;

BEA KELUAR KONSENTRAT TEMBAGA : MENGURAI TANTANGAN FREEPORT

Lingkungan Hidup Hairul Rizal 10 May 2024 Bisnis Indonesia
BEA KELUAR KONSENTRAT TEMBAGA : MENGURAI TANTANGAN FREEPORT

Satu per satu persoalan yang menjadi fokus PT Freeport Indonesia dalam menjalankan operasinya di Tanah Air tuntas sesuai harapan. Bea keluar terhadap konsentrat yang dilepas ke pasar global menjadi isu lanjutan yang mendapat. Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut izin ekspor konsentrat tembaga bakal diperpanjang menjadi kabar gembira lanjutan yang diterima PT Freeport Indonesia (PTFI), setelah sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifi n Tasrif memastikan bakal mengabulkan percepatan perpanjangan izin usaha pertambangan khusus hingga 2061. Seusai meninjau harga komoditas bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan di Karawang, Jawa Barat, Kepala Negara menyebut perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga itu diberikan untuk menghargai upaya PTFI dan Amman Mineral Industri melaksanakan penghiliran dengan membangun smelter di dalam negeri. 

Menurutnya, pemerintah terus memantau perkembangan smelter yang dibangun oleh kedua perusahaan tersebut. Bahkan, pemerintah juga sering melakukan kunjungan langsung ke lapangan untuk memastikan realisasi pengerjaan fasilitas pengolahan dan pemurnian tersebut. Kementerian ESDM sendiri mengaku masih memproses permohonan Freeport Indonesia terkait dengan perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga yang bakal habis pada akhir Mei 2024. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi mengatakan perhitungan yang sedang dikerjakan pemerintah seperti yang disebut oleh Presiden Jokowi adalah terkait dengan jumlah kuota ekspor dan besaran bea keluar yang akan dikenakan terhadap konsentrat tembaga yang dijual di pasar global.

Bea keluar menjadi salah satu concern Freeport McMoRan, karena membuat beban perusahaan naik signifi kan menjadi sebesar US$156 juta pada kuartal I/2024 dibandingkan dengan pada periode sama tahun lalu yang senilai US$17 juta, karena tarif yang dikenakan saat itu hanya sebesar 2,5%. Freeport McMoRan Inc. (FCX) pun berupaya untuk kembali berdiskusi dengan pemerintah agar bisa membebaskan bea keluar konsentrat tembaga pada paruh pertama tahun ini, mengingat konstruksi smelter tembaga baru PTFI di Gresik, Jawa Timur, sudah mencapai lebih dari 90% per akhir 2023.

President Freeport McMoRan Kathleen Quirk sempat mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk berdiskusi dengan pemerintah Indonesia saat ini ihwal kelanjutan ekspor konsentrat tembaga dan lumpur anoda sampai dengan akhir Desember 2024. Kathleen berharap bea keluar itu bisa dibebaskan selepas kemajuan pembangunan smelter Manyar yang telah lebih dari 90% pada tutup tahun kemarin. Dia beralasan bea keluar itu tidak sejalan dengan IUPK yang didapat PTFI pada 2018.

Tags :
#Tambang #Ekspor
Download Aplikasi Labirin :