Menjaga Konsumsi Rumah Tangga
Setelah perhelatan Pemilu 2024 dan Ramadan usai, daya beli masyarakat berpotensi menurun pada kuartal II 2024. Hal tersebut tentunya akan mempengaruhi laju pertumbuhan konsumsi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Peneliti Ekonomi Makro dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Riza Annisa Pujarama menilai, pada kuartal II-2024 kemungkinan konsumsi rumah tangga menurun, karena masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan. Tantangan itu di antaranya dampak inflasi yang tinggi akibat kenaikan harga masih terasa, sebab meningkatnya harga kebutuhan pokok tidak diimbangi kenaikan pendapatan.
Kemudian, pada kuartal II 2024 masyarakat yang mempunyai anak sekolah akan dihadapkan pada pembayaran tahun ajaran baru. Sehingga pada Hari Raya Idul Adha, Riza memperkirakan masyarakat akan lebih menahan konsumsinya.
Maka dari itu, Riza mengingatkan, agar konsumsi masyarakat tidak semakin tergerus, pemerintah harus mewaspadai berbagai aspek, seperti mengantisipasi kembali meningkatnya harga beras dan pangan ke depan. Misalnya dengan mengambil langkah cepat mengatasi perubahan iklim agar tidak terjadi kekeringan seperti sebelumnya.
Peneliti Pusat Industri Perdagangan dan Investasi Indef Ahmad Heri Firdaus menyampaikan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga seharusnya bisa ditingkatkan lagi hingga di atas pertumbuhan ekonomi yang sebesar 5,11% pada kuartal I-2024.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023