;

Menjaga Konsumsi Rumah Tangga

Hairul Rizal 08 May 2024 Kontan

Setelah perhelatan Pemilu 2024 dan Ramadan usai, daya beli masyarakat berpotensi menurun pada kuartal II 2024. Hal tersebut tentunya akan mempengaruhi laju pertumbuhan konsumsi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Peneliti Ekonomi Makro dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Riza Annisa Pujarama menilai, pada kuartal II-2024 kemungkinan konsumsi rumah tangga menurun, karena masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan. Tantangan itu di antaranya dampak inflasi yang tinggi akibat kenaikan harga masih terasa, sebab meningkatnya harga kebutuhan pokok tidak diimbangi kenaikan pendapatan. 

Kemudian, pada kuartal II 2024 masyarakat yang mempunyai anak sekolah akan dihadapkan pada pembayaran tahun ajaran baru. Sehingga pada Hari Raya Idul Adha, Riza memperkirakan masyarakat akan lebih menahan konsumsinya. Maka dari itu, Riza mengingatkan, agar konsumsi masyarakat tidak semakin tergerus, pemerintah harus mewaspadai berbagai aspek, seperti mengantisipasi kembali meningkatnya harga beras dan pangan ke depan. Misalnya dengan mengambil langkah cepat mengatasi perubahan iklim agar tidak terjadi kekeringan seperti sebelumnya. Peneliti Pusat Industri Perdagangan dan Investasi Indef Ahmad Heri Firdaus menyampaikan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga seharusnya bisa ditingkatkan lagi hingga di atas pertumbuhan ekonomi yang sebesar 5,11% pada kuartal I-2024.

Memburu Lagi Saham Yang Dilego Asing

Hairul Rizal 08 May 2024 Kontan

Arus dana keluar (capital outflow) yang masih mengalir deras di pasar saham menahan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG melemah sebesar 0,17% ke posisi 7.123,61 pada perdagangan kemarin, Selasa (7/5). Dalam waktu yang sama, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) Rp 715,64 miliar. Aksi ini kian memangkas posisi net buy yang secara year to date tinggal Rp 2,59 trilun. Hal ini sejalan dengan kinerja IHSG yang di akhir perdagangan bulan Maret masih mengakumulasi penguatan 0,22%. Sedangkan saat ini IHSG anjlok 2,05% sejak awal tahun. Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya menyoroti faktor penting yang mempengaruhi investor menarik atau mengalirkan dana ke pasar saham adalah arah suku bunga acuan bank sentral. 

Research Associate Panin Sekuritas, Sarkia Adelia Lukman menambahkan, pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp 16.000 per dolar Amerika Serikat (AS) juga menjadi katalis penting. Kondisi ini mendorong Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 6,25%. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi menyatakan, kondisi higher for longer dari sikap bank sentral terkait dengan suku bunga menjadi katalis di bursa saham. Situasi ini menyebabkan peralihan aset ke instrumen yang memberikan return lebih tinggi dan risiko rendah. Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina punya pandangan serupa. Menurut Martha, posisi net sell investor asing terhadap sejumlah saham big caps bukan sekadar aksi profit taking. Analis Stocknow.id Sinta Dwi Untari memprediksikan, para investor pemilik modal besar berpotensi masuk kembali ke pasar saham saat ada sinyal dovish dari bank sentral, khususnya dari Federal Reserve (The Fed).

Berkah dari Lebaran dan Long Weekend

Hairul Rizal 08 May 2024 Kontan

Kinerja emiten jalan tol di kuartal I 2024 beragam. Seperti biasa, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) masih menjadi jawara di sektor infrastruktur ini. Nixon Sitorus, Corporate Secretary & Chief Administration Officer Jasa Marga menjelaskan, konsolidasi kembali atas tiga ruas jalan tol Trans Jawa di Juli 2023 mempengaruhi pencapaian kinerja JSMR di kuartal I-2024. Yakni PT Jasamarga Semarang Batang, PT Jasamarga Solo Ngawi dan PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri. Sementara PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) mencatat penurunan pendapatan di perode tersebut. Namun bisa membalikkan rugi menjadi keuntungan di kuartal I-2024. 

