba saja melanda. Semestinya pohon itu dipenuhi bunga merah muda pada medio Mei hingga Juli. “Dugaannya karena cuaca yang berubah-ubah.” Perubahan cuaca yang dirasakan Destri merupakan fenomena iklim yang semakin tak menentu di tanah Cibodas. Dalam satu waktu, cuaca dengan cepat berubah dari panas terik menjadi hujan atau sebaliknya. Musim juga berubah dengan cepat karena dampak El Nino dan La Nina. Dampak yang ia rasakan adalah peningkatan suhu yang biasanya 15 derajat Celsius menjadi 21 derajat Celsius pada saat subuh.
Peningkatan suhu ini belakangan secara intensif dipotret oleh BRIN. Peneliti dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Didi Satiadi, menyatakan beberapa negara di Asia Tenggara serta Asia Selatan tengah menghadapi peningkatan suhu udara. Ia lantas memampangkan peta citra satelit yang ditandai dengan perubahan warna gelap di India, Bangladesh, Thailand, Vietnam, Malaysia, Filipina, dan tak terkecuali Indonesia. “Suhu di Indonesia cenderung tinggi, tapi tak sepanas negara-negara lain,” ucap Didi. (Yetede)
Mengapa Penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah Salah Sasaran
Kisruh Pembatasan Barang Bawaan dari Luar Negeri
Pesta Berlalu, Ekonomi Butuh Bahan Bakar Baru
Sesuai perkiraan, Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi di level 5% pada kuartal I-2024. Ke depan, pemerintah perlu mewaspadai dan mengantisipasi sejumlah tantangan yang semakin kompleks dan berpotensi menahan laju ekonomi nasional hingga akhir 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin mengumumkan perekonomian Indonesia pada kuartal I 2024 tumbuh 5,11% year-on-year (yoy). Pertumbuhan ini meningkat dari kuartal IV 2023 sebesar 5,04%, juga lebih baik ketimbang kuartal I-2023 sebesar 5,04%.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, di tengah ketidakpastian global, ekonomi Indonesia dapat menunjukkan daya tahannya, terlihat dari pertumbuhan pada kuartal I-2024. Kualitas pertumbuhan juga meningkat, tecermin pada penciptaan lapangan kerja sehingga mampu menurunkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) ke level di bawah pra pandemi Covid-19. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengingatkan, pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi pada kuartal I-2024 belum tentu terulang di kuartal-kuartal selanjutnya.
Sebab, pada kuartal selanjutnya tidak ada momentum seperti Pemilu 2024 dan Ramadan. Momentum pemilu memang menyebabkan belanja pemerintah meningkat untuk menunjang pesta politik tersebut. Selama ini, pertumbuhan ekonomi masih ditopang konsumsi. Belanja pemerintah juga naik karena ada tunjangan hari raya (THR) Ramadan bagi ASN, TNI/Polri dan pensiunan, serta ada kenaikan gaji di awal 2024. Belanja pemerintah pada kuartal I -2024 naik 18% dibanding periode sama tahun lalu menjadi Rp 611,9 triliun.
"Belanja negara tumbuh 18%, tapi pendapatan turun 4,1% (menjadi Rp 620 triliun). Ini berarti kapasitas pemerintah untuk mendorong pertumbuhan lebih terbatas (ke depannya). Apalagi ada tren kenaikan harga minyak dan pelemahan rupiah," ungkap David, kemarin.
Di saat yang sama, harga bahan bakar minyak (BBM) berpeluang naik akibat konflik panas di Timur Tengah. "Tantangan lain adalah stabilitas rupiah, inflasi pangan di Juli-Agustus (faktor alam) dan Desember," tutur Eko. Belum lagi ada risiko gangguan rantai pasok akibat konflik di Timur Tengah.









