ANCAMAN PIDANA JURU PARKIR : Polisi Beri Penjelasan
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Latif Usman mengatakan hukuman pidana bisa diterapkan kepada juru parkir liar apabila telah melakukan pemaksaan atau pemalakan. “Iya pasti [ada hukumnya], apalagi sudah melakukan pemaksaan, melakukan pemalakan. Itu sudah ranah pidana,” ujar Latif kepada wartawan, Kamis (9/5). Latif menegaskan polisi siap membantu Dinas Perhubungan DKI Jakarta dalam menertibkan parkir liar tersebut melalui giat patroli. Masyarakat juga diminta untuk turut serta dalam penertiban parkir liar ini.
Sebelumnya, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufi k Zoelkifl i mengatakan parkir liar umumnya muncul di sekitar tempat wisata cenderung dimanfaatkan oleh segelintir oknum dan meresahkan masyarakat. “Harus segera ditertibkan yang kayak begitu,” tuturnya.
MODA TRANSPORTASI : Generasi Baru KA Inka
PT Inka (Persero) telah selesai mengirimkan 11 trainset generasi baru kepada pemesannya, yakni PT Kereta Api Indonesia. Banyak keunggulan dibandingkan dengan kereta generasi sebelumnya. Dilansir dari Bisnisindonesia.id, kereta new generation buatan PT Inka (Persero) tersebut memiliki kelebihan yang signifi kan jika dibandingkan dengan kereta generasi sebelumnya. Salah satu contohnya adalah kereta kelas ekonomi yang telah digunakan pada rangkaian KA Majapahit. Kereta dengan relasi Stasiun Pasar Senen—Malang (pulang pergi) ini resmi dioperasikan mulai Senin (25/3). Stamformasi (susunan rangkaian) kereta ini menggunakan kereta jenis K3 (Ekonomi) dengan badan kereta stainless steel, yang mencakup 8 kereta kelas ekonomi, 1 kereta makan, dan 1 kereta pembangkit.
Kapasitas gerbong yang dulunya mencapai 106 kursi dengan formasi 3—2 serta sandaran tegak lurus dan saling berhadapan, kini bertransformasi menjadi 72 kursi tunggal yang ergonomis dengan formasi 2-2, yang tentunya jauh lebih leluasa dan nyaman bagi penumpang ekonomi.
Selain itu, ada fitur estimated time of arrival (ETA), informasi stasiun tujuan terakhir, stasiun saat ini dan stasiun yang akan dilalui, informasi status pintu terbuka / tertutup, status isi/kosong toilet, suhu ruangan, baris tempat duduk, serta nama dan nomor handphone petugas.
Kereta new generation dari Inka juga dilengkapi corrugated bellow pada sambungan antarkereta. Dengan demikian, kebisingan pada kereta dapat diredam lebih baik.
STRATEGI INVESTASI : Kiat Beli Emas Batangan
Emas batangan bisa menjadi salah satu pilihan untuk investasi jangka panjang. Kadar emasnya yang tinggi membuat nilai emas batangan cenderung naik, terutama disimpan dalam jangka waktu yang lama. Lalu, apa yang harus diperhatikan saat membeli emas batangan untuk investasi?Dilansir dari Dataindonesia.id, berikut cara memilih emas batangan untuk investasi. Pertama, Tetapkan tujuan investasi, apakah dana tersebut akan dipakai dalam jangka waktu dekat atau 1—2 tahun, atau jangka menengah dan panjang lebih dari 3 tahun. Kedua, tentukan ukuran emas yang akan dibeli. Ketiga, pertimbangkan ketersediaan dan Keempat, cek tingkat kemurnian emas dengan kandungan 24 karat, 18 karat, dan 12 karat.
Kelima, pertimbangkan tempat penyimpanan. Jika ingin menyimpan di rumah, kotak brankas dapat menjadi pilihan untuk penyimpanan. Namun, jika ingin menyimpan di lembaga keuangan, maka layanan Safe Deposite Box dengan biaya tahunan yang sudah ditentukan juga dapat dipertimbangkan. Keenam, tempat tepercaya. Beli lah emas di tempat tepercaya agar terhindar dari investasi bodong atau barang yang palsu. Cek kredibilitas tempat penjualan emas batangan di lembaga resmi atau lembaga keuangan yang diawasi OJK.