Head of Corporate Communication & CSR META, Indah DP Pertiwi mengatakan, rugi bersih di kuartal I 2023 disebabkan beban bunga terkait pinjaman untuk investasi pembelian saham PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC). Sedangkan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatat, pendapatan dari Badan Pengatur Jalan Tol menyumbang Rp 72,40 miliar di kuartal I 2024, anjlok 72,18% dari Rp 260,27 miliar di periode sama tahun lalu. Sedangkan PT PP mengakumulasi pendapatan tol sebesar Rp 16,13 miliar di kuartal I 2024. Research Analyst Reliance Sekuritas Ayu Dian melihat, kinerja JSMR sudah sesuai dengan perkiraan pasar. Maka Equity Analyst Kanaka Hita Solvera, Andhika Cipta Labora melihat kinerja emiten jalan tol di kuartal berikutnya masih akan terkerek naik. Ini karena sentimen arus mudik dan arus balik di awal periode ini. Selain itu, adanya dua kali long weekend di Mei dan satu kali di Juni masih akan menopang kinerja mereka di kuartal II 2024. Research Analyst Phintraco Sekuritas, Aditya Prayoga juga melihat JSMR masih sebagai jawara di sektor ini. Terlebih emiten ini masih terus melakukan aksi korporasi seperti divestasi terhadap pengelolaan jalan tol.

INDY Akan Menebar Dividen US$ 30 Juta

Hairul Rizal 08 May 2024 Kontan

Kendati laba bersih merosot, PT Indika Energy Tbk (INDY) masih akan membagikan dividen tunai kepada para pemegang sahamnya. Jumlah dividen yang akan dibagikan INDY senilai US$ 30 juta atau setara dengan US$ 0,0058 per saham. Direktur Utama Indika Energy, Arsjad Rasjid menjelaskan, jadwal recording date dividen berlangsung pada 22 Mei 2024, dengan tanggal pembayaran atau pendistribusian dividen final tunai pada 5 Juni 2024 mendatang. Sebagai gambaran, jika dikonversi memakai asumsi kurs saat ini, total dividen yang dialokasikan INDY tersebut setara dengan Rp 480,73 miliar. Keuntungan INDY menyusut 73,56% dibandingkan laba bersih sebesar US$ 452,67 juta pada tahun 2022. Penurunan bottom line tersebut sejalan dengan pelemahan dari sisi top line INDY. Pendapatan INDY turun 30,25% secara tahunan dari US$ 4,33 miliar menjadi US$ 3,02 miliar pada tahun 2023. Penurunan pendapatan tersebut antara lain akibat penurunan rata-rata harga jual batubara anak usaha INDY, PT Kideco Jaya Agung, pada tahun 2023 menjadi Arsjad mengatakan, saat ini INDY akan fokus mengakselerasi pengembangan di bisnis non-batubara. Termasuk mineral, pembangkit listrik tenaga surya, kendaraan listrik, dan solusi berbasis alam. sebesar US$ 72,9 per ton. Nilai tersebut merosot dibandingkan dengan US$ 86,6 per ton pada tahun sebelumnya.

LPPF Tertekan Persaingan Sengit

Hairul Rizal 08 May 2024 Kontan

PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) membukukan kinerja positif di awal tahun ini. Pada kuartal I, LPFF membukukan laba bersih Rp 326 miliar atau naik 221,9% secara tahunan. Namun pertumbuhan rata-rata penjualan di tiap toko alias same-store sales growth (SSSG) pada periode promosi Lebaran tergelincir 2,4% yoy. Mengingat, tingkat okupansi mall masih belum pulih seperti sebelum pandemi. Di samping persaingan di sektor ritel yang semakin ketat. LPPF berencana menutup 10 toko berkinerja buruk untuk mendorong kinerja tahun ini. LPPF juga mengubah strategi, dengan lebih fokus pada pengembangan merek yang bertujuan untuk ekspansi margin dengan mengarah ke kelompok masyarakat berpenghasilan lebih tinggi. 

