Geopark Ciletuh Run, Dimeriahkan Bazar UMKM dan Hiburan
Geopark Ciletuh Run 2024 akan dimeriahkan oleh Bazar UMKM dan hiburan. Hal itu disampaikan Bupati Kabupaten Sukabumi Marwan Hamami saat ditemui di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu 8 Mei 2024. “Pemda akan sediakan kulineran, hiburan. Terdapat sekitar 40 UMKM yang akan memeriahkan event ini,” kata dia. Geopark Ciletuh Run akan diselenggarakan pada Minggu, 12 Mei 2024. Kegiatan ini merupakan rangkaian atau series dari event sejenis yang akan diadakan di beberapa daerah di Indonesia yang memiliki geopark.
Nanti, event ini juga akan diselenggarakan di Rinjani dan Maros,” ujar Marwan. Kabupaten Sukabumi, lanjut dia, merupakan daerah pertama peyelenggaraan event yang akan dilaksanakan di Pantai Palangpang ini. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Jujun Juaeni mengatakan, dinas pariwisata mendukung kegiatan ini dengan mengadakan lomba masak untuk chef-chef lokal yang ada di Sukabumi. “Jurinya Master Chef Adit,” kata dia. Kegiatan yang diikuti sekitar 500 peserta ini akan berlangsung selama dua hari. Sabtu, 11 Mei 2024 akan ada pembukaan dan bazar yang kemudian dilanjutkan dengan hiburan hingga malam. Diketahui, selain bazar dan lomba masak tersedia pertunjukan pentas tari dan seni budaya, Festival agrokuliner, demo memasak, pameran UMKM, dan hiburan band. Terdapat juga bintang tamu special yaitu Conny Dio yang akan menambah suasana menjadi meriah.
Geopark Ciletuh Run 2024 merupakan event olahraga sport tourism yang menantang untuk para pelari yang gemar mencoba rute baru untuk mendapat sensasi berbeda. Terdapat gabungan rute datar serta tanjakan di tengah nuansa alam Kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp). Mengusung tema “Back to Nature”, Geopark Ciletuh Run 2024 memberikan pelari rasa sensasi berlari dengan suguhan pemandangan alam mulai dari Teluk Ciletuh yang berbentuk tapal kuda dan area mega amphiteater dengan lansekap pantai, sawah, hutan dan air terjun di tengah udara pantai yang segar. Event ini ini pun diharapkan menjadi event tahunan dan dapat meningkatkan kesadaran akan lingkungan yang berkelanjutan, dimana hal ini sejalan dengan tujuan pengelolaan geopark yaitu memuliakan bumi dan mensejahterakan masyarakat, yang akan mendongkrak sektor pariwisata Kabupaten Sukabumi menuju pariwisata berkelas dunia. “Saya berharap, di event mendatang akan datang para pelari dari luar Sukabumi yang mengikuti kegiatan ini,” ujar Jujun. (Yetede)
Emiten Indonesia Merajai Market Cap ASEAN
Pertumbuhan kapitalisasi pasar ( market capitalization ) emiten Tanah Air cukup pesat. Di bursa Asia Tenggara, ada tujuh emiten Indonesia yang memuncaki klasemen 10 besar berdasarkan nilai market cap. Total nilai market cap bursa saham Indonesia kini mencapai Rp 12.009 triliun. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi emiten paling bernilai di bursa saham Asia Tenggara dengan total market cap Rp 1.321 triliun atau setara US$ 82,5 miliar (kurs US$ 1=Rp 16.000). Sementara di tingkat Asia, BREN berada di posisi 50 emiten dengan market cap terbesar. Nilai market cap BREN berjarak lumayan jauh dari DBS Group Holdings, perusahaan yang tercatat di bursa Singapura dengan nilai US$ 75,32 miliar.
Lalu, Bank Central Asia Tbk (BBCA) berada di urutan ketiga dengan nilai market cap US$ 74,51 miliar. Di pasar lokal, peta market cap juga terus bergeser. Terutama, setelah saham-saham perbankan jumbo masih terkena tekanan jual. Per Selasa (7/5), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) merangsek ke posisi ketiga emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia, senilai Rp 709 triliun atau US$ 44,17 miliar. AMMN menggeser posisi Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang kini menduduki posisi keempat dengan market cap US$ 44,10 miliar.
