;

Kredit Konsumer Perbankan Kian Menanjak

Yuniati Turjandini 08 May 2024 Investor Daily (H)

Penyaluran kredit konsumer perbankan menunjukkan tren positif memasuki kuartal II-2024. Hal itu didukung  dari momentum Idulfitri dan konsumsi masyarakat yang mengalami peningkatan. Bank Indonesia mencatat, kredit konsumer yang disalurkan perbankan sebesar Rp2.047,1 triliun, tumbuh 10% secara year on year (yoy) per Maret 2024. Nilai tersebut meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tumbuh 9,4% (yoy). Pertumbuhan yang lebih tinggi juga didukung dari akselerasi kredit pemilik rumah (KPR) yang tumbuh tinggi 14,2% (yoy) pada tiga bulan pertama menjadi Rp 740,4 triliun. Kemudian, kredit multiguna sebesar Rp1.170 triliun naik 7,2% (yoy), lebih tinggi dari 7,1% (yoy) per Februari. Sedangkan, kredit kendaraan bermotor mengalami perlambatan dari 12,7% (yoy) pada Februari menadi 12,7% (yoy) pada Februari menjadi 12,4% (yoy) dengan nilai kredit Rp 136,7 triliun. Menanggapi hal tersebut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyatakan kredit konsumer menjadi salah satu segmen engine pertumbuhan kredit BNI setelah segmen corporate top tier, Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggarini mengungkapkan, terlihat dari kinerja kredit konsumer BNI pada kuartal pertama tahun ini yang menunjukkan pertumbuhan double digit, mencapai 13,6% (yoy). (Yetede)

Kebutuhan Gas Industri Terus Meningkat

Yuniati Turjandini 08 May 2024 Investor Daily (H)
Kebutuhan gas industri akan terus meningkat. Hal itu sejalan dengan pertumbuhan industri yang juga terus naik. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita  mengatakan, setiap pertumbuhan ekonomi didukung oleh pertumbuhan industri. "Setiap pertumbuhan ekonomi itu kan didukung pertumbuhan industri. Kalau ekonomi kita 5-6% artinya kita ingin industri tumbuh di atas 6%. Artinya, kebutuhan gas industri akan semakin besar," kata dia. Menperin mengemukakan, kebutuhan gas industri meliputi gas oksigen sebesar 587 ribu ton per tahun, antara lain untuk memasok ke rumah sakit, bengkel, industri kecil, akukultur, produksi baja dan stainless steel. Sementara itu, gas nitrogen sebesar 673 ribu ton per tahun, antara lain untuk memasok ke rumah sakit, pendinginan, produksi stainless steel dan gas inert, pengeboran minyak  dan enhanced oil recovery. (Yetede)

Pemerintah Siap Ganti Rugi dan Relokasi Lahan di IKN

Yuniati Turjandini 08 May 2024 Investor Daily
Pemerintah menyiapkan pemberian relokasi maupun ganti rugi bagi masyarakat yang terdampak persoalan 2.086 hektare lahan di Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) Kalimantan Timur. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penyiapan relokasi maupun ganti rugi tersebut merupakan upaya pemerintah agar masyarakat tidak dirugikan dalam proses pengerjaan proyek strategis IKN. Dalan kunjungannya ke IKN kali ini, dirinya berdiskusi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PURP) Basuki Hadimuljono untuk segera menindaklanjuti penyelesaian lahan di IKN tersebut. "Pokoknya saya berharap semua harus selesai 27 Mei," kata Luhut. Lebih lanjut Menteri PURP Basuki menjelaskan pemberian relokasi maupun ganti rugi itu dilakukan melalui skema Penganan Sosial Dampak Masyarakat Plus. (Yetede)

Startup Runchise Raih Pendanaan US$ 1 Juta

Yuniati Turjandini 08 May 2024 Investor Daily

Runchise, startup manajemen dan restoran waralaba kuliner yang berbasis di Indonesia, mengumumkan masuknya pendanaan baru senilai US$ 1 juta dari investor sebelumnya, yakni East Ventures dan Genesisi Ventures. Dengan pendanaan baru tersebut, fokus utama perusahaan tetap pada pengembangan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan profitabilitas  restoran. Selain itu,  Runchise memprioritaskan investasi  kegiatan branding, ekspansi untuk memperluas  jankauan ke lebih banyak bisnis berkembang. Co-Founder dan CEO Runchise Daniel Witono mengatakan, pihaknya senang bisa terus menerima dukungan dari investor lama. Penanaman ini pun diyakininya merupakan bentuk kepercayaaan yang kuat terhadap solusi Runchise untuk memberdayakan industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B) Tanah Air. "Kami percaya bahwa teknologi merupakan  alat penting dalam memastikan  efisiensi operasional di industri ini. Karena itu, kami berkomitmen untuk memberikan solusi inovatif yang disesuaikan kebutuhan pelaku industri, sehingga membantu peningkatan dan memanfaatkan peluang yang ada," ungkap Daniel. (Yetede)