Equity Research Analyst Ciptadana Sekuritas Alif Ihsanario memprediksi kinerja LPFF akan cenderung menurun di tahun ini karena telah berakhirnya hari raya besar seperti Idul Fitri. Sehingga minat konsumen untuk berbelanja kembali landai. Margin kotor sedikit tertekan di kuartal I-2024, karena penumpukan persediaan sebelum Lebaran. “Tapi kami perkirakan pada kuartal II-2024, LPFF akan menikmati sebagian dari penjualan Lebaran karena pencairan THR masih berlangsung di awal April 2024, meski lebih rendah dari kuartal I-2024,” kata Alif dalam riset 3 Mei 2024. Demi menjaga margin, LPPF akan menerapkan arus persediaan yang efisien dalam jangka waktu yang lebih ketat, menegosiasikan kembali biaya sewa dan mengoptimalkan perencanaan tenaga kerja. 

Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Willy Goutama juga melihat kinerja LPPF di tahun ini akan cenderung tertekan karena persaingan kian ketat.Bisnis konsinyasi LPPF yang mencapai 70% dari penjualan membuatnya sulit untuk mengikuti tren fesyen yang bergerak cepat. Barang dagangan LPPF tidak memiliki nilai yang sepadan dengan harganya. Hal ini memperlambat lintasan dan pemulihan SSSG LPPF. Untuk itu, Willy merekomendasikan sell untuk LPFF, dengan target harga Rp 1.500 per saham. Sementara Alif masih merekomendasikan buy untuk LPPF, dengan target harga yang sudah dipangkas menjadi Rp 2.160 per saham. Sementara itu, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, secara kinerja penjualan LPPF ke depannya, akan ada perlambatan mengingat momen hari besar sudah lewat. "Sehingga konsumsi masyarakat akan kembali normal kembali," ujarnya kemarin.  

Beban Membengkak, Laba Bank Mini Tak Beranjak

Hairul Rizal 08 May 2024 Kontan

Sejumlah bank dalam kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 1 dan KBMI 2 telah merilis laporan kinerja kuartal I-2024. Hasilnya, laba sejumlah bank bermodal mini anjlok. Salah satunya PT Bank JTrust Indonesia Tbk. Pada kuartal I-2024, Bank J Trust hanya meraup laba bersih sebesar Rp 37,84 miliar, turun 39% secara tahunan. Padahal, penyaluran kredit JTrust di sepanjang Januari-Maret 2024 mencapai Rp 26,10 triliun, naik 30,15% secara tahunan. Dana pihak ketiga (DPK) bank asal Jepang ini juga tumbuh 31,70% secara tahunan jadi Rp 33,53 triliun. Cuma, beban bunga bank ini membengkak 45,53% secara tahunan jadi Rp 527,27 miliar di periode tersebut. "Turunnya laba disebabkan naiknya cost of fund untuk mendukung pertumbuhan kredit tahun 2023," kata Widjaja Hendra, Direktur Bisnis Bank JTrust, kepada KONTAN, Selasa (7/5). Senasib, bank milik Grup Salim, PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), juga mencatat penurunan laba bersih 44% di kuartal I-2024 jadi Rp 32,81 miliar. Maklum, beban operasional Bank Ina di kuartal I-2024 naik 32,35% secara tahunan jadi Rp 143,02 miliar. 

