;

Bunga Tinggi, Surat Utang Masih Marak

Hairul Rizal 10 May 2024 Kontan

Di tengah tren suka bunga tinggi, penerbitan surat utang semarak. Ada lima perusahaan yang akan menerbitkan surat utang, baik obligasi maupun sukuk. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) misalnya, berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I senilai Rp 500 miliar. Emiten produsen perhiasan ini akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi untuk modal kerja jangka panjang. Seperti manufaktur produk emas perhiasan dan batangan, serta perluasan toko ritel emas. "HRTA menargetkan penambahan toko ritel milik sendiri dari total 85 toko menjadi 100 toko di 2024," terang Direktur Investor Relations HRTA, Thendra Crisnanda ke KONTAN, Kamis (9/5).

Obligasi menjadi pilihan karena HRTA ingin mendiversifikasikan sumber pendanaan dengan penurunan cost of fund. Dari lima perusahaan, tiga terafiliasi Grup Sinarmas. Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT OKI Pulp & Paper, serta Lontar Papyrus Pulp & Paper. Chief Investment Officer, Fixed Income Manulife Aset Manajemen Indonesia, Ezra Nazula menilai, tren penerbitan obligasi berpotensi tersendat sementara pada saat suku bunga jangka pendek berada di level tinggi.

Harga Logam Mulia Terangkat Bunga FED

Hairul Rizal 10 May 2024 Kontan

Harga logam mulia kembali melandai. Data Bloomberg, kemarin (9/5), harga emas berada di posisi US$ 2.322,20 per ons troi, turun dari pertengahan April 2024 yang sempat rekor di harga US$ 2.413,8 per ons troi. Harga perak juga melemah ke US$ 27.601 ons troi dari 29.128 per ons troi pada periode yang sama. Sementara harga tembaga di US$ 4.538 per pound dari harga tertinggi di Apri 2024 4.676 per pon. Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, prospek harga emas masih cukup positif lantaran ada harapan baru, The Fed akan memulai penurunan suku bunganya tahun ini. Hal tersebut menyusul data non-farm payrol (NFP) yang lebih lemah dibandingkan perkiraan.

Di sisi lain, para investor juga masih mencermati perkembangan konflik Timur Tengah. Ia memperkirakan, harga emas di akhir kuartal ini sebesar US$ 2.315,10 per ons troi. Sementara di akhir tahun diperkirakan naik terbatas ke US$ 2.385,92 per ons troi. Pengamat Komoditas dan Founder Traderindo.com, Wahyu Tribowo Laksono mengatakan, secara teknikal, harga emas di semester I ini di rentang US$ 2.200–US$ 2.450 per ons troi. Sementara di akhir tahun di kisaran US$ 2.300–US$ 2.500 per ons troi.

MAPI Andalkan Segmen Menengah

Hairul Rizal 10 May 2024 Kontan

Emiten ritel, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) membukukan kinerja positif pada tiga bulan pertama tahun ini. Kendati begitu, bayangan boikot dari konflik di Timur Tengah masih jadi tantangan ke depan. Pada kuartal I-2024, MAPI mencatatkan pendapatan sebesar Rp 8,78 triliun atau naik 17,8% secara tahunan alias year on year (yoy). Laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 413,99 miliar di kuartal I-2024. Ini naik 5,94% yoy. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Natalia Susanto melihat kinerja MAPI di 2024 masih cukup bagus, karena MAPI memiliki konsumen kelas menengah atas di Indonesia dengan konsumsi bulanan per kapita minimal Rp 6 juta, yang terdiri dari 20% dari total populasi. Menurutnya, hal tersebut akan terus menguntungkan MAPI karena segmen kelas menengah ke atas biasanya lebih banyak membelanjakan uangnya untuk barang-barang yang bersifat diskresioner.

Analis Trimegah Sekuritas, Heribertus Ariando menyebutkan, pendapatan MAPI di sepanjang 2023 justru turun 11% secara yoy menjadi Rp 1,9 triliun. Tak hanya itu, kinerja penjualan di sektor kafe dan restoran turut menurun sebesar 5% yoy, imbas sentimen boikot dari konflik Timur Tengah. Sebaliknya, segmen penjualan ritel masih naik 23% yoy. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo melihat, kinerja MAPI memang bertumbuh pada kuartal I-2024, dan emiten ritel ini terus memperluas ekspansi. Selain ekspansi gerai fisik di Indonesia dan luar negeri, MAPI juga menambah portofolio. Salah satunya dengan mengelola Alice + Olivia by Stacey Bendet merek fesyen ikonik asal New York, Amerika Serikat (AS). Namun demikian, Azis melihat, pada tahun ini, kinerja MAPI masih bisa berpotensi tumbuh positif, tetapi tidak terlalu signifikan. Mengingat masih ada ketidakpastian global yang bisa menekan pelemahan nilai kurs rupiah.