Tokopedia Hadirkan Fitur Bayar Pajak Warga Jakarta

Yuniati Turjandini 08 May 2024 Investor Daily

Tokopedia, perusahaan teknologi dan marketplace dari Indonesia yang merupakan bagian dari bisnis PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, menghadirkan fitur pembayaran Pajak Daerah untuk mempermudah masyarakat Provinsi DKI Jakarta membayar pajak dimana dan kapan saja serta dengan metode pembayaran apa. Fitur tersebut memungkinkan warga DKI Jakarta membayar secara online beragam  pajak daerah yang berkaitan  dengan usaha, antara lain pajak hotel, alat berat, air tanah, restoran, reklame, pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBK), dan Beaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Senior Lead of Business Partnership  Tokopedia, Desi Anggrayeni mengatakan, Fitur Pajak Daerah di Tokopedia sudah bisa mulai digunakan  oleh warga DKI Jakarta sejak Maret 2024. Sejak mulai bisa digunakan, transaksi fitur Pajak Daerah  DKI Jakarta melalui Tokopedia pun telah naik signifikan. "Kami akan terus berupaya memungkinkan masyarakat menunaikan berbagai kewajiban pajak daerah dengan lebih mudah, cepat, dan aman, secara online melalui loket Pajak Tokopedia," ungkap Desi. (Yetede)

Belanja Pemerintah Belum Optimal Menstimulus Perekonomian

Yuniati Turjandini 08 May 2024 Investor Daily

Langkah pemerintah melakukan belanja habis-habisan pada kuartal I-2024 dinilai belum memberikan daya gedor  maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi, karena tidak berdampak sigifikan  pada geliat konsumsi masyarakat. Adapun pada kuartal I-2024 pemerintah menggelontorkan belanja secara front loading melalui anggaran bantuan sosial anggaran untuk pemilihan umum. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2024 sebesar 5,11%. Komponen konsumsi pemerintah tumbuh sebesar  19,9% secara year on year (yoy pada kuartal I-2024. Sektor ini memberikan kontribusi  sebesar 6,25% ke pertumbuhan ekonomi kuartal I-2024. Sedangkan komponen konsumsi rumah tangga tumbuh 4,91% (yoy) dan memberikan kontribusi terbesar yaitu 54,93% terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal I-2024. "Artinya, stimulus yang digelontorkan apapun  itu baik di sisi produksi atau konsumsi itu belum terkena sasarannya. Belum bisa meneggerakkan perekonomian secara optimal itu catatan dari sisi pengeluaran," jelas Heri. (Yetede)

Rasio Utang Pemerintah Belum Optimal Menstimulus Perekonomian

Yuniati Turjandini 08 May 2024 Investor Daily

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan jumlah utang pemerintah hingga 31 Maret 2024 mencapai Rp8.261,1 triliun dengan rasio utang 38,79% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). "Pemerintah mengelola utang secara cermat dan terukur untuk mencapai portfolio utang yang optimal  dan mendukung pengembangan pasar keuangan domestik," dikutip dari dokumen APBN Kita Edisi April 2024. Kebijakan umum pembiayaan utang untuk mengoptimalkan sumber pembiayaan dalam negeri sebagai pelengkap, mayoritas utang pemerintah berasal dari dalam negeri dengan proporsi utang pemerintah sebagian besar berupa SBN yang mencapai 88,05%. 

Berdasarkan instrumen, komposisi utang pemerintah sebagian besar berupa Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp7.274,95 triliun (88,05%) dan pinjaman sebesar Rp987,15 triliun (11,95%). Komposisi SBN terbagi dalam SBN domestik sebesar Rp5.947,95 (71,09%) dan valuta asing (valas) sebesar Rp1.388,92 triliun (16,97%). SBN domestik meliputi  surat utang negara sebesar Rp5.947,95 triliun (16,97%). SBN meliputi surat utang negara sebesar Rp 4.794,16 triliun dan surat berharga syariah negara senilai Rp1.1501,79 triliun. SBN walas terbagi dalam surat utang negara sebesar Rp1.044,37 triliun dan surat berharga syariah negara sebesar Rp344,55 triliun. (Yetede)