Padahal, penyaluran kredit Bank Ina di periode tersebut mencapai Rp 12,42 triliun, tumbuh 12,15% secara tahunan. DPK bank milik taipan Anthoni Salim ini juga tumbuh 31,01% secara tahunan ke Rp 22,60 triliun di kuartal I-2024. Salah satu pemicu tergerusnya laba bersih BJB karena membengkaknya beban bunga 28,7% secara tahunan jadi Rp 2,22 triliun. Seiring itu, pendapatan bunga bersih BJB merosot 4,6% secara tahunan ke posisi Rp 1,62 triliun. Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi mengatakan, tren suku bunga tinggi menjadi tantangan bagi industri perbankan dalam memupuk laba. Kondisi ini, kata dia, masih akan berlangsung sepanjang tahun ini.

Startup Runchise Raih Pendanaan Modal Ventura

Hairul Rizal 08 May 2024 Kontan

Perusahaan modal ventura East Ventures dan Genesia Ventures memimpin pendanaan baru untuk perusahaan rintisan atau startup manajemen restoran dan waralaba kuliner yang berbasis di Indonesia, yakni Runchise. Nilai pendanaan yang diberikan kedua perusahaan modal ventura ini kepada Runchise mencapai US$ 1 juta. Melisa Irene, Partner East Ventures, mengatakan, pendanaan yang diberikan untuk Runchise dipercaya bisa menjadikan startup tersebut memainkan peran penting dalam mendorong digitalisasi ekosistem food & beverage (F&B) di Indonesia. "Kami senang berinvestasi lagi di Runchise, dengan peluang besar di industri F&B," kata Melisa dalam keterangannya, Selasa (7/5). Sebagai informasi, Runchise didirikan pada tahun 2022 oleh Daniel Winoto selaku Co-Founder dan Chief Executive Officer serta Ivana Widjaja sebagai Co-Founder dan Chief Operation Officer. Runchise telah membantu ratusan brand dalam meningkatkan dan menyederhanakan proses bisnis kuliner, terutama dalam memperluas wilayah operasionalnya. Pendanaan baru akan digunakan Runchise untuk untuk memperluas jangkauan pasar perusahaan.

BEKAL MENUJU FISKAL 'ROYAL'

Hairul Rizal 08 May 2024 Bisnis Indonesia (H)

Kebijakan fiskal yang akomodatif diyakini masih menjadi pilar penting penopang daya beli dan konsumsi masyarakat. Namun, besarnya beban fiskal itu juga memantik risiko kenaikan defisit anggaran yang mesti diantisipasi sejak dini agar keuangan negara tak kedodoran. Sejumlah kalangan menilai gelontoran fiskal bakal terus berlanjut pada tahun depan, ketika Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dikelola oleh pemerintahan baru. Faktanya, pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, telah memperkenalkan aneka program yang berperan sebagai jangkar sosial penopang daya beli. Beberapa di antaranya yaitu melanjutkan bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat rentan serta program makan siang gratis yang skema teknis pelaksanaannya mulai dijalankan pemerintahan saat ini. Sejumlah lembaga internasional pun memandang postur fiskal 2025 lebih akomodatif dengan berbagai program populis tersebut. Setidaknya, ada dua lembaga yang merilis proyeksi soal APBN 2025. Pertama, International Monetary Fund (IMF) dalam Fiscal Monitor April 2024, memprediksi defisit fiskal pada tahun depan 2,7% terhadap produk domestik bruto (PDB). Kedua, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dalam laporan berjudul OECD Economic Outlook May 2024, memasang proyeksi defisit yang serupa dengan IMF.