Tawaran Bunga Simpanan Bank Digital Masih Tebal

Hairul Rizal 10 May 2024 Kontan

Strategi memasarkan produk simpanan dengan suku bunga tinggi, masih jadi andalan bank digital untuk menjaring nasabah. Terbaru, pada April 2024, bank digital Superbank merilis produk tabungan baru bernama Celengan by Superbank dengan bunga 10% per tahun. Direktur Utama Superbank Tigor M. Siahaan mengatakan, kehadiran Celengan by Superbank untuk memenuhi kebutuhan finansial nasabah yang terus berkembang sejalan dengan tren gaya hidup. Selain Superbank, bank digital lain yang menawarkan produk tabungan dengan suku bunga menggiurkan adalah Allo Bank. Bank milik pengusaha Chairul Tanjung ini menawarkan bunga tabungan 6,5% per tahun melalui produk tabungan Allo Grow.

Sementara Krom Bank menawarkan bunga tabungan sampai 6% per tahun. Sedangkan Bank Neo Commerce dan Seabank menawarkan bunga deposito masing-masing sampai 8% dan 6% per tahun. Bank Jago menurunkan suku bunga deposito Kantong Terkunci sebesar 75 basis poin (bps) jadi 4,25% dari sebelumnya 5%. Lalu, suku bunga tabungan Kantong Terkunci turun 50 bps menjadi 4,25% dari sebelumnya 4,75%. Direktur Kepatuhan & Corporate Secretary Bank Jago Tjit Siat Fun bilang, kebijakan penurunan suku bunga simpanan sebagai upaya bank ini dalam menurunkan beban bunganya.

Bisnis KLBF Bakal Semakin Sehat

Hairul Rizal 10 May 2024 Kontan

Emiten farmasi, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menargetkan pendapatannya di tahun ini tumbuh di kisaran 6% -7% jika dibandingkan dengan pendapatan tahun lalu. Sementara laba bersih juga di harapkan tumbuh 13%-15% di sepanjang 2024. Presiden Direktur Kalbe Farma, Vidjongtius mengatakan, prospek bisnis farmasi masih menjanjikan di tahun ini. Ia menyebut, kebutuhan produk obat-obatan dan layanan kesehatan di dalam negeri masih tetap tinggi. Selain itu, target kinerja ini juga didorong dari realisasi kinerja KLBF di kuartal I-2024 yang cukup memuaskan. Untuk mencapai target itu, KLBF akan meluncurkan beberapa produk baru tahun ini. Dalam catatan KONTAN,  KLBF juga telah menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 700 miliar hingga Rp 1 triliun untuk tahun ini.

Dalam laporan keuangannya, penjualan KLBF didominasi penjualan domestik, terutama obat resep senilai Rp 2,04 triliun, produk kesehatan Rp 1,08 triliun, nutrisi Rp 2,07 triliun, dan distribusi logistik Rp 2,77 triliun. Alhasil, KLBF membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 957,5 miliar di kuartal I-2024. Laba ini naik 15,6% dari sebelumnya Rp 855,7 miliar di kuartal I-2023. Adapun, baru-baru ini Kalbe merilis obat untuk lini pertama kanker paru-paru sel kecil stadium ekstensif (extensive stage small cell lung cancer/ES-SCLC) bernama Serplulimab. Sie Djohan, Direktur Kalbe menyatakan, ketersediaan Serplulimab merupakan bukti komitmen Kalbe dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi pasien kanker paru.

ASA MEMOMPA CADANGAN DEVISA

Hairul Rizal 10 May 2024 Bisnis Indonesia (H)

Cadangan devisa yang terus menyusut seiring dengan situasi ekonomi global yang masih penuh dengan ketidakpastian, membuat Bank Indonesia (BI) harus aktif bermanuver guna menjaga stabilitas rupiah dan pasar keuangan. Terang saja, efek kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed), memberikan pukulan yang tak bisa dianggap remeh terhadap rupiah dan cadangan devisa. Belum lagi faktor musiman yang juga patut diwaspadai, yakni kenaikan kebutuhan dolar AS untuk pembayaran dividen pada kuartal II/2024. Hal itu terbukti dari laporan BI yang menyebutkan bahwa per akhir April 2024 cadangan devisa berada pada posisi US$136,2 miliar, level terendah setidaknya sejak Desember 2022. 