Rumah Berkualitas dan Terjangkau Membuat Ingria Melejit

Yuniati Turjandini 08 May 2024 Investor Daily

Kinerja PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (Ingria) melejit sepanjang kuartal I/2024 bila dibandingkan dengan periode yang sama 2023. Salah satu pemicu itu adalah konsistensi Ingria membangun rumah berkualitas dan terjangkau. Dari sisi pendapatan, kata majamene Ingria, tumbuh 65,,6% menjadi Rp 13,8 miliar, sedangkan laba bersih  melejit 341,3% ke level Rp907,3 juta year on year (yoy). Menurut Corporate Secretary Ingria, Eka Maolana, moncernya kinerja itu terjadi karena perusahaan berhasil menjalankan dua kebijakan yang fundamental. "Pertama, Ingria menjalankan prinsip good governance yakni prinsip pengambil keputusan dan pelaksana kebijakan perseroan yang dapat dipertanggungjawabkan. Kedua, Ingria selalu mengedapankan pengembangan rumah yang berkualitas serta terjangkau," kata dia dalam siaran persnya. Dia menerangkan, sebagai perusahaan publik, Ingria selalu memegang prinsip-prinsip keterbukaan dan mengikuti regulasi di bidang kebijakan pengadaan rumah subsidi yang telah ditetapkan pemerintah. (Yetede)

ESDM Gandeng Eramet Studi Mineral Kritis Indonesia

Yuniati Turjandini 08 May 2024 Investor Daily

Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) bersama Eramet Indonesia melakukan studi potensial mineral kritis di dalam negeri. Studi ini guna memahami potensi Indonesia dalam rantai pasok industri kendaraaan elektrik dan membantu mengembangkan  strategi industri kendaraan elektrik di indonesia. Eramet merupakan perusahaan pertambangan dan  metalurgi multinasional asal Prancis. Kemitraan ini diresmikan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama  oleh Kepala Pusat Sumber Daya Mineral dan Panas Bumi (PSDMBP) Badan Geologi Kementrian ESDM Agung Pribadi dan Direktur Eramet Indonesia Bruno Faour, di Jakarta, Senin (6/5/2024). Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Staf Khusus Menteri  ESDM bidang Percepatan Bidang Tata Kelola Minerba Kementerian ESDM Irwandy Arif dan Deputi Kepala Departemen Ekonomi Kedutaan Besar Perancis untuk Indonesia Pauline Leduc. "Studi bersama mengenai mineral-mineral kritis, terutama soal potensi cadangan litium di daerah  yang belum dikembangkan di Indonesia, belum pernah dilakukan sebelumnya. Pada akhirnya, studi ini berperan untuk memahami potensi Indonesia dalam rantai pasok industri kendaraan listrik dan membantu mengembangkan strategi industri kendaraan listrik di Indonesia," kata Irwandi. (Yetede)

Butuh 215 Ribu Pompa untuk 2,15 Juta Ha Sawah Tadah Hujan

Yuniati Turjandini 08 May 2024 Investor Daily

Kementerian Pertanian (Kementan) menggeber program pompanisasi pada lahan-lahan sawah tadah hujan guna  mengejar target produksi beras 32 juta ton tahun ini  dan 34 juta ton tahun depan. Setelah diverifikasi, terdapat 2,15 juta hektare (ha) sawah tadah hujan yang  berpotensi mengadopsi program pompanisasi dengan total kebutuhan 215 ribu unit pompa. Saat ini, pompa yang sudah  beroperasi 27 ribu unit dengan jangkauan 275 ribu ha, atau masih kurang 194 ribu unit lagi bagi 1,95 juta ha sawah tadah hujan yang pemenuhannya akan dilakukan bertahap. Menurut menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, pompanisasi adalah solusi cepat dalam mengantisipasi dampak kekeringan atau musim kemarau  terhadap produksi beras /padi. Kekeringan panjang yang sempat terjadi tahun lalu  menurunkan produksi padi/beras nasional karena areal tanaman menyusut akibat kekurangan air. Amran pernah mengatakan, apabila  ditempuh opsi cetak sawah  untuk meningkatkan luas tanam maka dibutuhkan 2-3 tahun. "El Nino panjang sempat menurunkan produksi padi/beras tahun lalu. Karenanya, pompanisasi ini merupakan solusi paling cepat guna memacu produksi dalam menghadapi kemarau  panjang atau EL Nino," papar mentan (Yetede)

Pilihan Editor