Teriakan Berisik Berisi dari Balikpapan
Musisi di Kota Balikpapan mengabadikan situasi tempat tinggalnya melalui musik dengan lirik kritis. Mereka menunjukkan cinta pada kotanya dengan cara unik. ”Kita pernah melukis cinta di langit Tetapi asap pabrik naik ke atas lalu menghapusnya”. Orang kota, termasuk para seniman, menunjukkan kepedulian dan keberpihakan pada lingkungan dengan beragam cara. Di Kota Balikpapan, Kaltim, puisi karya Samsir Marangga di atas menjadi pembuka lagu grup music Monkey Mangkir, ”Hantam”. Setelah puisi, mereka memadukan kibor dan distorsi mengiringi lirik-lirik kritis, menggambarkan ketimpangan dan masalah di sekitar Balikpapan. La Dores (30), gitaris dan vokalis Monkey Mangkir, bercerita, penggalan puisi tersebut merupakan respons bandnya terhadap sebuah peristiwa tragis di sebuah kampung di Kaltim: seorang buruh pabrik sawit dalam peristiwa itu meninggal di tempat kerjanya. Dores bercerita, grup musiknya melihat ada cita-cita dan cinta buruh pabrik yang kandas akibat eksploitasi perusahaan sawit.
Setelah puisi dan musik mengalun, lirik-lirik yang menggambarkan ironi kondisi lingkungan di Kaltim dinyanyikan. Mereka menyoroti debu tambang batubara yang mengganggu pernapasan warga, banjir penuh lumpur, hingga menyitir problem pengangguran. ”Kami semakin makmur/makan debu dan lumpur//Di tanah kami yang subur/kami menganggur”. Dores mengatakan, lirik-lirik itu secara sadar mereka tulis untuk mendokumentasikan lingkungan tempat tinggal mereka. Hujan, misalnya, oleh sejumlah orang kerap diasosiasikan dengan sesuatu yang romantis dan keindahan. ”Tetapi, hujan di Samarinda, misalnya, tidak indah karena banjir. Motivasi kami menulis lirik begitu cuma mau jujur,” kata Dores, Minggu (5/5), di Balikpapan. Bagi Monkey Mangkir, musik adalah alat komunikasi sekaligus dokumentasi tempat tinggal mereka.
Musik menjadi medium menyuarakan keresahan dan persoalan supaya didengar semakin banyak orang. Mereka menyoroti bagaimana eksploitasi sumber daya alam di Kaltim yang membebani hidup warga di sekitarnya. Sorotan itu sangat terlihat dalam lirik: ”Hutan ditebang, tanah dilubang, kami terbuang di lubang tambang”. Suara serak, teriakan, kebisingan, dan distorsi yang mereka rekam adalah suara-suara dari bawah yang memberi perspektif lain tentang tempat tinggalnya. Mereka mewartakan kegelisahan-kegelisahan yang tak terliput. Mereka memberi kritik yang dinyanyikan sejumlah pendengar musiknya dan berharap memantik perubahan. Lewat musik, kritik yang alpa tersampaikan terus diapungkan ke udara di Balikpapan. Berharap semuanya menjadi harmoni untuk masa depan kota yang lebih baik. (Yoga)
Seberapa Kuat Oposisi Tak Tergiur Jatah di Kabinet Prabowo
Tawaran jatah tiga kursi menteri di kabinet Prabowo untuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dianggap tidak akan meluluhkan hati Megawati Soekarnoputri. Direktur Eksekutif Trias Politika Agung Baskoro menyatakan yakin Ketua Umum PDIP itu tidak akan merapat ke pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
“Kecuali ketika PDIP masuk, ada partai yang keluar. Itu lain cerita. Kalau mesti menampung semua partai dan PDIP masuk, akhirnya itu tidak akan menarik bagi PDIP karena dianggap hanya menjadi partai pelengkap,” kata Agung saat dihubungi Tempo pada Rabu, 8 Mei 2024. Menurut dia, praktik politik dagang sapi dalam kabinet Prabowo-Gibran membuat jatah menteri tidak akan cukup bagi PDIP. Tawaran kursi tiga menteri tidak akan menarik perhatian PDIP karena saat ini PDIP memiliki delapan menteri di kabinet Joko Widodo.