Padahal, urgensi menjaga ketebalan cadangan devisa sangat tinggi lantaran masih menjadi instrumen utama untuk intervensi rupiah tatkala terjadi capital outflow. Di sisi lain, instrumen yang dimiliki untuk mengikat devisa sejauh ini masih kurang optimal. Salah satunya ketentuan penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) yang tingkat kepatuhannya sangat rendah. Gubernur BI Perry Warjiyo, pun tak menampik adanya kekhawatiran pelaku pasar melihat penurunan cadangan devisa tersebut, terlebih menjelang musim pembagian dividen. Dia menambahkan, BI juga telah mengantisipasi adanya kebutuhan valuta asing (valas) yang besar, termasuk selama musim pembagian dividen pada kuartal kedua tahun ini. 

Di sisi lain, sejumlah upaya yang dilakukan pemangku kebijakan guna menjaga penguatan rupiah masih belum cukup efektif. Di antaranya Term Deposit Valuta Asing DHE dan penggunaan mata uang lokal (local currency transaction/LCT) untuk menekan ketergantungan pada dolar AS. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indra-wati, mengatakan ketentuan insentif terbaru yang mengacu pada PP No. 36/2023 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam masih tahap fi nalisasi. Sepanjang skema insentif baru belum dirilis, eksportir bisa memanfaatkan diskon Pajak Penghasilan (PPh) Final atas bunga deposito yang dananya dari DHE. 

Dalam kaitan ini, Ketua Komite Tetap Kebijakan Publik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Chandra Wahjudi, mengatakan pemerintah perlu mengantisipasi penguatan dolar AS di masa mendatang yang berisiko menguras cadangan devisa lebih dalam. Seirama, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani, menambahkan pemerintah harus memacu kegiatan usaha agar dapat membantu penerimaan devisa, khususnya dari sisi ekspor dan investasi. Kalangan ekonom memprediksi cadangan devisa bakal terus tertekan setidaknya selama semester I/2024. Kepala Ekonom PT Bank Permata Josua Pardede, mengatakan sentimen risk off di tengah skenario higher for longerakan menghambat aliran masuk dana asing ke Indonesia, sehingga mengharuskan BI menstabilkan rupiah dengan agresif.

Mengoptimalkan Peluang Produksi Migas

Hairul Rizal 10 May 2024 Bisnis Indonesia

Upaya pemerintah untuk meraih target liftingminyak mentah nasional pada tahun ini sebesar 635.000 barel minyak per hari atau bopd, dan dan 5.785 MMscfd gas, tidak pernah surut. Kendati, dalam beberapa tahun terakhir target lifting seringkali meleset. Seperti tidak mau mengulang kejadian sebelumnya, sejak awal tahun ini, pemerintah menerapkan berbagai strategi optimalisasi produksi minyak dan gas (migas) kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Salah satu strategi yang diterapkan adalah menggenjot produksi di sejumlah lapangan migas, meski sudah masuk kategori tua. 

Pertamina Hulu Energi, misalnya, ditugaskan pemerintah untuk memaksimalkan potensi wilayah kerja Offshore North West Java (ONWJ). ONWJ tercatat masuk dalam kategori blok migas tua yang masih beroperasi hingga saat ini. ONWJ mulai beroperasi sejak 1966 dan berdasarkan kajian masih bisa dioptimalkan percepatan proses produksi minyak di sejumlah lapangan dalam blok tersebut. Selain itu, strategi lain adalah KKKS mulai didorong untuk mengakselerasi proyek pengembangan dan optimalisasi pemanfaatan floating storage and offloading (FSO). Dua strategi yang dilakukan pemerintah dan KKKS menjadi respons positif di tengah mundurnya jadwal produksi lapangan migas dalam beberapa tahun terakhir ini. 

Sebanyak 15 proyek itu ditargetkan dapat onstream pada tahun ini, dan diproyeksikan menambah produksi hingga 41.922 bph, dan 207 MMscfd gas. Adapun, investasi yang diperlukan untuk merampungkan 15 proyek tersebut mencapai US$506,1 juta. Dari 15 proyek tersebut terdapat Forel Bronang menjadi salah satu prioritas otoritas hulu migas nasional untuk onstreampada tahun ini guna mengejar target lifting. Gas yang bakal dihasilkan dari Forel dan Bronang pun menjadi yang terbesar, yakni 43 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd). SKK Migas pun terus mengawasi dan memastikan agar proyek dapat berproduksi tepat waktu yakni Oktober 2024.Harian ini menilai sejumlah proyek besar yang menjadi andalan pemerintah itu menjadi jawaban atas tantangan yang tengah dihadapi sektor hulu migas pada saat ini.