Investment Consultant Reliance Sekuritas, Reza Priyambada mengatakan, rotasi di bursa saham akhir-akhir ini akbat strategi investor yang mencari peluang cuan dari sektor selain perbankan, terutama setelah kinerja emiten sektor perbankan cenderung melambat. Kondisi ini semakin diperburuk oleh kenaikan suku bunga acuan yang ditempuh Bank Indonesia (BI). Saham BREN juga melaju cukup kencang. Dua hari setelah suspensi dibuka, saham milik taipan Prajogo Pangestu ini sempat menyentuh level tertingginya sepanjang masa di posisi Rp 9.925 per saham.
Maximilianus Nico Demus,
Associate Director of Research and Investment
Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, secara fundamental pasar saham Indonesia masih kokoh. Hal ini ditopang oleh kinerja para emiten juga masih tumbuh positif. Senior Investment Information
Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta melihat, kendati saat ini investor asing cenderung melakukan aksi jual, masih ada peluang dana asing kembali berbalik masuk ke pasar Indonesia. Fundamental makroekonomi dalam negeri terbilang stabil dan mampu menarik investor asing untuk menempatkan dana di pasar modal Indonesia.
Belanja Negara Tambah, Penerimaan Keteteran
Pemerintah masih punya pekerjaan rumah untuk memacu pendapatan negara. Pasalnya, laju penerimaan negara tahun ini diperkirakan tidak akan lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun lalu. Dana Moneter Internasional (IMF), dalam laporan bertajuk Fiscal Monitor April 2024, memperkirakan rasio penerimaan negara terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2024 hanya berada di level 15,2%. Angka ini relatif tidak beranjak dari rasio penerimaan negara tahun lalu yang berada di level 15% PDB. Rasio penerimaan negara kita juga masih tertinggal dibandingkan negara tetangga. Misalnya rasio penerimaan negara Malaysia diproyeksikan 17,6% PDB dan Thailand setara 20,1% PDB. Proyeksi IMF soal penerimaan negara tahun ini masih masuk akal. Pasalnya, hingga kuartal I-2024 penerimaan negara khususnya dari pos pajak masih seret. Sepanjang Januari - Maret 2024, realisasi penerimaan pajak Rp 393,9 triliun, turun 8,8% dari periode sama tahun lalu Rp 431,9 triliun.
Sebaliknya, belanja negara telah mencapai Rp 611,9 triliun atau meningkat 18% dari periode sama tahun lalu. Jika kondisi tersebut tidak diantisipasi, maka risiko pelebaran defisit anggaran akan semakin terbuka lebar.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Encep Dudi Ginanjar tak menampik perlambatan penerimaan bea masuk dan cukai yang mempengaruhi pencapaian target penerimaan tahun ini. Kendati begitu, pihaknya terus memacu kinerja fasilitas industri dan pengawasan untuk menjamin stabilitas ekonomi.
Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet sependapat dengan proyeksi IMF. Menurut dia, sekitar 80% sumber penerimaan negara saat ini banyak disumbangkan oleh setoran pajak.
Menjaga Konsumsi Rumah Tangga
Setelah perhelatan Pemilu 2024 dan Ramadan usai, daya beli masyarakat berpotensi menurun pada kuartal II 2024. Hal tersebut tentunya akan mempengaruhi laju pertumbuhan konsumsi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Peneliti Ekonomi Makro dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Riza Annisa Pujarama menilai, pada kuartal II-2024 kemungkinan konsumsi rumah tangga menurun, karena masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan. Tantangan itu di antaranya dampak inflasi yang tinggi akibat kenaikan harga masih terasa, sebab meningkatnya harga kebutuhan pokok tidak diimbangi kenaikan pendapatan.
Kemudian, pada kuartal II 2024 masyarakat yang mempunyai anak sekolah akan dihadapkan pada pembayaran tahun ajaran baru. Sehingga pada Hari Raya Idul Adha, Riza memperkirakan masyarakat akan lebih menahan konsumsinya.
