Kredit Konsumer Perbankan Kian Menanjak
Penyaluran kredit konsumer perbankan menunjukkan tren positif memasuki kuartal II-2024. Hal itu didukung dari momentum Idulfitri dan konsumsi masyarakat yang mengalami peningkatan. Bank Indonesia mencatat, kredit konsumer yang disalurkan perbankan sebesar Rp2.047,1 triliun, tumbuh 10% secara year on year (yoy) per Maret 2024. Nilai tersebut meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tumbuh 9,4% (yoy). Pertumbuhan yang lebih tinggi juga didukung dari akselerasi kredit pemilik rumah (KPR) yang tumbuh tinggi 14,2% (yoy) pada tiga bulan pertama menjadi Rp 740,4 triliun. Kemudian, kredit multiguna sebesar Rp1.170 triliun naik 7,2% (yoy), lebih tinggi dari 7,1% (yoy) per Februari. Sedangkan, kredit kendaraan bermotor mengalami perlambatan dari 12,7% (yoy) pada Februari menadi 12,7% (yoy) pada Februari menjadi 12,4% (yoy) dengan nilai kredit Rp 136,7 triliun. Menanggapi hal tersebut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyatakan kredit konsumer menjadi salah satu segmen engine pertumbuhan kredit BNI setelah segmen corporate top tier, Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggarini mengungkapkan, terlihat dari kinerja kredit konsumer BNI pada kuartal pertama tahun ini yang menunjukkan pertumbuhan double digit, mencapai 13,6% (yoy). (Yetede)
Kebutuhan Gas Industri Terus Meningkat
Pemerintah Siap Ganti Rugi dan Relokasi Lahan di IKN
Startup Runchise Raih Pendanaan US$ 1 Juta
Runchise, startup manajemen dan restoran waralaba kuliner yang berbasis di Indonesia, mengumumkan masuknya pendanaan baru senilai US$ 1 juta dari investor sebelumnya, yakni East Ventures dan Genesisi Ventures. Dengan pendanaan baru tersebut, fokus utama perusahaan tetap pada pengembangan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan profitabilitas restoran. Selain itu, Runchise memprioritaskan investasi kegiatan branding, ekspansi untuk memperluas jankauan ke lebih banyak bisnis berkembang. Co-Founder dan CEO Runchise Daniel Witono mengatakan, pihaknya senang bisa terus menerima dukungan dari investor lama. Penanaman ini pun diyakininya merupakan bentuk kepercayaaan yang kuat terhadap solusi Runchise untuk memberdayakan industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B) Tanah Air. "Kami percaya bahwa teknologi merupakan alat penting dalam memastikan efisiensi operasional di industri ini. Karena itu, kami berkomitmen untuk memberikan solusi inovatif yang disesuaikan kebutuhan pelaku industri, sehingga membantu peningkatan dan memanfaatkan peluang yang ada," ungkap Daniel. (Yetede)
Tokopedia Hadirkan Fitur Bayar Pajak Warga Jakarta
Tokopedia, perusahaan teknologi dan marketplace dari Indonesia yang merupakan bagian dari bisnis PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, menghadirkan fitur pembayaran Pajak Daerah untuk mempermudah masyarakat Provinsi DKI Jakarta membayar pajak dimana dan kapan saja serta dengan metode pembayaran apa. Fitur tersebut memungkinkan warga DKI Jakarta membayar secara online beragam pajak daerah yang berkaitan dengan usaha, antara lain pajak hotel, alat berat, air tanah, restoran, reklame, pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBK), dan Beaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Senior Lead of Business Partnership Tokopedia, Desi Anggrayeni mengatakan, Fitur Pajak Daerah di Tokopedia sudah bisa mulai digunakan oleh warga DKI Jakarta sejak Maret 2024. Sejak mulai bisa digunakan, transaksi fitur Pajak Daerah DKI Jakarta melalui Tokopedia pun telah naik signifikan. "Kami akan terus berupaya memungkinkan masyarakat menunaikan berbagai kewajiban pajak daerah dengan lebih mudah, cepat, dan aman, secara online melalui loket Pajak Tokopedia," ungkap Desi. (Yetede)
Belanja Pemerintah Belum Optimal Menstimulus Perekonomian
Langkah pemerintah melakukan belanja habis-habisan pada kuartal I-2024 dinilai belum memberikan daya gedor maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi, karena tidak berdampak sigifikan pada geliat konsumsi masyarakat. Adapun pada kuartal I-2024 pemerintah menggelontorkan belanja secara front loading melalui anggaran bantuan sosial anggaran untuk pemilihan umum. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2024 sebesar 5,11%. Komponen konsumsi pemerintah tumbuh sebesar 19,9% secara year on year (yoy pada kuartal I-2024. Sektor ini memberikan kontribusi sebesar 6,25% ke pertumbuhan ekonomi kuartal I-2024. Sedangkan komponen konsumsi rumah tangga tumbuh 4,91% (yoy) dan memberikan kontribusi terbesar yaitu 54,93% terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal I-2024. "Artinya, stimulus yang digelontorkan apapun itu baik di sisi produksi atau konsumsi itu belum terkena sasarannya. Belum bisa meneggerakkan perekonomian secara optimal itu catatan dari sisi pengeluaran," jelas Heri. (Yetede)
Rasio Utang Pemerintah Belum Optimal Menstimulus Perekonomian
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan jumlah utang pemerintah hingga 31 Maret 2024 mencapai Rp8.261,1 triliun dengan rasio utang 38,79% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). "Pemerintah mengelola utang secara cermat dan terukur untuk mencapai portfolio utang yang optimal dan mendukung pengembangan pasar keuangan domestik," dikutip dari dokumen APBN Kita Edisi April 2024. Kebijakan umum pembiayaan utang untuk mengoptimalkan sumber pembiayaan dalam negeri sebagai pelengkap, mayoritas utang pemerintah berasal dari dalam negeri dengan proporsi utang pemerintah sebagian besar berupa SBN yang mencapai 88,05%.