Sejatinya, utak-atik fiskal untuk mendukung penebalan program sosial telah dilakukan pemerintah pada tahun ini dengan menaikkan batas defisit dari 2,4% menjadi 2,8%. Hal itu ditempuh dalam rangka menambah program perlindungan sosial di tengah tekanan inflasi dan gejolak harga pangan. Efeknya, konsumsi rumah tangga pun melaju di jalur ekspansi selama kuartal I/2024. (Bisnis, 7/5). Keseriusan pemerintahan saat ini dalam meramu skema bansos yang akan dijalankan oleh pemerintahan baru pun tecermin dari diakomodasinya berbagai program sosial dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa, mengatakan RKP 2025 disusun untuk mengakomodasi program Presiden terpilih. Tenaga Ahli Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Ahmed Zaki Iskandar, mengatakan saat ini pemerintah masih menyusun perencanaan anggaran untuk program sosial pemerintahan yang akan datang, termasuk program makan gratis. "Masih dalam kajian. Ada beberapa lokasi yang harus disurvei," katanya kepada Bisnis, Selasa (7/5). Mengutip Rancangan RKP 2025, belanja negara pada tahun depan diperkirakan 14,21%—15,22% terhadap PDB. Dari jumlah itu, belanja pemerintah pusat 10,16%—10,98%.

Kalangan pelaku usaha pun merespons positif rencana fiskal negara yang direncanakan sangat longgar pada tahun depan, karena akan menguatkan konsumsi domestik. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani, mengatakan pelonggaran defisit fiskal bukan hal yang haram dilakukan, apalagi untuk negara berkembang, termasuk Indonesia. Sementara itu, kalangan ekonom mengingatkan pemerintah agar menyusun skema perpajakan yang ciamik untuk mengantisipasi pelonggaran defisit. Jika belanja royal tidak diimbangi dengan penerimaan yang gemilang, maka sumber pembiayaan berasal dari utang. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet, mengatakan peningkatan defisit merupakan hal yang sulit dihindari. Pengamat Perpajakan Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar, menambahkan selain menaikkan tarif pemerintah juga patut mengevaluasi fasilitas PPN dan menurunkan ambang batas pengusaha kena pajak (PKP) PPN agar seluruh potensi bisa terpungut.

Tanda Seru dari Pabrik Sepatu

Hairul Rizal 08 May 2024 Bisnis Indonesia

Pengumuman PT Sepatu Bata Tbk. (BATA) mengenai penutupan operasional pabrik sepatunya di Purwakarta, Jawa Barat, per 30 April 2024 seperti menghidupkan alarm mengenai industri alas kaki maupun industri manufaktur di Indonesia. Pabrik ini sudah beroperasi sejak 30 tahun yang lalu. Sebuah periode yang cukup panjang untuk ukuran Indonesia. Dalam pasar alas kaki, brandBata juga sudah dikenal begitu lama dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sebagian kalangan generasi X pada masa lalu. Dua hal ini membuat kabar viral mengenai penutupan pabrik di Purwakarta tersebut mendapat sorotan yang luas. BATA menutup operasional pabrik sepatunya lantaran rugi selama 4 tahun terakhir. Apabila ditelisik lebih jauh, BATA membukukan rugi bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp190,28 miliar per 31 Desember 2023. 

Rugi itu membengkak hampir 80% dibandingkan periode sama 2022 sebesar Rp105,91 miliar. (Bisnis.com, 6/6). Meskipun menghentikan operasional pabrik di Purwakarta, perusahaan tersebut masih menjalankan usahanya di Indonesia, khususnya di sektor ritel. Pengurus Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) pun angkat suara. Pengurus Aprisindo menyebut industri alas kaki dalam negeri masih menghadapi tekanan sehingga kinerjanya masih terkontraksi setelah dihantam pandemi. Menurut pengurus Aprisindo, sejak pandemi hingga saat ini kondisi industri belum pulih normal. Terlebih, tantangan inflasi pangan pada awal tahun ini yang memicu lesunya daya beli konsumen. Beberapa brand untuk segmen menengah-menengah ke bawah pada periode Lebaran yang baru lalu mengalami penurunan dibanding untuk periode yang sama di 2023. 