BEA KELUAR KONSENTRAT TEMBAGA : MENGURAI TANTANGAN FREEPORT

Hairul Rizal 10 May 2024 Bisnis Indonesia

Satu per satu persoalan yang menjadi fokus PT Freeport Indonesia dalam menjalankan operasinya di Tanah Air tuntas sesuai harapan. Bea keluar terhadap konsentrat yang dilepas ke pasar global menjadi isu lanjutan yang mendapat. Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut izin ekspor konsentrat tembaga bakal diperpanjang menjadi kabar gembira lanjutan yang diterima PT Freeport Indonesia (PTFI), setelah sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifi n Tasrif memastikan bakal mengabulkan percepatan perpanjangan izin usaha pertambangan khusus hingga 2061. Seusai meninjau harga komoditas bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan di Karawang, Jawa Barat, Kepala Negara menyebut perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga itu diberikan untuk menghargai upaya PTFI dan Amman Mineral Industri melaksanakan penghiliran dengan membangun smelter di dalam negeri. 

Menurutnya, pemerintah terus memantau perkembangan smelter yang dibangun oleh kedua perusahaan tersebut. Bahkan, pemerintah juga sering melakukan kunjungan langsung ke lapangan untuk memastikan realisasi pengerjaan fasilitas pengolahan dan pemurnian tersebut. Kementerian ESDM sendiri mengaku masih memproses permohonan Freeport Indonesia terkait dengan perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga yang bakal habis pada akhir Mei 2024. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi mengatakan perhitungan yang sedang dikerjakan pemerintah seperti yang disebut oleh Presiden Jokowi adalah terkait dengan jumlah kuota ekspor dan besaran bea keluar yang akan dikenakan terhadap konsentrat tembaga yang dijual di pasar global.

Bea keluar menjadi salah satu concern Freeport McMoRan, karena membuat beban perusahaan naik signifi kan menjadi sebesar US$156 juta pada kuartal I/2024 dibandingkan dengan pada periode sama tahun lalu yang senilai US$17 juta, karena tarif yang dikenakan saat itu hanya sebesar 2,5%. Freeport McMoRan Inc. (FCX) pun berupaya untuk kembali berdiskusi dengan pemerintah agar bisa membebaskan bea keluar konsentrat tembaga pada paruh pertama tahun ini, mengingat konstruksi smelter tembaga baru PTFI di Gresik, Jawa Timur, sudah mencapai lebih dari 90% per akhir 2023.

President Freeport McMoRan Kathleen Quirk sempat mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk berdiskusi dengan pemerintah Indonesia saat ini ihwal kelanjutan ekspor konsentrat tembaga dan lumpur anoda sampai dengan akhir Desember 2024. Kathleen berharap bea keluar itu bisa dibebaskan selepas kemajuan pembangunan smelter Manyar yang telah lebih dari 90% pada tutup tahun kemarin. Dia beralasan bea keluar itu tidak sejalan dengan IUPK yang didapat PTFI pada 2018.

DISTRIBUSI BBM BERSUBSIDI : Pertalite Masih Tersedia di SPBU

Hairul Rizal 10 May 2024 Bisnis Indonesia

PT Pertamina Patra Niaga memastikan masih tetap menyalurkan bahan bakar minyak atau BBM jenis Pertalite dengan research octane number 90 sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, pihaknya bakal terus mengikuti kebijakan pemerintah terkait dengan penyaluran Pertalite. Alasannya, Pertalite merupakan bahan bakar khusus penugasan yang penyaluran hingga harganya diatur dan ditetapkan langsung oleh pemerintah. Berdasarkan catatan Pertamina, penyaluran Pertalite secara nasional hingga April 2024 telah mencapai 9,9 juta kiloliter, dari total kuota tahun ini sebanyak 31,7 juta kiloliter. Untuk memastikan penyaluran Pertalite berjalan lancar dan subsidi yang diberikan pemerintah melalui Pertalite tepat sasaran, Pertamina juga mendorong digitalisasi dalam proses distribusinya. 

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sempat mengatakan, pemerintah tengah mengkaji kemungkinan pemberian subsidi anyar untuk produk BBM jenis bensin dengan bauran bioetanol. Kajian itu sejalan dengan usulan PT Pertamina (Persero) pada tahun lalu untuk menghapus atau meniadakan produk BBM dengan RON 90 dalam beberapa tahun ke depan. Pertamina mendorong pengembangan bensin bauran etanol 7% (E7) atau Pertamax Green 92 untuk menggantikan posisi Pertalite sebagai jenis bahan bakar minyak khusus penugasan (JBKP). Artinya, anggaran kompensasi atau subsidi diusulkan untuk dialihkan pada Pertamax Green 92.

