;

Status Tanah Belum Beres, Pengembangan KEK Lido di Kabupaten Sukabumi Belum Dimulai

Yuniati Turjandini 10 May 2024 Tempo

Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Sukabumi masih belum dimulai. Pengembang masih belum menyelesaikan persoalan tanah. Hal itu disampaikan Bupati Kabupaten Sukabumi Marwan Hamami, baru-baru ini. “Pengembangan KEK Lido saat ini masih di wilayah Kabupaten Bogor. Harusnya pengembangan di wilayah Kabupaten Sukabumi seluas 2.000 hektare sudah masuk di bulan Mei ini. Harusnya sudah mulai, tetapi saya cek status tanah masih belum diberesin,” tutur Marwan.

Pihak MNC Land, kata Marwan, sesungguhnya telah menemui dirinya dan ingin mempercepat pengembangan di Kawasan Kabupaten Sukabumi. Marwan pun menyambut baik. Pihaknya juga membantu mengirimkan surat permohonan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membangun jalan besar untuk akses ke Tol Bocimi. Sebelumnya akses yang dimiliki berupa jalan desa. “Sekarang akses tol sudah masuk semua,” ujar Marwan.

Di wilayah Kabupaten Sukabumi menurut dia, nantinya akan dibangun sebuah Kawasan Kota Baru. “Rencananya akan dibangun Sirkuit GP500, Universitas MNC, Rumah Sakit, dan Sekolah Keperawatan,” ujar Marwan. “Sepertinya pihak sana juga sedang konsen dengan kesehatan, makanya ingin cepat-cepat masuk ke Kawasan Kabupaten Sukabumi.” Sebelumnya, pada tahun 2023 lalu, Presiden Joko Widodo meresmikan KEK Lido di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. “Saya senang bahwa di sini akan ada theme park, movieland, wa?ter park, techno park, otomotif, semuanya komplit. Jadi, ke depannya diharapkan tidak ada lagi masyarakat kita yang lebih senang liburan ke luar negeri daripada di negerinya sendiri.”. (Yetede)

Beragam Sebab Biaya Kuliah Mahal

Yuniati Turjandini 10 May 2024 Tempo

Kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) di berbagai kampus nasional memicu beragam aksi protes mahasiswa. Beberapa kampus, di antaranya Univesitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Riau (Unri), serta terbaru Universitas Sumatera Utara (USU), digeruduk mahasiswanya yang kompak mendesak agar biaya kuliah tidak dinaikkan. Seorang mahasiswa Unri, Khariq Anhar, belakangan ini ramai diperbincangkan setelah dilaporkan oleh rektornya sendiri ke polisi karena mengkritik kenaikan UKT di kampusnya. Khariq memprotes kebijakan iuran pembangunan institusi dalam struktur UKT yang dinilai membebani mahasiswa Unri.

Khariq mengkritik bertambahnya kelompok biaya dalam UKT mahasiswa dibanding pada tahun sebelumnya. Semula, UKT mahasiswa di setiap program studi terdiri atas enam kelompok. Kelompok terendah membayar Rp 500 ribu. Sedangkan kelompok tertinggi membayar Rp 6 juta. Namun UKT pada tahun ini dibagi menjadi 12 kelompok. Perubahan kelompok itu serta-merta mempengaruhi nominal UKT yang harus dibayarkan. Kelompok terendah membayar Rp 500 ribu dan kelompok tertinggi mencapai Rp 14 juta.

"UKT jadinya naik dua kali lipat. Kebijakan ini berlaku di semua program studi. Padahal biaya pendidikan seharusnya murah,” ujar Khariq saat dihubungi pada Rabu, 8 Mei lalu. Dia menyebutkan kalangan kampus tak pernah mengajak mahasiswa berembuk soal UKT. Akibatnya, penetapan kelompok dan besaran UKT dinilai tidak transparan dan hanya sepihak. (Yetede)

Dilema Utang Baru di Saat Bunga Tinggi

Hairul Rizal 10 May 2024 Kontan (H)