Sejatinya, industri alas kaki merupakan salah satu subsektor dari industri pengolahan. Industri ini berkontribusi sebesar 1,26% terhadap produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan pada kuartal I/2024. Badan Pusat Statistik melaporkan, PDB atas dasar harga konstan (ADHK) dari industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki sebesar Rp8,02 triliun pada kuartal I/2024. Nilai tersebut naik 5,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. (DataIndonesia.id, 6/6)Secara makro, pertumbuhan kinerja industri kulit dan alas kaki tersebut melanjutkan tren positif yang terjadi sejak kuartal IV/2023. PDB ADHK dari industri alas kaki pada kuartal pertama tahun ini juga menjadi yang tertinggi dalam 2 tahun terakhir.

PROYEKSI KUARTAL II/2024 : BISNIS RITEL MASUK ERA MARGIN TIPIS

Hairul Rizal 08 May 2024 Bisnis Indonesia

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia memprediksi pertumbuhan bisnis ritel pada kuartal II/2024 mengalami perlambatan, seiring dengan berakhirnya puncak konsumsi masyarakat. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengatakan bahwa bisnis ritel pada Mei—Juli 2024 tumbuh pada kisaran 4%—5% secara year-on-year (YoY) atau lebih rendah daripada kuartal I/2024 mencapai 5%—7% YoY. “Kuartal II/2024 pasti akan turun karena setelah Lebaran, di setiap tahunnya maka masyarakat mengencangkan ikat pinggang,” ujarnya, Selasa (7/5). Pasca-Lebaran, Roy menjelaskan masyarakat cenderung telah menghabiskan Tunjangan Hari Raya (THR) sebelum dan saat momentum Hari Raya Idulfi tri. 

Dengan kondisi itu, tegasnya, masyarakat bakal menghemat pengeluaran untuk kebutuhan dana pendidikan pada Juni—Juli 2024. Di sisi lain, dia menganggap kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 6,25% bakal menggerus belanja masyarakat. Alasannya, Roy menyatakan kenaikan suku bunga acuan ikut mengerek pengeluaran masyarakat untuk membayar cicilan karena bunga kredit yang meningkat. Hal itu terlihat dari pencapaian pertumbuhan konsumsi rumah tangga di kuartal I/2024 mencapai 4,91% (YoY) atau tertinggi pascapandemi Covid-19. 

Menurutnya, pertumbuhan konsumsi pada kuartal I/2024 yang moncer didorong oleh momentum Pemilihan Umum (Pemilu) yang terjadi pada Februari 2024. Kebutuhan kampanye para kandidat kontestasi Pemilu, kata dia, ikut berkontribusi terhadap tingkat konsumsi di periode tersebut. Dia memperkirakan konsumsi rumah tangga pada kuartal II/2024 masih tetap tumbuh pada kisaran 3,8%—4% YoY seiring dengan berlalunya puncak konsumsi masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok dan barang penting (bapokting), Roy mengatakan Aprindo menekan nota kesepahaman (MoU) dengan Asosiasi Pasar Rakyat Seluruh Indonesia (Aparsi). Dengan kerja sama tersebut, ritel modern maupun pasar rakyat dapat saling bertukar informasi maupun mengisi pasokan produk. Di sisi lain, kelancaran pasokan juga akan mempermudah masyarakat dalam mengakses bahan pokok di kedua jenis ritel tersebut. 

Pada masa mendatang, Roy menambahkan kerja sama digital juga akan dikembangkan oleh kedua jenis ritel untuk mendongkrak kinerja bisnis di tengah pesatnya perkembangan penggunaan teknologi di masyarakat. Sementara itu, Ketua Umum Aparsi Suhendro mengatakan bahwa kolaborasi dengan ritel modern menjadi langkah tepat di tengah gempuran teknologi. Menurutnya, digitalisasi tidak bisa dihindari oleh para pedagang pasar untuk bisa terus mengembangkan bisnisnya. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifl i Hasan mengusulkan HET minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan rakyat Minyakita naik sebesar Rp1.000 per liter. Mendag menyampaikan bahwa Kemendag tengah mendiskusikan penyesuaian harga eceran tertinggi untuk komoditas minyak goreng.

Pilihan Editor