Maka dari itu, Riza mengingatkan, agar konsumsi masyarakat tidak semakin tergerus, pemerintah harus mewaspadai berbagai aspek, seperti mengantisipasi kembali meningkatnya harga beras dan pangan ke depan. Misalnya dengan mengambil langkah cepat mengatasi perubahan iklim agar tidak terjadi kekeringan seperti sebelumnya.
Peneliti Pusat Industri Perdagangan dan Investasi Indef Ahmad Heri Firdaus menyampaikan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga seharusnya bisa ditingkatkan lagi hingga di atas pertumbuhan ekonomi yang sebesar 5,11% pada kuartal I-2024.
Memburu Lagi Saham Yang Dilego Asing
Arus dana keluar (capital outflow) yang masih mengalir deras di pasar saham menahan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG melemah sebesar 0,17% ke posisi 7.123,61 pada perdagangan kemarin, Selasa (7/5). Dalam waktu yang sama, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) Rp 715,64 miliar. Aksi ini kian memangkas posisi net buy yang secara year to date tinggal Rp 2,59 trilun. Hal ini sejalan dengan kinerja IHSG yang di akhir perdagangan bulan Maret masih mengakumulasi penguatan 0,22%. Sedangkan saat ini IHSG anjlok 2,05% sejak awal tahun. Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya menyoroti faktor penting yang mempengaruhi investor menarik atau mengalirkan dana ke pasar saham adalah arah suku bunga acuan bank sentral.
Research Associate
Panin Sekuritas, Sarkia Adelia Lukman menambahkan, pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp 16.000 per dolar Amerika Serikat (AS) juga menjadi katalis penting. Kondisi ini mendorong Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 6,25%. Head Customer Literation and Education
Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi menyatakan, kondisi
higher for longer
dari sikap bank sentral terkait dengan suku bunga menjadi katalis di bursa saham. Situasi ini menyebabkan peralihan aset ke instrumen yang memberikan
return
lebih tinggi dan risiko rendah.
Head of Investment Information
Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina punya pandangan serupa. Menurut Martha, posisi
net sell
investor asing terhadap sejumlah saham
big caps
bukan sekadar aksi
profit taking.
Analis Stocknow.id Sinta Dwi Untari memprediksikan, para investor pemilik modal besar berpotensi masuk kembali ke pasar saham saat ada sinyal
dovish
dari bank sentral, khususnya dari Federal Reserve (The Fed).
Berkah dari Lebaran dan Long Weekend
Kinerja emiten jalan tol di kuartal I 2024 beragam. Seperti biasa, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) masih menjadi jawara di sektor infrastruktur ini. Nixon Sitorus, Corporate Secretary & Chief Administration Officer Jasa Marga menjelaskan, konsolidasi kembali atas tiga ruas jalan tol Trans Jawa di Juli 2023 mempengaruhi pencapaian kinerja JSMR di kuartal I-2024. Yakni PT Jasamarga Semarang Batang, PT Jasamarga Solo Ngawi dan PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri. Sementara PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) mencatat penurunan pendapatan di perode tersebut. Namun bisa membalikkan rugi menjadi keuntungan di kuartal I-2024.
Head of Corporate Communication & CSR
META, Indah DP Pertiwi mengatakan, rugi bersih di kuartal I 2023 disebabkan beban bunga terkait pinjaman untuk investasi pembelian saham PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC).
Sedangkan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatat, pendapatan dari Badan Pengatur Jalan Tol menyumbang Rp 72,40 miliar di kuartal I 2024, anjlok 72,18% dari Rp 260,27 miliar di periode sama tahun lalu. Sedangkan PT PP mengakumulasi pendapatan tol sebesar Rp 16,13 miliar di kuartal I 2024.
Research Analyst
Reliance Sekuritas Ayu Dian melihat, kinerja JSMR sudah sesuai dengan perkiraan pasar. Maka
Equity Analyst
Kanaka Hita Solvera, Andhika Cipta Labora melihat kinerja emiten jalan tol di kuartal berikutnya masih akan terkerek naik. Ini karena sentimen arus mudik dan arus balik di awal periode ini. Selain itu, adanya dua kali
long weekend
di Mei dan satu kali di Juni masih akan menopang kinerja mereka di kuartal II 2024.