Efek ketidakpastian pasar global merembet ke dalam negeri dan ikut mengusik anggaran negara di awal tahun ini. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengatur cermat dana yang keluar-masuk kas negara, termasuk mempertimbangkan masak-masak rencana mengeduk utang baru di tengah tren bunga tinggi. Pada kuartal I-2024, penerimaan negara hanya terkumpul Rp 620,01 triliun atau turun 4,1% year on year (yoy). Sebaliknya, realisasi belanja negara tumbuh 18% yoy menjadi Rp 661,9 triliun. Kondisi ini memunculkan konsekuensi, pemerintah harus menambah utang untuk membiayai kebutuhan belanja ke depan. Kementerian Keuangan mencatat, posisi utang pemerintah hingga 31 Maret 2024 mencapai Rp 8.262,1 triliun. Angka itu lebih tinggi dari posisi 2023 senilai Rp 8.144,69 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memang mulai mewaspadai kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate ke level 6,25% yang bisa mempengaruhi kinerja fiskal, khususnya terkait dengan imbal hasil (yield) utang yang harus dibayarkan pemerintah. 

Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Riko Amir menegaskan, pemerintah akan menghitung cermat rencana utang baru, termasuk pengelolaan bunga utang lama.  Kepala Pusat Kebijakan APBN Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Wahyu Utomo juga menjelaskan, meski pendapatan negara turun dan belanja naik di kuartal I-2024, APBN masih surplus tipis yakni Rp 8,1 triliun setara 0,04% PDB. Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence (IEI) Sunarsip menilai, surplus APBN yang lebih tipis di awal tahun ini imbas dari koreksi harga komoditas. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan sebenarnya pemerintah sudah memproyeksikan penerimaan pajak tahun ini melambat dibandingkan tahun lalu lantaran penurunan harga komoditas serta perlambatan ekonomi global.

Menaikkan Bunga Saja Tak Cukup Mengobati Rupiah

Hairul Rizal 10 May 2024 Kontan

Langkah Bank Indonesia (BI) mengerek bunga acuan ke level 6,25% belum sepenuhnya manjur menahan pelemahan rupiah. Meski mulai menguat, nilai tukar rupiah masih berada di atas Rp 16.000 per dolar AS. Angka ini jauh melampaui asumsi pemerintah di anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2024 yang senilai Rp 15.000. Tekanan terhadap rupiah diprediksikan masih terus terjadi, terutama berasal dari faktor eksternal. Pasar global masih gonjang ganjing, demikian pula dengan tensi geopolitik di Timur Tengah yang tak kunjung mereda. BI terus mengupayakan agar rupiah bisa kembali menguat di bawah Rp 16.000. Gubernur BI Perry Warjiyo bilang, saat ini pergerakan rupiah cenderung lebih moderat seiring mulai masuknya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik, baik ke pasar surat berharga negara (SBN) maupun Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). 

Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky menilai, tekanan terhadap rupiah berasal dari eksternal. Artinya, sentimen investor global terhadap emerging market di tengah ketidakpastian arah kebijakan Bank Sentral AS (The Fed) memicu arus modal keluar dari berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. "Inilah yang membuat nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia juga relatif volatil beberapa waktu belakangan," kata dia, Rabu (8/5). Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet mengatakan, untuk meredam gejolak rupiah dibutuhkan pula peran institusi selain BI. "Pemerintah, misalnya mendorong sterilisasi produk ekspor yang punya nilai tambah tinggi," dia. Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto bilang, untuk rupiah menuju ke Rp 15.000 sesuai asumsi makro masih berat, mengingat ketidakpastian geopolitik masih tinggi. "Di sisi lain tren bunga acuan The Fed sepertinya tidak segera diturunkan," kata dia.

Bansos Rumah Sejahtera Terpadu Rp 11,3 Miliar

Hairul Rizal 10 May 2024 Kontan

Pemerintah terus menggulirkan berbagai program perlindungan masyarakat dan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang membutuhkan. Misalnya melalui program rumah sejahtera terpadu (RST). Hingga 6 Mei 2024, pemerintah telah merealisasikan anggaran bansos RST sebesar Rp 11,3 miliar kepada 565 keluarga penerimaan manfaat (KPM). Program RST merupakan program untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga prasejahtera yang terdiri atas rehabilitasi rumah layak huni dan rehabilitasi rumah usaha sederhana.