Berdasarkan instrumen, komposisi utang pemerintah sebagian besar berupa Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp7.274,95 triliun (88,05%) dan pinjaman sebesar Rp987,15 triliun (11,95%). Komposisi SBN terbagi dalam SBN domestik sebesar Rp5.947,95 (71,09%) dan valuta asing (valas) sebesar Rp1.388,92 triliun (16,97%). SBN domestik meliputi surat utang negara sebesar Rp5.947,95 triliun (16,97%). SBN meliputi surat utang negara sebesar Rp 4.794,16 triliun dan surat berharga syariah negara senilai Rp1.1501,79 triliun. SBN walas terbagi dalam surat utang negara sebesar Rp1.044,37 triliun dan surat berharga syariah negara sebesar Rp344,55 triliun. (Yetede)
Rumah Berkualitas dan Terjangkau Membuat Ingria Melejit
Kinerja PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (Ingria) melejit sepanjang kuartal I/2024 bila dibandingkan dengan periode yang sama 2023. Salah satu pemicu itu adalah konsistensi Ingria membangun rumah berkualitas dan terjangkau. Dari sisi pendapatan, kata majamene Ingria, tumbuh 65,,6% menjadi Rp 13,8 miliar, sedangkan laba bersih melejit 341,3% ke level Rp907,3 juta year on year (yoy). Menurut Corporate Secretary Ingria, Eka Maolana, moncernya kinerja itu terjadi karena perusahaan berhasil menjalankan dua kebijakan yang fundamental. "Pertama, Ingria menjalankan prinsip good governance yakni prinsip pengambil keputusan dan pelaksana kebijakan perseroan yang dapat dipertanggungjawabkan. Kedua, Ingria selalu mengedapankan pengembangan rumah yang berkualitas serta terjangkau," kata dia dalam siaran persnya. Dia menerangkan, sebagai perusahaan publik, Ingria selalu memegang prinsip-prinsip keterbukaan dan mengikuti regulasi di bidang kebijakan pengadaan rumah subsidi yang telah ditetapkan pemerintah. (Yetede)
ESDM Gandeng Eramet Studi Mineral Kritis Indonesia
Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM) bersama Eramet Indonesia melakukan studi potensial mineral kritis di dalam negeri. Studi ini guna memahami potensi Indonesia dalam rantai pasok industri kendaraaan elektrik dan membantu mengembangkan strategi industri kendaraan elektrik di indonesia. Eramet merupakan perusahaan pertambangan dan metalurgi multinasional asal Prancis. Kemitraan ini diresmikan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama oleh Kepala Pusat Sumber Daya Mineral dan Panas Bumi (PSDMBP) Badan Geologi Kementrian ESDM Agung Pribadi dan Direktur Eramet Indonesia Bruno Faour, di Jakarta, Senin (6/5/2024). Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Staf Khusus Menteri ESDM bidang Percepatan Bidang Tata Kelola Minerba Kementerian ESDM Irwandy Arif dan Deputi Kepala Departemen Ekonomi Kedutaan Besar Perancis untuk Indonesia Pauline Leduc. "Studi bersama mengenai mineral-mineral kritis, terutama soal potensi cadangan litium di daerah yang belum dikembangkan di Indonesia, belum pernah dilakukan sebelumnya. Pada akhirnya, studi ini berperan untuk memahami potensi Indonesia dalam rantai pasok industri kendaraan listrik dan membantu mengembangkan strategi industri kendaraan listrik di Indonesia," kata Irwandi. (Yetede)
Butuh 215 Ribu Pompa untuk 2,15 Juta Ha Sawah Tadah Hujan
Kementerian Pertanian (Kementan) menggeber program pompanisasi pada lahan-lahan sawah tadah hujan guna mengejar target produksi beras 32 juta ton tahun ini dan 34 juta ton tahun depan. Setelah diverifikasi, terdapat 2,15 juta hektare (ha) sawah tadah hujan yang berpotensi mengadopsi program pompanisasi dengan total kebutuhan 215 ribu unit pompa. Saat ini, pompa yang sudah beroperasi 27 ribu unit dengan jangkauan 275 ribu ha, atau masih kurang 194 ribu unit lagi bagi 1,95 juta ha sawah tadah hujan yang pemenuhannya akan dilakukan bertahap. Menurut menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, pompanisasi adalah solusi cepat dalam mengantisipasi dampak kekeringan atau musim kemarau terhadap produksi beras /padi. Kekeringan panjang yang sempat terjadi tahun lalu menurunkan produksi padi/beras nasional karena areal tanaman menyusut akibat kekurangan air. Amran pernah mengatakan, apabila ditempuh opsi cetak sawah untuk meningkatkan luas tanam maka dibutuhkan 2-3 tahun. "El Nino panjang sempat menurunkan produksi padi/beras tahun lalu. Karenanya, pompanisasi ini merupakan solusi paling cepat guna memacu produksi dalam menghadapi kemarau panjang atau EL Nino," papar mentan (Yetede)