Dengan begitu, kata Agung, opsi sikap beroposisi menjadi pilihan yang paling mungkin ditempuh oleh PDIP. Menurut Agung, PDIP akan menerima konsekuensi elektoral atau perolehan jumlah suara apabila memilih bergabung ke kubu Prabowo-Gibran. “PDIP tidak mendapat insentif elektoral jika bergabung,” ujar Agung. “Malah yang ada disinsentif elektoral karena basis massa mereka akan sangat kecewa.”
Kubu Prabowo-Gibran setelah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai presiden dan wakil terpilih kini bersiap dengan transisi pemerintah. Mereka juga tengah menggodok komposisi dan formasi kabinet. Prabowo dalam berbagai kesempatan kerap melontarkan pernyataan merangkul semua kalangan dalam pemerintahan mendatang. Prabowo juga berencana membentuk presidential club dari para mantan presiden untuk membahas masalah negara. (Yetede)
Melihat Kembali Hubungan Sipil-Militer
HUBUNGAN sipil-militer menjadi salah satu topik penting dalam studi mengenai militer dan politik, terutama di Indonesia. Masa Orde Baru menjadi milestone penting dalam melihat kondisi hubungan tersebut. Selain karena militer menjadi penopang otoritarianisme rezim, dampak hubungan sipil-militer yang tidak ideal saat itu mengakibatkan militer (ABRI) bertransformasi dari alat negara menjadi alat kekuasaan politik.
Penyelenggaraan hubungan sipil-militer yang ideal belakangan ini kian relevan untuk dibicarakan. Urgensinya bukan hanya untuk keperluan reformasi TNI, tapi juga secara garis besar akan bermanfaat bagi penguatan iklim demokrasi. Topik ini pun menjadi penting karena belakangan muncul rencana perluasan penempatan anggota militer pada jabatan sipil melalui penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Manajemen Aparatur Sipil Negara (RPP Manajemen ASN). Kemudian, beberapa waktu lalu, media sosial diramaikan oleh potongan video kekerasan di Papua yang melibatkan anggota militer.
Urgensi untuk menyoroti kembali hubungan sipil-militer ini berangkat dari pandangan Michael C. Desch (2002). Ia menjelaskan bahwa kebanyakan orang berpikir hubungan sipil-militer terbatas dalam aspek peristiwa kudeta semata. Maksudnya, jika terdapat kudeta kekuasaan oleh militer, hubungan sipil-militer buruk. Sebaliknya, jika tidak ada kudeta, hubungan sipil-militer baik. Namun, menurut Desch, sebuah negara justru dapat memiliki hubungan sipil-militer yang buruk tanpa adanya ancaman kudeta. Begitu pun menurut Samuel Huntington (1985). Dalam konteks hubungan sipil-militer, persoalan di negara-negara modern bukanlah pemberontakan bersenjata, melainkan hubungan tentara dengan politikus. (Yetede)
Was-was Izin Tambang untuk Ormas
GERAH atas kabar obral izin tambang untuk organisasi kemasyarakatan (ormas), Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia berembuk menentukan sikap. Rizal Kasli, yang memimpin institusi tersebut, berniat mengirim hasilnya kepada Presiden Joko Widodo sebagai masukan. Rizal berharap pemerintah tak salah langkah. Pasalnya, rencana memberikan prioritas buat ormas untuk mengelola tambang melanggar ketentuan. Dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Mineral dan Batu Bara, penawaran wilayah tambang secara prioritas diberikan kepada badan usaha milik negara serta badan usaha milik daerah. Jika perusahaan pelat merah tak berminat, penawarannya baru diberikan kepada swasta. “Semuanya harus lewat lelang,” ujarnya, kemarin.