Program RST merupakan komitmen terhadap salah satu arah kebijakan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yaitu meningkatkan akses masyarakat secara bertahap terhadap perumahan dan permukiman yang layak, aman, terjangkau, inklusif dan layak huni. Bantuan program RST diberikan kepada KPM sebesar Rp 20 juta, dengan berpedoman pada Keputusan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI Nomor Kep-60/3/BS.01.02/9/2022.

BI Kirim Sinyal Tidak Lagi Mengerek Bunga Acuan

Hairul Rizal 10 May 2024 Kontan
Gubenur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengirimkan sinyal tidak akan menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate dalam waktu dekat. BI Rate terakhir naik pada April tahun ini. Pada Rapat Dewan Gubernur April 2024, bank sentral menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6,25%. Keputusan itu bertujuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di saat risiko global memburuk. Perkiraan tersebut juga sejalan dengan kebijakan menaikkan suku bunga pada April lalu yang diklaim berhasil meredam gejolak rupiah.

Imbal Hasil Tinggi Dividen ANAK MIND.ID

Hairul Rizal 10 May 2024 Kontan

Tiga emiten anggota holding tambang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mind Id menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu (8/5). Agenda yang paling menarik perhatian pasar adalah pembagian dividen. Dua emiten tambang pelat merah, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) konsisten membayar dividen. Sedangkan PT Timah Tbk (TINS) absen membagi dividen. ANTM mengerek naik dividen payout ratio dari 50% pada tahun lalu, menjadi 100% atau mengalokasikan seluruh laba bersih tahun 2023 senilai Rp 3,07 triliun. Dengan asumsi jumlah saham yang beredar sebanyak 24,03 miliar, maka nilai dividen ANTM sekitar Rp 128 per saham. Berbeda dari PTBA yang menurunkan tingkat payout ratio dari 100% dalam dua tahun terakhir menjadi 75%, atau setara Rp 4,57 triliun. Dengan asumsi jumlah saham beredar sebanyak 11,52 miliar, dividen PTBA setara dengan Rp 397,7 per saham. Sedangkan TINS puasa membagi dividen, lantaran pada tahun lalu berbalik menanggung kerugian sebesar Rp 449,69 miliar.

Direktur Pengembangan Usaha Antam, I Dewa Wirantaya mengatakan, pembagian dividen ini sudah mempertimbangkan kebutuhan dana untuk keperluan investasi atau pengembangan usaha ANTM. Dewa mengatakan, pada tahun 2024, ANTM mengalokasikan investasi sekitar Rp 4,5 triliun untuk ekspansi organik maupun anorganik. Sedangkan Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail mengatakan, penurunan nilai dividen tahun ini mempertimbangkan posisi kas dan kebutuhan pendanaan untuk pengembangan PTBA. Harapannya, PTBA bisa mencapai pertumbuhan kinerja Sementara itu, Direktur Keuangan TINS Fina Eliani mengatakan, selain karena tahun lalu merugi, pada tahun ini TINS juga akan menghadapi jatuh tempo surat utang. Research Analyst Phintraco Sekuritas, Arsita Budi Rizqi menyoroti pembagian dividen ANTM dan PTBA yang masih direspons positif oleh pasar. Hal ini nampak dari kenaikan harga saham ANTM dan PTBA yang masing-masing menguat 1,99% dan 1,74% pada Rabu (8/5).

Bunga Tinggi, Surat Utang Masih Marak

Hairul Rizal 10 May 2024 Kontan

Di tengah tren suka bunga tinggi, penerbitan surat utang semarak. Ada lima perusahaan yang akan menerbitkan surat utang, baik obligasi maupun sukuk. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) misalnya, berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I senilai Rp 500 miliar. Emiten produsen perhiasan ini akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi untuk modal kerja jangka panjang. Seperti manufaktur produk emas perhiasan dan batangan, serta perluasan toko ritel emas. "HRTA menargetkan penambahan toko ritel milik sendiri dari total 85 toko menjadi 100 toko di 2024," terang Direktur Investor Relations HRTA, Thendra Crisnanda ke KONTAN, Kamis (9/5).

