Kerek Tax Ratio, Kemkeu Meminta Asistensi ke IMF
Penumpang Whoosh Naik 30% saat Long Weekend
Konflik dan Cuaca, Momok Emiten Sawit
Kinerja sejumlah emiten minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) masih mampu mencatatkan hasil positif pada kuartal I-2024. Meski ada emiten yang mencatatkan penurunan pendapatan di periode tersebut.Misalnya PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) mencatatkan pendapatan Rp 879,46 miliar di kuartal I 2024. Pencapaian ini turun 2,73% secara tahunan alias year on year (yoy). Namun laba bersih LSIP melesat 141% yoy menjadi Rp 269 miliar di kuartal I-2024. Sedangkan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatatkan kenaikan laba bersih 2,59% menjadi Rp 230,5 miliar di periode Januari-Maret 2024. Ini berkat kenaikan pendapatan bersih ALLI sebesar 0,8% menjadi Rp 4,79 triliun di kuartal I-2024.
Fenny Sofyan, Vice President Investor Relation & Public Affairs AALI memaparkan, hasil tersebut disebabkan kenaikan penjualan CPO dan turunannya sebesar 3,9% yoy. Analis Phillip Sekuritas, Marvin Lievincent melihat, kinerja keuangan mayoritas emiten CPO di kuartal I 2024 tercatat lebih baik dari periode serupa tahun lalu. Namun, ketidakstabilan akibat konflik geopolitik di Timur Tengah masih menekan harga saham emiten CPO. Equity Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rizkia Darmawan melihat kinerja emiten CPO di kuartal I-2024 masih dipengaruhi el nino pada akhir 2023. Untungnya, sejumlah emiten memiliki tanaman sawit di usia prima. Alhasil, produksi tanaman sawit mereka lebih tinggi dibandingkan emiten lainnya. Sedangkan transisi cuaca dari El Nino ke La Nina ia nilai bisa mengganggu produksi tanaman. Namun, di sisi lain, harga pupuk di tahun ini masih bisa lebih rendah, sehingga bisa mengurangi biaya operasional para emiten.
Berkah Bisnis Pengelolaan Limbah
Pengelolaan limbah menjadi unsur penting untuk mencapai pertumbuhan industri yang berkelanjutan. Apalagi di tengah tuntutan terhadap pemenuhan aspek environmental, social & governance (ESG) dalam bisnis perusahaan. PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) menjaring peluang dari meningkatnya kebutuhan akan pengelolaan limbah. Berdiri pada 23 September 2004, MHKI bergerak di bidang pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) maupun non-B3. Operasional bisnis MHKI terintegrasi ke dalam beberapa kegiatan. Di antaranya adalah usaha pengangkutan, pengumpulan, pengolahan serta pemanfaatan limbah B3 dan non-B3, yang telah mendapatkan izin resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Alwi, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Multi Hanna Kreasindo mengatakan, prospek pertumbuhan bisnis pengolahan limbah di Indonesia masih sangat besar. Kondisi ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas industri yang akan mendongkrak produksi limbah B3 maupun non-B3. Jasa pengelolaan limbah menjadi segmen bisnis utama MHKI dengan kontribusi sekitar 65% terhadap kinerja keuangan. MHKI berhasil menggandeng sejumlah perusahaan besar sebagai klien, seperti Pertamina, Astra, PLN TJB, YKK, Smart dan Panasonic. Dalam menopang operasional bisnisnya, saat ini MHKI memiliki satu pabrik pengolahan di Kota Bekasi. Untuk menangkap peluang bisnis yang terus berkembang, MHKI pun menggelar ekspansi dengan membangun pabrik baru di Lamongan, Jawa Timur. Dalam ekspansi tersebut, MHKI telah mengakuisisi lahan seluas 3,7 hektare.
MHKI menargetkan pabrik baru di Lamongan ini dapat beroperasi pada awal tahun 2025 sebagai unit pengumpul limbah, dan akan berproses setiap tahun dengan memiliki unit pengolahan dan pemanfaatan limbah. Langkah ini diharapkan bisa memperluas jangkauan bisnis MHKI dari yang saat ini masih bertumpu di Pulau Jawa. Untuk memenuhi kebutuhan investasi dalam rencana ekspansinya, MHKI telah menghimpun dana lewat initial public offering (IPO). Dengan melepas sebanyak 750 juta saham atau setara 20% dari modal ditepatkan dan disetor penuh, MHKI berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp 120 miliar.Pada tahun 2024, MHKI menargetkan pertumbuhan pendapatan di level 15% hingga 20% secara tahunan. Seiring kenaikan pendapatan, Alwi optimistis laba bersih MHKI juga akan bertumbuh
Unitlink Saham Dolar Mekar
Produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (Paydi) alias unitlink saham berbasis dolar Amerika Serikat (AS) mencatat kinerja positif per April 2024. Infovesta Utama mencatat, sejumlah unitlink berbasis dolar AS mencetak return dua digit. Contohnya unitlink besutan Prudential Life Assurance, yakni PRULink US Dolar Global Technology Equity Fund. Unitlink ini mencetak return 17,29% sejak awal tahun ini. Unitlink saham berbasis dolar AS milik Allianz Life, yakni Smartwealth Dollar Equity World Opportunities Funds US$, juga mencetak return dua digit di level 11,21% secara year to date. Sedangkan unitlink lainnya masing-masing membukukan imbal hasil satu digit.
Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani bilang, kenaikan kinerja unitlink saham berbasis dolar AS ditopang menguatnya pasar saham negeri Paman Sam sejak awal tahun. Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen menyebut, di Prudential, PRULink US Dolar Global Technology Equity Fund mencetak imbal hasil tertinggi dibanding produk sejenis lainnya. "Ini ditopang naiknya saham sektor teknologi global selama Januari hingga April 2024," ujarnya, Kamis (9/5). Karin optimistis, PRULink US Dolar Global Technology Equity Fund masih berpotensi mencatat kinerja positif. Ini seiring potensi kenaikan saham-saham teknologi global. Plt Direktur Utama BNI Life Insurance Eben Eser Nainggolan menyatakan, suku bunga tinggi akan berangsur turun di 2024.
Pelaksanaan Kewajiban Spin Off UUS Berjalan Lamban
AS Akan Kerek Tarif Mobil Listrik China
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan membuat kebijakan baru terkait pengenaan tarif atau bea masuk dan pungutan terhadap produk-produk China. Menurut pemberitaan Bloomberg, Jumat (10/5), pengenaan tarif baru akan difokuskan pada sektor-sektor strategis. Sektor strategis tersebut antara lain kendaraan listrik, baterai dan peralatan pembangkit listrik tenaga surya. Kebijakan baru tersebut dikabarkan akan diumumkan Biden pada 14 Mei mendatang. Keputusan ini merupakan hasil dari peninjauan kembali atas aturan tarif dalam seksi 301, yang pertama kali diberlakukan di era pemerintahan Donald Trump. Pengumuman kebijakan tarif baru ini bisa saja tertunda. Tapi yang pasti, keputusan ini bakal jadi salah satu langkah terbesar Biden dalam persaingan ekonomi antara AS dan China.
Strategi Presiden China Xi Jinping meningkatkan manufaktur untuk menahan perlambatan ekonomi di dalam negeri telah memicu kekhawatiran di luar negeri. Para pemimpin AS dan Uni Eropa telah memperingatkan China bahwa subsidi negara yang berlebihan telah memicu membanjirnya produk ekspor murah China yang mengancam lapangan kerja di masing-masing negara. Peninjauan ulang aturan tarif ini sudah dimulai sejak 2022. Penjabat Kantor Perwakilan Dagang AS Katrine Tai mengatakan, pemerintah AS berupaya membuat tarif yang lebih strategis dan efektif. Biden pada Maret lalu telah mengusulkan tarif baru sebesar 25% pada produk baja dan aluminium China, yang merupakan bagian dari serangkaian langkah untuk menopang sektor baja Amerika. Langkah ini sekaligus upaya mengambil hati para pekerja sektor ini untuk mendukung Biden pada pemilu AS.
PDB Jepang Akan Kontraksi
CGAS Bidik Peningkatan Penjualan Hingga 30%
Penyelundupan Ekstasi dari Belanda Muncul Kembali
Upaya penyelundupan ekstasi dari Belanda ke Indonesia muncul kembali. Sebanyak 20.272 butir pil ekstasi seberat 10 kg dari Belanda dan Belgia diselundupkan dengan cara dikemas dalam paket yang dikirim ke beberapa daerah di Indonesia menggunakan layanan pos. Penyelundupan ini perlu menjadi kewaspadaan semua pihak mengingat regulasi penggunaan narkotika di Belanda tak seketat di dalam negeri sehingga rawan dimanfaatkan jaringan narkoba internasional. Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Kombes Arie Ardian Rishadi dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (8/5) mengungkap bahwa ekstasi itu diselundupkan dalam dua paket yang masing-masing dikirim dari Belanda dan Belgia.
Paket pertama berisi 18.259 butir pil ekstasi yang dikirim dari Belgia dan dapat diungkap setelah paket itu tiba di Kantor Pos Pasar Baru, Jakarta, pada 5 April 2024. Dalam pengirimannya, paket itu diberitahukan sebagai suku cadang khusus untuk kendaraan. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan pada paket tersebut, ditemukan enam bungkus plastik bening yang berisi 18.259 butir pil ekstasi seberat 9,6 kg. Pada paket kedua, tim penyidik Polri menemukan paket itu dikirim dari Belanda yang tiba di Kantor Pos Pasar Baru pada 22 April 2024. Paket tersebut dibungkus seperti kado dan dideklarasikan sebagai majalah. Namun, setelah diperiksa, paket tersebut berisi 2.013 butir ekstasi seberat 1,06 kg.
Hingga 2015, penyelundupan ekstasi dari Belanda menjadi momok bagi Indonesia. Seperti pengungkapan peredaran 50.000 butir ekstasi dari Belanda hasil pengembangan kasus peredaran narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan yang dikendalikan Freddy Budiman, terpidana hukuman mati yang telah dieksekusi (Kompas, 15/4/2015). ”Modusnya sama, yaitu false declaration. Jadi, men-declare tidak dalam keadaan sebenarnya. Mereka (pengirim) menyatakan bahwa barang itu adalah spare-part (suku cadang) kendaraan, tetapi di dalamnya adalah ekstasi,” kata Arie. (Yoga)