KETAHANAN ENERGI : KERJA KERAS AMANKAN GAS

Hairul Rizal 10 May 2024 Bisnis Indonesia

Industri hulu minyak dan gas bumi terus ‘berjibaku’ untuk memastikan pemenuhan kebutuhan gas di dalam negeri di tengah tingginya angka penurunan produksi secara alamiah atau natural decline sejumlah lapangan. Otoritas hulu minyak dan gas bumi (migas) memastikan bakal terus meningkatkan produksi gas bumi di dalam negeri untuk menjaga keberlanjutan pasokan untuk industri. Keberadaan sejumlah proyek onstreammenjadi andalan untuk mengompensasi lapangan migas yang mengalami penurunan produksi. Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Hudi D. Suryodipuro mengatakan bahwa produksi gas bumi nasional bakal terus meningkat seiring dengan onstreamnya proyek Tangguh Train 3 dan Jambaran Tiung Biru. 

Berdasarkan perkiraan yang dibuat oleh SKK Migas, produksi gas bumi pada tahun ini akan mencapai 5.544 BBtud, dan meningkat menjadi 5.799 BBtud pada 2025, 6.576 BBtud pada 2026, 7.083 BBtud pada 2027, serta 8.198 BBtud pada 2028. Peningkatan produksi gas bumi tersebut bakal ditopang oleh sejumlah proyek besar yang bakal onstream dalam waktu dekat, termasuk Geng North di Kalimantan Timur, Abadi Masela di Maluku, dan Asap Kido Merah (AKM) di Papua Barat. Untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri, Hudi memastikan SKK Migas bakal mengutamakan pasokan gas domestik. Hal itu tecermin dari 4.109,6 BBtud gas dari total 5.567,7 BBtud yang diproduksi per Maret tahun ini dialokasikan untuk pasar domestik.“Sebanyak 77% [gas yang diproduksi] dialokasikan untuk pasar domestik, dan selebihnya 1.258,1 BBtud atau sekitar 23% akan diekspor. Hal ini mencerminkan bahwa pasokan gas bumi untuk domestik dipastikan aman,” ujarnya. Kemudian, pemanfaatan gas untuk domestik liquefied natural gas (LNG) sebanyak 11,69%, sedangkan untuk keperluan lifting minyak mencapai 3,26%. 

Pemanfaatan gas di dalam negeri lainnya antara lain untuk domestik liquefied petroleum gas (LPG), bahan bakar gas (BBG), gas kota. Salah satu pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan adalah kesiapan infrastruktur gas untuk mendistribusikan gas dari wilayah yang memproduksi gas ke kawasan yang banyak menggunakan komoditas tersebut. Keterbatasan infrastruktur gas bumi di dalam negeri telah lama menjadi problem yang tidak kunjung selesai. Bahkan, pemerintah harus mengambil alih pembangunan pipa Cirebon—Semarang agar bisa segera dieksekusi. Keterbatasan infrastruktur gas tersebut membuat pemanfaatan gas di dalam negeri tidak optimal, karena lapangan migas yang terhubung dengan pipa gas saat ini sudah mulai mengalami natural decline. Indonesia Gas Society (IGS) pun menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan pemberlakuan harga khusus untuk LNG sebagai alternatif dalam mengatasi defisit pasokan gas pipa saat ini. 

Chairman IGS Aris Mulya Azof berpendapat bahwa pemerintah dapat memberlakukan subsidi atau insentif fiskal untuk mendorong penggunaan LNG sebagai alternatif bagi industri yang mengalami defisit pasokan gas. Sementara itu, pemerintah perlu investasi yang cukup masif dalam pembangunan infrastruktur penyimpanan dan distribusi gas alam cair itu. Dengan demikian, akses dan adopsi pada LNG bisa lebih terjangkau untuk industri pengguna nantinya. Terlebih, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan bahwa pemerintah bakal melanjutkan program harga gas bumi tertentu atau HGBT pada tahun depan, sembari membangun dan memperkuat infrastruktur gas bumi di Tanah Air. Program HGBT belakangan memanas karena PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) harus mengatur pasokan gas untuk industri, karena penurunan produksi di sejumlah lapangan minyak dan gas bumi atau migas.

Pilihan Editor