Proses lelang penting bukan hanya untuk memenuhi aturan hukum, tapi juga untuk transparansi dan prinsip keadilan. Selain itu, ada unsur pendapatan negara dalam prosedur tersebut. Badan usaha harus membayar biaya kompensasi data dan informasi ketika mengikuti lelang wilayah izin usaha pertambangan. “Kalau ini hilang, berarti negara dirugikan. Itu bisa masuk ranah tindak pidana korupsi karena ini merugikan negara,” kata Rizal.
Saat ini pemerintah sedang merancang strategi untuk memberikan prioritas kepada ormas. Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara sedang direvisi untuk mengakomodasi rencana tersebut. Menurut sumber Tempo, dalam draf revisi aturan tersebut terdapat Pasal 75A yang mengatur pemberian wilayah izin usaha pertambangan khusus secara prioritas untuk badan usaha milik ormas. (Yetede)
Geopark Ciletuh Run, Dimeriahkan Bazar UMKM dan Hiburan
Geopark Ciletuh Run 2024 akan dimeriahkan oleh Bazar UMKM dan hiburan. Hal itu disampaikan Bupati Kabupaten Sukabumi Marwan Hamami saat ditemui di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu 8 Mei 2024. “Pemda akan sediakan kulineran, hiburan. Terdapat sekitar 40 UMKM yang akan memeriahkan event ini,” kata dia. Geopark Ciletuh Run akan diselenggarakan pada Minggu, 12 Mei 2024. Kegiatan ini merupakan rangkaian atau series dari event sejenis yang akan diadakan di beberapa daerah di Indonesia yang memiliki geopark.
Nanti, event ini juga akan diselenggarakan di Rinjani dan Maros,” ujar Marwan. Kabupaten Sukabumi, lanjut dia, merupakan daerah pertama peyelenggaraan event yang akan dilaksanakan di Pantai Palangpang ini. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Jujun Juaeni mengatakan, dinas pariwisata mendukung kegiatan ini dengan mengadakan lomba masak untuk chef-chef lokal yang ada di Sukabumi. “Jurinya Master Chef Adit,” kata dia. Kegiatan yang diikuti sekitar 500 peserta ini akan berlangsung selama dua hari. Sabtu, 11 Mei 2024 akan ada pembukaan dan bazar yang kemudian dilanjutkan dengan hiburan hingga malam. Diketahui, selain bazar dan lomba masak tersedia pertunjukan pentas tari dan seni budaya, Festival agrokuliner, demo memasak, pameran UMKM, dan hiburan band. Terdapat juga bintang tamu special yaitu Conny Dio yang akan menambah suasana menjadi meriah.
Geopark Ciletuh Run 2024 merupakan event olahraga sport tourism yang menantang untuk para pelari yang gemar mencoba rute baru untuk mendapat sensasi berbeda. Terdapat gabungan rute datar serta tanjakan di tengah nuansa alam Kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp). Mengusung tema “Back to Nature”, Geopark Ciletuh Run 2024 memberikan pelari rasa sensasi berlari dengan suguhan pemandangan alam mulai dari Teluk Ciletuh yang berbentuk tapal kuda dan area mega amphiteater dengan lansekap pantai, sawah, hutan dan air terjun di tengah udara pantai yang segar. Event ini ini pun diharapkan menjadi event tahunan dan dapat meningkatkan kesadaran akan lingkungan yang berkelanjutan, dimana hal ini sejalan dengan tujuan pengelolaan geopark yaitu memuliakan bumi dan mensejahterakan masyarakat, yang akan mendongkrak sektor pariwisata Kabupaten Sukabumi menuju pariwisata berkelas dunia. “Saya berharap, di event mendatang akan datang para pelari dari luar Sukabumi yang mengikuti kegiatan ini,” ujar Jujun. (Yetede)
Emiten Indonesia Merajai Market Cap ASEAN
Pertumbuhan kapitalisasi pasar ( market capitalization ) emiten Tanah Air cukup pesat. Di bursa Asia Tenggara, ada tujuh emiten Indonesia yang memuncaki klasemen 10 besar berdasarkan nilai market cap. Total nilai market cap bursa saham Indonesia kini mencapai Rp 12.009 triliun. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi emiten paling bernilai di bursa saham Asia Tenggara dengan total market cap Rp 1.321 triliun atau setara US$ 82,5 miliar (kurs US$ 1=Rp 16.000). Sementara di tingkat Asia, BREN berada di posisi 50 emiten dengan market cap terbesar. Nilai market cap BREN berjarak lumayan jauh dari DBS Group Holdings, perusahaan yang tercatat di bursa Singapura dengan nilai US$ 75,32 miliar.