Obligasi menjadi pilihan karena HRTA ingin mendiversifikasikan sumber pendanaan dengan penurunan cost of fund. Dari lima perusahaan, tiga terafiliasi Grup Sinarmas. Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT OKI Pulp & Paper, serta Lontar Papyrus Pulp & Paper. Chief Investment Officer, Fixed Income Manulife Aset Manajemen Indonesia, Ezra Nazula menilai, tren penerbitan obligasi berpotensi tersendat sementara pada saat suku bunga jangka pendek berada di level tinggi.

Harga Logam Mulia Terangkat Bunga FED

Hairul Rizal 10 May 2024 Kontan

Harga logam mulia kembali melandai. Data Bloomberg, kemarin (9/5), harga emas berada di posisi US$ 2.322,20 per ons troi, turun dari pertengahan April 2024 yang sempat rekor di harga US$ 2.413,8 per ons troi. Harga perak juga melemah ke US$ 27.601 ons troi dari 29.128 per ons troi pada periode yang sama. Sementara harga tembaga di US$ 4.538 per pound dari harga tertinggi di Apri 2024 4.676 per pon. Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, prospek harga emas masih cukup positif lantaran ada harapan baru, The Fed akan memulai penurunan suku bunganya tahun ini. Hal tersebut menyusul data non-farm payrol (NFP) yang lebih lemah dibandingkan perkiraan.

Di sisi lain, para investor juga masih mencermati perkembangan konflik Timur Tengah. Ia memperkirakan, harga emas di akhir kuartal ini sebesar US$ 2.315,10 per ons troi. Sementara di akhir tahun diperkirakan naik terbatas ke US$ 2.385,92 per ons troi. Pengamat Komoditas dan Founder Traderindo.com, Wahyu Tribowo Laksono mengatakan, secara teknikal, harga emas di semester I ini di rentang US$ 2.200–US$ 2.450 per ons troi. Sementara di akhir tahun di kisaran US$ 2.300–US$ 2.500 per ons troi.

MAPI Andalkan Segmen Menengah

Hairul Rizal 10 May 2024 Kontan

Emiten ritel, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) membukukan kinerja positif pada tiga bulan pertama tahun ini. Kendati begitu, bayangan boikot dari konflik di Timur Tengah masih jadi tantangan ke depan. Pada kuartal I-2024, MAPI mencatatkan pendapatan sebesar Rp 8,78 triliun atau naik 17,8% secara tahunan alias year on year (yoy). Laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 413,99 miliar di kuartal I-2024. Ini naik 5,94% yoy. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Natalia Susanto melihat kinerja MAPI di 2024 masih cukup bagus, karena MAPI memiliki konsumen kelas menengah atas di Indonesia dengan konsumsi bulanan per kapita minimal Rp 6 juta, yang terdiri dari 20% dari total populasi. Menurutnya, hal tersebut akan terus menguntungkan MAPI karena segmen kelas menengah ke atas biasanya lebih banyak membelanjakan uangnya untuk barang-barang yang bersifat diskresioner.

Analis Trimegah Sekuritas, Heribertus Ariando menyebutkan, pendapatan MAPI di sepanjang 2023 justru turun 11% secara yoy menjadi Rp 1,9 triliun. Tak hanya itu, kinerja penjualan di sektor kafe dan restoran turut menurun sebesar 5% yoy, imbas sentimen boikot dari konflik Timur Tengah. Sebaliknya, segmen penjualan ritel masih naik 23% yoy. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo melihat, kinerja MAPI memang bertumbuh pada kuartal I-2024, dan emiten ritel ini terus memperluas ekspansi. Selain ekspansi gerai fisik di Indonesia dan luar negeri, MAPI juga menambah portofolio. Salah satunya dengan mengelola Alice + Olivia by Stacey Bendet merek fesyen ikonik asal New York, Amerika Serikat (AS). Namun demikian, Azis melihat, pada tahun ini, kinerja MAPI masih bisa berpotensi tumbuh positif, tetapi tidak terlalu signifikan. Mengingat masih ada ketidakpastian global yang bisa menekan pelemahan nilai kurs rupiah.

Pilihan Editor