Research Analyst
Phintraco Sekuritas, Aditya Prayoga juga melihat JSMR masih sebagai jawara di sektor ini. Terlebih emiten ini masih terus melakukan aksi korporasi seperti divestasi terhadap pengelolaan jalan tol.
INDY Akan Menebar Dividen US$ 30 Juta
Kendati laba bersih merosot, PT Indika Energy Tbk (INDY) masih akan membagikan dividen tunai kepada para pemegang sahamnya. Jumlah dividen yang akan dibagikan INDY senilai US$ 30 juta atau setara dengan US$ 0,0058 per saham.
Direktur Utama Indika Energy, Arsjad Rasjid menjelaskan, jadwal
recording date
dividen berlangsung pada 22 Mei 2024, dengan tanggal pembayaran atau pendistribusian dividen final tunai pada 5 Juni 2024 mendatang. Sebagai gambaran, jika dikonversi memakai asumsi kurs saat ini, total dividen yang dialokasikan INDY tersebut setara dengan Rp 480,73 miliar.
Keuntungan INDY menyusut 73,56% dibandingkan laba bersih sebesar US$ 452,67 juta pada tahun 2022. Penurunan
bottom line
tersebut sejalan dengan pelemahan dari sisi
top line
INDY. Pendapatan INDY turun 30,25% secara tahunan dari US$ 4,33 miliar menjadi US$ 3,02 miliar pada tahun 2023. Penurunan pendapatan tersebut antara lain akibat penurunan rata-rata harga jual batubara anak usaha INDY, PT Kideco Jaya Agung, pada tahun 2023 menjadi
Arsjad mengatakan, saat ini INDY akan fokus mengakselerasi pengembangan di bisnis non-batubara. Termasuk mineral, pembangkit listrik tenaga surya, kendaraan listrik, dan solusi berbasis alam.
sebesar US$ 72,9 per ton. Nilai tersebut merosot dibandingkan dengan US$ 86,6 per ton pada tahun sebelumnya.
LPPF Tertekan Persaingan Sengit
PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) membukukan kinerja positif di awal tahun ini. Pada kuartal I, LPFF membukukan laba bersih Rp 326 miliar atau naik 221,9% secara tahunan. Namun pertumbuhan rata-rata penjualan di tiap toko alias same-store sales growth (SSSG) pada periode promosi Lebaran tergelincir 2,4% yoy. Mengingat, tingkat okupansi mall masih belum pulih seperti sebelum pandemi. Di samping persaingan di sektor ritel yang semakin ketat. LPPF berencana menutup 10 toko berkinerja buruk untuk mendorong kinerja tahun ini. LPPF juga mengubah strategi, dengan lebih fokus pada pengembangan merek yang bertujuan untuk ekspansi margin dengan mengarah ke kelompok masyarakat berpenghasilan lebih tinggi.
Equity Research Analyst Ciptadana Sekuritas Alif Ihsanario memprediksi kinerja LPFF akan cenderung menurun di tahun ini karena telah berakhirnya hari raya besar seperti Idul Fitri. Sehingga minat konsumen untuk berbelanja kembali landai. Margin kotor sedikit tertekan di kuartal I-2024, karena penumpukan persediaan sebelum Lebaran. “Tapi kami perkirakan pada kuartal II-2024, LPFF akan menikmati sebagian dari penjualan Lebaran karena pencairan THR masih berlangsung di awal April 2024, meski lebih rendah dari kuartal I-2024,” kata Alif dalam riset 3 Mei 2024. Demi menjaga margin, LPPF akan menerapkan arus persediaan yang efisien dalam jangka waktu yang lebih ketat, menegosiasikan kembali biaya sewa dan mengoptimalkan perencanaan tenaga kerja.
Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Willy Goutama juga melihat kinerja LPPF di tahun ini akan cenderung tertekan karena persaingan kian ketat.Bisnis konsinyasi LPPF yang mencapai 70% dari penjualan membuatnya sulit untuk mengikuti tren fesyen yang bergerak cepat.