Lalu, Bank Central Asia Tbk (BBCA) berada di urutan ketiga dengan nilai market cap US$ 74,51 miliar. Di pasar lokal, peta market cap juga terus bergeser. Terutama, setelah saham-saham perbankan jumbo masih terkena tekanan jual. Per Selasa (7/5), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) merangsek ke posisi ketiga emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia, senilai Rp 709 triliun atau US$ 44,17 miliar. AMMN menggeser posisi Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang kini menduduki posisi keempat dengan market cap US$ 44,10 miliar.
Investment Consultant Reliance Sekuritas, Reza Priyambada mengatakan, rotasi di bursa saham akhir-akhir ini akbat strategi investor yang mencari peluang cuan dari sektor selain perbankan, terutama setelah kinerja emiten sektor perbankan cenderung melambat. Kondisi ini semakin diperburuk oleh kenaikan suku bunga acuan yang ditempuh Bank Indonesia (BI). Saham BREN juga melaju cukup kencang. Dua hari setelah suspensi dibuka, saham milik taipan Prajogo Pangestu ini sempat menyentuh level tertingginya sepanjang masa di posisi Rp 9.925 per saham.
Maximilianus Nico Demus,
Associate Director of Research and Investment
Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, secara fundamental pasar saham Indonesia masih kokoh. Hal ini ditopang oleh kinerja para emiten juga masih tumbuh positif. Senior Investment Information
Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta melihat, kendati saat ini investor asing cenderung melakukan aksi jual, masih ada peluang dana asing kembali berbalik masuk ke pasar Indonesia. Fundamental makroekonomi dalam negeri terbilang stabil dan mampu menarik investor asing untuk menempatkan dana di pasar modal Indonesia.
Belanja Negara Tambah, Penerimaan Keteteran
Pemerintah masih punya pekerjaan rumah untuk memacu pendapatan negara. Pasalnya, laju penerimaan negara tahun ini diperkirakan tidak akan lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun lalu. Dana Moneter Internasional (IMF), dalam laporan bertajuk Fiscal Monitor April 2024, memperkirakan rasio penerimaan negara terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2024 hanya berada di level 15,2%. Angka ini relatif tidak beranjak dari rasio penerimaan negara tahun lalu yang berada di level 15% PDB. Rasio penerimaan negara kita juga masih tertinggal dibandingkan negara tetangga. Misalnya rasio penerimaan negara Malaysia diproyeksikan 17,6% PDB dan Thailand setara 20,1% PDB. Proyeksi IMF soal penerimaan negara tahun ini masih masuk akal. Pasalnya, hingga kuartal I-2024 penerimaan negara khususnya dari pos pajak masih seret. Sepanjang Januari - Maret 2024, realisasi penerimaan pajak Rp 393,9 triliun, turun 8,8% dari periode sama tahun lalu Rp 431,9 triliun.
Sebaliknya, belanja negara telah mencapai Rp 611,9 triliun atau meningkat 18% dari periode sama tahun lalu. Jika kondisi tersebut tidak diantisipasi, maka risiko pelebaran defisit anggaran akan semakin terbuka lebar.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Encep Dudi Ginanjar tak menampik perlambatan penerimaan bea masuk dan cukai yang mempengaruhi pencapaian target penerimaan tahun ini. Kendati begitu, pihaknya terus memacu kinerja fasilitas industri dan pengawasan untuk menjamin stabilitas ekonomi.
Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet sependapat dengan proyeksi IMF. Menurut dia, sekitar 80% sumber penerimaan negara saat ini banyak disumbangkan oleh setoran pajak.