Barang dagangan LPPF tidak memiliki nilai yang sepadan dengan harganya. Hal ini memperlambat lintasan dan pemulihan SSSG LPPF. Untuk itu, Willy merekomendasikan sell untuk LPFF, dengan target harga Rp 1.500 per saham. Sementara Alif masih merekomendasikan buy untuk LPPF, dengan target harga yang sudah dipangkas menjadi Rp 2.160 per saham.
Sementara itu, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, secara kinerja penjualan LPPF ke depannya, akan ada perlambatan mengingat momen hari besar sudah lewat. "Sehingga konsumsi masyarakat akan kembali normal kembali," ujarnya kemarin.
Beban Membengkak, Laba Bank Mini Tak Beranjak
Sejumlah bank dalam kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 1 dan KBMI 2 telah merilis laporan kinerja kuartal I-2024. Hasilnya, laba sejumlah bank bermodal mini anjlok. Salah satunya PT Bank JTrust Indonesia Tbk. Pada kuartal I-2024, Bank J Trust hanya meraup laba bersih sebesar Rp 37,84 miliar, turun 39% secara tahunan. Padahal, penyaluran kredit JTrust di sepanjang Januari-Maret 2024 mencapai Rp 26,10 triliun, naik 30,15% secara tahunan. Dana pihak ketiga (DPK) bank asal Jepang ini juga tumbuh 31,70% secara tahunan jadi Rp 33,53 triliun. Cuma, beban bunga bank ini membengkak 45,53% secara tahunan jadi Rp 527,27 miliar di periode tersebut. "Turunnya laba disebabkan naiknya cost of fund untuk mendukung pertumbuhan kredit tahun 2023," kata Widjaja Hendra, Direktur Bisnis Bank JTrust, kepada KONTAN, Selasa (7/5). Senasib, bank milik Grup Salim, PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), juga mencatat penurunan laba bersih 44% di kuartal I-2024 jadi Rp 32,81 miliar. Maklum, beban operasional Bank Ina di kuartal I-2024 naik 32,35% secara tahunan jadi Rp 143,02 miliar.
Padahal, penyaluran kredit Bank Ina di periode tersebut mencapai Rp 12,42 triliun, tumbuh 12,15% secara tahunan. DPK bank milik taipan Anthoni Salim ini juga tumbuh 31,01% secara tahunan ke Rp 22,60 triliun di kuartal I-2024.
Salah satu pemicu tergerusnya laba bersih BJB karena membengkaknya beban bunga 28,7% secara tahunan jadi Rp 2,22 triliun. Seiring itu, pendapatan bunga bersih BJB merosot 4,6% secara tahunan ke posisi Rp 1,62 triliun. Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi mengatakan, tren suku bunga tinggi menjadi tantangan bagi industri perbankan dalam memupuk laba. Kondisi ini, kata dia, masih akan berlangsung sepanjang tahun ini.
Startup Runchise Raih Pendanaan Modal Ventura
Perusahaan modal ventura East Ventures dan Genesia Ventures memimpin pendanaan baru untuk perusahaan rintisan atau
startup
manajemen restoran dan waralaba kuliner yang berbasis di Indonesia, yakni Runchise. Nilai pendanaan yang diberikan kedua perusahaan modal ventura ini kepada Runchise mencapai US$ 1 juta.
Melisa Irene,
Partner
East Ventures, mengatakan, pendanaan yang diberikan untuk Runchise dipercaya bisa menjadikan
startup
tersebut memainkan peran penting dalam mendorong digitalisasi ekosistem
food & beverage
(F&B) di Indonesia. "Kami senang berinvestasi lagi di Runchise, dengan peluang besar di industri F&B," kata Melisa dalam keterangannya, Selasa (7/5).
Sebagai informasi, Runchise didirikan pada tahun 2022 oleh Daniel Winoto selaku
Co-Founder
dan
Chief Executive Officer
serta Ivana Widjaja sebagai
Co-Founder
dan
Chief Operation Officer. Runchise telah membantu ratusan
brand
dalam meningkatkan dan menyederhanakan proses bisnis kuliner, terutama dalam memperluas wilayah operasionalnya. Pendanaan baru akan digunakan Runchise untuk untuk memperluas jangkauan pasar perusahaan.









